Legend of Awakening Ep. 38

Lu Ping mempertanyakan alasan Liu Song menyelamatkan tetapi juga menawan Lu Ping. Liu Song membuka topeng, memperlihatkan cacat yang dia dapat akhibat kebakaran. Semua itu rentetan dari akibat pengkhianatan Qiu Ci yang bersekongkol dengan Zhai Rong yang telah merebut tanah Negara Dan, menyebabkan orang tua Lu Ping meninggal dan Liu Song menjadi cacat. Mereka berdua adalah korban kejahatan itu. Chu Min dan You Dao juga bersalah, mereka mengetahui pengkhianatan Qiu Ci, tetapi justru menutupi perbuatan jahat Qiu Ci. Liu Song menyuruh anak buah memasukkan Lu Ping ke penjara, tidak perlu dirantai, karena Lu Ping sudah tidak punya tempat untuk pulang.

Chu Min diantar oleh Pemimpin Air menengok Lu Ping. Chu Min mengingatkan kalau Lu Ping adalah murid You Dao dan Beidou, tidak ada orang yang bisa memenjarakan Lu Ping. Lu Ping bertanya, kenapa selama ini Guru You Dao dan Guru Chu Min yang pintar dan mahir bersilat diam saja dan tidak mencari pembunuh orang tuanya? Karena tidak tahu atau karena tidak mau Lu Ping tahu?  Lu Ping tidak mau mendengar penjelasan Guru Chu Min.

Guru You Dao meninggal berkorban hanya agar Lu Ping hidup dalam kebohongan, bahkan Lu Ping sampai bekerja sama dan menyelamatkan musuhnya. Guru Chu Min membantah kalau Guru You Dao ingin Lu Ping hidup dengan baik dan tidak menyerah. Lu Ping dulu pernah punya tujuan hidup, tetapi sekarang semuanya sia-sia.

Yan Jin melaporkan kalau segel komandan telah dikirim ke Liu Yange. Liu Yange akan mengirim pasukannya dan mereka bisa menyusun strategi perang melawan Negara Shuo. Yan Jin menawarkan mencari obat untuk mengobati cacat yang diderita Liu Song, agar saat Negara Dan menang, Liu Song tidak perlu menggunakan topeng lagi. Liu Song berkata kalau dia telah menunggu membalaskan dendam selama 19 tahun, cacat yang dia derita tidak penting. Wisma Wuji seperti tidak terpengaruh, tetapi Liu Song tidak khawatir. Dengan keberadaan Lu Ping di istana Shanhai, Lian Tian Yi perlu cepat menyiapkan Xi Sui. Liu Song perlu banyak pendekar yang bisa menguasai tenaga dalam Mental dengan cepat.

Liu Song melihat papan peringatan, seolah berbicara dengan kakak tertuanya, Xiu Tan. Xiu Tan baik hati dan penuh belas kasihan, Liu Song ingin Lu Ping hidup dengan damai. Tapi Zhai Rong merebut tanah Liu Song. Liu Song tidak pernah berhenti mengingatkan dirinya untuk telengas agar tidak mengulangi kesalahan Xiu Tan. Sekarang, saat Lu Ping untuk membalas dendam.

Qiu Ci memberi perintah pada Yan Ze untuk mengumpulkan bala bantuan dari semua sekte dan mengirim murid-murid ke kota Jin. Qin Sang datang hendak membawa Qiu Ci mempertanggung jawabkan perbuatannya ke Kaisar. Chen Feng meninggal di tangan Qiu Ci, sehingga menggagalkan rencana Kaisar. Qiu Ci minta waktu untuk menggumpulkan semua sekte dan memperkuat perbatasan. Qin Sang akan kembali ke ibukota dan minta ampunan untuk Qiu Ci yang memang berjasa menjaga perbatasan dengan baik, tapi Qin Sang tidak memaafkan ketamakan Qiu Ci yang mengakibatkan orang tua Lu Ping terbunuh.

Mo Lin menegur Qin Sang yang bersikeras kembali ke ibukota tanpa mengobati racun dingin. Mo Lin berjanji akan mencari pengobatan untuk Qin Sang, kalau tidak nanti saat Lu Ping kembali, Mo Lin bisa dibunuh Lu Ping. Qin Sang menyuruh Mo Lin memasakkan makanan untuk Su Tang yang mogok makan sejak Lu Ping ditawan Shanhai. Setelahnya, mereka berdua diminta datang ke kamar Qin Sang, Qin Sang punya cara untuk membebaskan Lu Ping.

Su Tang tidak mempercayai maksud baik Qin Sang. Shanhai berada di Utara juga memiliki segel Komandan yang akan digunakan bersama Negara Dan. Meski Qin Sang membawa pasukan, mereka tidak akan berhasil menghabisi Shanhai. Jalan satu-satunya adalah menyusup ke istana Shanhai. Tapi, Qin Sang tidak bisa ikut. Qin Sang harus menyelesaikan tugas yang diwariskan kakaknya, membela Negara Shou. Qin Sang minta Su Tang membawa Lu Ping sejauh mungkin, Qin Sang akan menemui mereka kalau tugasnya sudah selesai. Qin Sang juga sudah punya kandidat yang akan membantunya memimpin tentara Long Jie, Xi Fan dan Zi Yan.

Qin Sang mendatangi Xi Fan yang tidak mau keluar kamar sejak kedok Qiu Ci terungkap. Qin Sang meminta Xi Fan memimpin pasukan Long Jie untuk membantu agar Su Tang dan Mo Lin bisa menyusup ke istana Shanhai. Setelah berhasil, Xi Fan bisa bekerja untuk kekaisaran. Meski Xi Fan lebih senang tinggal di Wisma Wuji, tetapi sekarang Xi Fan punya kewajiban kepada Negara. Xi Fan pun tergerak hatinya dan bersiap diri.

Xi Fan menghadap Qiu Ci, berlutut dan meminta maaf. Xi Fan akan memimpin tentara Long Jie membebaskan Lu Ping dan setelahnya bekerja untuk Kaisar. Qiu Ci tidak butuh Xi Fan menanggung dosa-dosanya. Xi Fan membantah, semua itu ada baik-buruknya, tetapi Kaisar ada benarnya. Negara Shou membutuhkan penghubung antara Kekaisaran dan kota Jiang Hu untuk menghadapi musuh. Xi Fan akan mengambil tanggung jawab itu. Bekerja untuk Kekaisaran di kota Jiang Hu akan sangat berat, tetapi Xi Fan bersedia menanggung beban itu. Qiu Ci hanya bisa melihat Xi Fan pergi menjauh. Zi Yan mendatangi Xi Fan dan berkata kalau dia akan mengikuti ke mana pun Xi Fan pergi.

Saat akan berangkat, Qiu Ci memberikan restunya. Xi Fan meminta Qiu Ci menjaga perbatasan dengan baik.

Qin Sang berlutut di hadapan Kaisar. Qin Sang berjanji bahwa Xi Fan pasti akan kembali ke ibukota bersama tentara Long Jie. Kaisar menghukum Qin Sang dengan membatalkan pernikahan Qin Sang dengan Xi Fan, mengambil semua gelar dan keistimewaan yang pernah diberikan pada keluarga Qin dan penjara rumah untuk Qin Sang. Semua bergantung pada keahlian Xi Fan dan nantinya kesediaan Xi Fan untuk setia pada Negara.

Prajurit Long Jie yang menyamar menjadi perampok menyerang  pengawalan bangsawan dari Negara Dan. Su Tang dan Mo Lin mengambil pakaian tentara Negara Dan dan menyusup masuk istana Shanhai. Yan Jin menyuruh bangsawan Dan bersikap hormat, karena pemimpin Shanhai adalah paman dari si bangsawan. Yan Jin tidak percaya ada perampok di sekitar istana Shanhai, Yan Jin menyuruh Pemimpin Air waspada akan adanya penyusup.

Pemimpin Air memeriksa seluruh istana dan memeriksa kamar Chu Min. Chu Min langsung menghujani Pemimpin Air dengan kendianggur. Pemimpin Air mengingatkan kalau Chu Min hanyalah tawanan. Kisah cintanya dengan Liu Song sudah berakhir. Chu Min mengambil pecahan kendi dan mengancam Pemimpin Air akan melaporkan ke Liu Song kalau Pemimpin Air melukainya. Pemimpin Air merasa kesal dan pergi. Di penjara, darah Lu Ping dikuras oleh anggota Shanhai.

Bangsawan Dan tidak percaya Negara Dan akan bisa mengalahkan Negara Shou. Mereka tidak punya cukup sumber daya untuk itu. Liu Song menyuruh Yan Jin memberikan contoh. Seorang pesakitan dengan tangan terbelenggu diperintahkan melawan beberapa tentara Negara Dan. Pemimpin Air menerangkan kalau Shanhai menyempurnakan teknik Xi Sui dengan menggunakan darah Sang Pembangkit sehingga yang mendapat darah tersebut akan mampu menguasai tenaga dalam Mental. Saat Shanhai selesai dengan teknik tersebut, mereka akan menjadi tak terkalahkan. Bangsawan Dan langsung berlutut dan akan menyampaikan semua itu pada Kaisar Dan.

Guru Chu Min, Su Tang dan Su Tang pergi ke penjara Istana. Semua angota sekte Feng Lin yang diculik ada di dalam penjara. Rupanya, Shanhai akan menjadikan mereka mesin pembunuh untuk melawan Negara Shou. Pemimpin Air, Lin Tian Yi, datang membawa anggota gerombolan dan menyuruh mereka menghabisi Su Tang dan Mo Lin dan mengirim Chu Min kembali ke kamarnya. Su Tang dan Mo Lin berhasil di penjara, Tian Yi mengeluarkan racun asap ular. Semakin lama mereka bertahan hidup, akan semakin menderita. Chu Min kembali dirantai di kamarnya. Tian Yi berniat agar Chu Min tetap hidup sambil melihat bagaimana murid-muridnya mati perlahan-lahan.

Guru Chu Min mengambil tusuk rambut hadiah dari Liu Song, dan mengingat saat Liu Song memberi tusuk rambut itu. Chu Min minta Liu Song menunggunya sampai Chu Min selesai mempelajari tenaga dalam kelima. Chu Min menyuruh penjaga kamar memberi khabar kalau dirinya, Chu Min dari Puncak Yao Guang ingin bertemu dengan Pemimpin Shanhai.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Episode 38 baru tahu nama Pemimpin Air, Tian Yi. Lagi-lagi, aku kesal pada Kaisar, berharap Qin Sang tidak pernah perlu minta maaf padanya. Apa daya, Qin Sang terlahir di keluarga Qin yang memang selalu mengabdikan diri pada Kekaisaran.

Teknik mencampur darah agar penerima darah tersebut bisa menguasai tenaga dalam, mengingatkan aku akan salah satu cara pengobatan Covid-19. Darah pasien yang sembuh ditransfusikan ke mereka yang sakit untuk melawan virus SARS-CoV-2. Wah, seberapa jauh sebetulnya pengobatan Tiongkok telah mendasar? Jadi kangen acupressure, nich, LOL. Itu ilmu acupressure juga berasal dari pengetahuan tentang jalur energi, lho. Bisa tidak kita belajar acupressure agar orang yang kita totok, pingsan? Kekeke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: