Legend of Awakening Ep 4

Legend of Awakening

Episode 4

Setelah yakin tidak ada yang bersembunyi di bawah tempat tidur, Si Tu Luo berkata pada Su Tang, ‘Aku hanya bercanda, gadis muda, menyenangkan bukan?’ Mereka pun keluar. 

Saat Su Tang membalikkan tempat tidur, Qin Sang telah berhasil melepaskan diri dan menyilangkan pedang Kuinyin ke leher Lu Ping. Su Tang minta Lu Ping dibebaskan karena dia bukan anggota Shanhai dan tidak akan bersusah payah menyelamatkan Qin Sang. Qin Sang tidak percaya. Lu Ping minta Su Tang mendengarkan kata Qin Sang dan dia akan pergi bersama Qin Sang. Saat melewati Su Tang, Lu Ping membisikkan untuk menyelamatkan dia.

Tian Qi menyuruh mengunci Zi Yang agar bisa melaksanakan rencananya. Dia akan berpura-pura mengadakan keributan lalu menyelamatkan Qin Sang. Madam Jin tidak setuju, tapi Tian Qi menjanjikan akan membayar dua kali lipat kalau madam Jin membantu drama ini. Su Tang mendengar semua itu dari balik tirai dan tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Lu Ping.

Lu Ping yang disandera Qin Sang menolak berjalan, karena capai. Qin Sang mengatakan kalau dia bukan orang yang tidak mau mendengarkan orang lain, tetapi kenapa Shanhai selalu berada di sekeliling Lu Ping? Juga, saat kakaknya, Jendral Qi, menyelamatkan Ge Cheng dari cengkraman Shanhai, Ge Cheng hanya seorang diri, tidak ada teman atau keluarga. Jadi, kenapa Lu Ping mengaku-aku kalau dia adalah anggota keluarga Ge Cheng? Su Tang datang membawa Tian Qi dan Zi Yang sebagai alat barter dengan Lu Ping. Zi Yang melarang Qin Sang menyelamatkan dirinya, menangkap Dewa Bandit lebih berharga disbanding nyawanya. Mendengar itu membuat Lu Ping marah dan menasihati Zi Yang untuk tidak menganggap remeh nilai sebuah nyawa. Nyawa setiap orang adalah milik dirinya sendiri, bukan milik orang lain.

Setelah berkata itu, Lu Ping melempar batu ke arah sarang tawon. Tian Qi yang panic diserang tawon, ditendang oleh Lu Ping, membuat Qin Sang berlari berusaha menyelamatkan Tian Qi. Lu Ping memperingati Qin Sang untuk tidak pernah mencarinya lagi, dan pergi sambil membawa dompet milik Qin Sang yang dicurinya.

Mo Lin dan Xi Fan akhirnya sampai juga di restoran Ru Yu. Mo Lin berteriak memanggil Qin Sang. Dari lantai dasar terdengar suara ribut-ribut. Meyangka itu Lu Ping. Mo Lin dan Xi Fan melihat dari balik pagar lantai satu. Yang mereka lihat adalah pasangan Xing – Luo menyandera seluruh isi restoran. Mereka ketahuan saat madam Jin berteriak minta tolong. Saat Mo Lin dan Xi Fan meloncat ke bawah, tanpa sengaja senjata busur Mo Lin terpicu. Anak panah pun terlepas dan tidak sengaja membunuh Si Tu Xing. Si Tu Luo menjadi sangat murka dan melukai Xi Fan, untung prajurit kota Chen Qiao datang dan menyelamatkan mereka semua.

Lu Ping dan Su Tang kembali ke perguruan. Begitu juga Xi Fan yang terluka dan Mo Lin. Lu Ping menemukan cara untuk mencari Ge Cheng, yaitu dengan mengikuti event ‘Kompetisi Pertarungan Tenaga Dalam’. Untuk bisa masuk ke kompetisi, mereka harus mengikuti ujian Negara bagian. Perkataan Su Tang kalau kompetisi kali ini diselenggarakan oleh Jendral Qi, mengingatkan Lu Ping akan perkataan Qin Sang, bahwa Ge Cheng ditunjuk untuk menjadi kepala juri untuk alasan politik. Karenanya, Lu Ping harus lolos dari ujian Negara bagian Chan, bagaimana pun caranya. Su Tang mengangguk.

Tian Qi mengundang Qin Sang untuk tetap tinggal di Negara bagian Chan. Pembunuh dari Shanhai telah mati dan satunya lagi dalam tahanan. Qin Sang bisa tinggal di gubernuran sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi. Qin Sang menolak dan mengatakan kalau kakaknya, Jendral Qi sudah menjemput.

Gubernur Wei khawatir akan dihukum Shanhai karena menyebabkan kematian Si Tu Xing. Dia memerintahkan Wei Ming untuk membebaskan Si Tu Luo, tapi Wei Ming mengatakan kalau sebelum dia menjalankan perintah itu, Si Tu Luo telah melarikan diri. Si Tu Luo melarikan diri untuk membalaskan dendam pada perguruan Zhaifeng. Dia menawan semua anggota perguruan Zhaifeng.

Xi Fan tidak ikut tertawan, karena sedang mencoba mengobati lukanya. Xi Fan teringat kenapa dia tidak bisa mengangkat pedang dan melawan Si Tu Luo. Si Tu Luo lah yang membunuh temannya kala gerombolan Shanhai mengobrak-abrik kotanya. Xi Fan mendengar teriakan dari perguruan Zhaifeng. Mo Lin menghalangi Xi Fan untuk melawan Si Tu Luo, dengan kondisinya, itu sama saja bunuh diri. Xi Fan bersikeras, karena guru You Dao mempercayakan perguruan padanya. Xi Fan pun datang menghadapi Si Tu Luo. Si Tu Luo setuju membebaskan murid-murid Zhaifeng, dengan syarat Xi Fan musti menyeret murid-murid Zhaifeng keluar, dengan menggunakan kekang Sabit Perak. Berapa nyawa yang bisa diselamatkan adalah keputusan Xi Fan.

Selangkah demi selangkah, Xi Fan menyeret temannya keluar, sembari mengenakan kekang Sabit Perak. Mo Lin berusaha membantu dengan menggunakan busurnya. Mo Lin menggunakan antidote untuk membebaskan teman-teman Xi Fan. Tapi keduanya bukan tandingan Si Tu Luo.

Lu Ping yang membeku karena ketakutan akhirnya sadar kalau mimpi buruknya tidak akan berakhir kalau dia tidak menghadapi monster mimpi buruknya. Dia pun mengenakan jubah Dewa Bandit dan melawan Si Tu Luo. Su Tang membantu teman-temannya meninggalkan perguruan. Sementara mereka bertiga menyaksikan Lu Ping melawan Si Tu Luo. Mo Lin disuruh Xi Fan menggunakan Pivot untuk mendeteksi ‘Pisau Api’, senjata rahasia perguruan Zhaifeng. Dengan menggabungkan busur Mo Lin Kekuatan Su Tang, mereka berhasil meledakkan Pisau Api. Ledakan itu menyebabkan topeng Dewa Bandit terlempar, rahasia Lu Ping pun terbongkar. Si Tu Luo mengenali Lu Ping dan berlari untuk memberi tahu penguasa Shanhai. Untung guru Yao Dao sudah kembali dan melempar Si Tu Luo ke dalam danau.

Guru You Dao menyuruh Lu Ping, Su Tang, Xi Fan, dan Su Tang berlutut dan memarahi mereka. Bagaimana mungkin saat dia pergi, perguruan Zhaifeng diobrak-abrik dan mereka membuat masalah dengan gerombolan Shanhai? Xi Fan membela Lu Ping. Guru You Dao minta bicara empat mata dengan Lu Ping. Sebelumnya, dia memberikan obat untuk mengobati luka Xi Fan. Lu Ping memberikan kantong uang yang dicurinya dari Qin Sang untuk mengganti kerugian yang terjadi. Lu Ping berterima kasih untuk semua yang dilakukan guru You Dao. Tetapi, dia telah membawa gerombolan Shanhai ke Zhaifeng, untuk itu Lu Ping memutuskan untuk keluar dari perguruan agar gerombolan tidak mengganggu Zhaifeng lagi. Guru menerima anggur yang diberikan dan akan menyelesaikan masalah ini.

Lu Ping kembali ke danau untuk berlatih mencoba menyimpan tenaga dalam agar dapat dipakai mengikuti ujian daerah Chan. Xi Fan berusaha membantu, tetapi ditolak, bagi Lu Ping, Xi Fan dan perguruan Zhaifeng tidak berhutang apa-apa. Semua dia lakukan karena ingin menang kompetisi. Selesai berlatih Su Tang bertanya kenapa tidak minta bantuan Xi Fan saja? Lu Ping bersikeras kalau dia tidak bermaksud membantu Xi Fan atau perguruan Zhaifeng. Baginya, menyelamatkan Su Tang saja sudah cukup. Su Tang tahu kalau kakaknya berbohong. Tidak mungkin Lu Ping menghabiskan simpanan tenaga yang akan digunakan untuk kompetisi kalau tidak untuk menyelamatkan perguruan. Lu Ping tidak mau memikirkan semua itu, waktu kompetisi hanya tinggal enam hari. Dia akan berusaha sekuat tenaga agar bisa lolos ujian Negara bagian.

Saat Xi Fan menemui Guru Guo untuk menanyakan cara menyembuhkan Lu Ping, Guru Guo memberinya Rumput Liar Mo.

Bersambung

Komentar aku: drama ini punya cara untuk membuat aku tertawa, tapi juga terharu dan sebal. Ha! Raut muka Lu Ping dan Su Tang saat guru Yao Dao bersikeras kalau dia menguasai ilmu silat yang dashyat dan akan melampaui Beidou… Yeah, if you say so

Di episode ini aku suka melihat acting Ancy Deng. Apalagi saat dengan lucunya dia berlari mengejar Lu Ping. Benar-benar terlihat seperti anak kecil yang mengejar kakaknya.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: