Legend of Awakening Ep. 10

Legend of Awakening

Episode 10

Lu Ping, Xi Fan, Su Tang dan Mo Lin resmi menjadi murid Guru Chu Min. Mereka pun rajin berlatih di bawah arahan Guru Chu Min. Mo Lin menanyakan kenapa yang lainnya bisa punya dua tenaga dalam, tetapi dia tidak bisa melatih tenaga dalam Kekuatannya? Guru Chu Min menjelaskan kalau keluarga Mo memang memiliki jalan darah yang tidak sempurna, sehingga tidak semua tenaga dalam bisa mereka kuasai. Juga, Guru Chu Min menasihati Mo Lin agar tidak berkecil hati, bersilat bukan melulu mengandalkan Kekuatan saja. Pengaturan dan penggunaan dari beberapa tenaga dalam bisa menghasilkan jurus-jurus yang hebat dan kombinasinya tidak terbatas. Itu adalah inti dari kekuatan. Dengan tidak menguasai salah satu tenaga dalam, itu bukanlah sebuah kekurangan, karena dia bisa berkonsentrasi menguasai dengan baik tenaga-tenaga dalam lainnya.

Mo Lin mengerti apa yang dimaksud dan mencoba menggabungkan tenaga dalam yang dia miliki sekarang untuk menyerang Xi Fan. Xi Fan yang dikalahkan Mo Lin pergi belajar sendiri. Guru You Dao mengkhawatirkan keadaanya. Su Tang mengejar Xi Fan. Xi Fan menjelaskan kalau aliran tenaga dalamnya terluka karena digunakan secara paksa. Hanya, dia menolak dibantu oleh siapa pun, dan minta Su Tang untuk tidak memberi tahu siapa pun, terutama Lu Ping. Xi Fan pergi meninggalkan Su Tang, pun menolak saat Su Tang memberinya permen. Selama itu, Mo Lin dan Lu Ping mengikuti Su Tang dan mendengar semuanya, tapi mereka bersembunyi agar Xi Fan tidak makin merasa bersalah.

Lu Ping berjalan ke kota, Mo Lin pun menyusul. Bagi Mo Lin, Lu Ping itu tipe orang yang suka jahil ke orang yang dia sayangi. Mo Lin berkata saat melakukan teknik pemisahan tenaga dalam, dia berhasil karena khawatir kalau dia akan kehilangan ‘keluarga’ yang dia sayangi. Saat itulah dia berhasil. Mo Lin bertanya apakah Lu Ping memikirkan Qin Sang saat segelnya terbuka? Lu Ping menolak menjawab dan melarikan diri. Lu Ping tahu hal itu, dan dia pergi ke toko pakaian.

Asisten jendral Wen Rui sedang membujuk Qin Sang agar mendengarkan kakaknya dan menjauhi Lu Ping. Saat Ast. Jend. Wen Rui pergi, Lu Ping menyelinap masuk. Lu Ping memberikan hadiah untuk Qin Sang sebagai ganti baju yang dia robek. Juga, karena Lu Ping ingin mengetahui info mengenai Ge Cheng. Lu Ping lari saat Qin Sang mengancam memanggil Jendral Qin Qi karena Lu Ping telah mencoba menyuapnya untuk mencari info juri kompetisi. Zi Yang mengejar Lu Ping dan memberikan surat dari Qin Sang memberi info tentang Ge Cheng. Saat Zi Yang menanyakan apa yang bisa dia bantu, Lu Ping meminta agar Zi Yang membantu Xi Fan agar semangatnya kembali lagi. Xi Fan masih berberat hati karena dia tidak juga bisa menggunakan tenaga dalamnya dengan baik. Xi Fan teringat pada saat Si Tu Luo menjarah kotanya dan bagaimana temannya melindungi dia. Xi Fan makin merasa tidak berdaya. Saat itu, Zi Yang datang ke tempat Xi Fan untuk memberikan makanan kecil, seraya membesarkan hati Xi Fan. Xi Fan menyadari kalau Lu Ping yang mengirim Zi Yang untuk menyemangatinya.

Hari kompetisi pun dimulai. Jendral Qi masuk dengan didampingi Ge Cheng dan Wen Rui. Jendral Qi menerangkan kalau mengikuti kompetisi itu sama seperti berada di medan perang. Hal terpenting adalah kemenangan, kematian tidak ada artinya. Kompetisi akan dilakukan dalam 2 babak. Yang berhasil melalui babak pertama boleh mengikuti babak kedua. Hari ini akan dilakukan babak pertama dalam lima tahap.

Tahap pertama kompetisi adalah untuk mengukur tenaga dalam Energi. Setiap wakil tim harus mengambil lencana yang berada tinggi di atas pohon. Saat semua berhasil mengambil lencana peserta, Mo Lin tertinggal di atas pohon. Dengan segenap tenaganya, Mo Lin berhasil mendapatkan lencana. Meski harus jatuh berdebum dari pohon.

Tahap kedua adalah mengukur tenaga dalam Suara. Setiap wakil tim diwajibkan mencari tempat di mana keenam penguji yang disebar di enam sudut tempat kompetisi berada. Para penguji ini memainkan sitar dan memainkan lagu yang sama. Peserta harus menandai posisi para penguji di peta yang diberikan dan setelahnya memainkan lagu yang dimainkan para penguji. Lu Ping menjadi peserta pertama yang berhasil menemukan posisi para penguji dengan tepat. Tapi, dia gagal saat disuruh memainkan lagunya. Lu Ping tidak bisa bermain sitar. Penguji dan Luo Ting merendahkan Lu Ping dan teman-temannya yang berasal dari perguruan miskin dan tidak berpendidikan. Saat Lu Ping merasa bersalah, Xi Fan berusaha menghiburnya. Mereka sekarang bergantung pada Su Tang untuk bisa melewati tahap terakhir, agar bisa masuk ke babak terakhir.

Tahap terakhir adalah mengukur tenaga dalam Kekuatan. Setiap peserta harus mengangkat dua barbell. Saat peserta paling berbadan besar berhasil mengangkat dua barbell, tiba-tiba dia merasa dirinya terangkat. Su Tang mengerahkan seluruh tenaga dalam Kekuatannya, untuk mengangkat barbell sekaligus mengangkat peserta yang masih memegang barbell. Luluslah mereka ke babak kedua… (LOL).

Selesai babak pertama, Qin Sang mengajak Lu Ping menemui Ge Cheng yang dikawal oleh Wen Rui untuk kembali ke pondok untuk beristirahat. Qin Sang akan mengalihkan perhatian Ast. Jendral, sementara Qin Sang menemui penasihat. Setelah mempersilahkan Wen Rui pergi, penasihat mengundang Lu Ping masuk. Ge Cheng merasakan tenaga dalam Lu Ping yang tidak berniat mengancam, karenanya dia tidak khawatir dengan kehadiran Lu Ping dan meminta Wen Rui pergi.

Saat Lu Ping bertanya tentang gerombolah Shanhai, Cheng bercerita kalau tiga tahun yang lalu, dia menyelamatkan seorang pemuda dari penjara. Tetapi, dia dilukai oleh gerombolan Shanhai. Sejak saat itu, dia selalu mencari tahu di mana pemuda itu berada. Lu Ping pun bercerita bahwa tiga belas tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang diculik dan disiksa gerombolan Shanhai. Si pemuda berpikir bahwa dia tidak akan hidup, sampai seorang pendekar menyelamatkan dirinya. Ge Cheng membuka lengan baju Lu Ping, rantai segel jiwa bergerak memutari lengannya. Mereka saling menemukan orang yang mereka cari selama ini.

Di penginapan, Guru Chi Min memberi tahu Guru You Dao, kalau keempat muridnya lolos ke babak kedua. Guru You Dao senang karena akhirnya perguruan Zhaifeng akan naik martabatnya. Guru Chu Min mengingatkan kalau Lu Ping mempunyai maksud tersembunyi mengikuti kompetisi. Tetapi, Guru You Dao tidak khawatir.

Lu Ping dan Ge Cheng berbincang tentang hal-hal yang mereka alami selama ini. Tiba-tiba rantai segel tenaga dalam Lu Ping menguat…

Bersambung

Komentar aku: sementara ini, aku juga coba mereview ‘Detective Chinatown’. Aku menyenangi keduanya, karena sama-sama menghadirkan unsur humor dalam kedua seri ini. Hanya saja, untuk me-review seri silat, penjelasan akan lebih panjang. Karena banyak pendidikan moral yang dimasukkan ke dalamnya.

Tidak banyak seri silat yang aku suka, terutama karena episode mereka panjang, 50 – 60 episode dalam satu seri. Dan sering berulang-ulang, baik tema mau pun cerita pengisinya (filler). Legend of Awakening aku cukup suka karena tidak terlalu menekankan pada romantisme antara Lu Ping dan Qin Sang.

Ngomong-ngomong nama Lu Ping itu diambil dari Lupin, bukan ya? Arsene Lupin adalah tokoh fiksional yang merupakan seorang pencuri dan ahli menyamar. Tidak terlalu jauh dari Lu Ping yang juga adalah Dewa Bandit.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: