Legend of Awakening Ep. 33

Chuan Gu mengatakan kalau Su Tang sepertinya pergi ke arah Rumah Terlarang. Su Tang memasuki halaman dan bertemu dengan Mo Bu Liu di Lembah Wo You. Tetua Bu Liu yang membenci orang asing datang ke lembah Wo You hendak melemparkan jarum perak, tetapi bersin dan menyebabkannya terjatuh. Mo Lin datang dan bertengkar dengan ayahnya, tetua Bu Liu. Mereka dipisah oleh Su Tang. Tetua Bu Liu mengatakan kalau dia ingat salah satu teman Mo Lin yang bisa menggunakan enam tenaga dalam, Lu Ping. Bu Liu lah yang mengenakan segel tenaga dalam pada Lu Ping.

Di Wisma Wuji, Xi Fan dan Lu Ping bertemu dengan Qiu Ci. Lu Ping menanyakan arti tulisan di ruang rahasia Institute Qisha dan beberapa halaman yang hilang dari buku harian Guru You Dao. Qiu Ci mengakui kalau Guru You Dao datang dan minum bersamanya di Wisma Wuji. Guru You Dao menyalahkan Qiu Ci karena gegabah menilai orang. Seharusnya mereka tahu kalau Liu Song adalah pangeran dari Negara Dan. Setelah Guru You Dao menyelamatkan Lu Ping dan istana Shanhai, mereka tidak pernah bertemu lagi. Qiu Ci minta agar Lu Ping melupakan masa lalu dan Wisma Wuji akan berusaha sekuatnya untuk mengalahkan gerombolan Shanhai.

Xi Fan menjanjikan Zi Yan berkeliling wisma Wuji, saat mereka berhasil menumpas gerombolan Shanhai. Zi Yan menerima tawaran itu dengan senang hati.

Esok paginya, utusan Kaisar datang memberikan titah Kerajaan Shuo. Titah Kaisar adalah menikahkan Xi Fan dengan putri Xi Ning. Xi Fan menolak. Qiu Ci minta waktu untuk bicara empat mata dengan utusan Kerajaan Shuo. Saat tahu kalau putri Xi Ning itu Lu Ping, Lu Ping menjadi marah dan menerobos masuk ruang pertemuan. Lu Ping mendorong utusan Kerajaan dan menyebabkan gulungan titah terbakar. Lu Ping dan Xi Fan pura-pura bertengkar agar bisa bicara di luar. Mereka yakin ada yang tidak beres, Lu Ping berlari keluar dari Wisma Wuji mencari Qin Sang.

Qiu Ci mengingatkan Xi Fan untuk tidak bertindak gegabah dan membiarkan dia mengurusi hal ini. Qiu Ci mengetahui kalau maksud Kaisar adalah untuk mendorong Qiu Ci mencari Chen Feng yang mempunyai kunci untuk membuka segel pedang Pemimpin Seribu Cemara yang dimiliki Liu Song. Yan Ze diminta untuk menyebarkan gossip bahwa Chen Feng telah kembali dari perjalanannya ke Wisma Wuji. Hal itu dilakukan untuk menarik keluar Liu Song.

Qin Sang menyiapkan diri, berdandan dan mengenakan jubah dan mahkota pengantin. Qin Sang menaiki kereta kencana dikawal oleh Wen Rui dan pasukan Long Jie. Sesosok berjubah merah menghalangi jalan mereka dan dipanah oleh Jendral Wen Rui. Ternyata itu adalah boneka untuk mengelabui para prajurit. Lu Ping sendiri menyandera kereta kencana. Qin Sang mengetahui kalau Lu Ping ada di atas keretanya dan menghunus pedang.

Qin Sang mengatakan adalah kejahatan besar melawan titah Kaisar. Lu Ping tidak takut mati. Qin Sang mengatakan kalau yang dia lakukan adalah pilihannya untuk menjaga nama baik keluarga Qin dan membasmi gerombolan Shanhai. Lu Ping mengatakan kalau benar itu adalah keinginannya, mengapa membawa pedang hadiah dari Lu Ping. Saat Qin Sang hendak memutus pedang itu, Lu Ping memeluknya. Lu Ping mengingatkan janji mereka dan mengatakan kalau Zi Yan mencintai Xi Fan. Apakah Qin Sang rela mematahkan hati banyak orang? Qin Sang minta maaf dan Lu Ping terjatuh, Qin Sang meracuni Lu Ping agar tertidur.

Lu Ping dirantai dan Qin Sang minta agar Jendral Wen Rui mengantar Lu Ping ke Beidou. Sementara, Qin Sang akan melawan gerombolan Shanhai bersama pasukan Wisma Wuji.

Qin Sang menemui Qiu Ci dan memberikan surat dari Kaisar. Kaisar ingin menggunakan Chen Feng sebagai umpan untuk menarik keluar Liu Song. Qin Sang ingin bertemu dengan Chen Feng, tetapi dilarang oleh Qiu Ci dengan alasan menyembunyikan Chen Feng agar aman dari Shanhai. Pada saatnya nanti, Qiu Ci minta agar didukung oleh tentara Long Jie. Qiu Ci bertanya apakah Qin Sang bertemu dengan Lu Ping. Qin Sang berkata kalau Lu Ping sudah diatasi dan dikirim ke Beidou.

Qin Sang menyuruh pasukan Long Jie berkemah di dekat Wisma Wuji. Qin Sang bertanya-tanya di mana Qiu Ci menyembunyikan Chen Feng. Xi Fan diminta bersiap untuk upacara besok pagi. Xi Fan mengiyakan. Xi Fan menerima surat dari Zi Yan yang berisi kalau dirinya ingin bertemu Xi Fan saat tengah malam. Zi Yan menemukan burung yang jatuh dari sangkar dan menasihatinya untuk berjuang mencapai apa yang dia inginkan.

Lu Ping terbangun…

Bersambung

Komentar aku: politik itu membuat lelah dan banyak salah pengertian. Kalau dulu akhirnya perang, kalau sekarang perang dagang dan blokir. Haugh… Cheng Xiao di sini bermain cukup meyakinkan sebagai putri keluarga terhormat yang harus menjalankan tugasnya. Coba kalau dia bisa memperlihatkan perasaan cintanya pada Lu Ping ya? Pasti ini seri jadi fenomenal… Zi Yan sekarang berkeras mempertahankan Xi Fan, lebih karena dia tahu Xi Fan juga jatuh hati padanya. Good. Tapi susah, karena menikah tanpa restu Kaisar artinya jadi buronan Negara seumur hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: