Graceful Friends Ep. 5.1

Episode 5: Pengakuan

Rating: M, R-19+

Prologue

Di gang kosong, seorang pria melihat foto-foto Jung Hae di HP. Dia menampar Kang San beberapa kali dan membanting HP itu. Kang San tertawa. Orang tersebut membuka laptop, me-reset dan restart laptop sambil membuka file foto di HP. Dia juga menghapus file foto dan me-reset HP.

Episode 5.1

Det. Tae Wook kembali bertanya alasan Goong Cheol datang ke apartemen itu. Goong Cheol hanya duduk diam.

Polisi memberikan khabar terakhir: CCTV dalam komplek rusak beberapa hari ini; HP milik Kang San belum ditemukan. Pihak forensic memberi tahu tidak ada bekas sidik jari, jejak kaki dan tidak ada tanda masuk dengan paksa, tapi sertifikat kematian masih belum bisa diberikan.

Ketiga sahabat telah selesai dimintai keterangan. Eun Shil dan Kyu Ja terus mengirim pesan menanyakan keberadaan suami-suami mereka. Hyung Woo mengeluh, Kyu Ja pasti akan membunuhnya. Choon Bok mendesah, Eun Shil pasti tidak bisa tidur tanpa ada dirinya. Mendengar itu, Jae Hoon berkata kalau ia membenci mereka berdua. Det. Tae Wook memeriksa hasil wawancara dan menyuruh ketiga sahabat ini pulang. Det. Tae Wook tidak lupa berterima kasih karena mereka cepat menemukan mayat, bayangkan kondisi korban kalau baru ketemu beberapa hari kemudian…

Saat Det. Tae Wook menanyakan apa Goong Cheol tahu kalau CCTV di komplek itu rusak, Goong Cheol menjawab dengan pengakuan kalau dia yang membunuh Kang San. Goong Cheol tidak ingat detailnya karena ia terlalu emosi, tapi mereka bertengkar dan Kang San jatuh, kepalanya terkena ujung wastafel. Saat terus didesak, Goong Cheol mengatakan penyebabnya adalah karena Kang San berbuat hal yang mengerikan pada Jung Hae.

Det. Tae Wook menjadi frustasi, karena bukti yang dikirimkan forensic tidak sesuai dengan pengakuan Goong Cheol. Forensik mengatakan tidak ada sidik jari atau jejak kaki. Ketiga sahabat masuk 10 menit setelah Goong Cheol. Jadi, bagaimana mungkin bertengkar, mendorong, menghantam kepala lalu menghapus semua sidik jari bisa dilakukan hanya dalam 10 menit? Juga, setelah tahu kalau CCTV rusak, Goong Cheol yang mengambil sikap membisu langsung mengaku. Semua itu ditambah factor HP korban yang hilang, pasti ada hubungannya dengan istri Goong Cheol.

Goong Cheol berusaha membujuk Det. Tae Wook agar tidak membebaskannya. Det. Tae Wook berdalih, Goong Cheol tidak punya niat melarikan diri, punya pekerjaan tetap, juga belum ada bukti yang kuat, jadi sebaiknya Goong Cheol pulang saja. Di depan kantor polisi, ketiga sahabat masih menunggu. Det. Tae Wook mengagumi kesetiaan persahaban mereka. Melihat mereka berempat pergi dari kantor polisi mengingatkan Det. Tae Wook pada peristiwa 20 tahun lalu.

Goong Cheol pulang dan melihat Jung Hae sudah menunggunya. Ia minta izin akan mandi dahulu, tapi saat di kamar mandi, ia mengeluarkan kalung yang ia temukan terjatuh di bawah meja di apartemen 1010.

Jae Hoon langsung pergi ke rumah pacarnya dan bercinta.

Kyu Ja menyiapkan sarapan mewah dan mengatakan kalau ini adalah sarapan terakhir bagi Hyung Woo. Karena setelah itu Hyung Woo harus keluar dari rumah ini. Hyung Woo ingin jujur, tapi ingat kalau Jae Hoon menyuruhnya menutup mulut. Dia hanya bisa berteriak frustasi.

Choon Bok tidak semangat makan, alasannya mereka berempat menginap di sauna dan telah makan telur, sop rumput laut dan arak beras. Eun Shil senang karena tadinya ia pikir Choon Bok sembunyi-sembunyi kembali merokok di belakangnya. Eun Shil mengingatkan kalau badan Choon Bok adalah milik Eun Shil dan Pu Reum, jadi harus dijaga baik-baik.

Berita pembunuhan Kang San merebak di TV. Goong Cheol mengakui semalaman ia diinterogasi polisi karena ia datang ke apartemen Kang San. Tapi bukan Goong Cheol pembunuhnya, karena saat ia sampai, Kang San sudah meninggal. Goong Cheol datang mencari Kang San karena ia marah mendapat pesan yang mengatakan Jung Hae pergi menemui Kang San, dan saat mau konfirmasi, Jung Hae tidak bisa dihubungi. Goong Cheol menunjukkan kalung hadiah ulang tahunnya untuk Jung Hae.

Jung Hae membenarkan kalau ia pergi ke rumah Kang San, memberi tahu kalau ia setuju memberi uang dan minta Kang San menanda tangan kontrak. Tapi Kang San tidak peduli sehingga Jung Hae langsung pulang.


Goong Cheol memberi tahu kalau polisi akan menanyai Jung Hae. Jadi, kalau ditanya, Jung Hae harus menjawab kalau dia tidak bertemu Kang Sang. Jung Hae bertanya kenapa harus berbohong, kenapa Goong Cheol over-reacting dan mengambil kalung? Kalau saja Goong Cheol mengikuti pesan Jung Hae, mereka tidak perlu menutupi kebohongan itu semua.

Pertengkaran itu membuat keduanya frustasi, marah, takut dan kesal. Goong Cheol melampiaskannya dengan berlari sambil berteriak, membuat takut orang yang berjalan-jalan di taman. Sementara, Jung Hae meminum obat penenang, mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Det. Tae Wook bertemu dengan koroner yang memeriksa mayat Kang San. Koroner memberi tahu kalau penyebab utama adalah retak di kepala akibat beda serupa palu. Luka akibat kepleset dan terbentur wastafel adalah sekondari dan terjadi setelah Kang San meninggal. Besar kemungkinan Kang San sudah menderita kerusakan otak saat pukulan pertama dihantamkan ke kepalanya.

Koroner memberi tahu hal yang sama saat Jung Hae menelpon. Koroner berkata kalau ia siap membantu Jung Hae, hanya saja ia minta info itu dirahasiakan sampai pengumuman resmi dibuat.

Masing-masing sahabat melanjutkan hidup dengan caranya mereka mengatasi peristiwa ini dengan sikap berbeda. Hyung Woo minta obat tidur pada Choon Bok, beberapa hari ini dia tidak bisa tidur dan tidak punya nafsu makan. Choon Bok tidak punya obat tidur, tapi mencoba makan roti, karena bagaimana pun orang musti hidup. Tapi, roti Choon Bok hanya dihabiskan setengahnya saja.

Goong Cheol mencoba bersikap normal dan makan bersama rekan kerja di cafeteria. Tapi, saat menerima sup daging, warna kuah merah mengingatkannya akan darah yang mengalir dari kepala Kang San. Goong Cheol buru-buru ke kamar mandi dan muntah-muntah.

Jae Hoon satu-satunya yang tidak terpengaruh. Siang itu ia makan steak mentah sambil mendengarkan musik klasik. Saat perawat mengambil baki makan, Jae Hoon berterima kasih dan mengatakan pasien berikutnya bisa berkonsultasi 10 menit lagi. Jae Hoon menikmati sisa istirahat siangnya dengan puas.

Bersambung

Komentar aku: Ya iyalah, kan Jae Hoon dokter yang pernah mengoperasi orang. Jadi, dia mungkin tipe dokter yang tahan melihat darah dan daging dipotong. Lah, kok jadi horror ya? Kekeke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: