My Unfamiliar Family Ep. 16

Chan Hyuk mengajak Eun Hee minum sebelum pulang. Chan Hyuk mengaku kalau dari foto-foto yang ia ambil, Chan Hyuk merasa orang tua Eun Hee saling mengerti, lebih dalam dari sekedar cinta. Juga, kalau Jin Sook sangat, sangat bijaksana.

Eun Joo mengajak Ji Woo bicara. Jangan menganggap orang yang mengerti masalah kita dan apa yang kita inginkan bisa menerima kita meninggalkan mereka begitu saja tanpa penjelasan. Seperti saat kita mengatakan akan pergi, meninggalkan keluarga. Eun Joo belajar dari pengalaman. Karenanya, Eun Joo berharap Ji Woo akan lebih jujur ke depannya.

Kembali ke saat keluarga Kim berkumpul, yang sedianya hendak merayakan Sang Shik keluar dari RS.

Sang Shik mengusir Ji Woo. Jin Sook melarang, karena ia pernah tahu rasanya diusir, dan itu menyakitkan. Jin Sook bertanya apa Ji Woo mengerti apa yang dilakukan? Bahkan anak kost pun pamit pada ibu kost apabila tidak lagi tinggal di rumah sewa itu. Eun Joo mencoba membela dengan berkata Ji Woo tidak tahu salahnya di mana, yang ada di pikirannya hanya ingin hidup bebas di tempat di mana orang tidak mengenal dirinya.

Jadi, keluarga adalah beban? Saat keluarga Jin Sook pindah ke luar negeri, ia ditinggal sendirian. Tidak ada yang mengerti betapa beratnya dan betapa kesepian Jin Sook. Tapi, sekarang Ji Woo ingin meninggalkan keluarga, hidup bebas tanpa beban? Eun Hee sadar, Jin Sook juga punya ibu. Anak-anak sering lupa itu.

Jin Sook menyuruh anak-anak menyiapkan kue yang mereka belikan untuk Sang Shik. Ji Woo memberikan kalung dan memakaikannya pada Jin Sook. Eun Joo & Eun Hee sadar kalau Jin Sook tidak akan mudah melupakan dengan mudah. Mereka harus berusaha mendapatkan hati Jin Sook lagi. Ji Woo mengantar Eun Joo pulang.

Chan Hyuk mengakui kalau ia menemui Jin Sook dan bertanya tentang Ji Woo. Tentunya, Chan Hyuk tidak bisa mengelak. Chan Hyuk mengakui kalau saat itu, ia ada di pihak Jin Sook. Mendengar pengakuan Chan Hyuk, Eun Hee tidak bisa tidak, makin menghargai dan menyayangi Chan Hyuk.

Jin Sook berkata kalau ia akan menjual ‘Lucky Charm’. Karena ia tahu betapa keras kepalanya Sang Shik untuk terus bekerja menjadi pengemudi trailer. Sang Shik menyerahkan keputusan itu pada Jin Sook. Hati Jin Sook pecah berantakan beberapa saat lalu, tapi ia memperhatikan raut muka Sang Shik dan anak-anak. Hari ini, Jin Sook merasa benci pada anak-anaknya. Seharusnya, seorang ibu tidak membenci anak-anaknya, tetapi itulah yang ia rasakan sekarang.

Man Ho mengakui kalau banyak yang tertarik pada Lucky Charm, tetapi ia butuh seal untuk persetujuan menjual. Man Ho berkata kalau Jin Sook menangis terus menerus saat membersihkan Lucky Charm, sampai matanya bengkak. Sang Shik mendengarkan semua itu dan terdiam.

Kyung Ok bertemu Eun Hee. Kyung Ok bilang kalau bukan dia yang menyebar gossip. Eun Hee setuju, itu adalah cerita lama. Kyung Ok juga bilang kalau Eun Hee adalah tipe orang yang memberikan lebih banyak usaha untuk orang-orang yang justru Eun Hee tidak suka. Eun Hee sadar mengenai itu. Eun Hee ganti meminta Kyung Ok untuk tidak terlalu royal, jangan terlalu banyak mentraktir orang.  Mereka bertengkar seperti teman dekat.

Chan Hyuk menunggu Eun Hee di Deoksugung Stonewall Walkway. Eun Hee datang dan meneriakkan cinta pada Chan Hyuk. Chan Hyuk menyelipkan cincin di jari Chan Hyuk dan berkata ia pun mencintai Eun Hee. Mereka berciuman, kali ini, Eun Hee balas memeluk Chan Hyuk.

Saat bertemu dengan Jin Sook, Eun Joo mengutarakan niatnya untuk bertemu dengan ayah biologisnya. Jin Sook berkata ia ada di TV dan bahwa Jin Sook akan pergi, meski belum tahu akan ke mana. Ji Woo menerangkan kalau ia bosan dianggap anak kecil oleh keluarganya, mungkin itu sebabnya ia ingin pergi. Jin Sook hanya berkata kalau nanti membereskan rumah dilakukan sedikit demi sedikit saja, dan pergi meninggalkan Ji Woo.

Pak Yoo menjelaskan kalau dulu Eun Joo pernah salah sangka pada pak Yoo, dan minta maaf. Saat itu Eun Joo keliru menyangka pak Yoo berusaha mendekatinya, padahal pak Yoo sudah punya pacar. Eun Joo mengaku tidak ingat, tetapi sepertinya mirip dengan sikapnya. Pak Yoo menerangkan kalau mereka sudah berpisah sekarang. Perpisahan itu aneh, sebagian dari dirinya membenci tetapi sebagian lagi, mencoba untuk mengerti. Membuatnya merasa sendirian saat mencoba menimbang mana yang lebih besar, perasaan sayang atau bersalahnya pada bekas kekasihnya. Itu sebabnya pak Yoo mengerti kondisi Eun Joo sekarang untuk minta ditinggalkan sendirian sampai hatinya merasa damai. Pak Yoo akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengganggu Eun Joo.

Ji Woo sangat menyesal menyakiti hati keluarganya daripada kehilangan uang. Seo Young berkata paling tidak ia mengerti kesalahannya.

Chan Hyuk dan Eun Hee berkencan di siang hari. Eun Hee belum bisa bilang ke keluarga kalau ia sekarang pacaran sama Chan Hyuk, mengingat semua kejadian yang ada. Chan Hyuk bisa mengerti. Mereka bercanda dan bertengkar soal mana yang lebih baik, membeli kamera atau berry…

Eun Joo benar-benar datang bertemu dengan ayah biologisnya. Ayah biologisnya menerangkan kalau ia menikah umur 50 tahun dan anaknya masih SMA. Dia percaya pada akar keluarga yang kuat. Dia juga percaya bahwa hubungan itu berdasarkan kedekatan dan waktu, bukan berdasarkan darah. Karenanya, berita tentang Eun Joo akan mengguncangkan keluarga si ayah. Eun Joo hanya ingin melihat seperti apa ayah kandung, tanpa niat masuk ke kehidupan si ayah. Si ayah berkata kalau sifat mereka serupa. Si ayah minta agar Eun Joo tidak memberi tahu keluarganya dan memberikan lukisan sebagai hadiah. Eun Joo berkata namanya adalah KIM Eun Joo, tolong diingat dengan benar dan ia tidak tertarik pada benda seni. Eun Joo mendoakan semoga ayah hidup bahagia. Setelah memberi hormat, Eun Joo pergi meninggalkan ayah biologis.

Jin Sook membawa koper, pergi meninggalkan rumah. Semalam, Jin Sook meminta izin meninggalkan rumah pada Sang Shik. Sang Shik sudah membaca bucket list Jin Sook, karenanya, lakukanlah apa yang membuat Jin Sook bahagia. Mereka juga mengerti kehidupan anak-anak cukup melelahkan, jadi mereka harus melakukan apa yang mereka ingin, tanpa berharap apa-apa pada anak-anak mereka.

Anak-anak tetap datang ke apartemen, membawa bunga, membersihkan rumah, makan dan bercanda bersama. Tetapi, mereka tidak membicarakan lubang kehilangan yang ditinggalkan Jin Sook di hati mereka. Perlahan, rasa bersalah setiap kali mengingat Jin Sook mulai sedikit demi sedikit berkurang. Begitu juga dengan perasaan berhutang pada semua pengorbanan Jin Sook.

Jin Sook dan semua anggota keluarga tinggal sendiri-sendiri dan mencari jati diri di luar lingkaran keluarga. Eun Hee menerbitkan bukunya sendiri dan diberi selamat oleh Geon Joo. Meski penjualan masih kurang dari 100, tetapi Eun Hee sangat bersyukur. Geon Joo menyarankan Eun Hee focus pada cerita yang ia suka, seperti cerita tetang keluarga? Eun Hee tertawa… cerita tentang keluarga tidak akan ada habisnya.

Eun Joo berjalan di tepi laut dan bertemu dengan Tae Hyung. Tae Hyung sekarang bekerja di Balai Kesehatan Goheong. Eun Joo sengaja tidak menelp karena ingin melihat Tae Hyung bersepeda dari/ke kantor. Suatu hal yang tak pernah Eun Joo bayangkan tentang Tae Hyung.

Sudah setahun sejak mereka bercerai. Eun Joo ingin menelpon beberapa kali, tapi dibatalkan. Tae Hyung mengerti itu, dan tebakannya bahwa sekali waktu Eun Joo akan datang pun benar. Tae Hyung sekarang belajar melukis. Eun Joo juga berkata kalau ada teman yang dekat dengannya sekarang, dan nyaman berada dekatnya. Tapi bedanya, kali ini si teman banyak berbicara.

Eun Joo sekarang tidak keberatan Tae Hyung memanggil ayah-ibunya juga dengan sebutan ayah-ibu. Ia mengerti sekarang apa yang Eun Hee katakan, bahwa bagaimana pun Tae Hyung pernah menjadi bagian dari keluarga. Kali ini Eun Joo bisa pulang dengan senyuman.

Chan Hyuk menerima telp dari ibunya. Chan Hyuk tidak pernah merahasiakan hubungan mereka pada ibunya. Ibu Chan Hyuk bahkan mendoakan Chan Hyuk yang terbaik, berkencan dengan gadis yang paling rebut saat Chan Hyuk kuliah. Ji Woo dan Eun Joo memergoki mereka berdua.

Berpacaran dengan seseorang adalah menerima seseorang asing sebagai bagian dari keluarga mereka. Ji Woo mengira kalau Sang Shik tahu di mana Jin Sook berada. Karenanya Jin Sook pasti akan segera pulang. Kakak-kakaknya menertawakan Ji Woo untuk prediksinya itu, karena yang membawa bunga itu Eun Joo, bukan Sang Shik. Tapi, Ji Woo melihat Sang Shik face-time Jin Sook.

Jin Sook benar pulang. Jin Sook terlihat segar dan lebih damai sekarang. Jin Sook menyambut satu per satu anggota keluarganya dengan tangan terbuka.  Tidak seorang pun dari mereka bertanya di mana dan apa yang Jin Sook lakukan saat pergi dari rumah.

Voice over… ‘Sama seperti baju yang ibu belikan, semua terasa sempurna pada tempatnya. Seperti ibu yang selalu bersama mereka, meski ibu sedang tidak di rumah. Ini saat pertama aku melihat senyum ibu. Dan itu, sudah cukup bagiku’ (Eun Hee)

Pak Yoo datang bertemu Eun Joo untuk makan siang. Eun Joo menyarankan agar pak Yoo mengetahui akar permasalahan agar bisa menyelesaikan masalah yang pak Yoo hadapi. Mereka makan siang berdua, tapi kali ini Eun Joo banyak tersenyum dan bicara.

Voice over… ‘Terserah padaku untuk bermimpi atau merasa cemas akan masa depan ku’ (Eun Hee) Eun Hee membicarakan proyek berikutnya bersama Chan Hyuk. Chan Hyuk menjadi fotografer, Eun Hee melengkapi untuk penulisan script nya.

Jin Sook kembali menjadi sukarelawati di panti jompo. Sang Shik datang berkunjung dan memberikan bunga. Meski sibuk, kali ini mereka tidak melupakan membagi foto-foto kegiatan atau apa pun yang mereka suka. Kali ini, putra-putri mereka berkomentar. Sang Shik mengajak mereka liburan sekeluarga. Anak-anaknya tidak menjawab, mereka sibuk menunggu salah satu dari mereka memutuskan. Jin Sook mengajak mereka pergi berdua saja.

Voice over… ‘Meski hubungan kita rumit, tetapi kita adalah keluarga…’ (Jin Sook)

TAMAT

Komentar aku: 4.5/5 ***** Hua… episode terbaik!!!! Kalau episode seperti ini, 2 jam pun aku tonton. Sangat senang dan hangat bahwa akhirnya semua berjalan dengan baik. Seperti kata Jin Sook, rumit tetapi itulah keluarga.

Banyak kutipan dan cerita di episode ini yang terhubung secara pribadi dengan aku. Karakter paling mirip dengan aku adalah Eun Joo, sama-sama anak tertua dan straight to the point. Satu hal, benar, Jin Sook punya alasan kuat kenapa dia meninggalkan ayah biologis Eun Joo. Melihat pertemuan Eun Joo dengan ayah kandungnya, cukup membuat darah aku mendidih. Haugh!!!! Kalau aku, mungkin lukisan itu aku buka, terus aku gabrukkan. Atau, kalau bagus, aku lelang… Hasilnya buat jalan-jalan ke luar negeri, kalau sudah ketemu vaksin SARS-Co-2, bwahahahaha…  

Aku senang Jin Sook dan Sang Shik berdamai dengan hati mereka dan rahasia terdalam mereka. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai menikmati hidup. You all deserve it… Ayah-ibu aku, terima kasih ya, sudah membesarkan aku… Jadi kangen…

Begitu juga Eun Joo – Tae Hyung, yang berhasil bangkit bahkan keluar dari perasaan sakit hati dan saling benci. Eun Hee yang berusaha menggapai cita-citanya menjadi penerbit independen dan mulai mengerti kalau berpasangan bukan berarti menghilangkan jati diri. Dan Ji Woo… Ji Woo tetap musti banyak belajar, LOL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: