Mystic Pop-Up Bar Ep. 7

Kang Bae berlari menuju kedai Mystic, tetapi yang ada hanya pelataran yang kosong. Kang Bae meneriakkan nama Wol Joo dan manager Gwi. Hanya keheningan yang menjawab teriakan Kang Bae.

Dunia Akhirat… Wol Joo dan manager Gwi menghadap Yeomradaewang (sebelumnya, aku sebut dia dengan panggilan ‘Ratu Akhirat’, nyaris tepat karena ternyata masih mempunyai atasan yang lebih tinggi). Yeomradaerang mengatakan kalau anak yang sudah dititipkan ke orang tuanya, tidak akan diambil. Tetapi, kebaikan itu tidak akan masuk dalam hitungan quota Wol Joo. Wol Joo dan manager Gwi dihukum 120 jam hukuman kerja pelayanan masyarakat dan kedai disita sampai hukuman berakhir. Wol Joo berkilah kalau dihukum sehari penuh didera di Kuali Minyak Panas Neraka lebih cepat dan lebih ringan dengan hukuman yang dia terima sekarang. Sebelum Yeomradaerang menjadi lebih marah, manager Gwi menyetujui hukuman yang mereka terima.

Di departemen penilaian tingkat reinkarnasi, Wol Joo bekerja sebagai petugas pencatat dan manager Gwi menjadi petugas satpam. Komite penilaian sedang membaca sejarah Byun Tae Sik. Byun Tae Sik dianggap melakukan kejahatan yang berat, karena telah meracuni masyarakat. Tae Sik melapisi buah-buahan dengan lilin agar terlihat mengkilap dan menggunakan pewarna tar untuk mewarnai permen yang Tae Sik jual. Untuk itu Tae Sik mendapat tingkat reinkarnasi C. Dalam reinkarnasi, tingkat A adalah menjadi manusia; tingkat B menjadi binatang; tingkat C menjadi serangga. Waktu Tae Sik protes dan marah, manager Gwi menundukkannya. Wol Joo menyarankan atas kejahatan yang Tae Sik buat, bagaimana kalau Tae Sik bereinkarnasi menjadi beetle dung? Komite menyetujui dan mengetuk palu.

Berikutnya, tujuh anggota pemadam kebakaran yang berjasa menyelamatkan 300 orang dari gedung yang terbakar, meski itu menyebabkan mereka meninggal. Mereka sudah pasti mendapat tingkat A. Saat ditanya mereka hendak minta menjadi orang yang bagaimana di kehidupan berikutnya, salah satu menjawab kalau dia ingin menjadi angin sejuk bagi orang yang kepanasan. Wol Joo mengatakan kalau mereka terlalu rendah hati, bagaimana kalau kembali lagi menjadi sebuah boy band beranggota 7 orang? Manager Gwi menyetujui dan menamai boy band itu ‘BLS’ singkatan dari ‘Breeze-Like Souls’. Komite pun menyetujui dan mengetuk palu.

Tahap berikutnya, mereka yang sudah dinilai, masuk ke ruangan pembaharuan. Masing-masing jiwa musti masuk ke dalam bilik penyucian, di mana mereka akan disemprot dengan gas penghilang ingatan. Sehingga, saat mereka bereinkarnasi, mereka akan memulai kehidupan baru dengan bersih, tanpa ingatan akan masa lalu mereka.

Selesai bekerja, Wol Joo dan manager Gwi berbincang-bincang. Tentang Kang Bae, tentang masa kerja layanan mereka yang hanya akan menyisakan sedikit waktu untuk Wol Joo. Wol Joo sedikit iri dengan mereka yang bisa bereinkarnasi. Wol Joo harus menjalani hidup 500 tahun dengan tetap bisa mengingat masa lalunya. Manager Gwi menanyakan apakah kehidupan lama Wol Joo segitu pahitnya? Tidak adakah yang menyenangkan? Wol Joo menjawab hanya kehidupan bersama ibunya yang menyenangkan. Wol Joo berpikir apakah ibunya akan masih mengenalnya setelah 500 tahun berlalu? Manager Gwi membesarkan hati Wol Joo dengan berkata mungkin saja ibunda Wol Joo masih memperhatikannya sampai sekarang.

Wol Joo melanjutkan dengan membersihkan perpustakaan. Di mana tersimpan ribuan buku yang mencatat data-data jiwa yang bereinkarnasi. Wol Joo melihat satu buku bersampul bunga emas, buku reinkarnasi keluarga kerajaan Joseon. Satu nama yang Wol Joo cari, pangeran Jeongan Yi Heon. Pikiran Wol Joo pun kembali ke masa lalu, saat ia bersama sang pangeran. Sebelum Wol Joo sempat membuka lembaran buku, manager Gwi datang dan mengajak bertemu Yeomradaerang.

Supermaket Kapeul… Jin Dong menegur Kang Bae yang tampak tidak bersemangat. Jin Dong menyangka kalau Kang Bae sibuk memikirkan Yeo Rin. Yeo Rin datang dan mengajak Kang Bae bicara. Yeo Rin menegur Kang Bae yang beberapa hari ini bolos latihan. Kang Bae mengatakan kalau pikirannya disibukkan dengan latihan di CIA. Dan setelah itu, Kang Bae berlari meninggalkan Yeo Rin. Tempat kedai masih kosong seperti kemarin dan kemarinnya lagi. Kang Bae berharap Wol Joo dan manager Gwi baik-baik saja dan segera kembali. Kang Bae menunduk sedih.

Teman sekamar Yeo Rin menggoda Yeo Rin dan menganjurkan agar Yeo Rin segera mencium Kang Bae sebelum benar-benar jatuh cinta padanya. Yeo Rin menepis dan mengatakan bukan salahnya kalau selama ini pria yang dia sukai selalu lari menjauh darinya.

Dunia Akhirat… Yeomradaerang menerima Wol Joo dan manager Gwi di ruangan kerja dan menyediakan kue. Yeomradaerang meminta tolong pada Wol Joo dan Manager Gwi untuk satu masalah kecil. Melacak sebuah jiwa. Hari itu Yeomradaerang ditegur Kaisar Jade karena arwah penasaran belum juga ditangkap. Saat Sam Sin mengirim pesan menanyakan teguran dari Kaisar, Yeomradaerang membalas dengan mencaci Kaisar. Sayangnya, text tersebut terkirim ke Kaisar karena Yeomradaerang tidak sengaja disenggol salah seorang anak buahnya. Lebih parah lagi, saat Yeomradaerang mau mengirim text permintaan maaf pada Kaisar, baterai HP Yeomradaerang habis. Terburu-buru mencari charger, Yeomradaerang mencabut kabel yang mengaktifkan gas penghilang ingatan. Lebih buruk lagi, petugas yang seharusnya berjaga saat jiwa tersebut dibersihkan, terpaksa pergi ke kamar kecil. Jadilah satu jiwa terkirim ke dunia nyata, bereinkarnasi TANPA kehilangan ingatan akan masa lalunya. Sebelum Yeomradaerang dipecat, dia ingin Wol Joo dan manager Gwi mencari jiwa tersebut.

Setelah negosiasi yang alot, dan ancaman akan melaporkan langsung ke Kaisar Jade, Yeomradaerang menyetujui pembayaran pada Wol Joo berupa: penghapusan sisa kerja layanan masyarakat, kedai dikembalikan, pemberian satu quota kalau berhasil membawa jiwa itu kembali ke Akhirat plus penambahan 10 hari untuk menyelesaikan pengumpulan quota Wol Joo.

Jiwa yang dicari adalah Jang Bok Su. Bok Su adalah penjudi kambuhan yang sering berhutang pada rentenir. Bok Su sedang berusaha meminjam uang pada teman baiknya untuk membayar hutang pada rentenir. Alih-alih memberikan uang, temannya menelpon si rentenir dan tukang-tukang pukul si rentenir datang menagih Bok Su. Bok Su berlari dan tertabrak mobil, tetap berpikir bahwa teman baiknya mengkhianati Bok Su. Oleh Komite penilai, Bok Su divonis reinkarnasi tingkat B, sebagai ayam.  Jiwa Bok Su masuk ke kandang ayam. Saat hendak masuk ke telur ayam, seorang pria baya masuk dan terpeleset. Pria tersebut pingsan. Bok Su memutuskan masuk ke badan jiwa pria baya tersebut, daripada masuk ke telur ayam. Saat masuk ke dalam rumah, pembantu pria tersebut memanggilnya dengan sebutan, ‘Mr. Chairman’.

Dunia fana… Kang Bae dengan penuh semangat berlari memasuki kedai yang sudah berdiri lagi, hanya untuk kecewa karena bukan Wol Joo yang berada di dalamnya. Saat keluar, Kang Bae melihat Wol Joo dan manager Gwi yang mengeluhkan kalau tempat yang strategis untuk membuka kedai, selalu diambil orang lain. Dengan gembira Kang Bae berjanji akan melakukan apa saja untuk membantu Wol Joo dan manager Gwi. Pergilah mereka bertiga ke alamat tempat telur ayam akan menetas. Kang Bae mengenali si pria baya, dia adalah Chairman Kapeul Mart.

Menyamar sebagai petugas pengiriman, Kang Bae dan manager Gwi masuk ke kandang ayam. Saat ditanya, tidak ada seekor ayam pun yang menjawab. Manager Gwi menyuruh Kang Bae menyentuh salah satu ayam agar berbicara. Begitu disentuh Kang Bae, berkokok lah ayam tersebut dengan lantang. Si ayam bercerita tentang kejadian yang terjadi pagi hari tadi.

Wol Joo dan manager Gwi menunggu Chairman di parkiran supermarket. Saat Chairman masuk ke mobil dan pergi, mereka pun mengikutinya. Chairman minta mobil berhenti di tempat dia/Bok Su mengalami kecelakaan. Bok Su menyewa para tukang pukul untuk mengobrak-abrik toko buah temannya. Manager Gwi dilarang oleh Wol Joo untuk menghentikan Chairman. Malamnya, Wol Joo, manager Gwi dan Kang Bae berdiskusi bagaimana cara mendekati Chairman.

Esok hari, Chairman datang ke tempat latihan dan membagikan snack. Chairman berjanji akan mengabulkan permintaan dari pasangan yang memenangkan kompetisi. Kang Bae pun merasa kalau ini adalah cara untuk mendekati Chairman, selama dia bisa menjadi pemenang pertama. Kalau Kang Bae menang, Kang Bae akan minta Chairman minum arak dengannya. Dengan penuh semangat Kang Bae berlatih dansa. Membuat Yeo Rin salah sangka, menganggap Kang Bae menjadi rajin untuk memenangkan hati Yeo Rin.

Yeom ditanya oleh anak buahnya apakah sudah membaca profile arwah penasaran yang tidak juga berhasil mereka tangkap? Yeom Rim membaca profil tersebut. Nama: Kim Won Hyung, meninggal di 30 November 1520. Won Hyung telah berkelana selama 500 tahun, dia adalah sahabat dekat pangeran. Yeom melihat ke kejauhan.

Wol Joo dan manager Gwi ‘membantu’ memastikan kemenangan Kang Bae. Manager Gwi memasukkan obat pencahar ke minuman berenergi dan merubah dirinya menjadi salah satu peserta dansa. Pasangannya mengajak manager Gwi latihan terus menerus. Membuat manager Gwi kehabisan nafas dan meminum minuman benergi itu sendiri, oups… Wol Joo menyabotase pakaian dan sepatu peserta lainnya.

Malam kompetisi dansa berpasangan pun dimulai. Peserta pertama celananya melorot, out! Peserta berikutnya, sepatunya terlalu licin dan terjatuh, out! Peserta ketiga keluar karena tidak tahan bau baju pasangannya, out! Sementara, manager Gwi sibuk sendiri di kamar kecil. Peserta keempat menarikan dansa berpasangan mereka dengan baik dan mendapat tepukan meriah. Yeo Rin takut kalah. Kang Bae menyemangati dengan mengatakan yang terpenting adalah melakukan yang paling baik.

Pasangan Kang Bae – Yeo Rin menjadi pemenang kompetisi perusahaan tahun ini. Sebagai hadiah tambahan, Yeo Rin diangkat menjadi pegawai tetap dan Kang Bae minta waktu agar Chairman mau minum arak bersamanya. Chairman datang ke kamar kost Kang Bae. Wol Joo menyiapkan bossam buatannya dan Kang Bae menawarkan arak. Chairman pun tertidur setelah meminum arak.

Dunia Mimpi… Bok Su terbangun di tempat ia ditabrak mobil. Bok Su melihat uang berceceran di jalan dan dia pun mengambil dan mengikuti ceceran uang itu. Ceceran membawa Bok Su ke kantor rentenir. Rentenir sedang membicarakan kebaikan teman Bok Su yang selalu membayarkan hutang-hutang berserta bunga yang dipinjam Bok Su, bahkan temannya minta agar rentenir tidak mengganggu Bok Su. Bok Su tidak percaya dan berlari ke toko buah temannya. Teman Bok Su sedang bertengkar dengan kekasihnya, Gyeong A. Gyeong A tidak mau menikah kalau teman karib Bok Su tidak berhenti meminjamkan uang, termasuk uang untuk membeli truk untuk toko buah dan simpanan pernikahan mereka.

Bok Su menyesali semua itu dan hendak menggunakan uang Chairman untuk membayar semua hutang-hutang Bok Su pada teman karibnya. Wol Joo mengatakan kalau semua itu hanya akan menambah dosa Bok Su. Wol Joo berjanji akan menjaga teman karib Bok Su, asalkan Bok Su mau meninggalkan tubuh Chairman dan kembali ke dunia Akhirat. Bok Su pun pergi bersama Wol Joo.

Dunia Fana… Kang Bae berterima kasih pada Yeo Rin. Kang Bae mengalami pengalaman yang sangat menyenangkan. Belum pernah sebelumnya Kang Bae bisa melakukan dansa berpasangan. Yeo Rin tiba-tiba mencium Kang Bae dan berlari meninggalkan Kang Bae.

Salah satu karyawan Yeom mengejar Won Hyung ke atas atap sebuah bangunan dan menghunus pedang samurainya. Won Hyung bukan tandingan karyawan Yeom, selama berkelana selama 500 tahun ini, Won Hyung telah menyedot arwah-arwah penasaran untuk memperkuat dirinya. Arwah karyawan Yeom pun dia sedot.

Wol Joo, manager Gwi dan Kang Bae merayakan pembukaan kembali kedai ‘Mystic’. Manager Gwi telah melaporkan si rentenir pada polisi. Mereka mengembalikan uang teman baik Bok Su, dan Gyeong A kembali bersama teman baik Bok Su. Manager Gwi menerangkan kalau setelah mereka menyelesaikan membantu 100.000 jiwa, kedai Mystic akan ditutup. Itu sebabnya, Kang Bae sebaiknya mencari kekasih, agar tidak kesepian.

Yeom naik ke atas atap dan menemukan samurai yang tertinggal. Yeom memanggil Won Hyung agar datang menyelesaikan semua sakit hati dan kemarahan yang tertinggal.  Yeom akan membantu Won Hyung. Yeom datang saat Wol Joo cs akan melanjutkan pesta dengan berkaraoke. Yeom tersenyum melihat mereka bertiga. Tapi, sesaat kemudian tatapan mata Yeom berubah…

Bersambung

Komentar aku: aarrggghhh… episode yang berat. Karena saat tinggal 10 menit lagi episode berakhir, computer memakan recap aku, literally… Episode ini kembali ke tema yang ringan dan jenaka. Mulai dari ‘BLS’ yang diambil dari ‘BTS’ boy band papan atas Korea Selatan, jeritan orang sebagai ring-tone HP Yeomradaewang – bagus juga ide ini, coba kalau tiba-tiba ada teriakan di ruang public atau kantor, errr….. -, sampai icon kamar kecil. Wkwkwkwk… sehabis itu kalau tidak dipanggil ke kepala sekolah, ya si Boss lah yang minta kita datang ke ruangannya. Bagaimana tidak? HP dengan ring-tone itu berbunyi saat lagi mengadakan ‘conference call’, asyik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: