Flower of Evil Ep. 01.01

Prologue: Hee Sung ditenggelamkan di kolam renang dengan tangan terikat dan luka di kepala. Saat gelembung nafasnya nyaris habis, Ji Won terjun, mencium Hee Sung dan menyelamatkannya. Lalu, tanpa kau sadari, semuanya berubah. Seperti kehidupan yang tidak nyata.

Episode 1.1

Pasangan Hee Sung – Ji Won berciuman di workshop kerajinan metal. Saat Ji Won sadar kalau sudah pukul 4 sore, ia terburu-buru pergi dan minta Hee Sung menyiapkan putri mereka, Eun Ha. Mereka akan merayakan pesta bersama keluarga Hee Sung. Di mobil, Eun Ha mengaku kalau ia takut pada neneknya, seperti ibunya. Saat tiba, Eun Ha bersembunyi di belakang ayahnya, terlalu takut memberi salam. Setelah bisa dibujuk, Eun Ha memberi salam dan neneknya, Wi Ja meminta mereka masuk ruang makan.

Ji Woo & Eun Ha menyanyikan selamat ulang tahun, diperhatikan dengan dingin oleh Man Woo & Mi Ja. Saat Ji Won menemani Eun Ha ke kamar mandi, Hee Sung dan Ji Wa bertengkar. Sampai Man Woo menggebrak meja dan minta mereka berhenti. Mereka ada di perahu yang sama, kalau tidak ingin perahu itu tenggelam, coba untuk tidak menyulitkan satu sama lain.

Ji Won mengantar Eun Ha kembali dan minta izin untuk pergi, karena ada tugas mendadak. Sebelum komentar Mi Ja menjadi semakin pedas, Hee Sung memberikan jaketnya dan menyuruh Ji Won pergi. Beberapa saat kemudian, Eun Ha tidur di pangkuan ayahnya. Mi Ja kembali membuka pertengkaran. Man Woo akhirnya minta klarifikasi dari Hee Sung, apa benar Hee Sung bisa merasakan kedekatan dengan Ji Won? Hee Sung menjawab kalau Ji Won hanya percaya apa yang ia lihat, jadi, itulah yang Hee Sung perlihatkan pada Ji Won, sebatas apa yang ingin Ji Won percayai. Karenanya, Man Woo dan Mi Ja tidak usah khawatir, semuanya terkendali dengan baik.

Ji Won tiba di tempatnya bekerja, Kantor Polisi Gangsu. Team mereka sedang menginterogasi Kim Sang Jin, seorang pengacara atas tuduhan percobaan pembunuhan. Korban adalah putranya yang berusia 12 tahun, Kim In Seo. In Seo ditemukan pada pukul 3 sore di tangga darurat apartemen dengan luka berat di kepala. Di RS saat sadar, ia langsung menunjuk ayahnya sebagai pelaku, yang mendorong dari atas tangga saat ia kecapaian setelah berolah raga naik tangga.

Sang Jin menyangkal. Benar, ia menyuruh In Seo berolah raga naik turun tangga, tapi ia mendampingi. Ia menyuruh In Seo pulang duluan, karena temannya menelpon dan mengajak minum di restoran dekat rumah. Det. Choi mencium baju dan mulut Sang Jin dan membenarkan kalau baju dan mulut Sang Jin berbau arak.

Saat Ji Won, Det. Choi dan Det. Im berdiskusi, Det. Choi percaya kalau Sang Jin bersalah, karena 80% pelaku kekerasan pada anak adalah orang tua, karakter Sang Jin yang terlihat bersalah dan intuisi Det. Choi yang tajam. Ji Won berkilah, salah satu kaos kaki Sang Jin kotor, pasti karena waktu terburu-buru berlari sandalnya terlepas. Sandal terlepas, karena sandal itu sandal milik restoran dan ukurannya salah.

Kepala team mereka, Det. Lee memanggil dan membagi tugas: Ji Won & Det. Im mengumpulkan pernyataan dan memeriksa CCTV; Det. Choi mencari alibi keberadaan secara legal, bukan dengan tinju. Ji Won meminta izin untuk mewawancara istri Sang Jin, Ko Ae Young.

Ae Young sedang diwawancara reporter Kim Moo Jin. Moo Jin bertanya sedemikian rupa, seolah mengarahkan agar Ae Young mengakui kalau Sang Jin yang melakukan kekerasan pada anak. Ji Won menegur dan berkata akan sangat menarik mengetahui deadline kasus yang ditulis Moo Jin. Moo Jin menunjukkan headlinenya: ‘Kebencian akan Kegemukan Anak, seorang ayah menyuruh anaknya menaiki tangga kematian’.

Ji Won mewawancara Ae Young. Ae Young percaya kalau In Seo tidak akan berbohong, ia anak yang baik dan manis. Tapi, Ae Young juga membela Sang Jin, yang tidak pernah melukai orang lain, apalagi anaknya sendiri. Dan tidak, mereka tidak punya masalah dalam keluarga! Juga, In Seo memang memiliki asuransi jiwa.

Ji Won, Det. Im dan Moo Jin berbincang tentang kasus itu. Moo Jin percaya kalau Sang Jin bersalah dengan motif asuransi jiwa In Seo. Ji Won membeberkan kalau asuransi hanya berlaku saat In Seo berumur 15 tahun. Moo Jin berkata kalau motif memang sulit, seperti seorang pria yang membunuh 7 orang hanya untuk kesenangan. Si pembunuh berantai ini mengubur korban di dalam hutan, termasuk istrinya yang sempat lari darinya. Saat Ji Won memberikan kartu nama suaminya, Moo Jin berkata kalau itu menarik, karena profesi suami JI Won sama dengan profesi si pembunuh berantai, pengrajin metal.

Di rumah, Ji Won mendiskusikan hal ini dengan Hee Sung. Ji Won merasa Ae Young aneh. Seorang ibu yang anaknya menuduh si ayah membunuh, tapi tetap bersikeras memiliki keluarga bahagia. Apa si ibu tidak menyadari tanda-tanda itu, sengaja menghidari atau menutupi kenyataan yang ada? Ji Won mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kenapa seolah mertua membencinya? Ia minta maaf karena membuat Hee Sung bertengkar dengan orang tuanya. Hee Sung menenangkan Ji Won dan minta agar Ji Won tidak terlalu memikirkan hal itu.

Keesokan hari, Hee Sung mengantar Eun Ha ke sekolah dan memberikan 2 kotak makanan untuk guru-guru pengajar. Guru Eun Ha berkata kalau Eun Ha beruntung memiliki ayah yang tampan, penuh perhatian dan pintar masak. Saat Hee Seung berbalik dan menerima telp, raut mukanya mengeras, ia menjawab kalau ia akan mampir ke tempat ibunya bekerja.

Moo Jin meneliti berita yang ia tulis dan komentar tentang ‘Pembunuh Berantai Kota Younju’. Salah satu komentar berkata kalau si pembunuh, Do Hyun So0 bunuh diri. Sumber berita Moo Jin, pak Nam menelpon untuk merubah jadwal pertemuan. Pak Nam yakin ia tidak bisa melupakan orang seperti Do Hyun Soo. Mereka berjanji akan bertemu esok hari. Saat membereskan tas laptop, Moo Jin menemukan kalung yang terputus yang melilit bolpen milik Do Hae So, dan menulis ‘Cheonggyecheon stream, Nam Joo Kil, 5 sore’.

Hee Sung bertemu dengan Mi Ja di apotik. Hee Sung mendesak agar ibunya memutuskan hubungan sama sekali dengan Ji Won. Mi Ja menolak karena artinya ia tidak akan bisa bertemu dengan menantu dan cucunya. Hee Sung mengingatkan kalau Mi Ja tidak bisa berakting dan Ji Won akan curiga akan sikap ibunya. Untuk lebih aman dan agar Mi Ja tetap memiliki anak yang bernama Baek Hee Sung, Mi Ja harus memutuskan hubungan mereka.

Di kantor polisi Gangsu, Det. Im menemukan CCTV yang merekam seorang anak naik turun lift pada saat kejadian. Sementara, Det. Choi pergi ke RS dan bertemu dengan Dr. Bae Eun Seok, teman yang menelp. dan minum dengan Sang Jin. Dr. Bae mengatakan kalau perilaku Sang Jin normal. Tapi, meski ia dokter dan pernah merawat In Seo, sore itu ia tidak menemani Sang Jin ke RS, karena ia terlalu mabuk. Det. Choi kembali membaui mulut dan baju Dr. Bae. Det. Choi mengambil HP saat Dr. Bae membantu memungut koin-koin yang sengaja dijatuhkan Det. Choi.

Bersambung

Komentar aku: Hiah! Jadi, sikap bermusuhan Man Woo – Mi Ja justru untuk menutupi jati diri Hee Sung? Augh! Aku pikir ayah ibunya yang buat dia jadi psikopat, tapi kebalikannya, mereka mencoba menutupi anaknya yang psikopat. Dan sekeluarga berganti identitas? Dari marga Do jadi marga Baek. Waduh… demi anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: