Legend of Awakening Ep 3

Legend of Awakening

Episode 3

Qin Sang menangkap dan menginterogasi si penyusup. Dia mengaku bernama Mo Lin, sang pembunuh bayaran, dan datang karena membaca poster yang disebar Tian Qi. Poster yang sangat menarik, dipasang di seluruh kota, dengan tulisan besar-besar. Mo Lin menghabiskan waktu setengah hari untuk merobek semua poster, untuk mengurangi persaingan. Qin Sang tidak berharap banyak dari Mo Lin yang tidak punya visi Kekuatan, Mo Lin tidak akan mampu menangkap Dewa Bandit. Mo Lin berdalih bahwa meski dia tidak punya kekuatan dan terlihat lusuh, dia adalah pencari orang yang terbaik.

Qin Sang menyuruh Zi Yang menyerahkan Mo Lin ke polisi. Saat Mo Lin mendekati Qin Sang, dia gunakan tenaga dalam Pivot dan menceritakan semua kegiatan yang dilakukan Qin Sang sejak pagi. Mulai dari sikat gigi, makan siang hari, sampai jalan-jalan sore. Mo Lin juga membaui benda yang bukan milik Qin Sang, robekan baju Dewa Bandit, yang disimpan Qin Sang di pinggangya. Qin Sang mengeluarkan secarik robekan kain.

Qin Sang bertanya kalau dia menyewa Mo Lin, keuntunga lain apa yang akan dia dapat?

Mo Lin menjawab nyawa Zi Yang, yang jatuh pingsan ke lantai. Qin Sang kagum dan heran kapan Mo Lin punya waktu untuk meracuni mereka? Mo Lin menjawab seorang pembunuh bayaran harus bersiap sebelum melakukan aksinya. Qin Sang setuju menyewa Mo Lin. Mo Lin memberi obat penawar yang membuat Zi Yang pingsan lagi saat melihat ukurannya.

Di tengah hutan tangan kanan Gubernur Wei, Wei Ming, membawa jasad Si Tu Chong untuk dikenali gubernur Wei. Gubernur Wei bingung, kalau Si Tu Chong dari Shanhai sudah menginggal, kenapa Qin Sang masih mencari anggota Shanhai lainnya? Apa mungkin pimpinan Shanhai mengirimkan mata-mata lain ke Negara bagian Chan? Wei Ming menyanggah karena selama ini gubernur Wei telah menunjukkan kesetiaanya pada Shanhai. Gubernur Wei menyuruh Wei Ming melaporkan insiden ini ke Shanhai agar tidak dihukum, juga untuk memata-matai gerak-gerik Qin Sang.

Di dalam istana Shanhai, Sang Penguasa duduk memainkan sitar, Kepala divisi Air membacakan pesan dari Gub. Wei kalau Si Tu Chong dibunuh dan lencananyadiambil. Kepala Divisi Api, Zhou You Long tidak percaya karena Tu Chong mengusasai tiga tenaga dalam dan tidak ada orang di kota Chen Qiao yang bisa menyaingi. Penguasa Shanhai memukul You Long. You Long berlutut meminta maaf dan akan mengirim pasangan Si Tu Xing dan Si Tu Luo ke kota Chen Qiao untuk menghukum mati si pembunuh.  

Mo Lin sampai di perguruan Zhaifeng, tempat dia mencium bau kuat Dewa Bandit. Perguruan Zhaifeng tutup, membuat Mo Lin curiga dan mencoba berbagai cara untuk menyusup masuk. Saat Mo Lin marah-marah pada Dewa karena dianggap berlaku tak adil, Xi Fan membuka pintu gerbang dan menyilakan Madam Jin keluar. Madam Jin datang karena kesal Guru You Dao tidak menyelamatkannya dan pergi tanpa pesan. Xin Fan punya pesan dari guru kalau punya hubungan itu biayanya mahal. Jadi, tolong bayar semua biaya penyelamatan termasuk komisinya sekaligus. Madam Jin terus memuji-muji guru Yao Dao dan menggoda Xi Fan. Sampai akhirnya Madam Jin pergi tetap dengan pesan agar Xi Fan memuji dirinya di depan guru You Dao dan menyuruh You Dao datang ke restoran Ru Yu miliknya.

Mo Lin mengirim pesan ke Qin Sang. Dia sudah menemukan tempat persembunyian Dewa Bandit dan minta Qin Sang mengirim 20 orang, sisanya akan dia atur. Tian Qi masuk dan menawarkan diri membantu Qin Sang.

Su Tang melarang Lu Ping mencari Qin Sang. Yang mampu menyebarkan poster ke seluruh kota adalah Qin Sang. Lu Ping tidak mau kehilangan kesempatan untuk kedua kalinya. Bagaimana pun caranya, dengan membujuk atau memaksa, Lu ping akan membuat Qin Sang menunjukkan tempat tinggal Ge Cheng. Xi Fan menghalangi Lu Ping pergi, bagaimana pun caranya, termasuk tidur di kamar Lu Ping kalau perlu. Shi Tou belari masuk perguruan sambil berteriak. Kali ini madam Jin benar-benar sial, para bandit datang hendak membalaskan dendam.

Gubernur Wei memberi hormat pada pasangan Xing – Luo. Gubenur Wei mendengar khabar kalau Qon Sang akan bertemu dengan Dewa Bandit di restoran Ru Yu. Agar tidak membuka jati dirinya, Gubernur Wei minta agar Xing – Luo yang menanganinya. Si Tu Luo mengampuni gubernur Wei setelah mengancamnya akan menebas leher kalau berita itu palsu. Setelah pasangan Xing – Luo pergi, gubernur Wei menyesalkan keserakahannya yang membuat dia bekerja sama dengan Shanhai. Belum selesai masalah satu, prajurit memberi tahu kalau putra semata wayang, Tian Qi juga pergi ke restoran Ru Yu. Gubernur menyuruh Wei Ming mengerahkan prajurit untuk membawa paksa Tian Qi pulang.

Murid-murid perguruan Zhaifeng berhasil menemukan Madam Jin yang disandera Dewa Bandit. Pengawal Madam Jin berjatuhan diserang Dewa Bandit dan melarikan diri. Xi Fan mengatakan kalau dia menghormati Dewa Bandit yang merampok orang kaya dan membagikan hartanya untuk orang miskin. Lalu, kenapa Dewa Bandit musti bersembunyi? Siapa Dewa Bandit sebenarnya? Dewa Bandit terbatuk dan ditopang Xi Fan. Xi Fan membuka kedoknya, Dewa Bandit adalah Mo Lin. Mo Lin mengaku kalau dia terluka saat melawan para pengawal. Saat mengetahui kalau Dewa Bandit itu rupawan, dan murid perguruan Zhaifeng menghormatinya, madam Jin mengajak mereka semua minum di restoran Ru Yu. Xi Fan menolak dengan alasan akan membawa Mo Lin ke perguruan agar bisa beristirahat dan mengobati luka-lukanya. Saat Mo Lin melewati Lu Ping, ia mengenali bau yang sama dengan robekan kain yang diberikan Qin Sang.

Lu Ping bersyukur mengikuti rekan-rekannya mencari Dewa Bandit. Kalau tidak dia akan masuk perangkap yang disiapkan untuknya. Lu Ping tidak percaya kalau Mo Lin dikirim oleh Shanhai. Gerombolan Shanhai terkenal akan kebrutalan dan kekejamannya. Mereka tidak akan membuang waktu menyiapkan perangkap.

Di Restoran Ru Yu, Tian Qi sedang diobati karena dihantam hidungnya oleh Mo Lin saat berpura-pura menjadi pengawal Madam Jin. Zi Yang melaporkan kalau Mo Lin sudah berhasil menyelundup ke perguruan Zhaifeng. Prajurit kota datang menjemput Tian Qi atas suruhan ayahnya. Qin Sang menyuruh Zi Yang mengantar Tian Qi, memastikan dia selamat sampai rumah gubernur.

Di perguruan Zhaifeng, Mo Lin sedang berusaha dengan berbagai cara untuk bisa menundukkan Lu Ping dan membawanya ke Qin Sang. Lu Ping, yang tidak merasa terganggu, menulis surat perpisahan untuk guru You Dao, meniup lilin dan pergi tidur. Kali pertama, Mo Lin menembakkan panah dari busur. Gagal, karena Lu Ping selalu berkelit menghindarinya, sambil terus pura-pura tertidur. Kali kedua, Mo lin lari mengejar Lu Ping ke dalam hutan. Dari senjata panah sampai senjata kartu logam, semua berhasil dihindari Lu Ping. Kali ketiga, berhasil! Lu Ping masuk dalam pasir hisap yang disiapkan Mo Lin. Lu Ping menggunakan kesempatan itu untuk mencari tahu siapa Mo Lin sebenarnya. Setelah tahu, Lu Ping meloncat keluar dan melemparkan Mo Lin ke pasir hidup. Dan meninggalkan Mo Lin, setelah sebelumnya mengambil kantong uang Mo Lin, anggap itu pembayaran karena mengganggu tidur Lu Ping.

Mo Lin mengirim pesan ke Qin Sang. Usaha pertamanya telah gagal. Kali ini pencarian menjadi misi pribadi bagi Mo Lin. Usaha hari ini: kali pertama meracuni sarapan murid-murid perguruan Zhaifeng. Kali kedua meniupkan bubuk tidur ke Lu Ping. Keduanya berakhir sama, racun dan bubuk tidur terkena ke Mo Lin sendiri. Kali ketiga menembakkan panah, sebelum panahnya secara misterius menghilang dari kantong Mo Lin. Menerima semua laporan dari Mo Lin, Qin Sang pun menyadari kalau lawannya cukup licik untuk membiarkan Mo Lin hidup, karenanya pasti Dewa Bandit memiliki maksud terselubung.

Lu Ping membiarkan Mo Lin tetap ada di perguruan, karena membuat hidupnya menjadi menarik. Juga, Lu Ping tahu kalau Mo Lin adalah suruhan Qin Sang. Karenanya malam ini Lu Ping akan menemui Qin Sang dengan menggunakan Mo Lin. Mo Lin menunggu Lu Ping di pavilion Zhaifeng, tapi yang datang Xi Fan. Lu Ping membalikkan rencana Mo Lin untuk bisa bertemu Qin Sang. Menjebak Xi Fan menjadikan Lu Ping punya waktu untuk menyelinap ke restoran Ru Yu dan menghentikan Mo Lin mengikutinya.

Xi Fan berhasil membuka jebakan Mo Lin dan menanyakan maksud Mo Lin sebenarnya. Mo Lin mengaku kalau dia ingin menjebak Lu Ping, yang dia yakin adalah Dewa Bandit. Untuk membuktikan kebenarannya, Mo Lin mengajak Xi Fan pergi ke restoran Ru Yu.

Lu Ping sampai di restoran Ru Yu dan menyandera Qin Sang. Di lantai dasar, madam Jin menyambut pasangan Xing – Luo. Si Tu Xing menyukai putihnya leher madam Jin, Si Tu Luo mengingatkan kalau sang penguasa minta agar masalah cepat dibereskan. Si Tu Xing pun mengalihkan pembicaraan dengan menawarkan minuman anggur. Di dalam kota, Tian Qi berjalan menuju restoran bersama Zi Yang. Dia tidak mau pulang ke gubernuran karena sudah punya rencana yang bisa membuat Qin Sang terpikat padanya. Tian Qi tidak peduli apakah Zi Yang akan membantu atau tidak.

Qin Sang tersadar dan menemukan dirinya dalam kondisi terikat. Lu Ping mengambil lencana keluarga Qin yang diberikan oleh Kaisar, dan memastikan kalau yang ada di hadapan dia sekarang adalah nona muda keluarga Qin, Qin Sang. Lu Ping memaksa Qin Sang minum racun milik Mo Lin untuk membuat Qin Sang mengatakan yang ia mau tahu. Lu Ping menanyakan alamat Ge Cheng. Qin Sang menolak menjawab, meski dia akan mati. Bagi Qin Sang akan terhormat membela nama keluarga Qin daripada bekerja sama dengan gerombolan Shanhai.

Lu Ping mengatakan kalau dia bukan anggota Shanhai. Obat yang diberikan juga bukan racun, tapi obat diare. Saat itu, Xing – Luo mulai naik ke lantai atas mencari Dewa Bandit. Lu Ping yang menyadari kalau dia tidak bisa melawan mereka berniat lari. Dia membawa Qin Sang lari karena khawatir Shanhai akan membunuh Qin Sang juga. Saat itu sebuah pintu kamar dibuka oleh Su Tang yang menyamar menjadi pelayan restoran. Mereka lari masuk ke dalamnya.

Si Tu Xing mendobrak kamar dan Si Tu Luo menanyakan apa Su Tang melihat dua pelarian? Su Tang berpura-pura ketakutan dan menjawab kalau mereka sudah pergi. Si Tu Luo tidak percaya begitu saja dan mulai menebas tempat tidur dengan Sabit Perak miliknya. Di bawah tempat tidur, Lu Ping memeluk Qin Sang untuk menghidari terkena ujung sabit.

Bersambung…

Komentar aku: sebelumnya, minta maaf kalau ada salah nama atau tempat. Aku sendiri tidak membaca novel Heaven Awakening Path, jadi tidak familiar dengan latar belakang dan apa-siapa di drama ini, kecuali beberapa pemain utama dan pendukung.

Arthur Chen mulai membaik di episode ini. Kalau dia bisa membuat aku sebal pada Lu Ping artinya bagus dong ya? Karena peran Arthur di Ever Night dan My Best Summer tidak tengil begitu, wkwkwk… Go Arthur!

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: