Chip In Ep. 01.02

Di dapur, Ji Hye memperhatikan bu Park menyiapkan obat untuk In Ho. Seol Young datang untuk mengambil minum. Bu Park mengingatkan Seol Young untuk mengurangi penggunaan obat tidur, Seol Young berjanji akan mengusahakannya. Ji Hye mendengarkan percakapan itu sambil tersenyum.

Seol Young ingin bicara berdua dengan Ji Hye. Seol Young berharap saat interview di hari ulang tahun In Ho, Ji Hye tidak muncul karena hanya akan mengundang gossip yang tidak perlu. Ji Hye menantang dan menyakinkan Seol Young kalau ia pasti hadir di sesi interview itu.

Bu Park mendengarnya dari belakang dan dipergoki oleh Go Seun. Go Seun mengambil foto dan mengatakan kali ini ia akan berpura-pura tidak tahu dan menyuruh bu Park membawakannya teh ke kamarnya.

Voice over… Di rumah yang penuh rahasia, setiap orang menggunakan telinga mereka untuk mencuri dengar dan mata mereka untuk mematai-matai penghuni lainnya. Ada yang ingin mengubur rahasia mereka, tapi ada pula yang sengaja menggali rahasia yang bagaikan harta tersembunyi. Sepasang mata siapakah yang melihat ku pagi ini dan apa yang mereka lakukan sekarang? (Bit Na)

Pagi hari di hari ulang tahun In Ho, Ji Hye bangun dan menemukan amplop tertutup untuknya diselipkan di bawah pintu kamar. Dia mengambil dan bertanya-tanya…’Kim Ji Hye’?

Ruang tamu telah didandani dengan indahnya, dan wawancara In Ho – Seol Young sedang berlangsung. Ji Hye menyuruh Bit Na mendekati dan memuji In Ho. Bit Na mengancam akan pergi kalau Ji Hye tidak berhenti. Saat In Hoo menjelaskan kebahagiaan hidup perkawinan mereka, Ji Hye sengaja berkata dengan keras kalau semua itu adalah omong kosong belaka, lalu pergi. Wartawan bingung siapa yang berani berkata seperti itu.

Bu Park sedang membagi tugas pada dua pembantu harian. Bu Park yang akan mengurusi makanan, mereka berdua berkerja untuk semua hal lainnya. Bu Park minta agar mereka tidak bergosip tentang Ji Hye.

Saat ditanya, In Ho berkata kalau dia tidak punya niat untuk bekerja sama dengan Seol Young. Bit Na mendengarkan semua dengan seksama, ada kesedihan di matanya.

Wawancara telah selesai. Seol Young bertemu Ji Hye yang masuk terengah-engah dan hanya memakai sepatu sebelah, tapi tidak memarahinya. Seol Young hanya minta Ji Hye menjaga mulutnya dari sekarang, dan pergi meninggalkan Ji Hye yang terheran-heran.

[Interview, bu Park]: Bu Ji dan nona Kim tidak sepenuhnya bertengkar, lebih pada usaha memprovokasi satu sama lain. Bu Ji tidak pernah menaikkan suaranya saat ia menunjukkan ke tidak sukaannya pada nona Kim. Seperti itulah sikap Bu Ji.

Jeong Wook masuk ke kamar In Ho, melaporkan tentang hasil pelacakan pemalsuan lukisan. Tapi saat ini sudah terlalu banyak lukisan palsu yang tersebar sehingga sulit melacaknya. In Ho marah mengatakan kalau ia telah cukup memberikan waktu dan menuduh Jeong Wook tidak becus bekerja. In Ho minta Jeong Wook memberikan buku besar lembaga miliknya, In Ho tidak mempercayai Jeong Wook. Jeong Wook tersenyum dan mengiyakan. In Ho mendesak untuk memberikan sekarang juga.

Seol Young memergoki mereka dan membujuk In Ho untuk membicarakannya nanti, karena ini hari ulang tahunnya.

Pukul 09.30 malam

Jeon Hoon memperlihatkan video gambar-gambar dirinya dengan in Ho. Ji Hye memberikan jus jeruk dan ditaruh oleh In Hoo di meja. Jeon Hoon mengajak semuanya memberi kata ucapan. Go Cheol yang  mencoba menyanyi dan Ji Hye yang mencoba membacakan pidato, keduanya disuruh diam oleh In Ho.

Seol Young mendoakan kesehatan. Jeong Wook berharap In Ho berbuat sesuatu untuk memperbaiki sifat cepat naik darahnya, yang disambut tawa semua orang. Go Seon  dan Bit Na hanya mengucapkan selamat ulang tahun.

In Ho berkata kalau dia berterima kasih karena dalam setahun ini semua orang telah berbuat baik untuknya. Besok, In Ho akan mengumumkan wasiat dan mengingatkan adalah hak In Ho untuk menggunakan uang miliknya sesuai keinginannya.

Semua terdiam dan saling memperhatikan satu sama lain.

Go Seon memecah kediaman dengan mengajak foto bersama.

Go Cheol memberikan hadiah yang bisa membangunkan orang mati. Ji Hye tidak mau kalah, hadiah ber-merk pasti membuat kejutan. Jeon Hoo yang tiba-riba mengeluarkan lukisan diri In Ho dan sebuah hadiah kecil.

Untuk mencairkan suasana, Seol Young membujuk In Ho membuka hadiah. Dimulai dari kotak besar dari Go Cheol. Hadiah dari Go Cheol adalah Jack in the Box yang menyemburkan air berwarna merah ke baju In Ho. Go Cheol menjadi panic. Dalam kepanikannya, ia merobek lukisan diri In Ho. Pesta pun berakhir dengan spektakular.

In Ho masuk kamar dengan marah. Ia bertanya kenapa Seol Young tidak menghiburnya? Seol Young menjawab itu tidak ada artinya, tapi pastinya ulang tahun In Ho tahun ini akan menjadi hal yang tidak akan terlupakan. Saat itu bu Park minta izin meletakkan sisa hadiah di kamar In Ho.

[Interview, bu Park]: Biasanya mereka sangat perhatian satu sama lain. Meski pak Yoo temperamental, ia selalu berusaha lembut pada bu Ji. Malam itu, mereka kepergok bersitegang. Besar alasannya karena Nona Kim dan Bit Na berkunjung, tapi siapa yang tahu apa yang ada di balik kehidupan pasangan?

Bu Park memberikan gaji pada kedua pembantu harian. Saat masuk, ia memergoki Go Cheol memeriksa obat-obatan milik In Ho. Alasan Go Cheol adalah ia butuh obat penghilang mabuk dan pergi sambil berkata bukan dia yang memberikan Jack in the Box. Bu Park memeriksa obat yang akan diberikan, semua terlihat normal.

[Interview, bu Park]: Ya, saat itu pak Dok bersikap aneh dan janggal. Dia juga terburu-buru pergi.

Pukul 10.30 malam saat bu Park beberes, Ji Hye masuk dapur, mencari champagne. Ji Hye lalu merebut baki obat yang disiapkan bu Park untuk In Ho. Sekitar pukul 11, bu Park memergoki Seol Young keluar dari kamar Go Cheol dan beralasan dia perlu bicara pada Go Cheol. Seol Young berterima kasih atas kerja keras bu Park malam ini.

[Interview, bu Park]: Saya bekerja untuk bu Ji 17 tahun lamanya. Tapi, bu Ji tidak pernah bicara dengan pak Dok secara pribadi, bahkan bu Ji selalu mengabaikan pak Dok. Karenanya, malam itu melihat bu Ji masuk ke kamar pak Dok adalah hal yang sangat tidak lazim.

Bit Na menerima pesan saat dia berada di luar rumah. Bit Na memperhatikan pesan itu dan ke dalam rumah. Ia termenung membaca pesan tersebut.

Di dalam rumah, semuanya hening dan gelap. Jam lemari yang berdiri di ujung foyer berdentang 12 kali.

Pagi hari bu Park membawakan kopi untuk Seol Young. Seol Young tidak mengidahkan kopi yang ditawarkan. Ia termenung seorang diri. Bu Park pergi setelah menaruh cangkir kopi di meja. Di dapur, bu Park minta tolong pada Bit Na yang baru bangun untuk membawakan kopi dan membangunkan In Ho. Biasanya, bu Park yang membangunkan, tapi hari ini ia takut dimarahi In Ho lagi.

Bit Na masuk membawa kopi dan berusaha membangunkan In Ho yang masih terbaring di tempat tidur. Saat In Ho tidak menjawab atau pun bergerak, Bit Na menjadi cemas. Ia menghampiri tempat tidur In Ho. Saat Bit Na memegang lengan In Ho, ia menarik tangannya dengan cepat, dan berteriak.

Bersambung

Komentar aku: huahaha… whodunit? Kali ini, apa ada Hercule Poirot atau Miss Marple, ya? Atau seorang Detective Conan? Seorang korban yang ego-mania dan kaya raya. Seorang istri yang dikhianati. Seorang gold-digger dan putrinya yang selalu terancam usaha pembunuhan. Saudara tiri yang cinta uang dan putrinya yang senang hidup nyaman. Seorang keponakan kesayangan. Dua orang asisten yang loyal meski setengah membencinya. Dum…dum…dum…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: