Mystic Pop-Up Bar Ep. 4

Yeo Rin menangkal pukulan si pria bertatto, bahkan membuat si pria tak berkutik. Jin Dong melaporkan hasil check produk yang diklaim. Pabrik memberi tahu kalau produk tersebut hanya dijual online. Pria tersebut tidak bisa mendapat diskon pembelian online lalu mengajukan klaim penggantian di toko offline. Yeo Rin minta pria itu pergi, kalau masih memaksa, Yeo Rin bersedia menghadapi pria itu. Pria tattoo langsung membungkuk meminta maaf pada Kang Bae, Yeo Rin dan Jin Dong.

Yeo Rin menarik Kang Bae untuk dibawa ke kantor satpam dan menjelaskan hubungan Kang Bae dengan insiden penerimaan pegawai Hotel Sangil. Wol Joo datang dan minta agar Yeo Rin bersabar, Wol Joo akan jelaskan yang sebenarnya. Yeo Rin curiga akan karena mereka bisa menyusup ke hotel bintang lima dan membeberkan tindakan korup yang terjadi di sana. Apa mereka bekerja untuk SNS? Wol Joo dan Kang Bae berpura-pura menjadi agen rahasia yang bekerja dalam skala yang lebih besar disbanding SNS.

Wol Joo memanggil Mr. Smith masuk. Mr. Smith masuk dan menegur Wol Joo. Tidak saja Wol Joo membongkar jati diri mereka, Wol Joo juga membuat Mr. Smith harus turun tangan dan melibatkan warga setempat. Untuk itu Mr. Smith meminta maaf pada Yeo Rin. Yeo Rin merasa dia pernah melihat Mr. Smith. Wol Joo memperlihatkan website yang menampilkan foto dan berita tentang John Smith yang diangkat menjadi direktur CIA. Yeo Rin, dan Kang Bae, keduanya terkejut. Yeo Rin memperbolehkan mereka melanjutkan kegiatan masing-masing dan berjanji pada Mr. Smith untuk merahasiakan jati diri Kang Bae cs.

Setelah Yeo Rin pergi, Kang Bae memperkenalkan diri ke Mr. Smith, ‘Hello, nice to meet you. I’m Kang Bae Han.’ Mr. Smith menjawab kalau tidak perlu basa-basi dalam bahasa Korea. Kang Bae heran kenapa bahasa Korea Mr. Smith sangat fasih. Mr. Smith menggerakkan kepalanya dan kembali menjadi manager Gwi. Kang Bae terkagum-kagum, membuat Wol Joo khawatir dengannya, selain aneh, juga terlalu naïve.

Wol Joo berbelanja mie, dia memborong semua mie yang ada di supermarket. Gyeom Rye minta agar Wol Joo memberinya satu bungkus saja untuk makan malam cucunya. Wol Joo menolak. Gyeom Rye terus mengikutinya dan akan mengambil satu secara diam-diam. Wol Joo membentak dan menanyakan apakah Gyeom Rye akan mencuri darinya? Gyeom Rye berkata seharusnya wanita yang lebih muda, menghargai wanita yang lebih tua. Wol Joo tidak mundur kalau hanya karena perbedaan usia. Gyeom Rye menanyakan usia Wol Joo (500 tahun++, wkwk..). Gyeom Rye menebak usia Wol Joo paling baru 20-21 tahun. Kulitnya kencang dan halus, rambut tipis masih tumbuh di pipinya, rambutnya halus dan bersinar, dan tangan halus seperti tidak pernah kerja. Dipuji seperti itu, Wol Joo merubah suaranya menjadi kekanak-kanakan dan langsung memberi Gyeom Rye 4 bungkus mie. Tidak itu saja, Wol Joo meminta maaf atas kekasarannya dan mentraktir minuman dingin. Tapi, sewaktu Gyeom Rye hendak menjodohkan dengan cucunya, Jin Dong, Wol Joo segera berlari, pura-pura sudah terlambat kerja.

Kertas bertuliskan ‘Hari ini Tutup’, terpasang di luar tenda kedai Mystic. Di dalam tenda, Wol Joo sedang mengepak semua keperluan berjualan. Wol Joo menanyakan latar belakang manager Gwi, karena dia melihat tulisan tangan manager Gwi sangat bagus. Manager Gwi berkata kalau semua, termasuk bahan pamflet, dia belajar dan dapatkan dari pusat kebudayaan. Wol Joo menimpali, pastinya begitu, karena dia tidak percaya kalau manager Gwi pernah terlahir sebagai bangsawan. Manager Gwi jadi malas menjawabnya. Manager Gwi bingung kenapa tiba-tiba Wol Joo jadi antusias mengikuti acara itu? Wol Joo antusias karena hanya di event ini Wol Joo bisa membantu jiwa tanpa harus mendengarkan keluh kesah berkepanjangan. Manager Gwi menjawab, yup, itulah trade-mark Wol Joo!

Kang Bae berjalan menuju kedai Mystic sembari mengikuti Yeo Rin. Pikirannya penuh dengan Yeo Rin, bagaimana mereka bersentuhan tetapi Yeo Rin tidak merasakan apa-apa. Saat pikirannya melayang, Kang Bae nyaris menabrak Yeo Rin, dan lagi-lagi diselamatkan Yeo Rin. Yeo Rin kesal karena Kang Bae mengikutinya sejak dari supermarket. Kang Bae membantah, dia hanya berjalan ke arah yang sama. Yeo Rin menyuruh Kang Bae berjalan lebih dahulu. Kang Bae memberanikan bertanya, apa benar Yeo Rin tidak merasakan apa-apa? Yeo Rin menjawab kalau ia merasa, canggung, terganggu, tidak nyaman dan frustasi! Yang membuatnya ingin selalu menjauhi Kang Bae. Kang Bae menghormat dan pergi ke tenda kedai.

Saat dia berlari menerobos tenda, dia masuk ke lapangan di mana peserta perlombaan dari setiap kota sedang berarak sambil diperkenalkan oleh MC. Kang Bae merasa dia salah masuk. Dia keluar lagi, dan kembali ke Seoul. Dia yakin dia tidak salah lihat. Kang Bae pun menerobos lagi, dan lagi-lagi masuk ke lapangan perlombaan. Saat itu, manager Gwi memanggilnya.

Mereka berada dalam dunia mimpi. Dunia Mimpi sedang menyelenggarkan event Pertempuran Lotere Dunia Mimpi. Pesertanya adalah jiwa-jiwa yang sudah meninggal dan menunggu reinkarnasi. Pemenang akan mendapatkan kesempatan memberi tahu ke keturunan mereka nomor lotere yang akan menang di dunia nyata lewat mimpi. Semua pemenang lotere di dunia nyata adalah keturunan dari pemenang-pemenang event ini. Kang Bae bertanya apa kedai Mystic akan berjualan di sini? Wol Joo balik bertanya, kalau tidak untuk cari uang, terus untuk apa? Juga, semua yang berkompetisi di sini khawatir akan kesejahteraan keturunannya. Jadi, kalau mereka berhasil menghubungkan pemenang dengan keturunannya lewat mimpi, maka quota mereka akan berkurang satu lagi!

Kang Bae disuruh membawa Pajeon ke meja tiga. Di meja tiga mreka beradu mulut mengeluhkan kondisi keturunan mereka. Salah satunya, Choi Seok Pan bertekad akan memenangkan nomor lotere untuk keturunannya, Jin Dong. Kang Bae menyadari kalau dia adalah kakek buyut dari Jin Dong, temannya di supermarket. Kakek Seo Pan senang bisa bertemu teman Jin Dong, tetapi menyayangkan kenapa Kang Baek harus berumur pendek… Kakek Seok Pan menasihati Kang Bae agar berbuat banyak kebaikan di dunia akhirat, agar bisa berumur panjang dan sehat saat nanti bereinkarnasi. Mereka saling memberi semangat.

Kang Bae diperkenalkan dengan Kepala Divisi Yeom, atau Dewa Maut. Mendengar nama julukan Yeom, Kang Bae langsung bersembunyi di belakang manager Gwi. Yeom tidak bisa dilihat saat di dunia nyata oleh Kang Bae, kecuali kalau sedang tidak bertugas. Yeom mengundang Kang Bae untuk kapan-kapan minum bersama. Kang Bae tersenyum, takut.

Jin Dong dan Gyeom Rye sedang makan malam mie kimchi sambil menonton drama makjang. Gyeom Rye menebak jalan cerita yang akan terjadi, Jin Dong memuji kepintaran neneknya. Jin Dong memberikan buku tabungan miliknya untuk biaya operasi pinggang Gyeom Rye. Gyeom Rye menolak karena dia ingin Jin Dong menggunakan uang itu untuk menikah. Jin Dong mengatakan kalau paling cepat dia akan menikah, sekitar 10 tahun lagi. Gyeom Rye minta Jin Dong menikah tahun depan. Juga, usia Gyeom Rye sudah tua, dioperasi atau tidak, tidak akan membuat banyak perbedaan. ‘Cepat menikah!’, kata Gyeom Rye sambil menepuk keras pundak Jin Dong.

Event Pertarungan Lotere Dunia Mimpi dimulai. Babak pertama: ‘Benar atau Salah’. Pertanyaannya: ‘Siput punya gigi. Benar atau Salah’?. Seok Pan memilih ‘Benar’. Siput punya ribuan gigi. Peserta yang menjawab benar, ikut babak selanjutnya. Babak kedua: ‘Lomba Makan Kerupuk’, Seok Pan menang lagi. Kim Du Yeong (bekas bangsawan) curang agar bisa menang dan ikut babak berikutnya. Babak ketiga: ‘Permainan Limbo’. Seok Pan berhasil, begitu juga Du Yeong (meski lewat dengan membungkuk). Babak final: Chicken fight! Seok Pan vs Du Yeong. Du Yeong berusaha mencurangi dengan menggunakan tangan untuk memukul Seok Pan. Juri memberi Du Yeong kartu kuning. Tapi Du Yeong terus memukul dengan kakinya. Seok Pan tidak tahan dan menggunakan jurus pamungkas, jurus ‘Badai Kincir Angin’ dan menumbangkan Du Yeong! Yay!

Dunia Mimpi… Jin Dong yang sedang bekerja sebagai cs didatangi kakek buyut Seok Pan. Seok Pan memberikan nomor urutan antrian: 7 – 11 – 19 – 34 – 36 – 45. Buyut senang sekali karena akhirnya Jin Dong bisa hidup berkecukupan.

Yeom senang event sudah berakhir. Yeom minta daftar nama mereka yang harus ia jemput. Dia kaget saat melihat satu nama. Seok Pan diminta kembali ke dunia kematian. Wol Joo merebut dan membaca daftar nama dan salah satunya adalah Jin Dong. Jin Dong akan meninggal besok karena kecelakaan. Seok Pan menangis tersedu-sedu dan minta Yeom mempertimbangkan lagi. Yeom menjawab bukan dia yang menentukan. Yeom memberikan masukkan apa yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi.

Untuk merubah keputusan Dewa diperlukan hal yang bisa membuat Dewa tersentuh hatinya. Agar dapat tersentuh hatinya, harus dilakukan perbuatan yang sangat baik. Sayangnya, tabungan perbuatan baik Seok Pan tidak mencukupi. Yang bisa dilakukan adalah meminta tabungan perbuatan baik jiwa yang ada di akhirat, tapi harus dengan barter sesuatu yang berharga, tidak boleh gratis. Kang Bae menanyakan kalau nomor lotere boleh? Yeom mengiyakan, tapi ada syarat lain. Barter perbuatan baik musti dilakukan dengan jiwa yang mempunyai hubungan dengan Seok Pan atau keturunannya.

Seok Pan memohon bantuan Wol Joo, karena dia satu-satunya yang bisa bolak-balik dari dunia akhirat ke dunia nyata. Wol Joo ingat ucapan ibunya, saat dia membutuhkan bantuan, peganglah binyeo erat-erat. Mungkin itu bisa membantunya mencari jiwa dermawan itu. Seok Pan mengucapkan terima kasih dan kembali ke akhirat, setelah Wol Joo menyetujui membantunya. Yeom memberi tahu kalau tabungan perbuatan baik harus ia terima sebelum jam 11.03am, tidak semenit pun terlambat.

Mereka bertiga pergi ke Kantor Pemerintahan Dunia Akhirat dan meminta data keluarga Seok Pan dan semua kebaikan yang pernah dilakukan. Saat Wol Joo minta kunci untuk membuka ruang referensi, pegawai kantor bilang kalau ruang itu sudah tidak ada lagi, karena semua data sudah disimpan secara digital oleh pegawai baru yang sangat piawai dengan system IT. Diperlihatkan punggung pegawai baru yang meletakkan apel tergigit di sampingnya (referensi ke Steve Jobs? Wkwkwkwkw…) . Pegawai kantor itu dengan cepatnya mencari data dan mendapatkan nama yang dicari, ‘Lee Kkeut Sun’. Dia sebegitu kayanya, sehingga kalau reinkarnasi pastinya akan jadi billionaire. Tabungan perbuatan baik itu sangat berharga di dunia akhirat. Itu sebabnya banyak orang menyesal kenapa waktu masih hidup tidak menabung perbuatan baik. Wol Joo cs bisa bertemu dengan Lee Kkeut Sun di panti asuhan Akhirat.

Wol Jo datang ke panti asuhan dan membuatkan makan siang mie kimchi seperti yang diajarkan Gyeom Rye. Anak-anak memakannya dengan lahap. Ibu Kkeut Sun datang dan menanyakan maksud kedatangan mereka. Saat mengetahui yang kalau Seok Pan yang meminta bantuan, dia langsung memberikan sekantong perbuatan baik. Ibu Kkeut Sun minta agar Seok Pan benar-benar dibantu, karena dia berhutang budi pada Gyeom Rye. Wol Joo memberikan karcis lotere sebagai penggantinya.

Perahu pengantar jiwa datang dan mereka bersiap meninggalkan dunia mimpi. Tiba-tiba Yu Deong datang dan merebut kantong perbuatan baik. Manager Gwi mengejarnya, sementara Wol Joo dan Kang Bae kembali ke dunia nyata untuk menjaga Jin Dong.

Hari itu, Kang Bae mengikuti Jin Dong ke mana pun ia berada. Jin Dong memperlihatkan karcis lotere yang dia beli, kalau menang Jin Dong akan mengajak Kang Bae ke Hawaii. Untuk menjaga Jin Dong, semua Kang Bae lakukan, sampai tergelincir karena mengambil kulit pisang pun, dijalaninya. Dewa Maut sudah sampai di supermarket Kapeul dan mencari Jin Dong. Di gudang, Kang Bae dan Jin Dong sedang mengatur barang-barang. Dewa Maut menggerakkan trolley agar menabrak Jin Dong. Wol Joo berteriak dan Kang Bae langsung meloncat menyelamatkan Jin Dong. Wol Joo bergulat menahan Dewa Maut. Karena kesal, Dewa Maut mengganti penyebab kematian dari kecelakaan menjadi serangan jantung. Anehnya, saat Yeo Rin masuk ke gudang, kekuatan Dewa Maut tiba-tiba hilang. Yeo Rin berjalan menembus Dewa Maut, membuat Dewa Maut sakit perut. Sayangnya, Yeo Rin dipanggil untuk bertugas di lantai satu. Gangguan dari Yeo Rin memberikan tambahan waktu yang membuat manager Gwi bisa memberikan kantong perbuatan baik dan Jin Dong selamat.

Gyeom Rye sedang menjahit kaos kaki yang berlubang, lalu tidur kecapaian. Saat itu Kkeut Sun datang dan mereka berbagi khabar. Kkeut Sun berterima kasih, berkat Gyeom Rye dia menjalani kehidupan yang sangat baik, dia bersyukur. Gyeom Rye tidur di pangkuan dan Kkeut Sun menggosokkan panacea di punggung Gyeom Rye sebagai balas jasa. Panacea itu Kkeut Sun dapat dengan menukar tiket loterenya.

Jin Dong pulang dari supermarket dan minta dibuatkan makan. Saat makan, dia check karcis loterenya, tidak menang. Tapi Gyeom Rye menemukan kalau pinggangnya sembuh. Menurut Gyeom Rye mungkin buyut mereka menukar kartu lotere dengan kesembuhan pinggangnya. Mereka menari-nari gembira.

Di kedai Mystic, mengetahui manager Gwi telah menyelesaikan tugasnya, Wol Joo memberikan tugas tambahan, membersihkan ikan teri. Kang Bae masuk setelah selesai menyapu dan jatuh pingsan. Badannya demam tinggi. Wol Joo mengantar Kang Bae pulang ke kost. Yeom datang dan memberi khabar kalau Seok Pan berterima kasih dan Du Yeong akan diproses sesuai kesalahan yang diperbuat. Kepala kepolisian juga menitipkan pesan tentang pengembalian jabatan kepala detetif untuk manager Gwi. Manager Gwi menolak. Yeom mendapat telpon dari kepala polisi kalau ada roh jahat berkeliaran di daerah ini. Yeom meminta bantuan manager Gwi untuk menangkapnya. Pastinya, manager Gwi berhasil menangkap roh jahat itu.

Di kamar kost, Kang Bae minta Wol Joo jangan pergi, dan memegang lengan Wol Joo. Wol Joo teringat kejadian yang sama saat Putra Mahkota yang sakit menggengam tangannya. Apakah Kang Bae titisan Putra Mahkota?

Kilas balik… Putra Mahkota berlutut sambil membawa pedang yang bertetesan darah di depan pohon Suci. Ia sangat menyesal karena gagal menyelamatkan nyawa Wol Joo. Dia bersumpah kalau bertemu di kehidupan berikutnya, dia akan melindungi Wol Joo meski harus kehilangan nyawanya.

Bersambung

Komentar aku: wkwkwkwkw… Banyak sekali cross-reference yang ada di drama ini. Perahu pembawa jiwa, setahu aku itu dari kebudayaan Yunani. Pendiri Apple, Steve Jobs. Lomba mendapatkan lotere. Untung yang dipertandingkan permainan rakyat, ya. Coba kalau sekelas olimpiade… Tapi juga nilai-nilai moral tradisional yang diselipkan di sana-sini. Be kind

Yang juga menyenangkan adalah kelakuan antic Wol Joo cs, terutama Kang Bae. Angkat topi untuk Yook Sung Jae yang bisa mempertahankan karakternya sebagai pemuda yang naïve, tapi tetap santun. Kalau trade-mark Wol Joo tidak mau rugi, maka Kang Bae, ‘Hello, I am Kang Bae Han. I am fine, and you?’

#MysticPopUpBar #YookSungJae #HwangJungEum #RecapDrama 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: