Chip In Ep. 03.01

Prologue: Bit Na mengambil lembar bukti diagnose kondisi In Ho dan menyelipkan amplop kembali ke tempatnya, lalu keluar dari kamar In Ho. Bit Na akan mencari tahu kenapa In Ho merahasiakan kesembuhannya.

Episode 3.1

Bu Park sedang membereskan dapur. Ia berkata kalau pak Yoo memang terlihat lebih menderita dan lebih penggerutu dari sebelumnya. Entah berapa kali bu Park dimarahi pak Yoo dan disuruh menulis surat permintaan maaf resmi. Itu saja yang bu Park sadari, lainnya tidak ada yang berbeda.

Jeong Wook sedang menyiram tanaman. Jeong Wook mengatakan hal yang sama. In Ho pastinya kesakitan karena dia menderita kanker tahap akhir. Selain itu, Jeong Wook tidak tahu apa-apa. Sebuah mobil datang mendekat dan seorang wanita turun dari mobil, berjalan ke arah mereka.

Di kantor polisi, Go Cheol membantah semua dugaan polisi, sementara Ji Hye melakukan aksi tutup mulut. Polisi tidak berhasil mendapatkan apa-apa dari mereka berdua.

Wanita yang datang adalah Jin Yeo Hee, pengacara pak Yoo. Ia datang hendak membacakan wasiat pak Yoo. Yeo Hee mengetahui kalau halaman pertama surat wasiat hilang. Halaman itu berisi surat pribadi pak Yoo. Halaman kedua, ada di pengacara, berisi pembagian harta warisan.

Pengacara diminta menglikuidasi seluruh harta: real estate, karya seni, stock, tabungan, investasi, dan hasil penjualan dibagi rata 10% untuk Bit Na, Seol Young, Ji Hye, Hae Joon, Go Cheol, Go Seon, bu Park, dan Jeong Wook; sisa 20% didonasikan ke In Yoo Foundation.

Ada beberapa kondisi. Kondisi pertama: siapa yang membaca surat wasiat sebelum diumumkan dengan resmi dan/atau terlibat dengan kematian pak Yoo akan dicoret dari wasiat, bagiannya akan dibagi rata ke yang tersisa. Kondisi kedua: kalau surat wasiat halaman pertama tidak ketemu, maka akan diberlakukan hukum perdata di mana seluruh warisan akan menjadi hak keturunan langsung, Bit Na.

Yeo Hee menegur Hae Joon yang kuliah hukum agar mengajari anggota keluarganya, sebelum pergi dan memberikan ultimatum terakhir bahwa kondisi kedua akan berlaku 10 hari dari sekarang. Sampai jumpa 10 hari lagi!

Bu Park bertanya apa artinya hukum perdata? Saat tahu, bu Park menyumpahi pak Yoo yang dianggapnya mempermainkan mereka dengan kondisi wasiatnya. Semua mata lalu memandang Bit Na.

[Interview, Go Cheol]: Aku tidak heran. In Ho itu memang seperti itu sejak kecil, suka sekali mengejutkan orang.

Di kamarnya, Seol Young melihat foto In Ho, tersenyum lalu membanting foto dengan kesal. Sementara, Hae Joon mencari tahu tentang In Ho Foundation dan tidak menemukan apa-apa.

Bu Park mendatangi Jeong Wook, bertanya apa Jeong Wook tahu siapa yang memiliki surat wasiat halaman pertama? Jeong Wook meninggalkan bu Park. Kalau begitu, bu Park akan mencari sendiri. Bu Park mencari surat itu dengan berpura-pura membersihkan seluruh rumah, tidak ada bagian yang ia lewatkan. Bu Park menggerutu saat Hae Joon menegurnya, kalau Hae Joon sudah tahu bu Park sedang cari surat wasiat, kenapa pakai tanya-tanya segala?

Bu Park menemukan plastic berisi jarum suntik yang menyumbat saluran air di kamar mandi utama. Saat keluar, bu Park kepergok Jae Hoon. Jae Hoon membujuk bu Park untuk menggunakan jarum itu untuk menjebak Bit Na dengan mengingatkan jumlah uang yang akan bu Park terima kalau Bit Na ditahan. Bu Park menaruh jarum itu di backpack Bit Na yang tergeletak di kamar Bit Na.

Setelah mendengar jawaban beberapa penghuni, Bit Na semakin tidak habis pikir kenapa In Ho merahasiakan kesembuhannya. Apa artinya, kalau yang mengetahui adalah pelaku pembunuhan?

Polisi datang lagi untuk memeriksa rumah pak Yoo. Bu Park sengaja berdiri untuk memastikan Det. Hong menemukan jarum suntik di backpack Bit Na.

Bit Na mendatangi Seol Young di taman dan bertanya apa In Ho minum obat setiap hari? Apakah Seol Young mendampingi saat In Ho periksa ke RS? Bit Na menuduh Seol Young tidak peduli pada In Ho. Seol Young balik bertanya kalau begitu, bagaimana dengan Ji Hye, apa Ji Hye pernah peduli? In Ho benar-benar mencintai Seol Young. Tapi Bit Na berkata apa arti semua itu kalau Seol Young tidak mengetahui kondisi In Ho?

Det. Hong memperlihatkan jarum suntik dan membawa Bit Na ke kantor polisi. Go Cheol dan Ji Hye yang baru saja dibebaskan melihat kedatangan Det. Hong dan Bit Na. Bit Na memberi tahu Ji Hye kalau ia ditahan karena polisi menemukan jarum suntik di backpacknya.

Det. Hong menginterogasi Bit Na. Apa Bit Na yang menusukkan jarum berisi nikotin ke tubuh In Ho? Bit Na bertanya nikotin? Det. Hong menjawab kalau hasil autopsy akan mengkonfirmasi apakah nikotin yang membunuh In Ho.

Di rumah, Ji Hye merangsek masuk ke kamar Seol Young dan menuduhnya menjebak Bit Na. Seol Young mengingatkan agar Ji Hye ingat peringatan yang diberikan. Ia tidak akan tinggal diam. Ji Hye mencoba memukul Seol Young, yang hanya mengakibatkan Ji Hye jatuh ke kursi dan menabrak pintu.

Ji Hye lalu menuduh Go Cheol yang sedang menegur Go Seon yang sibuk selfie bukannya bersenang-senang karena mereka sekarang akan lebih kaya 50 juta dollar. Ji Hye mencoba memukul Go Cheol, tetapi ditahan. Go Seon melihat mereka dengan sebal.

Di ruang interogasi Bit Na mengaku kalau ia sedang belajar menjadi perawat. Tapi dia tidak tahu cara menyuntik, karena baru masuk kuliah dan juga tidak tahu bagaimana mendapat nikotin. Jarum itu bisa ada di backpack karena siapa pun bisa keluar masuk kamar Bit Na yang tidak dikunci.

Di kamarnya, Seol Young membuat post di internet: penduduk desa apa kamu tahu… Di dapur bu Park mencuci saat Go Cheol datang. Go Cheol menerangkan bahwa kalau Bit Na ditahan, maka seluruh wasiat akan menjadi miliknya. Tapi, bu Park tidak usah khawatir, Go Cheol akan membayar bu Park sepantasnya. Bu Park langsung mendatangi Jae Hoon menuduh Jae Hoon memanfaatkan dirinya. Jae Hoon membujuk bu Park untuk memberinya waktu, ia akan membereskan semua ini.

Bit Na dibebaskan dan kembali ke rumah saat makan siang. Bit Na menjelaskan kalau seseorang berusaha menjebaknya dengan jarum suntik berisi nikotin yang membunuh In Ho. Tetapi, ia tidak berbukti bersalah karena polisi menemukan sidik jari di jarum suntik itu. Tunggu saja sampai polisi datang dan menangkap pemilik sidik jari.

Bit Na bertanya pada bu Park yang membuang sampah, kenapa menjebak Bit Na? Bu Park mengakui kalau semua adalah rencananya sendiri setelah menemukan jarum itu. Bu Park beranggapan Ji Hye akan menyerahkan semua harta kalau Bit Na dipenjara, atau paling tidak hanya mengambil punya Ji Hye saja.

Bit Na mengumpulkan mereka semua membahas soal suara kaki orang yang terdengar berasal dari kamarnya. Go Cheol mengelak. Jeong Wook, bu Park dan Hae Joon mengakui. Ji Hye mengatakan kalau belum tentu yang keluar kamar itu pelaku, bisa jadi orang haus. Bit Na menyuruh mereka mengaku siapa saja yang keluar kamar?

Go Seon heran kenapa ada yang menyuntik In Ho, karena In Ho sakit keras. Tanpa disuntik pun, In Ho akan meninggal. Bu Park mengaku kalau dalam sebulan ini ia menemukan obat-obat untuk pak Yoo ada di tempat sampah. Bit Na mengatakan itu karena In Ho sebetulnya sehat. Lalu mengeluarkan hasil diagnose dan berkata kalau polisi pun sudah tahu itu.

Kondisi In Ho tidak mungkin tidak ada yang tahu. Di antara Seol Young dan Jeong Wook, siapa yang menebus obat di apotik dan siapa yang bertanya ke dokternya?

Seol Young mengaku kalau ia tahu karena sebulan yang lalu In Ho terkena shock dan kejang-kejang. Jeong Wook juga tahu tapi ia diam saja karena In Ho menyuruhnya merahasiakan kondisinya.

Bel pintu depan berbunyi…

Bersambung

Komentar aku: huah, episode yang panjang, karena rahasia-rahasia kecil yang disimpan setiap penghuni rumah. Oiii… Sabar, sabar… untuk yang menulis dan membaca, haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: