Graceful Friends Ep. 6.2

Rating: M, R-19+

Goong Cheol berlari ke kantor polisi, membuat polisi stress melihatnya. Tapi kali Goong Cheol hendak memperlihatkan video yang ia terima. Di video terlihat Jung Hae memang bergumul dengan Kang San. Tapi, Jung Hae bisa melepaskan diri karena menggigit Kang San dengan keras, bukan karena memukul kepala dengan trophy. Semua itu direkam oleh seseorang yang bersembunyi di dalam lemari.

Goong Cheol menerimanya dari no telp yang tidak ia kenal. Dengan adalanya video itu dan membalikkan perkataan Det. Tae Woo saat Det. Tae Woo tidak mau dilepas, Goong Cheol mendesak agar Jung Hae dilepaskan. Det. Tae Woo tidak bisa mencari alasan kuat, ia pun membiarkan Jung Hae pergi setelah anak buahnya mendownload data telp. Goong Cheol.

Hae Joon memperhatikan ini semua dari mobil. Ia pun pergi saat mobil Goong Cheol keluar dari kantor polisi.

Di rumah, Hyung Woo mengambil bir dari kulkas. Tentu saja Hyung Woo ingat siapa pemuda yang terbunuh itu. Malam itu setelah pulang dari pertemuan dengan investor, Hyung Woo berpapasan dengan Kang San. Kang San menegur Hyung Woo dan berkata kalau ia berpikir akan menghapus gambar-gambar itu. Hyung Woo marah, karena sebelumnya Hyung Woo berkata sudah menghapus semua. Kang San menertawakan sambil menanyakan apa Hyung Woo mengerti arti kata ‘copy’ dan dalam kamus pemerasan, tidak pernah si pemeras memberi file original.

Seseorang memperhatikan file gambar-gambar yang dimaksud. Di salah satu foto terlihat bahwa si gadis berpura-pura mabuk. Gadis itu yang mengambil gambar-gambar itu.

Di tepi sungai Han, Jung Hae menerangkan ia mendatangi Kang San, berharap semuanya selesai setelah ia memberikan apa yang Kang San minta, uang. Jung Hae juga memberi tahu kalau Kang San memiliki 2 buah HP yang sekarang hilang. Goong Cheol menegaskan, ia memang mengambil kalung Jung Hae, tapi ia tidak melihat ada HP di rumah Kang Sang. Goong Cheol meminta Jung Hae berhenti memikirkan insiden ini dan membiarkan polisi saja yang menyelidiki. Mari kita anggap semua ini sebagai mimpi buruk, dan saat kita terbangun, mari kita memulai lembaran baru.

Tapi, sebetulnya Goong Cheol tidak lupa dan berhenti. Ia pergi ke markas salah satu gangster yang menadah/mengumpulkan telp curian, mencoba kalau-kalau ada HP Kang San yang hilang ketemu di sana.

Voice over… Sudah 14 hari berlalu, tapi polisi belum juga menemukan titik terang. Kejahatan sempurna, tanpa sidik jari dan barang bukti. Aku terus bertanya, siapa yang membunuh dan kenapa? Kenapa pelaku mengambil HP yang berisi gambar-gambar istriku? Lalu, kenapa mengirim video bukti kepada ku?

Orang-orang, mengenakan baju setelan rapi, berjalan menikmati matahari sore yang hangat, merasa tentram. Tetapi, mungkin mereka punya rahasia yang tidak bisa diungkapkan. Setelah pria itu meninggal, aku hidup dengan tenang, seperti mereka. Tetapi, sebetulnya kita berjalan di atas es yang tipis, seperti aku dan istriku’. (Goong Cheol)

Det. Tae Woo memberikan briefing kasus pembunuhan. Sejauh ini yang mereka tahu adalah: pelaku masuk rumah korban beberapa waktu sebelum peristiwa dan memperhatikan semua yang terjadi. Kedua, pelaku dekat dan peduli pada Jung Hae. Ketiga, Pelaku orang yang teliti & perfeksionis yang punya hubungan dekat dengan Kang San. Jadi, pusatkan penyelidikan pada mereka yang kenal Jung Hae dan Kang San.

Di rumah, Kyu Ja sedang makan siang bersama Ji Wook. Kyu Ja menasihati Ji Wook agar tidak terus menerus merasa gagal. Ji Wook langsung menembak Kyu Ja dan bertanya kesalahan apa lagi yang dilakukan ayah, Hyung Woo? Kyu Ja mengaku kalau ia takut Hyung Woo berselingkuh. Ji Wook tidak yakin ayahnya selingkuh, karena ayahnya tahu kalau melewati garis, ia akan dibunuh Kyu Ja.

Mi Ra menelpon Ji Wook dan minta bertemu. Mi Ra mengajak Ji Wook merayakan pesta ‘perpisahan’ dengan Kang San. Mi Ra merayakannya dengan karaoke dan minum.

Hyung Woo mencoba mencari pekerjaan dengan datang ke kantor lama. Tapi, pegawai yang menggantikan temannya tidak memberikan skrip untuk Hyung Woo. Terutama, karena si artis sendiri menolak main film, kalau Hyung Woo yang menyutradarainya.

Pasien wanita di rumah Jompo mengamuk dan berteriak-teriak memanggil nama Man Shik. Perawat sampai harus menyuntikkan obat untuk menenangkannya.

Keempat sahabat bertemu di depan supermarket. Goong Cheol mengajak mereka hiking. Hanya Hae Joon yang menolak, karena sudah punya rencana lain. Ketiga lainnya berjanji bertemu jam 4 pagi besok.

Jung Hae pergi golf bersama Dr. Ko yang menjanjikan memperkenalkan dengan pria yang bisa membantu Jung Hae mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan. Dr. Ko memperkenalkan Jung Hae paada putra dari direktur baru RS Universitas Yeongang, Jung Jae Hoon. Jung Hae – Jae Hoon berpura-pura saling tidak kenal.

Ketiga sahabat hiking. Hyung Woo dan Choon Bok tidak henti mengeluh, mengerang, dan jatuh bangun sampai ke puncak, sementara Goong Cheol menggertakkan gigi dan terus berjalan di depan. Sesampainya di puncak Goong Cheol meneriakkan nama Man Shik. Setiap kali Goong Cheol ingin berhenti, ia ingat Man Shik. Juga, Sook Ah belajar dengan sangat giat, semuanya demi Man Shik. Jadi, jangan pernah bilang hidup itu membosankan atau berantakan. Mereka yang masih ada di dunia, juga akan tetap semangat dan menjalani hidup yang menyenangkan. Jadi, tolong jaga mereka semua.

Mereka menyalakan lilin biscuit ulang tahun. Saat selesai bernyanyi, lilin padam, seolah Man Shik berada bersama mereka dan meniup lilin itu. Mereka saling berpandangan.

Do Hae pergi mengunjungi rumah abu Man Shik dan menaruh bunga yang ia bawa.

Ketiga sahabat yang kecapaian lewat di depan bar OW yang sepertinya telah selesai direnovasi. Mereka masuk. Lagu mengalun dari pemutar piringan hitam di ruang belakang. Mereka senang dengan kondisi OW yang menjadi bersih dan apik. Jae Hoon datang dan bergabung.

Seseorang keluar dari dapur sambil berkata kalau bar belum dibuka. Orang itu, Hae Sook.

Epilogue: semua pria di sanggar Phoenix mengintip Hae Sook yang sedang menari. Mereka semua yakin mereka telah jatuh cinta pada Hae Sook. Saat Jung Hae mencoba masuk, semuanya jatuh saling bertindihan dan tertawa.

Bersambung

Komentar aku: Di kampus dulu memang ada lho satu gadis yang membuat 90% pria dari semua angkatan jatuh hati. Cantik, lucu, baik hati. Sekarang di mana, ya dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: