Legend of Awakening Ep. 25

Wei Feng diberi tahu Xi Fan kalau Lu Ping berhasil dibawa kembali ke penjara Tan oleh Jendral Qi. Wei Feng minta tambahan waktu untuk membawa Lu Ping ke pemimpin Shanhai seperti janjinya. Xi Fan menerima surat perintah untuk mundur dan tidak bersinggungan dengan Beidou.

Jendral Qi menemui Lu Ping di penjara. Lu Ping sudah tahu kalau dia akan dieksekusi dan memilih tidur daripada berbicara dengan Jendral Qi. Tapi, Jendral Qi terus berbicara. Lu Ping tidak membenci peri laku Jendral Qi yang melakukan semuanya untuk nama keluarga Qin dan kepentingan Negara Shou. Jendral Qi meminta maaf dan akan membayar kesalahannya di kehidupan berikutnya.

Wei Feng dihukum oleh Pemimpin Shanhai karena dianggap gagal melaksanakan tugasnya, terlebih lagi tidak bisa membawa Lu Ping padanya. Wei Feng membujuk Penguasa agar mengampuni Wei Feng dan memberi waktu. Pemimpin Shanhai memberikan waktu sampai jam 1 dini hari untuk membawa Lu Ping ke tempat penyeberangan kapal.

Zi Yan dan Qin Sang memata-matai Wisma Angin Sejuk. Mo Lin yang memata-matai gerbang, tahu kalau Su Tang masih di dalam wisma, tetapi tidak bisa menemukan tepatnya ada di mana. Wei Feng memarahi Bao Niang yang membersihkan kamarnya dan mengusir Bao Niang. Setelah Bao Niang pergi, Wei Feng masuk ke ruang rahasia.

Su Tang terbaring lemah karena menolak makan dan selalu ditusuk jarum oleh Wei Feng untuk menghilangkan bau, sehingga Mo Lin tidak bisa mencium bau Su Tang. Wei Feng bercerita kalau dia terpaksa menggunakan Su Tang untuk mendapatkan Lu Ping, karena dia ditekan oleh gerombolan Shanhai. Wei Feng berjanji akan merawat Su Tang saat Lu Ping tiada. Su Tang menggunakan pecahan mangkuk yang dia sembunyikan untuk melukai dirinya, agar Mo Lin bisa menemukan ruang rahasia.

Wei Feng meminta prajurit menyerahkan Lu Ping dengan menggunakan lencana Menteri Pertahanan Xu. Wei Feng berkata kalau dia selalu menganggap Lu Ping sebagai sahabat, dan akan menyelamatkan Lu Ping dari eksekusi. Mo Lin, Qin Sang dan Zi Yan menyelinap ke Wisma Angin Sejuk untuk menyelamarkan Su Tang. Mo Lin bertemu dengan Bao Niang. Berdua mereka menemukan ruang rahasia dan menyelamatkan Su Tang.

Wei Feng membawa Lu Ping ke penguasa Shanhai. Wei Feng minta agar Shanhai kembali bekerja sama dengannya untuk memerangi Negara Shou. Pemimpin Shanhai memberikan lencana Shanhai sebagai tanda perjanjian kepada Wei Feng. Lu Ping memperingatkan Wei Feng untuk tidak mempercayai janji Shanhai.

Pemimpin Shanhai menertawakan Lu Ping dan berkata kalau tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari Shanhai, termasuk Lu Ping, apalagi tidak ada seorang pun yang membela Lu Ping sekarang. Lu Ping balik tertawa dan mengatakan kalau sudah sejak lama Lu Ping tahu untuk selalu mengandalkan diri sendiri. Lalu Lu Ping berdiri dan menawan Wei Feng, Xi Fan mengeluarkan pedang dan menawan pemimpin Shanhai, prajurit Long Jie tiba-tiba sudah berada di balik prajurit Tan dan melumpuhkan mereka. Kondisi berbalik 180°. Xi Fan tidak lagi berada di bawah pengaruh Shanhai.

Semua taktik itu direncanakan Lu Ping bersama Jendral Qi saat berada di penjara. Lu Ping minta Jendral Qi mempercayainya dan mengembalikan ‘The Horn’. Jendral Qi keluar dari persembunyian bersama prajurit Long Jie. Ayah Wei Feng, Menteri Xu, datang dan melihat sendiri semua kejadian itu, sehingga Wei Feng tidak bisa berkelit. Saat akan ditangkap, Wei Feng mengambil pedang dan mengancam akan membunuh diri agar Lu Ping tidak pernah bertemu dengan Su Tang lagi. Su Tang datang bersama rekan-rekannya. Wei Feng yang menyadari kalau dia benar-benar kalah dan menceburkan dirinya ke dalam danau.

Xi Fan dirawat oleh Zi Yan dan ditemui oleh Lu Ping. Lu Ping dan Xi Fan merencanakan semua ini saat mereka bertarung di ruang kerja Jendral Xu. Lu Ping tahu kalau hipnotis dari tenaga dalam Mental bisa dikalahkan oleh tenaga dalam Suara, selama orang yang terhipnotis memiliki kepercayaan diri yang kuat. Lu Ping menggunakan ‘The Horn’ untuk melawan hipnotis sambil terus meneriakkan kalimat yang selalu diucapkan Xi Fan, ‘Tidak ada seorang pun yang ditinggalkan sendiri. Itu moto perguruan Zhaifeng.’ Xi Fan tersadar dan mereka berdua melanjutkan sandiwara sampai berhasil menangkap pemimpin Shanhai.

Akhirnya, Menteri Xu dan Menteri Xia menandatangani pakta perdamaian. Menteri Xu meminta maaf atas perlakuan putranya, Wei Feng. Jendral Qi minta agar Menteri Xu tidak terlalu merasa bersalah dan berterima kasih pada Menteri Xu yang membuat pakta ini bisa berhasil. Jendral Qi akan membawa prajurit Long Jie bersama tawanan Shanhai untuk diadili di Negara Shou dan mereka pun pamit.

Jendral Qi bertanya apa permintaan Lu Ping untuk semua jasa-jasanya? Rumah, uang, kedudukan? Lu Ping minta agar diizinkan pergi melihat perayaan di kota E’Zhou bersama Qin Sang. Qin Sang yang sembunyi keluar dan berterima kasih pada kakaknya. Jendral Qi sadar kalau dia dikerjai mereka berdua…

Bersambung

Komentar aku: sekali lagi, maafkan nama-nama yang terbalik ‘Yan’ dan ‘Xu’. Juga, nama pemimpin Shanhai, sampai sekarang, belum berhasil menemukan namanya, kecuali kalau mau membaca novel sekian ratus halaman, oy, oy…

hihihi… Jendral Qi kena batunya dan Xi Fan jatuh cinta pada Zi Yan. Tinggal Su Tang yang tidak bisa melupakan Wei Feng, meski Mo Lin selalu berada di sisinya. Episode ini meski berkutat tentang pakta perdamaian dan ‘twist & turn’ Shanhai, tetap ya berusaha memasukkan unsur romansa… wkwkwkw…

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: