Legend of Awakening Ep. 27

Xi Fan teringat saat kemarin bertemu ayahnya Qiu Ci, dia mengatakan kalau saat di Istana Shanhai saat tertangkap basah oleh Yan Jin, ada seseorang berambut putih mengamati dari atas tahta. Saat itulah Xi Fan mulai kehilangan kesadarannya. Qiu Ci mengatakan kalau penyerangan ke Beidou bisa berhasil karena ada mata-mata di Beidou, Liu Long. Liu Song sepertinya tidak tewas saat penyerangan, seperti juga Lu Ping. Liu Song terkenal sebagai paling ahli dalam penguasaan tenaga dalam Mental dibanding keenam murid utama Beidou lainnya. Qiu Ci ingin Yan Jin dibawa ke Wisma Wuji agar bisa membuktikan kebenaran teori ini dan agar Xi Fan tidak memberi tahu Lu Ping terlebih dahulu.

Hari ini, Qiu Ci mendekati Xi Fan dan tahu kalau Xi Fan bertengkar dengan Lu Ping karenanya. Xi Fan berkata agar ayahnya tidak usah khawatir, dia tahu apa yang dia lakukan. Qiu Ci bersikeras untuk membalaskan dendam pada Liu Song dan menyuruh Xi Fan pergi ke Beidou mengabarkan hal ini pada Guru Yao Tian.

Lu Ping berjaga di samping Qin Sang yang masih belum sadar. Su Tang datang mengabarkan kalau Jendral Qi akan berangkat dan ingin bicara dengan Lu Ping. Jendral Qi akan kembali ke ibukota Kaifeng untuk merawat Qin Sang dan melaporkan kepada Kaisar apa yang terjadi dengan pakta perdamaian dan gerombolan Shanhai. Jendral Qi mengingatkan Lu Ping akan tawarannya. Lu Ping berjanji akan mempertimbangkan dengan baik dan memberi obat dari Mo Lin untuk Qin Sang. Lu Ping mengajak mereka kembali ke Beidou, Guru Chu Min pastinya akan sangat sedih mendengar tentang Liu Song.

Qiu Ci berdiskusi dengan Guru Yao Tian di ruang astronomi. Guru Yao Tian tidak percaya Liu Song masih hidup, karena bintang takdir miliknya sudah padam. Qui Ci meyakinkan kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, meski Liu Song menjadi cacat dan duduk di kursi roda. Xi Fan menambahkan kalau Liu Song adalah salah satu putra kerajaan dinasti Dan. Qiu Ci percaya kalau penyerangan ini sudah direncanakan dengan baik oleh Liu Song untuk memperluas Negara Dan. Guru Chu Min mendengarkan dari balik pintu.

Guru Chu Min berdiri di depan tugu peringatan. Dia teringat kalau sewaktu masih bersama, Guru Chu Min suka memasak bubur kepiting dan berlatih pedang bersama Liu Song. Lu Ping cs sampai dan melihat Guru Chu Min. Lu Ping mendatangi Guru Chu Min dan duduk di samping Guru Chu Min. Guru Chu Min menyatakan kalau sudah 19 tahun berlalu, tapi tak sekali pun Liu Song memberi tahu kalau dia masih hidup. Guru Chu Min melampiaskan kepedihannya dengan memecut nama Liu Song di tugu peringatan, sampai Lu Ping menghentikannya dan minta agar Guru Chu Min mengingat kata Guru You Dao. Apapun yang terjadi, kita musti maju ke depan, jangan melihat ke belakang. Guru Chu Min jatuh terduduk dan menangis tersedu-sedu.

Liu Song didampingi KepDiv Air melihat ke arah perguruan Beidou. Mereka berada di Villa Tian Song di mana Yan Jin dihukum atas permintaanya sendiri. Liu Song menyuruh hukuman pada Yan Jin dihentikan. Liu Song memanggil Yan Jin, ‘Guru’. Liu Song mengingatkan kalau saat Liu Song tidak sanggup melihat mukanya yang terbakar sebelah akibat terbakarnya institute Qisha, Guru Yan Jin yang membuatnya berani menghadapi kenyataan. Guru Yan Jin yang mengajari Liu Song untuk bangkit dan meraih cita-citanya. Liu Song tidak takut jati dirinya terbongkar.

Di Beidou, Guru Yao Tian mengumpulkan murid dan pimpinan Puncak Beidou. Memberi tahukan mengenai Liu Song dan rencana kerjasama dengan Wisma Wuji untuk mengumpulkan semua sekte untuk melawan Shanhai. Lu Ping menawarkan diri pergi ke Kaifeng untuk memberi tahu Jendral Qi. Sebelum pergi, Lu Ping minta bantuan Guru Wu Shu untuk memberinya pedang. Guru Wu Shu menyuruhnya mengambil sendiri di institute Qisha kalau sanggup. Lu Ping juga menitipkan Su Tang pada Guru Wu Shu.

Lu Ping menitipkan Guru Chu Min pada Su Tang dan Mo Lin, dan pamit pergi. Lu Ping masih marah saat Xi Fan menemuinya di gerbang Beidou dan menawarkan agar Yan Ze menemani Lu Ping. Lu Ping menolak tawaran Xi Fan dan terus berjalan. Zi Yan membawakan mantel untuk Xi Fan dan pamit akan pergi, karena Zi Yan bukan murid Beidou. Xi Fan menawarkan Zi Yan pergi bersamanya ke Wisma Wuji.

Di kediaman Qin, Jendral Qi terbatuk-batuk keluar dari ruangan penuh asap. Ternyata, Jendral Qi sedang berusaha memperbaiki pedang Kuinyin. Jendral Qi minta maaf, gara-gara melindungi dirinya, Qin Sang terluka. Qin Sang berkata kalau dia sudah sembuh dan minta diizinkan keluar. Jendral Qi tahu kalau Qin Sang ingin menemui Lu Ping. Jendral Qi berkata kalau dia tetap tidak menyetujui hubungan Qin Sang dengan Lu Ping.

Lu Ping datang ke kediaman Qi dan bertemu Qin Sang. Saat Jendral Qi datang, Lu Ping mengajak bicara. Pertama, Lu Ping memberi tahu kalau yang membebaskan Yan Jin adalah pemimpin tertinggi Shanhai, Liu Song. Liu Song adalah bekas murid Beidou dan merupakan anggota kerajaan di Hedong. Beidou mengundang semua sekte untuk melawan Shanhai. Yang kedua, Lu Ping hendak melamar Qin Sang.

Bersambung

Komentar aku: Pertama, kasihan Guru Chu Min. Setiap hari mabuk selama 19 tahun untuk seseorang yang bahkan tidak mau memberi tahu kalau dia masih hidup. Haugh, liver/hati Guru Chu Min hebat berarti kerjanya, secara harafiah dan secara kiasan… Kedua, lamaran? Jaman itu orang menikah umur berapa, ya? Ketiga… aku kok berharap Lu Ping memeluk Guru Chu Min, ya? Chemistry Arthur Chen dan Wang Jia Ning lebih terasa, meski aslinya mereka beda 7 tahun. Oups!

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: