Legend of Awakening Ep. 20

Qin Sang mengejar Lu Ping. Lu Ping berkata kalau dia merindukan kakak seperguruan, Su Tang dan si pembunuh kecil. Tapi, yang paling dia rindukan adalah Qin Sang. Qin Sang menegur Lu Ping, karena dia meyangka Lu Ping sudah tiada, juga pantatnya panas berkuda sedemikian jauh. Lu Ping mengajaknya duduk di atas arena. Saat duduk berdampingan, Qin Sang masih membahas soal Zi Yang. Lu Ping bertanya apa Qin Sang masih cemburu? Lu Ping berkata kalau dia ingin membalas dendam, dia tidak peduli akan dirinya sendiri apalagi merepotkan orang lain. Itu sebabnya dia tidak menghubungi Qin Sang.

Lu Ping menunjukkan rasi bintang Beruang Besar, dan bintang Kaiyang, bintang milik Guru You Dao. Sebelum Guru You Dao meninggal, dia berusaha mempersiapkan segalahnya untuk Lu Ping. Lu Ping percaya rencana Guru You Dao ada maknanya. Qin Sang berkata, ia akan mendampingi Lu Ping sampai ujung jalan itu. Qin Sang, saat berduka, menfokuskan tenaganya dan berhasil menguasai tiga tenaga dalam. Zi Yang menyaksikan semua itu, menangis dan pergi.

Guru Chu Min bertanya pada Zi Yang, apa yang dia inginkan? Bersaing dengan Qin Sang atau tetap mempertahankan Lu Ping? Guru Chu  Min berkata kalau Zi Yang tidak mengenal Lu Ping dengan baik. Juga, kalau ingin orang lain menghormatinya, dia harus menjadi kuat. Zi Yang malu mengucapkan semua itu dan minta izin untuk tinggal di Beidou saja.

Qin Sang bertanya kenapa Lu Ping sengaja membuat Zi Yang melihat semua itu? Lu Ping berkata, dia menganggap Zi Yang sebagai temannya. Dia berharap suatu waktu, Zi Yang bertemu dengan pria yang mencintainya dengan tulus.

Lu Ping berkata kalau setiap malam dia mendengar nada yang familiar, tapi tidak dia ingat. Mungkin itu adalah pesan dari Guru You Dao, tapi Lu Ping belum mengerti. Senior-senior di Akademi Lima tidak tertarik membicarakannya dengan Lu Ping. Beidou terlalu luas untuk mencari asal suara tersebut. Qin Sang berkata, kalau perkataan tidak mempan, bagaimana kalau Kuinyin?

Lu Ping dan Qin Sang mengancam dengan akan membunuh kelinci putih milk senior kalau tidak memberi tahu. Huo Ying menengahi dengan berkata kalau dia tidak tahu nada lagu apa yang Lu Ping dengar, tapi suara itu berasal dari Institut Qisha di mana senjata-senjata rahasia Beidou disimpan. Nada yang Lu Ping dengar mungkin resonansi dari peralatan perang yang ada di sana.

Selama ratusan tahun, peralatan dan senjata dari ketua-ketua Beidou yang meninggal disimpan di sana. Kalau murid ada yang berani, silahkan mengadu nasib. Semuanya bergantung pada kemampuan mereka sendiri. Institut Qisha berada di puncak Kaiyang, di bawah pimpinan Guru Wu Shu. Sejak dipimpin Guru Wu Shu peralatan perang bertingkah aneh, kalau murid bertidak ceroboh, mereka bisa kehilangan nyawa.

Lu Ping dan Qin Sang sampai di depan institute Qisha. Kepala murid Akademi Lima, Xu Wei Feng, mengingatkan kalau Lu Ping tidak akan selamat masuk ke institute Qisha berbekal kemampuannya yang sekarang. Di dalam banyak peralatan aneh yang akan menyerang mereka. Peralatan paling ajaib ada di platform Jiebing, tempat paling berbahaya. Lu Ping tetap berniat masuk, meski tahu bahaya yang akan dia hadapi. Wei Feng mengajak Lu Ping masuk bersama.

Lu Ping masuk bersama Wei Feng. Begitu mereka masuk, denting ratusan bel kecil memperingati Guru Wu Shu. Guru Wu Shu membiarkan mereka mencoba. Di platform Jiebing terletak ‘The Horn’ senjata milik Leng Xiu Tan. Wei Feng melemparkan batu. Begitu dilempar, batu itu menembus energy yang mengakibatkan senjata-senjata rahasia beraksi. Wei Feng telah mencoba beberapa kali dan gagal. Lu Ping disuruh menggunakan tenaga dalam Suara untuk menyelaraskan gelombang bunyi. Kalau mereka berhasil, mereka mungkin bisa mendekati platform Jeibing. Baru beberapa langkah mereka sudah terluka. Mereka keluar. Guru Wu Shu dan Tian Qi mendatangi mereka. Guru Wu Shu berkata kalau Lu Ping terlalu gegabah dan congkak. Tapi Lu Ping yakin Guru You Dao mengirim dia ke Beidou pasti ada alasannya, dan dia berniat memenangkan ‘The Horn’.

Guru Wu Shu membuat platform Jeibing berdasarkan tenaga dalam Suara yang ditekuninya selama berpuluh tahun. Kalau Lu Ping berhasil mendapatkan ‘The Horn’, Guru Wu Shu akan menyerah dan mendampingi Lu Ping untuk berhasil di Beidou. Taruhan pun dimulai!

Lu Ping melihat Wei Feng sedang bermeditasi dan berterima kasih atas bantuannya. Wei Feng berkata mirip dengan yang dikatakan Xi Fan, tidak ada seorang pun yang ditinggalkan. Hanya saja Wei Feng beda dengan Xi Fan. Kalau Xi Fan tulus, maka Wei Feng menggunakan Lu Ping untuk mendapatkan ‘The Horn’. Wei Feng tidak mengelak. Lu Ping berjanji akan mendapatkan ‘The Horn’ dan tidak akan melepaskan pada Wei Feng.

Qin Sang membawakan Guru Chu Min minuman anggur dan mengatakan kalau Lu Ping hendak memenangkan ‘The Horn’. Guru Chu Min terkejut, berpikir dan mengakui kalau rencana Guru You Dao itu sungguh hebat. Guru Chu Ming tertawa dan meminta anggur dari Qin Sang.

Qin Sang membawa Lu Ping ke tempat latihan yang telah Qin Sang siapkan. Qin Sang menyiapkan tempat ini berdasarkan perkataan Lu Ping, kalau ‘The Horn’ membuat tenaga dalam Suara menjadi berlipat ganda. Guru Chu Ming menyarankan agar Lu Ping tidak memaksa masuk platform dengan menggunakan tenaga dalam Kekuatan yang sudah tidak dikuasainya lagi. Jadi, hanya dengan menghindari jebakan, Lu Ping bisa mendekati ‘The Horn’.

Lu Ping berkata, saat dia mendekati ‘The Horn’ resonansi suara yang ditimbulkan bukannya tidak berirama, melainkan mendekati nada yang dia dengar sekarang. Nada yang selalu dia gumamkan sejak ada di penjara dan saat mereka membuka teknik Pembelahan Jiwa di gedung Sutra. Dengan menggunakan nada tersebut, Lu Ping akan mencoba mendekati ‘The Horn’ Mereka pun mulai berlatih.

Saat malam tiba, Qin Sang datang ke kamar Lu Ping untuk membawakan makanan, karena Xiao Mei sudah membereskan dapur dan mengancam akan mematahkan kaki Lu Ping kalau Lu Ping berani mengacak-acak dapur. Saat mereka makan, Tian Qi datang dan marah-marah. Tian Qi masuk karena takut Lu Ping berbuat jahat pada Qin Sang. Tian Qi dan Lu Ping pun meninggalkan kamar Lu Ping.

Lu Ping kembali berlatih dan kali ini dia berhasil mengalahkan semua batu yang dilemparkan Qin Sang. Saat itu Huo Ying memberi tahu kalau Wei Feng akan mencoba masuk institute Qisha lagi. Guru Chu Min berada di ruangan Guru Wu Shu. Bel-bel mulai berdenting. Tian Qi member tahu kalau yang masuk adalah Wei Feng, bukan Lu Ping. Tapi, bel mulai berdenting lagi, tahulah mereka kalau Lu Ping pun mulai memasuki Institute Qisha.

Wei Feng sudah semakin mendekat platform, sewaktu ditegur Lu Ping, Wei Feng mengatakan tidak ada yang namanya adil, semua mencoba untuk dirinya sendiri. ‘The Horn’ mendengar suara pertengkaran mengamuk dan mengaktifkan senjata dengan lebih kencang. Wei Feng dan Lu Ping terlempat ke depan pintu.

Lu Ping berdiri, dan mencoba kembali. Dia berhasil mendekati platform. Saat ‘The Horn’ mengencangkan tenaganya, Lu Ping menyamakan resonansi dan berhasil melewati dinding tenaga yang tidak terlihat. Lu Ping sudah berada di dalam ruang platform Jiebing. The Horn mengaktifkan segel tenaga dalam Lu Ping dan menyeretnya semakin mendekat. Gelombang suara ‘The Horn’ semakin kuat, mengakibatkan gelombang suara yang mempengaruhi murid-murid Akademi Kelima di luar institute Qisha.

Lu Ping bertahan di platform Jiebing, dan mulai menyamakan nada lagi, The Horn mulai memutuskan satu persatu rantai segel jiwa Lu Ping. Sampai akhirnya semua terhenti. Kondisi sunyi sepi saat Lu Ping keluar dan memperlihatkan ‘The Horn’ sudah ada di pergelangan tangannya. Guru Chu Ming menangis terharu. Teman-teman seakademi memberinya selamat.

Guru Wu Shu terpana saat tahu dia kalah taruhan, dan dia pun pergi. Guru Wu Shu pergi ke tugu peringatan Guru You Dao. Guru Wu Shu marah-marah dan terus menyalahkan Guru You Dao. Tian Qi mengingatkan kalau Guru You Dao sudah meninggal. Guru Wu Shu tetap tidak terima. Lu Ping datang mengingatkan kalau Guru You Dao akan sangat bahagia mengetahui semua jasa yang Guru Wu Shu lakukan. Lu Ping tahu kalau di dalam hati Guru Wu Shu merindukan Guru You Dao. Lu Ping mengatakan akhirnya dia mengerti kenapa dia dikirim ke Beidou. Bertemu dengan Guru Wu Shu akan meningkatkan sifat kompetitif Lu Ping. Guru You Dao menyegel semua tenaga dalam Lu Ping supaya dia bisa berkonsentrasi pada tenaga dalam Suara dan mendapatkan ‘The Horn’

Bersambung

Komentar aku: Untung ya, pelatihan itu sering dipercepat jadi 1 seri, coba kalau tidak, berapa episode kita musti tunggu sampai Lu Ping mencapai tingkat master dari 1 tenaga dalam saja?

Reaksi orang untuk menunjukkan kehilangan berbeda-beda, ada yang menangis, putus harapan, tapi ada juga yang marah, seperti Qin Sang dan Guru Wu Shu. Keduanya marah, lalu memfokuskan pada hal yang positif. Good job!

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: