Mystic Pop-Up Bar Ep. 5

Kang Bae tersadar dari pingsan, melihat Wol Joo memasak di kamarnya. Kang Bae tidak mau makan, bukannya tidak enak, tapi terlalu berharga. Baru pertama kali ada yang memasakkan Kang Bae. Setelah dibujuk oleh Wol Joo kalau Kang Bae harus makan agar bisa segera bekerja, baru Kang Bae mau makan. Makanan kesukaan Kang Bae: pangsit, karena sudah lengkap dengan sayur dan daging dan tinggal dipanaskan. Dia selalu beli pangsit beku di pasar.

Kang Bae diminta Seung Ho dan Jin Dong ikut acara perusahaan tahun ini. dengan alasan mereka tidak fit. Kang Bae menolak, karena dia tidak biasa menjadi pusat perhatian dan tidak menyukai bersentuhan dengan orang banyak. Temannya memaksa, anggap saja ini sebagai hukuman bagi Kang Bae karena tidak pernah ikut event perusahaan selama ini. Acara perusahaan tahun ini adalah kontes dansa berpasangan. Dengan hadiah dua juta won dan memberi nilai tambah saat penilaian kinerja karyawan. Setiap wakil departemen di supermarket Kapeul disuruh memilih pasangan dan mengisi form peserta. Yeo Rin melirik Kang Bae dan langsung menjadi salah tingkah.

Wol Joo tiba-tiba jalan pagi. Wol Joo ingin tetap bugar agar tidak cepat marah dan lelah seperti Kang Bae. Manager Gwi berkata kalau temperamen tinggi itu memang sifat Wol Joo, bukan karena bugar. Manager Gwi juga kesal karena Wol Joo hanya memasakkan Kang Bae, sementara manager Gwi tidak pernah merasakan masakan Wol Joo. Wol Joo menyuruh Manager Gwi berolahraga, dengan hasil keduanya terkapar kecapaian. Manager Gwi menolak menggendong Wol Joo pulang. Akhirnya, mereka menyewa sepeda pasangan. Manager Gwi yang mengayuh, Wol Joo bersandar mengangkat kaki. Yeom datang saat mereka berdua sedang makan chilli dog, dan bertanya apa mereka sedang pacaran?

Yeom datang minta bantuan untuk mencari arwah yang tersesat. Awalnya Wol Joo menolak. Baru menyetujui setelah Yeom menerangkan kalau Dewa Maut yang bertugas kehilangan arwah ini karena si arwah belum mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya. Kalau arwah ini bisa masuk ke mimpi keluarga dan pamit, maka quota Wol Joo berkurang satu dan Yeom menyelesaikan satu tugas, win-win solution!

Oh Sang Gun dan istrinya, Jin Suk, sedang berdoa di depan tempat abu. Mereka mengenang ibu Sang Gun yang meninggal dunia. Sang Gun mengakui kalau dia saat itu terlalu sibuk sehingga tidak bisa mendampingi saat beliau meninggal. Jin Suk akan berkunjung ke tempat saudarinya. Sang Gun memberikan kunci mobil pada Jin Suk, sementara dia sendiri menaiki bis. Manager Gwi mengikuti Sang Gun.

Wol Joo di kedai sedang membuat pangsit. Saat Kang Be masuk, Wol Joo tersipu minta agar Kang Bae tidak terharu, Wol Joo membuat pangsit untuk dimakan sendiri. Kang Bae tidak mempedulikan itu semua. Kang Bae terlalu khawatir dengan kompetisi yang harus ia ikuti. Wol Joo menyarankan Kang Bae berpasangan dengan Yeo Rin. Sayangnya, Yeo Rin tidak mempedulikan Kang Bae. Wol Joo menyuruh Kang Bae konsentrasi bekerja, karena tugas kali ini sangat penting. Itu sebabnya mereka pindah ke daerah apartemen.

Sang Gun datang ke kedai Mystic yang menawarkan pangsit untuk makan malam. Sang Gun bercerita tentang pangsit udang buatan Jin Suk yang sangat enak, yang membuat almarhum ibunya menghabiskan satu piring. Saat Kang Bae memegang bahu Sang Gun, Sang Gun tidak bereaksi. Akhirnya, Wol Joo cs berniat mencari arwah tersebut di apartemen Sang Gun.

Manager Gwi memerika semua ruang apartement, tetapi tidak menemukan satu arwah pun. Saat manager Gwi pergi, sesosok bayangan melihat dari balik jendela. Kang Bae meminta maaf karena tidak banyak membantu, dia berharap  kalau bisa melihat arwah. Manager Gwi berkata kalau Kang Bae bisa membuat orang bicara dan melihat arwah, ada baiknya Kang Bae menjadi shaman saja, duitnya banyak. Wol Joo menimpali jadi shaman itu tidak mudah, orang menyumpahi dan mengejar shaman dengan pisau.

Esok pagi, Manager Gwi dan Wol Joo mengikuti Sang Gun naik bis menuju kantor. Saat tiba di halte dekat kantor, Sang Gun tidak turun. Sementara, ada penumpang yang masuk dan bertatapan dengan Manager Gwi. Manager Gwi mengenali sosok itu. Ada roh jahat yang memasuki tubuh si pemuda, yang beberapa saat kemudian langsung menekan tombol darurat dan melompat turun dari bis. Manager Gwi dan Wol Joo mengejar si pemuda. Manager Gwi dan si pemuda bertarung di basement parker. Manager Gwi menyuruh roh jahat keluar dari tubuh sang pemuda. Saat roh jahat tersebut terbang dan akan menabrak Wol Joo, Manager Gwi melemparkan tombaknya. Untunglah, roh jahat itu bukan yang mereka cari.

Wol Joo pergi ke kantor Sang Gun, sementara Manager Gwi mengirim roh jahat ke akhirat. Wol Joo berhasil menemukan arwah yang dicari. Wol Joo membujuk dengan mengatakan dia mengerti betapa berat meninggalkan orang yang disayangi tanpa pamit. Tapi, berkeliaran di sekitar sang anak tidak akan membantu. Saat hampir berhasil membujuk si arwah untuk ikut dengannya ke kedai Mystic, Wol joo diusir petugas bangunan karena dianggap menyusup masuk tanpa izin.

Kang Bae mendekati Yeo Rin, mengajaknya menjadi pasangan dansa. Kang Bae ingin Yeo Rin menjadi pasangan, karena Yeo Rin istimewa baginya. Satu-satunya orang yang tidak bereaksi terhadap sentuhannya. Mendengar itu, Yeo Rin langsung mengusir Kang Bae. Seung Ho dan Jin Don mengajari cara membujuk Yeo Rin. Kang Bae membayangkan kalau dia melakukan hal itu, akibatnya akan fatal. Kang Bae menolak.

Di restoran, Yeo Rin sedang makan siang. Kang Bae ikut bergabung. Tak lama, seorang tunanetra masuk untuk makan dengan membawa seekor anjing penuntun. Seorang tamu marah-marah karena seekor anjing diizinkan masuk, dia merasa terganggu. Kang Bae berdiri dan menerangkan keberadaan anjing penuntun bagi penyandang disabilitas dilindungi oleh undang-undang. Wanita tersebut tetap marah, mengatakan kalau orang musti didahulukan. Yeo Rin berdiri dan mengatakan kalau wanita tersebut mau dihargai sebagai manusia, bersikaplah manusiawi dan meminta wanita tersebut meminta maaf kepada si tunanetra.

Selesai makan, Kang Bae memuji keberanian Yeo Rin. Kang Bae tahu mengenai undang-undang anjing penuntun karena pernah bekerja sebagai relawan.

Wol Joo mengobati luka manager Gwi dan mengajak manager Gwi makan daging barbeque. Sang Gun sampai di apartemen, dan terlupa code untuk membuka pintu. Untung Jin Suk membuka pintu saat itu. Sang Gun mengatakan harinya tidak terlalu baik. Jin Suk menyuruhnya membersihkan tubuh, dan dia akan menyiapkan makan malam. Sesosok arwah kembali ke apartemen Sang Gun.

Wol Joo bercerita tentang usahanya membujuk si arwah. Wol Joo merasa kasihan dengan arwah itu. Perjalanan ke akhirat sudah cukup menyeramkan, terlebih lagi harus meninggalkan orang yang mereka sayangi. Pastinya sangat menyakitkan. Manager Gwi lebih kasihan pada Sang Gun yang ditinggalkan. Yang akan terus menyalahkan diri karena tidak ada di saat terakhir. Kang Bae datang dan minta soju. Dia kecewa karena ditolak Yeo Rin.

Manager Gwi mengajarkan kalau mau mendekati seorang gadis, katakana ‘Aku ingin menjadi seseorang yang kamu perlukan’. Itu membuat Wol Joo teringat kembali saat dia masih bersama Putra Mahkota. Putra Mahkota menyatakan keinginannya bersama Wol Joo. Tapi Wol Joo menolak karena status mereka berbeda. Wol Joo kembali dari lamunannya, dan menyuruh Manager Gwi dan Kang Bae melanjutkan makan malam.

Di kantor, Sang Gun ditegur atasannya karena melupakan janji temu dengan klien dari Jepang yang telah menunggu selama tiga jam. Sang Gun dipanggil masuk ke kantor atasan dan diminta mempertimbangkan mengajukan pengunduran diri, karena kinerjanya terus menurun. Banyak kesalahan dan hal-hal yang dilupakan Sang Gun. Sang Gun minta waktu, karena dia terlalu capai. Saat Sang Gun menyinggung tentang Jin Suk, atasannya mengingatkan kalau Jin Suk sudah meninggal.

Saat menyadari hal itu, Sang Gun berlari keluar, pikirannya teringat kembali atas semua hal yang menimpa Jin Suk dan dokter yang memberi tahu kalau Sang Gun menderita dementia. Manager Gwi menyaksikan semua itu. Saat tiba di apartemen, arwah istrinya menunggu di dapur dan menyiapkan pangsit kesukaan Sang Gun. Sang Gun memakan pangsit itu dan menangis mengenang almarhumah Jin Suk.

Jin Suk keluar dari bangunan apartemen dan disambut oleh Manager Gwi. Mereka berdua pergi ke kedai. Jin Suk menerangkan kalau dia sulit pergi ke Akhirat, karena tidak tega meninggalkan Sang Gun sendiri. Wol Joo cs pergi ke teater mimpi. Mereka melihat saat Sang Gun dan Jin Suk pergi ke satu taman. Sang Gun menyalahkan diri akan kematian Jin Suk. Jin Suk minta Sang Gun untuk terus menatap ke depan, melakukan perawatan untuk membantu menghadapi dementia, dan tidak berhenti berusaha. Sang Gun takut kehilangan ingatan akan mereka. Jin Suk berkata, dia yang akan mengingat semua saat mereka bertemu lagi. Sang Gun tertidur di samping foto Jin Suk.

Supermarket Kapeul… Yeo Rin menangkap pelanggan yang dilihatnya mencuri minuman keras. Tapi, saat diperiksa, tas pelanggan tersebut kosong dan pelanggan tersebut mengancam akan meminta Yeo Rin dipecat, atau harus berlutut meminta maaf. Melihat itu, Kang Bae memegang tangan si pelanggan. Langsung saja si pelanggan bercerita kalau mencuri di supermarket harus dilakukan berdua. Dia akan mengambil barang dan memasukkannya ke kantong, lalu bertukar kantong dengan pasangannya. Si pasangan akan menghilangkan tag yang ada dan keluar diam-diam. Dia menunjuk seorang pria yang berdiri tak jauh dari situ sebagai pasangannya. Memang ditemukan botol minuman keras yang mereka curi di tas si pasangan.

Kang Bae memberikan minuman dingin pada Yeo Rin. Kang Bae berkata dia melakukan itu karena Yeo Rin membutuhkan seseorang untuk mempercayainya. Kang Bae percaya pada Yeo Rin. Yeo Rin mengajak Kang Bae menjadi partner dalam kompetisi dansa berpasangan.

Sang Gun mampir ke kedai Mystic menyatakan kalau dia akan pindah ke rumah dekat temannya. Anak laki-lakinya juga akan segera pulang dari Amerika, juga dia mengetahui kalau Jin Suk sudah meninggal. Jin Suk akan baik-baik saja di Akhirat, sampai mereka bertemu kembali. Sang Gun berkata kalau pangsit nya mirip dengan satu rasa yang dia tidak bisa ingat, tetapi sangat familiar. Manager Gwi mengantarkan Sang Gun ke tempat barunya.

Jin Suk dan Yeom keluar dari persembunyian mereka. Jin Suk berterima kasih karena diberi kesempatan pamit dan mengetahui kalau Sang Gun baik-baik saja. Jin Suk berharap suatu hari Wol Joo akan bertemu dengan orang yang dia cintai.

Kilas balik… Putra Mahkota menunggu Wol Joo di depan rumahnya untuk memberikan cincin batu giok. Wol Joo yang melihat semua itu meminta maaf karena harus meninggalkan Putra Mahkota tanpa pamit. Satu sosok pria muda memperhatikan dengan seksama semua gerak-gerik Putra Mahkota dan Wol Joo.

Bersambung

Komentar aku: ada di episode 6, karena sepertinya ini dirangkai dengan episode berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: