Flower of Evil Ep. 01.02

Ep. 1.2: Ayahku mencoba membunuhku

Dari SD Card HP Dr. Bae terihat foto-foto mesra Dr. Bae dan Sang Jin. Det. Choi berkata kalau intuisinya tidak pernah salah. Ia mencium bau parfum yang sama di baju Sang Jin dan Dr. Bae.

Ae Young membuka botol vitamin dan ada kecoa di dalamnya, ia melempar botol itu. Isi botol berhamburan ke luar. Ji Won dan Det. Im melihat itu saat mereka datang untuk bertanya tentang anak yang ada di lift. Ae Young berkata kalau nama anak itu Yoo Ji Hoon yang tinggal di unit 1201. Ji Won memperhatikan kalau Ae Young sering lupa, tidak bisa konsentrasi. Ji Won mengabaikan permintaan Det. Choi yang mengirimkan gambar-gambar dan minta Ae Young mengklarifikasi. Ji Won menggangguk saat Ae Young berkata kalau ia tidak bisa hidup tanpa suami dan anaknya, juga minta agar Ji Won menjaga mereka baik-baik.

Moo Jin datang ke Workshop Kerajinan Metal. Saat mereka bertatapan muka, keduanya kaget dan terkesiap. Moo Jin ingin memastikan kalau yang ia temui adalah Do Hyun Soo. Moo Jin datang untuk bertemu Hee Sung, suami JI Won. Moo Jin berkata dia kenal Ji Won dari sana sini dan berbalik pergi. Hyun Soo menahan Moo Jin dan menawarkan teh, ia punya teh yang enak.

Ji Won berdiskusi bersama Det. Im. Ji Won tidak bisa menggunakan foto-foto karena ia yakin Det. Choi mendapatkannya tidak dengan legal dan lagi, selingkuh tidak berhubungan langsung dengan pembunuhan. Det. Choi mengirim pesan lagi kalau Sang Jin bertanya-tanya ke teman-temannya mencari tahu tentang perceraikan dan hak asuh anak. Ji Won tetap mengajak Det. Im pergi mewawancara Yoo Ji Hoon.  

Moo Jin nyaris tidak mengenali Hyun Soo yang telah banyak berubah. Moo Jin dipersilahkan menanyakan hal pertama yang terlintas di kepalanya saat mengenali Hyun So. Moo Jin pasti penasaran, apalagi dia adalah wartawan. Moo Jin berkata saat 18 tahun yang lalu, waktu Hyun Soo menghilang dari desa, terjadi pembunuhan. Kepala desa terbunuh. Apa Hyun Soo terlibat?

Di unit 2001, didampingi ibunya, Ji Hoon mengakui kalau ia mengejar Ttori, anjing putihnya, yang lari ke tangga darurat apartemen. In Seo yang ketakutan karena pernah digigit Ttori terjatuh saat menghindari Ttori. Ji Hoon tidak berani cerita ke ibunya, karena Ae Young pernah mengancam akan membunuh Ttori kalau sampai Ttori menggigit In Seo lagi.

Ji Won menelp. Det. Choi untuk mengabarkan hal itu dan menyarankan agar kasus dilimpahkan ke departemen ‘Masalah Perempuan & Remaja’. Mau tak mau, Det. Choi membebaskan Sang Jin.

Kembali ke workshop, Hyun Soo menjawab kalau tidak ada artinya membela diri apabila semua orang, termasuk polisi mencurigainya. Moo Jin terus mendesak, kalau memang Hyun Soo tidak bersalah, kenapa tidak mengikuti pemeriksaan polisi dan membersihkan namanya? Kenapa barang bukti ditemukan di backpack Hyun Soo? Kenapa polisi masih mencari Hyun Soo?

Hyun Soo membalikkan pertanyaan, lalu apakah sekarang Moo Jin akan melaporkan Hyun Soo ke polisi? Moo Jin berkilah, ia tidak mau mengurusi urusan orang. Hyun Soo melanjutkan, apakah Moo Jin sudah menikah? Moo Jin berkata kalau ia mengikuti tren sekarang, di mana orang lebih suka makan dan minum sendiri. Hyun Soo juga tahu kalau Moo Jin adalah wartawan harian yang mempunyai jam kerja yang fleksibel. Mereka saling berpandangan.

Ji Won mengantar Det. Im ke apotik, membeli obat untuk gigi bungsu yang sakit. Ji Won meneliti kemasan vitamin yang dibeli Ae Young. Saat botol dibuka, warna obat adalah kuning, bukan putih seperti yang mereka lihat di RS. Ji Won mengerti apa yang terjadi sekarang. Mereka berlari kembali ke RS.

Di RS, Ji Won mengaktifkan recorder HP, duduk di samping In Seo dan bertanya apakah In Seo yang memasukkan kecoa ke botol vitamin ibunya? In Seo minta bicara berdua dengan Ji Won saja. Bagi In Seo, Sang Jin adalah ayah teladan, sampai ia mencuri dengar pembicaraan Sang Jin dan Dr. Bae saat mereka bertiga hiking. In Seo melihat obat yang diberikan Dr. Bae pada ayahnya, karenanya ia memasukkan kecoa, agar ibunya tidak meminum obat itu. Kalau In Seo menuduh ayahnya jahat, mungkin ibunya tidak terlalu sedih dan mau berpisah dengan ayahnya.

Ji Won keluar dan membacakan hak-hak Sang Jin sambil memborgol dengan alasan Kim Sang memberikan obat tanpa persetujuan Ae Young. Sebagai pengacara, tentunya Sang Jin tahu kalau hal itu melanggar hukum.

Di workshop Hyun Soo membungkus teko buatannya, sebuah hadiah untuk menyuap Moo Jin agar tidak bicara. Lalu ia minta Moo Jin menuliskan nama dan alamat agar bisa mengirimkan hadiah itu lewat kurir. Saat Moo Jin duduk menulis alamat, Hyun Soo menutup jendela, mengunci pintu dan menaikkan volume musik. Moo Jin baru sadar saat ia berbalik dan bertanya apakah pemilik workshop, Hee Sung, akan kembali ke toko?

Di kantor polisi, Ji Won berkata, kalau ia disuruh memilih antara mengetahui kenyataan yang akan menghancurkan hidupnya atau meminum obat agar bisa menunda mengetahui hal itu satu hari lagi saja, Ji Won akan memilih minum obat. Det. Choi setuju, ia juga akan memakan apa saja yang disediakan istrinya tanpa curiga sama sekali. Det. Im berkata kalau mereka berdua membuatnya tidak pernah ingin menikah.

Percakapan mereka disela telpon untuk Ji Won dari Mi Ja. Mi Ja memberi tahu kalau ia tidak ingin Ji Won menemuinya sama sekali. Apa pun kebaikan yang dilakukan Ji Won atau adanya cucu, tidak akan membuat Mi Ja memberikan wasiatnya pada Ji Won. Lebih baik mereka sama-sama beranggapan kalau masing-masing sudah tidak ada. Ji Won minta agar Mi Ja tidak memberi tahu hal itu pada Hee Sung, agar Hee Sung tidak patah hati. Mi Ja menutup telponnya.

Moo Jin berkelahi dengan Hyun Soo, ia ditelikung oleh Hyun Soo sampai kehabisan nafas.

Ji Won berjalan ke rumahnya, saat membuka pintu, ia melihat Hee Sung sedang masak pizza dan bercanda dengan Eun Ha. Ia bergabung dan bercanda dengan mereka, lalu mereka bertiga berpelukan erat.

Di satu lantai, terlihat pintu yang terpasang di lantai. Pintu itu menuju ke ruang basement. Di lantai basement, Moo Jin tergeletak tidak sadarkan diri. Kaki, tangannya terikat erat dan mulutnya tertutup lakban. Saat Moo Jin sadar, ia panic dan berusaha membebaskan diri.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Drama yang dari awal sudah memberi tahu culpritnya siapa. tvN memang jago buat drama-drama thriller yang sampai membuat hari ini aku tidak berani menonton. Menarik, karena bisa melihat perjalanan seorang psikopat berpikir dan beraksi. I am crazy and I know that, hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: