Legend of Awakening Ep. 43

Liu Song berkata kalau Xi Fan bukan remaja yang bisa diremehkan, meski Wisma Wuji telah ditutup. Pertempuran di perbatasan Jianghu akan sengit. Yan Jin diutus untuk membawa pasukan ke kota Jin. Sementara, Tian Yi diperintahkan untuk segera menyempurnakan Xi Sui, darah yang mereka ambil dari Lu Ping sudah cukup. Negara Shou cukup kuat, tetapi dengan Xi Sui, Shanhai dan Xi Dan akan bisa menaklukkan Shou.

Lu Ping menyamar menjadi prajurit Long Jie dan menggunakan tenaga dalam Mental untuk mempengaruhi Wen Rui, sehingga Lu Ping terlihat sebagai Qin Sang. Wen Rui menunjukkan tenda yang disiapkan untuk kedatangan Kaisar esok hari.

Kaisar tiba di perkemahan didampingi Jendral Wen Rui dan Zi Yan. Kaisar memberi semangat pada prajuritnya untuk bertempur membela Negara Shuo. Kaisar berjanji akan berperang melawan tentara Negara Dan dan menunjukkan bahwa mereka layak menempati daerah Shuo. Kaisar mengubah susunan tentara. Lu Ping penasaran dan menyusup meninggalkan barisan untuk mencari tahu.

Lu Ping mengikuti barisan prajurit dan menebas kereta. Di dalamnya keluar Qin Sang. Kaisar minta Lu Ping mempertimbangkan keadaan, orang tua Lu Ping pasti tidak ingin rakyat menderita. Lu Ping berkata orang tuanya meninggal karena ambisi Zhai Rong, meski orang tuanya tidak pernah ingin berpihak dan berpolitik. Mo Lin meninggal saat akan menikahi Su Tang. Sekarang Lu Ping akan mengambil keputusan.

Qin Sang tidak membiarkan Lu Ping membalas dendam pada Kaisar dan mengayunkan pedangnya. Tian Qi terengah-engah menyusul Guru Wu Shu. Mereka memperhatikan pergerakan tentara di perkemahan dan bertanya-tanya apa semua disebabkan oleh Lu Ping? Qin Sang membela Kaisar dengan mengatakan kalau Kaisar Zhai Rong telah memajukan Negara Shou, sementara Liu Song hanya akan membawa kesengsaraan. Lu Ping berkata kalau Qin Sang tidak ada bedanya dengan yang lainnya. Qin Sang memeluk Lu Ping dan berkata dia mencintai Lu Ping dan ingin pergi bersama Lu Ping setelah perang selesai.

Lu Ping melepaskan Qin Sang dan pedang Pemimpin Seribu Cemara, mengerahkan semua tenaganya. Darah keluar dari badan Lu Ping. Guru Wu Shu mengerahkan tenaga dalam untuk menyelamatkan Lu Ping. Tetapi terlambat, aliran tenaga Lu Ping telah merusak jalan darah Lu Ping. Guru Wu Shu dan Tian Qi membawa Lu Ping pergi.

Guru Wu Shu tidak sanggup mengobati Lu Ping. Qin Sang minta agar pengobatan dihentikan. Qin Sang akan membawa Lu Ping ke tempat di mana Lu Ping bisa menjalani hari-hari terakhirnya. Guru Wu Shu menyarankan Lu Ping dibawa ke Beidou, di mana Lu Ping bisa dirawat. Qin Sang meminta izin keluar dari tentara. Kaisar menggunakan nama Jendral Qin Qi untuk membuat Qin Sang tetap bekerja. Qin Sang menolak, baginya yang penting sekarang adalah Lu Ping. Kaisar mengusir Qin Sang.

Di penjara Yian Ti berhasil menyempurnakan Xi Sui dan memberikannya pada Liu Song. Liu Song tahu kalau Lu Ping tidak akan membunuh Zhai Rong. Karenanya, Liu Song menunggu sampai saat terakhir Lu Ping membuka segel dan terluka parah. Sehingga, Liu Song lah satu-satunya yang menguasai enam tenaga dalam dan memiliki prajurit pemakan tenaga dalam. Sayangnya, obat tersebut memiliki kelemahan, karena saat darah Lu Ping diambil, dia hanya menguasai lima tenaga dalam. Sehingga kalau pun mau mencapai enam tenaga dalam, kemungkinannya 50%-50%. Si Tu Luo yang dipenjara bersedia mencoba obat tersebut sebagai bukti kesetiaannya pada Liu Song. Yian Ti memasukkan obat tersebut pada ular beracun dan menggigitkannya pada Si Tu Luo. Si Tu Luo menjadi sangat kuat.

Liu Song melapor di depan papan peringatan Xiu Tang kalau dia berhasil menyempurnakan teknik Xi Siu dan membuat tentara pemakan tenaga dalam yang akan memusnahkan Shuo. Xiu Tan pendekar yang baik, tetapi mati karena kejahatan. Liu Song berjanji membunuh Zhai rong dengan tangannya. Chu Min berhasil merebut ular berbisa dan mengancam Si Tu Luo. Liu Song menyuruh Si Tu Luo dan Yian Ti untuk membebaskan Chu Min.

Chu Min pasti akan membawa ular tersebut ke lembah Wu You. Liu Song akan menggunakan kesempatan ini untuk menguji apakah Bu Liu sudah menemukan antidote untuk Xi Siu. Tinggal menunggu sampai Chu Min sampai ke lembah Wu You.

Chu Min yang kecapaian terjatuh di depan lembah dan digigit oleh ular beracun. Bu Liu khawatir darah yang diambil dari mayat anggota Shanhai tidak cukup untuk membuat antidote. Mereka tetap butuh contoh Xi Sui. Su Tang memilih untuk tetap tinggal di lembah Wu You, karena dia sekarang adalah istri Mo Lin dan menganggap Li Bui pengganti ayahnya. Su Tang minta izin mencari daun obat, karena persediaan mereka habis.

Guru Chu Min terhuyung-huyung masuk ke dalam lembah. Su Tang berlari untuk menopang Guru Chu Min.

Bersambung

Komentar aku: ya, semuanya meninggal dong kalau begini ceritanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: