Legend of Awakening Ep. 48

Anggota Shanhai membuka pintu, mempersilahkan Xi Fan dan Su Tang masuk ke dalam istana Shanhai. Liu Song menyambut mereka. Xi Fan memperkenalkan dirinya sebagai murid pertama perguruan Zhaifeng. Saat Xi Fan dan Siu Tang menghancurkan kursi roda yang digelindingkan oleh Liu Song, Lu Ping menyerang dari belakang dan melukai mereka berdua. Lu Ping, mengenakan seragam Shanhai, menghormat pada Liu Song. Liu Song berdiri dan menyelamati Lu Ping. Liu Song ternyata tidak lumpuh dan tidak cacat.

Liu Song berterima kasih pada Lu Ping. Darah Lu Ping yang sekarang mengandung keenam tenaga dalam telah dipakai Liu Song untuk memperkuat dirinya dan menjadikan Liu Song bisa berjalan kembali. Tiba-tiba Lu Ping menyerang Liu Song.

Lu Ping tahu kalau kenangan yang diberikan Liu Song, orang tua dan guru adalah palsu. Yang asli, ada di dalam hati Lu Ping, diberikan oleh orang yang sangat mencintai Lu Ping. Tenaga dalam Lu Ping bertambah satu, tenaga dalam Memori. Bila keenam tenaga dalam adalah sungai, maka tenaga dalam Memori adalah lautan. Keenam tenaga dalam mengontrol badan, sementara tenaga dalam Memori mengontrol pikiran. Mengingatkan Lu Ping bahwa seberat apa pun jalan yang harus ia lalui, Lu Ping tidak boleh menyerah. Sekuat apa pun tenaga dalam Mental, dia tidak boleh menguasai hati Lu Ping.

Liu Song terlupa kalau Lu Ping mempunyai kawan. Lu Ping mulai mengunci tenaga dalam Liu Song. Sesosok orang berjalan masuk ke dalam istana dan mengeluarkan tasnya, Mo Lin! Mo Lin menusukkan pasak pada diri Liu Song, sempurnalah segel tenaga dalam yang dulu dikuasai Bu Liu untuk menyegel tenaga dalam Lu Ping.

Bu Liu menggunakan ular beracun dan menggigitkannya pada diri sendiri, seluruh tenaga dalam Bu Liu dimasukkan ke dalam ular tersebut. Semua Bu Liu lakukan agar bisa menyelamatkan putra kesayangannya, Mo Lin. Saat Shanhai menghancurkan Lembah Wu You, saat itulah Mo Lin terbangun. Malam itu, selesai membaca surat dari Xi Fan, Xi Fan datang menemui Lu Ping dan membawa senjata rahasianya, Mo Lin.

Liu Song mencoba menggunakan tenaga dalamnya, saat itu juga, darah keluar dari tubuhnya. Segel tenaga dalam yang dibuat oleh Mo Lin disempurnakan oleh kekuatan tenaga dalam Lu Ping, sehingga meski menguasai enam tenaga dalam, segel tersebut tidak bisa dibuka. Liu Song sekarang hanyalah orang biasa tanpa penguasaan tenaga dalam sama sekali. Liu Song tergantung pada nasib untuk melanjutkan hidupnya.

Ada lagi satu rahasia. Kaisar mengetahui semua itu. Malam saat Lu Ping, Xi Fan dan Mo Lin bertemu kembali, Kaisar menghampiri mereka dan mengundang mereka masuk ke dalam perkemahan! Kaisar bertanya apa yang membuat Lu Ping berubah?

Lu Ping tidak berubah, dia tidak membantu Kaisar tetapi membantu rakyat. Tetapi, pandangannya akan siapa yang menduduki tahta Kekaisaran di masa penuh kekacauan ini, Lu Ping percaya akan pilihan Xi Fan dan Qin Sang. Juga, Lu Ping terbukakan mata hatinya akan kekejaman Liu Song. Kalau Lu Ping bisa berubah, Kaisar pun bisa melakukan hal yang sama.

Hanya saja, untuk membunuh Liu Song, Lu Ping harus memasuki Negara musuh. Shuo tidak bisa mendampingi Lu Ping, karena akan membuat perang semakin besar. Lu Ping berjanji apa yang terjadi di Jianhu akan tetap ada di Jianhu. Kaisar berjanji membantu Lu Ping masuk istana Shanhai dengan sengaja menyiksa Lu Ping. Itu yang membuat Lu Ping tidak ingin Liu Song menduduki tahta Shuo.

Satu lagi perbedaan antara mereka, Liu Song dan Lu Ping sama-sama korban insiden 19 tahun lalu. Tetapi, Lu Ping memutuskan meneruskan hidup, sementara Liu Song tetap bertahan pada kebenciannya. Lu Ping menghunuskan pedang Pemimpin Seribu Cemara ke lantai istana Shanhai dan mengajak Zhaifeng cs meninggalkan istana Shanhai. Mo Lin mengeluarkan seragam Zhaifeng untuk dirinya dan Lu Ping.

Api berkobar di istana Shanhai. Seluruh anggota Shanhai bertebaran tidak menentu, berlari menyelamatkan diri.

Lu Ping dan Xi Fan berterima kasih pada Guru You Dao yang membawa mereka ke perguruan Zhaifeng bertahun lalu. Tahun-tahun yang hebat. Setelah ini, mereka akan berpisah dan berjalan di jalan pilihan masing-masing. Satu adalah criminal yang mencoba membunuh Kaisar, Kaisar harus punya alasan agar bisa menghabisi sisa-sisa anggota gerombolan Shanhai. Su Tang akan pergi bersama Mo Lin. Xi Fan akan menjadi pejabat di Kaifeng. Lu Ping akan tetap di Jianhu. Tapi, selama Zhaifeng ada, mereka akan selalu bersama.

Kaisar menanugerahi Xi Fan sebagai Komandan tentara Long Jie dan menyandang nama Zhao. Zi Yan dianugerahi gelar sebagai Putri Yan Ling dan akan dinikahkan pada Xi Fan sesegera mungkin. Xi Fan memberi penghormatan pada keluarga Qin, mulai sekarang akan menjadi tugas Xi Fan untuk menemukan mereka-mereka yang memiliki keahlian untuk bekerja bagi Kekaisaran, melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Jendral Qi.

Di Beidou, murid-murid Akademi Kelima dihukum membawa beban batu oleh Guru Chu Min. Guru Chu Min menyuruh mereka menjalaninya empat jam lagi. Chu Min menghukum mereka karena tidak satu pun dari mereka bisa menambah tenaga dalamnya, juga murid Chu Min sedikit. Murid-murid Akademi Kelima berusaha agar guru Chu Min bisa mengingat Lu Ping, yang menguasai enam tenaga dalam.

Tian Qi mengeluh pada Guru Yao Tian. Tian Qi sudah berusaha mengobati guru Chu Min, tetapi gagal, malah Tian Qi kena pukulan guru Chu Min. Tian Qi sudah diwarisi Institute Qisha oleh guru Wu Shu, jadi Tian Qi tidak usah mencari guru Wu Shu yang meninggalkan Beidou. Cukup mengurusi Institute Qisha saja, ujar Guru Yao Tian sembari mengajak Bai Li pergi minum teh.

Di perguruan Zhaifeng, Madam Jin kembali datang hendak memberikan penghormatan dan membawakan anggur. Tiba-tiba Madam Jin melihat guru Wu Shu keluar dari hall Zhaifeng. Madam Jin berteriak dan berlari. Tapi berhenti saat ingat mayat guru You Dao tidak pernah ditemukan. Madam Jin pun berlari dan menghampiri guru Wu Shu. Wu Shu menerangkan kalau ia adalah kembaran Yao Dao dengan sifat bertolak belakang. Madam Jin minta Wu Shu membayar hutang-hutang Yao Dao pada restoran Ru Yu. Madam Jin berkata untuk membuat perguruan di kota Chen Qiao, Wu Shu perlu pengamanan dari Madam Jin. Uang bisa dibicarakan belakangan, tapi Wu Shu harus memanggil Madam Jin dengan nama Ru Yu. Muka Wu Shu menjadi sangat merah…

Setahun kemudian… Tentara Long Jie menang dalam pertempuran dipimpin oleh Zhai Rong dan Shou berkembang dengan pesat menyatukan daerah-daerah yang terpisah. Xi Fan dan Zi Yan berhasil menaklukan Negara Su dengan bantuan Dark Walkers. Mereka masuk ke kota Chen Qiao dan dielu-elukan oleh para warga.

Tiba-tiba sosok hitam berkelebat, Dewa Bandit. Zi Yan tersenyum dan menyuruh Xi Fan mengejar Dewa Bandit. Di ujung jembatan, tempat mereka biasa berlatih, Xi Fan meneriakkan nama Lu Ping. Dewa Bandit berbalik dan membuka topengnya. Dewa Bandit berbalik dan menghilang, Xi Fan tersenyum.

TAMAT

Komentar aku: Aaa (x 1000). Pertama, selesai juga 48 episode ‘Legend of Awakening’, seri pertama yang aku rekap. Dan aku sangat senang dan menikmati merekap seri ini. Dari mulai Arthur Chen – actor muda yang terus berusaha mengasah kemampuannya sejak seri ‘Ever Night’ menjadi popular dan memberinya penghargaan pertama. Ancy Deng, yang baru berumur 13 tahun saat memainkan peran sebagai Su Tang, dan berperan dengan bagus di sini. Sampai penulis yang menuliskan novel dan scrip yang bagus dan sutradara yang menjadikan cerita ini hidup! Kudos to you all!

Kalau mau membicarakan ‘lubang’ atau ‘ketidak sempurnaan’ pasti semua bisa, termasuk aku. Tidak jarang terjatuh dalam lubang itu juga. Seperti saat aku menulis kalau aku tidak menyukai Kaisar, sebelum mengetahui rahasia mereka. Komentar itu tidak akan aku hapus, sebagai peringatan untuk diri aku sendiri. Apa yang kita lihat belum tentu adalah apa yang sebenarnya (terjadi). Kalian memang hebat menjaga rahasia, juga berakting!

Kedua, aku juga menyukai humor-humor yang ada di seri ini. Dibuat berimbang dengan pesan moral yang sering membuat aku bermimpi aneh. Kekeke… Akhir seri ini, meski yang meninggal sangat banyak, aku sukai. Hampir ‘open ending’, di mana Liu Song tetap dibiarkan hidup, sama seperti saat Lu Ping kehilangan seluruh tenaga dalamnya. Apakah Liu Song mau berubah dan berhasil mematahkan seluruh rantai segel tenaga dalam, atau tetap tenggelam dalam kebencian, biarlah waktu yang menjawab. Juga, guru Chu Min tetap dalam amnesianya, mungkin memang yang terbaik. Masa lalunya bersama Liu Song sangat tragis.

Ketiga, kalau aku teruskan, nanti aku akan membuat essay berlembar-lembar banyaknya. Menonton seri ini sering membuat hati aku hangat, atau ikut sedikit mengupas bawang, dan pastinya menghibur. Aku berharap kalian yang menonton juga terhibur. Semoga cepat ada C-drama yang menarik hati aku lagi untuk menuliskan rekapnya. Selamat menikmati, tetap jaga kesehatan ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: