Chip In Ep. 03.02

Det. Hong masuk dan mengumumkan hasil terbaru: nikotin baru disuntikkan saat In Ho sudah meninggal. Di jarum suntik tidak ditemukan sidik jari. Kematian In Ho disebabkan oleh reaksi serius akibat alergi dari zat yang ada di dalam obat tidur. Reaksi biasanya instan, tapi untuk kasus pak Yoo reaksi baru terlihat sejam setelah meminum obat tidur.

Seol Young berkata kalau In Ho tidak mengkomsumsi obat tidur karena In Ho percaya bawah obat tidur akan mengacaukan keseimbangan tubuh manusia. In Ho tidak suka kala ia tahu Seol Young menggunakan obat tidur.

Ji Hye menjadi pucat. Det. Hong melanjutkan kalau ada banyak residu obat tidur di tubuh pak Yoo. Kalau 1 obat setara dengan 10 mg, maka pak Yoo minum sedikitnya 5 butir. Ji Hye bingung, ia hanya memberikan 1 butir, apa yang sebenarnya terjadi?

Det. Hong menghampiri Bit Na yang berdiri di taman. Saat di interogasi, Bit Na setuju untuk membantu polisi. Bit Na memberi tahu kalau sebulan lalu In Ho menderita shock dan Jeong Wook tahu mengenai kondisi In Ho yang sebenarnya.

Esok pagi, Ji Hye mengakui ke Bit Na kalau ia menerima surat dan menunjukkan surat itu. Gara-gara terpengaruh surat itu, Ji Hye meminumkan satu obat tidur pada In Ho. Bit Na marah dan menyuruh Ji Hye tidak melakukan apa-apa, ia akan menyelidiki hal itu. Jae Hoon yang mendengarkan via headphone di kamarnya tersenyum simpul.

Bit Na berusaha mencerna itu dan teringat masa kecilnya. Bagaimana Ji Hye meninggalkannya sendiri di rumah untuk pergi bersama pacarnya, sementara Ji Hye kangen pada In Ho. Bit Na mengusap air matanya.

Di ruang duduk, Jae Hoon membacakan artikel dari sosmed squad yang menyelidiki kematian In Ho. Tersangka utama adalah Go Cheol. Tersangka kedua adalah Ji Hye yang menyatakan dirinya bangkrut. Saat Bit Na turun, Jae Hoon dan Go Cheol menyuruh Bit Na menyerahkan seluruh bagiannya.

Bit Na menjadi keras dan berkata dia tidak akan pernah menyerahkan harta warisannya dan pergi meninggalkan mereka. Tidak mempedulikan Go Cheol yang berteriak-teriak. Go Seon mendesah melihat kelakuan ayahnya.

[Interview, Go Cheol]: Bit Na memang keras kepala! Ia pasti yang merencanakan semuanya! Bukankah aku sudah bilang berkali-kali, kalau aku tidak peduli akan harta itu! Aku hanya ingin tahu kenapa kakakku meninggal!

Bit Na datang ke dapur dan mulai mengoleskan cotton bud ke beberapa perangkat dapur yang dibersihkan bu Park, dari mangkuk, garpu, sendok sampai ke pisau blender. Bu Park tahu kalau meski sudah dicuci polisi bisa mendeteksi makanan yang bersentuhan dengan tempat makan atau peralatan dapur?

Bu Park ketakutan dan masuk ke kamar Bit Na, berusaha mengganti cotton bud di meja Bit Na dengan yang baru. Bit Na ternyata merekam semua itu dengan HP yang sengaja ia tinggal di kamarnya.

Bu Park tidak bisa bergeming dan mengaku menerima amplop yang berisi surat wasiat dan denah. Karenanya, ia memasukkan obat ke bumbu sup khusus untuk pak Yoo dan membuka brangkas. Tapi brangkas tersebut kosong. Bu Park berani bersumpah.

Bit Na masuk ke kamar Seol Young dan mengajaknya jalan-jalan. Di depan dapur Bit Na mengedipkan mata ke bu Park. Saat di taman, Bit Na mengakui kalau ia sudah keterlaluan dan meminta maaf. Seol Young menyadari kalau meski ia jujur, Bit Na tidak akan mudah mempercayainya. Bit Na berkata kalau In Ho mencintai Seol Young karenanya ia akan bersikap lebih baik. Seol Young menanyakan apa perlu begitu?

Bu Park yang berada di kamar Seol Young mengobrak-ngabrik semuanya. Tapi tidak menemukan apa pun, kecuali bantalan tinta, karena bu Park tidak tahu apa yang seharusnya ia cara. Bu Park membawa sampah kertas keluar.

Saat Seol Young memergoki bu Park keluar dari kamarnya, ia mengerti kenapa Bit Na mengajaknya keluar.

Bit Na menyortir sampah kertas yang bu Park bawa, tetapi tidak ada apa-apa yang bisa dijadikan bukti. Bit Na memasukkan kembali semuanya ke kantong dan membuangnya. Bit Na sudah menemukan siapa yang memasukkan 2 pil tidur, 3 lagi sisanya belum ia temukan. Bit Na juga sadar kalau surat itulan yang mengontrol semua orang.

Saat makan malam, Bit Na bertanya siapa saja yang mendapatkan amplop berisi surat dan kunci? Semuanya menjawab kalau dapat, kecuali Bit Na dan Go Cheol.

Jeong Wook mengaku kalau keserakahan sulit dikendalikan saat ia membaca surat itu. Saat itu ia merasa tua, hanya menumpang di rumah teman, tapi tanpa harta. Kalau saja ia bisa mendapatkan harta warisan. Jadi, Jeong Wook memasukkan obat tidur ke teh Burdock yang biasa In Ho minum sebelum tidur. Waktu Jeong Wook membuka brangkas, brangkas sudah kosong. Khawatir dituduh mencuri Jeong Wook mengusap brangkas dengan bajunya. Membuat siapa pun yang membuka brangkas tidak terkena cat kasat mata.

Bit Na mengaku kalau ia tidak menerima surat yang langsung membuat Hae Joon dan Go Cheol menuduh Bit Na lah yang sengaja membuat surat untuk menguasai harta warisan. Hae Joon dan Go Cheol bertemu di taman setelah makan malam. Go Cheol berkata kalau ia tidak akan tinggal diam dan membalas Bit Na.

Bu Park menghitung pisau yang ia miliki dan mulai mengasah. Go Cheol pergi ke gudang dan mencari benda tajam. Jeong Wook terduduk di kamarnya, memandang kertas putih. Seol Young masuk ke kamar Jeong Wook melihat semua itu dengan muka yang sedih.

Bit Na terbangun malam-malam setelah bermimpi buruk ada orang yang ingin mencelakainya. Bit Na pun pergi ke dapur untuk minum, menenangkan dirinya. Heo Joon mendengar suara langkah kali dan mengendap keluar kamarnya.

Di dapur, Bit Na mengambil air minum. Sesosok bayangan mengendap mendekatinya dan mengayunkan tongkat. Bit Na terbaring di lantai dapur, darah mengalir dari kepalanya dan sebuah tongkat golf tergeletak di sisinya.

Bersambung

Komentar aku: And then there were None! Salah satu Karya Agatha Christie terlaris. Ada 8 orang terdampar di pulau, dst… Sebentar, di rumah pak Yoo ada berapa orang, ya? Oh, 9 orang. 3 diantaranya, Ji Hye, bu Park, pak Moon sudah mengaku memberi obat tidur. 2 lagi siapa? Si pembuat surat adalah dalang dan 5 orang adalah kaki tangan pembunuhan. Lebih dari setengah penghuni terlibat dalam pembunuhan? Heh…

Kaya lah siapa pun yang tidak terlibat atau tertangkap… Huaaa…. Juga, karakter bu Park itu lucu banget. Mau benci tapi gimana dong… suka uang tapi jujur (kalau kepaksa).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: