Legend of Awakening Ep. 21

Guru Chu Min mengatakan kalau Guru You Dao sudah dari jauh hari merencanakan kedatangan Lu Ping ke Beidou, agar belajar mempunyai tekad yang kuat. Lu Ping menambahkan kalau Guru You Dao ingin agar Guru Wu Shu tinggal di Beidou agar bisa bekerja dengan tenang dan untuk melangkah maju, karena sudah banyak jasa yang dilakukan Guru Wu Shu. Lu Ping memberikan anggur agar Guru Wu Shu bisa memberi penghormatan dan mengucapkan selamat berpisah pada Guru You Dao.

Lu Ping menawarkan diri untuk menjadi murid Guru Wu Shu dan nantinya bertarung melawan Guru Wu Shu. Guru Wu Shu menolak, menunjuk Tian Qi sebagai muridnya. Guru Wu Shu mengajak Tian Qi berlatih lagi. Kali ini dia dari Guru You Dao. Sekarang Guru Wu Shu akan sekuat tenaga melatih Tian Qi agar bisa mewarisi kedudukannya di Puncak Kaiyang. Tian Qi pun mengikuti Guru Wu Shu dengan gembira.

Lu Ping bertanya kenapa dia bisa mengingat nada yang dibunyikan oleh ‘The Horn’, juga sewaktu beresonansi dengan ‘The Horn’ benda itu menariknya dengan kuat dan melepaskan belenggu rantai jiwa. Kenapa Guru You Dao merencanakan Lu Ping untuk bisa memiliki warisan Leng Xiu Tang dan bukan benda lainnya? Guru Chu Min menjawab terkadang nasib bisa menemukan jalannya sendiri.

Leng Xiu Tang adalah orang yang terhormat dan teguh pada kebenaran. Dia memiliki ilmu silat yang tinggi dan berhak menyandang gelar sebagai seorang pahlawan. Guru Chu Min menyuruh Lu Ping menghormat pada Guru You Dao dan Guru Leng.

Di Akademi Kelima, Wei Feng pergi karena malu telah menggunakan teknik milik Lu Ping untuk berusaha mendapatkan ‘The Horn’. Dia meninggalkan surat yang berisi alasan mengenai hal itu. Perang antara Negara Shou dan Negara Tan mengakibatkan banyaknya pengungsi. Karena Wei Feng tidak berhasil di Beidou, dia akan bergabung dengan tentara untuk membela negaranya. Huo Ying menjelaskan kalau Wei Feng adalah putra dari keluarga Xu Yan Ling, menteri Pertahanan, di kota Jiang Ning.

Lu Ping berniat mengejar Wei Feng agar bisa membantu, juga karena Wei Feng masih terluka saat mereka masuk ke institute Qisha. Keenam murid Akademi Kelima semuanya ingin ikut membantu.

Di depan gerbang kota E’Zhou, tentara menutup gerbang dan menghalangi puluhan pengungsi yang memaksa masuk dalam kota. Tak jauh dari gerbang, Su Tang dan Mo Lin beristirahat di kedai teh pinggir jalan. Su Tang membagi dua bakpau terakhir yang mereka punya. Saat Mo Lin mau makan, seorang pengungsi merebut belahan bakpau terakhir milik Mo Lin. Mo Lin hendak memukul si pengungsi itu, tetapi ditahan oleh Wei Feng. Wei Feng bahkan memberikan bekalnya pada perempuan itu.

Perempuan itu menyertai Su Tang, Mo Lin dan Wei Feng ke depan pintu gerbang kota E’Zhou. Dia bercerita kalau selama perang antar dua Negara, banyak orang yang kehilangan rumah. Mereka mencoba mengungsi, tapi Jendral kota E’Zhou, Xu Tian Bing, melarang mereka masuk. Para pengungsi kekurangan makan dan banyak yang sakit. Wei Feng maju menghadapi prajurit. Jendral Tian Bing keluar dan mengeluhkan kerumunan tersebut. Jendral Tian Bing menolak memberikan mereka masuk karena khawatir ada mata-mata di antara mereka. Sewaktu mencoba menahan Wei Feng, Su Tang membantu. Akibatnya Jendral Tian Bing menyuruh prajurit bersiap dengan panah mereka. Lu Ping, Qin Sang dan murid-murid Akademi Kelima datang membantu. Su Tang langsung berlari memeluk Lu Ping. Qin Sang menyuruh Jendral Tian Bing membuka gerbang untuk para pengungsi.

Jendral Tian Bing menegur Wei Feng cs karena dianggap melakukan tindak kejahatan dengan membiarkan mata-mata musuh masuk. Wei Feng berkata kalau dia akan mendaftarkan seluruh pengungsi, memberi makan dan obat. Wei Feng akan bertanggung jawab. Saat Jendral Tian Bing bertanya tentang jati diri, Wei Feng berkata kalau dia anak dari Xu Yan Ling. Wei Feng berkata akan melaporkan hal ini pada ayahnya dan memuji kebijakan Jendral Tian Bing.

Wei Feng tiba-tiba terjatuh dan mereka membawa ke rumah, Gedung Angin Sejuk. Su Tang meminta Mo Lin mengobati Wei Feng. Su Tang bahkan membantu Wei Feng minum obat dan memberi permen untuk menghilangkan rasa pahit. Lu Ping dan Qin Sang menyiapkan makanan untuk para pengungsi. Bao Niang, perempuan yang mereka tolong, memimpin para pengungsi untuk berterima kasih. Sementara Mo Lin datang dan mengeluhkan kedekatan Su Tang dengan Wei Feng.

Lu Ping cs, keenam murid Akademi Kelima, dan Wei Feng mendengarkan cerita dari Su Tang tentang pertemuannya dengan ayah Mo Lin, Qiu Ci, tugas yang diemban Xi Fan dan gerombolan Shanhai. Gerombolan Shanhai mungkin akan melakukan sesuatu untuk mengacaukan pertemuan perdamaian antar dua Negara. Lu Ping minta Senior Huo Ying untuk kembali ke Beidou melapor hal ini pada guru Chu Min dan guru Yao Tian untuk bersiap dan membantu kota E’Zhou menghadapi gerombolan Shanhai yang terkenal kejam. Mo Lin dan Su Tang membantu mengobati para pengungsi. Wei Feng akan memberi khabar pada ayahnya. Qin Sang juga akan minta bantuan kakaknya.

Qin Sang membujuk Lu Ping untuk bergabung dengan kakaknya menjadi pejabat Negara. Lu Ping berkata sebagai murid Beidou, dia tidak boleh ikut dalam politik Negara. Lu Ping hanya akan membantu menumpas gerombolan Shanhai dan hidup sebagai orang kebanyakan saja. Mereka pergi ke kedai teh untuk mencari informasi. Wei Feng dan Su Tang bertukar pendapat mengenai perang dan pengungsi. Wei Feng percaya satu hari akan ada penguasa tunggal yang memungkinkan Negara-negara tidak berperang lagi. Su Tang minta tolong agar Bao Niang bisa diangkat jadi pelayan. Wei Feng menyetujui dan mengangkat Bao Ning menjadi juru masak.

Wei Feng bertanya apa yang merisaukan hati Lu Ping? Lu Ping merasa mereka berada dalam kegelapan, mereka tidak bisa melihat apa yang akan direncanakan gerombolan Shanhai. Wei Feng menyarankan agar mereka tidak terlalu khawatir, mereka akan menunjukkan diri satu saat. Lu Ping juga berkata dia tidak akan minta maaf karena telah mendapatkan ‘The Horn’. Wei Feng berkata selama tujuan mereka sama, tidak ada masalah antar mereka.

Qin Sang datang berlari membawa surat yang ditulis dengan darah dari Xi Fan. Di hutan Xi Fan yang terluka melarikan diri. Lu Ping berlari ke dalam hutan mencari Xi Fan. Xi Fan tergeletak duduk menyandar pada pohon. Lu Ping bertanya siapa yang melukai Xi Fan. Xi Fan berkata kalau dia menemukan ruang rahasia tetapi tertangkap. Xi Fan beruntung dia berhasil melarikan diri. Saat Lu Ping bertanya darimana Xi Fan tahu kalau Lu Ping ada di kota E’Zhou? Mendengar pertanyaan itu, Xi Fan berusaha menghipnotis Lu Ping.

Qin Sang datang menyadarkan Lu Ping pada waktunya. Lu Ping sudah menyangka hal itu akan terjadi. Gerombolan Shanhai terkenal akan tipu muslihatnya. Xi Fan memanggil You Long untuk keluar dan menangkap Lu Ping. Lu Ping menyiapkan ‘The Horn’, Xi Fan menghunus pedangnya.

Bersambung

Komentar aku: Wei Feng berkata kalau perang antar Negara itu intinya mengenai keuntungan, agar mendapatkan profit lebih besar. Kalau sekarang perang WW III (amit-amit), apa juga karena profit? Dan yang paling menderita adalah rakyat biasa. Tul itu! Jadi, tolong, jangan ada perang lagi.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: