Mystic Pop-Up Bar Ep 3

Mystic Pop-Up Bar

Episode 03

Kilas balik… Wol Joo berdiri di depan sumur di dalam hutan. Ia menurunkan ember kayu ke dalam sumur dan menuangkan air akhirat ke bak penampungan. Yeom datang dan bertanya apakah dia bernama Wol Joo? Wol Joo mengiyakan. Mereka memasukkan air akhirat ke dalam botol-botol minuman.  Yeom mendengar kalau Wol Joo membuka kedai di dunia manusia hidup. Wol Joo membenarkan, dia menggunakan air akhirat agar jiwa manusia yang masih hidup, untuk sementara waktu, bisa berada di dunia mimpi, dunia perbatasan antara hidup dan mati. Dengan begitu, Wol Joo bisa membantu menyelesaikan masalah mereka. Yeom bertanya bagaimana Wol  Joo bisa membantu 100ribu jiwa manusia, kalau dia bunuh diri karena membenci manusia? Akankah Wol Joo baik-baik saja? Yeom yang saat itu menjabat sebagai manager junior atau lebih dikenal sebagai Dewa Kematian. Dia menawarkan bantuan, karena dia ditugaskan untuk mengawasi Wol Joo saat berada di dunia manusia. Wol Joo menolak, dia akan berhasil. Wol Joo akan menggunakan tipu daya, bahkan menggunakan manusia lain, atau apa pun yang diperlukan, untuk menyelesaikan tugasnya.

2020… Kang Bae membayangkan kalau dia bisa berdesak-desakan di MRT, tanpa harus membuat orang berkata jujur. Itu adalah bentuk perayaan yang akan Kang Bae lakukan kalau dia sembuh. Manager Gwi menganggap Kang Bae abnormal. Bekerja sedemikian keras untuk sembuh dan merayakannya hanya dengan berdesakan di MRT? Manager Gwi menyarankan bagaimana kalau Kang Bae merayakannya dengan mandi di sauna dan menggosok badan agar merasa segar dan bersemangat lagi. Manager Gwi pun menunjukkan cara menggosok yang baik dan benar.

Wol Joo berteriak dan menghentikan mereka. Dari pada berangan-angan, bukankah lebih baik kalau sekarang Kang Bae mulai membawakan tamu yang mempunyai masalah? Esok harinya, Kang Bae sembari melaksanakan tugas cs juga membagikan kartu nama kedai Mystic dan menyarankan mereka untuk datang berkunjung. Saat makan siang, Jin Dong menanyakan kenapa Kang Bae memberikan kartu nama kedai ke mereka-mereka yang terlihat lesu bermasalah? Bukannya kedai akan lebih terkenal kalau tamunya cantik dan enerjic? Kang Bae bilang kalau tamu bermasalah lebih mudah dimanipulasi. Jin Dong langsung menolak saat ditawari kartu nama itu.

Di kedai, seorang wanita yang juga pelanggan supermarket, datang dan mengeluhkan berat badan yang tidak juga turun, padahal sudah diet dan hanya minum air. Dia minta tambah Soju, setelah menghabiskan empat botol dan sepiring Pajeon setelah menghabiskan lima piring. Wol Joo langsung mengusirnya keluar. Masuk lagi seorang wanita dewasa, mengeluhkan suaminya sudah tidak mencintainya lagi. Biasanya, mereka berhubungan tujuh kali dalam seminggu, sekarang hanya lima kali. Manager Gwi menggerutu, lima itu hebat, pastinya stamina sang suami… (latar belakang: suara kuda meringkik,LOL). Wol Joo kembali memarahi Kang Bae.

Kang Bae meringkuk di depan kedai. Manager Gwi mencoba membesarkan hati Kang Bae. Kang Bae takut pada Wol Joo, apalagi ada gossip kalau Wol Joo membunuh 100ribu orang di masa lalu. Manager Gwi berkata kalau itu semua hanyalah gossip agar Kang Bae bekerja lebih giat . Tapi manager Gwi juga sama takutnya dengan Kang Bae saat Wol Joo berteriak menyuruh mereka kembali bekerja.

Wol Joo menegur Kang Bae karena selalu membawa orang yang salah. Pasti pengertian ‘masalah’ yang dimengerti Kang Bae itu beda dengan apa yang dimau Wol Joo. Wol Joo lalu memberi arahan manusia yang disebut bermasalah itu seperti apa.

Pertama, masalah itu bukan masalah, kalau bisa diatasi dengan kemampuan orang itu sendiri. Masalah kehilangan berat badan itu bisa diatasi selama orang tersebut memiliki kemauan untuk menurunkan berat badannya.

Kedua, alasan sebuah masalah bukan karena menginginkan milik orang lain. Itu namanya serakah. Manager Gwi menimpali, yup, ingin menang lotere, ingin punya gaji besar, ingin melakukan tujuh kali seminggu… dia berhenti saat Wol Joo memelototinya.

Ketiga, dan yang paling penting, mereka yang punya masalah harus benar-benar merasa putus asa. Begitu putus asanya sampai ingin membunuh orang, atau sampai tidak bisa meninggal karena masih terikat dengan masalah itu, atau berada dalam kondisi hidup dan mati karena masalah itu. Kang Bae mencatat ajaran Wol Joo di note-booknya.

Keesokan hari, di depan hotel Sangil, Park Byeong Jae memaksa untuk bertemu pimpinan HRD. Dia ingin tahu kenapa dia tidak lulus ujian penerimaan pegawai. Chairman Choi datang dan Byeong Jae mencoba menanyakan hal sama, tapi dia di-tackle oleh pengawal pribadi Choi, Kang Yeo Rin. Byeong Jae terus berteriak menanyakan hal yang sama berulang-ulang. Yeo Rin meminta maaf atas gangguan tersebut. Chairman Choi tidak menyalahkan Yeo Rin, malah memuji kinerja Yeo Rin.

Supermarket Kapeul… Wol Joo sengaja belanja di situ agar bisa mengawasi apa yang Kang Bae kerjakan di siang hari. Mi Ran datang dan menyapa mereka. Mi Ran telah selesai membagikan sample karena kebanyakan ibu-ibu sedang memasak untuk merayakan keberhasilan anak mereka diterima bekerja di perusahaan. Manager Gwi menambahkan, kalau begitu akan banyak juga anak muda yang putus asa, karena mereka tidak diterima bekerja. Mi Ran mengiyakan. Mendengar itu, Wol Joo langsung berlari kegirangan.

Wol Joo menyuruh Kang Bae dan manager Gwi pergi ke Noryangjin untuk mencari anak-anak muda yang putus asa karena tidak diterima bekerja. Kang Bae menegur Wol Joo karena sepertinya itu tidak pantas. Mereka sudah cukup kecewa, haruskah ditawari datang ke kedai? Manager Gwi juga merasakan hal yang sama, Wol Joo kali ini agak keterlaluan. Wol Joo menyanggah, itu bukan keterlaluan, tetapi menggunakan strategi untuk memenuhi quota.

Byeong Jae yang diusir dari hotel Sangil, berjalan dengan lunglai. Ia menolak telpon dari Yu Mi. Saat melihat ke seberang, dilihatnya kedai Mystic masih buka, ia pun masuk ke dalamnya. Byeong Jae memesan sebotol Soju. Byeong Jae menghela nafas panjang saat disodori sepiring tumis gurita. Selesai makan segigit, Byeong Jae menangis. Manager Gwi menyangka kalau Byeong Jae menangis karena masakannya terlalu pedas. Dia mencoba segigit dan langsung mencari susu untuk meredakan rasa pedasnya. Kang Bae mau menyusul, tapi ditarik Wol Joo dan disuruh mendekati Byeong Jae. Setelah ditepuk Kang Bae, Byeong Jae mulai bicara. Ia  ingin makan tumis gurita bersama Yu Mi.

Beberapa hari sebelumnya… Byeong Jae keluar mengendap-endap dan bertubrukan dengan pemilik kost. Byeong Jae minta maaf sekaligus berjanji akan melunasi sewa secepatnya. Byeong Jae telah berhutang sewa tiga bulan, kalau bulan ini tidak lunas, dia akan diusir. Byeong Jae sedang bekerja di mini market saat menerima telpon dari Yu Mi yang mengundang makan malam untuk merayakan ulang tahun mereka yang ketujuh. Gaji dari mini market tidak mencukupi membayar sewa kamar, apalagi mentraktir makan malam kekasihnya.

Malam itu Byeong Jae dan Yu Mi bertemu, Byeong Jae berpura-pura sakit perut saat diajak makan di restoran mewah. Mereka bertemu dengan teman lama yang mengajak makan malam bersama di restoran itu. Untuk menyelamatkan muka, Yu Mi berkata kalau mereka baru saja keluar dan akan pulang. Juga, Yu Mi kembali berbohong dengan mengatakan kalau Byeong Jae bekerja di Hotel Sangil. Berpacaran dengan Byeong Jae, membuat Yu Mi harus banyak menahan diri. Itu sebabgnya Byeong Jae bersikeras ingin bekerja di hotel Sangil, meski sudah ditolak selama tiga tahun berturut-turut. Alasan lain adalah Byeong Jae ingin pekerjaan yang layak dan bisa pensiun dengan baik. Byeong Jae yakin kali ini dia lulus dengan ranking tertinggi untuk ujian tulis, tinggal menunggu hasil wawancara.

Pagi tadi dia menerima pemberitahuan kalau dia ditolak hotel Sangil. Tak lama kemudian, ibu Yu Mi minta bertemu dan minta agar Byeong Jae putus dari Yu Mi. Ibu Yumi khawatir akan masa depan Yu Mi kalau terus berhubungan dengan Byeong Jae. Malamnya, Byeong Jae mengajak Yu Mi makan tumis gurita,  memutuskan hubungan mereka dan meninggalkan Yu Mi seorang diri. Saat sampai di rumah kost, Byeong Jae baru tahu kalau Yu Mi sudah membayarkan semua hutang sewa ditambah biaya sewa bulan ini. Byeong Jae merasa sangat malu dan bersalah pada Yu Mi.

Manager Gwi menangis tersedu-sedu mendengar cerita Byeong Jae. Saat digoda, Manager Gwi berkilah kalau bukan dia yang pernah patah hati, tapi temannya (okay, asking for a friend here, right?). Byeong Jae tidak ingin kembali ke Yu Mi, karena hubungan mereka akan canggung. Dia hanya ingin tahu kenapa dia selalu gagal ujian wawancara. Agar bisa mencoba mencari pekerjaan lagi dan kembali berhubungan dengan Yu Mi tanpa merasa malu dan bersalah. Wol Joo memberi Byeong Jae minum sebagai tanda simpati darinya.

Dunia mimpi… Kang Bae dan Byeong Jae ada di ruang wawancara bersama Ho Byun. Mereka berhadapan dengan empat penguji: manager HRD, Chairman Choi, Wol Joo dan manager Gwi.  Mereka dipersilahkan memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Kang Bae, “Hello, my name is Kang Bae Han. I am fine, thank you. And you..?’. OK, tingkat bahasa Inggris Kang Bae elementary. Byong Jae dengan fasih memberikan perkenalan lengkap disertai latar belakang. Kang Bae dan manager Gwi terkagum-kagum dibuatnya. Peserta terakhir, ‘My name Sang Ho Byun’. Manager HRD dan Chairman Cho, memuji-muji jawaban Ho Byun.

Pertanyaan kedua adalah pengetahuan mereka tentang hotel Sangil. Byeong Jae menerangkan dengan panjang lebar mengenai hotel itu. Kang Bae berkata kalau dia menyetujui ulasan Byeong Jae. Ho Byun tidak tahu apa-apa kecuali makanannya enak. Kembali kedua juri memuji jawaban Ho Byun.

Wol Joo dan manager Gwi menyadari ketidak beresan proses wawancara itu. Kang Bae mencuri dengar dari pegawai hotel, kalau wawancara itu sekedar basa-basi. Mereka yang berhasil lolos itu berasal dari keluarga kalangan atas yang punya hubungan khusus dengan hotel Sangil. Untuk mencari tahu informasi penting lainnya, Wol Joo memutar ulang kehidupan Byeong Jae mulai dari saat dia memaksa bertemu HRD.

Saat Byeong Jaememaksa masuk, Wol Joo cs menyamar menjadi pegawai hotel, mereka menonton adegan itu sembari mendengarkan komentar dari pegawai lainnya. Mereka menganggap kalau Byeong Jae itu bodoh atau terlalu naïf. Setiap pegawai yang diterima di Hotel Sangil harus berasal dari keluarga kelas atas, seperti putri seorang komisaris, putri jaksa penuntut umum atau keponakan direktur agensi Koran ternama. Chairman Choi masuk hotel dan merendahkan Byeong Jae karena Byeong Jae lahir dari keluarga kelas bawah. Ucapan Chairman Choi membuat Wol Joo geram dan mengangkat mukanya melihat Chairman Choi.

Kilas balik… Pejabat setempat menertawakan dan menghina Wol Joo muda, saat ia meminta keadilan atas kebakaran kuil dan kematian ibunya. Pejabat itu menganggap kematian seorang shaman dari kalangan rendah bukanlah suatu kejahatan. Kalau pun ada yang salah, itu adalah ibu, Wol Joo sendiri, nenek-kakek dan moyang-moyang mereka. Karena semuanya lahir dari keluarga rendah. Coba kalau mereka lahir dari keluarga terpandang, mereka pastinya akan diistimewakan. Wol Joo ditampar dan diusir pergi oleh pejabat itu. Wol Joo ingat, pejabat setempat itu adalah Chairman Choi dalam kehidupan sekarang. Dia tidak akan pernah lupa muka Chairman Choi yang tertawa terbahak-bahak saat prajurit melemparnya keluar.

Wol Joo membangunkan Byeong Jae dan menanyakan kalau dia ingat Ho Byun. Ho Byun menaikkan post di social medianya mengatakan kalau dia diterima bekerja di hotel Sangil. Byeong Jae heran karena saat wawancara Ho Byun tidak menjawab dengan baik. Manager Gwi memperlihatkan post lain di mana ayah Ho Byun, seorang anggota dewan perwakilan, berfoto bersama chairman Choi. Itu sebabnya Hyeong Jae tidak akan pernah punya kesempatan bekerja di Sangil Hotel. Byeong Jae berharap kalau dia tidak diterima bukan karena statusnya tapi murni karena ketidak mampuannya. Apakah dia harus mati dulu untuk dapat terlahir kembali dalam keluarga status tinggi?

Wol Joo menggebrak meja dan menyuruh manager Gwi dan Kang Bae bersiap untuk esok hari. Dia tidak peduli masalah ini melibatkan politisi dan chairman, atau kalau perlu membalikkan Negara, yang dia tahu dia ingin berurusan dengan Chairman Choi.

Di tempat perusahaan outsourcing jasa keamanan, Yeo Rin Choi minta dimutasi karena sudah tidak sanggup menjaga Chairman Choi yang dianggap sebagai penjahat yang tidak punya hari. Atasan Yeo Rin memarahinya, mengingatkan kalau Yeo Rin bekerja sebagai pengawal pribadi yang digaji. Siapa pun yang dia jaga, itu adalah bagian dari pekerjaannya. Yeo Rin diancam disuruh membayar uang ganti rugi kalau dia menolak bertugas untuk Chairman Yoi. Yeo Rin diminta bertahan sampai kontraknya habis.

Saat makan siang, Wol Joo menjadi pelayan yang membawakan anggur untuk Chairman Choi. Chairman Choi merasa tidak memesan minuman. Wol Joo berkata kalau itu adalah penghargaan dari restoran dan semuanya g.r.a.t.i.s! Chairman Choi langsung minta dituangkan anggurnya. Di hotel Sangil, Manager Gwi menyamar menjadi Chairman Choi dan Kang Bae menjadi pengawal pribadinya. Mereka pun masuk ke dalam hotel dan menuju kantor Chairman Choi.

Dunia mimpi… Wol Joo yang menyamar menjadi Yeo Rin, memberi tahu Chairman Choi kalau ada orang yang mencurigakan menyusup ke kantor. Chairman Choi segera berlari ke kantor, dan benar saja, ruangan kantor berantakan. Chairman Choi mengambil buku di rak teratas dan memastikan kalau flash dish yang di sembunyikan di rongga buku masih tersimpan aman. Yeo Rin/Wol Joo, memberikan tablet pada Manager Choi agar bisa melihat isi flash disk. Tiba-tiba terjadi gempa bumi.

Ternyata Yeo Rin yang asli sedang berusaha membangunkan Chairman Choi. Gagal melumpuhkan Yeo Rin, Wol Joo menelpon manager Gwi untuk segera mengambil flash disk tersebut. Manager Gwi berhasil melumpuhkan para pengawal dan melarikan diri. Tapi Yeo Rin berhasil menundukkan Kang Bae. Anehnya, saat menyentuh Yeo Rin, Yeo Rin tidak mengeluarkan isi hatinya. Kang Bae menjelaskan kalau isi flash disk itu akan digunakan untuk mengungkapkan ketidak adilan yang dilakukan chairman Choi. Kang Bae mengingatkan apakah gaji Yeo Rim sepadan dengan penderitaan yang diakibatkan oleh perbuatan Chairman Choi? Yeo Rin mendesah dan memberikan flash disk pada Kang Bae, bahkan memberikan kartu akses miliknya agar Kang Bae bisa melarikan diri.

Flash disk sampai ke tangan media, TV pun menyiarkan berita kecurangan dalam proses penerimaan pegawai di hotel Sangil. Chairman Choi bertemu dengan mereka yang mendapat perlakukan khusus darinya. Chairman minta bantuan dari ayah Ho Byun, yang adalah anggota dewan perwakilan. Anggota Dewan Perwakilan setuju karena cucunya sebentar lagi juga akan bergabung di Hotel Sangil. Anggota Dewan itu menelpon kenalannya dan minta agar insiden itu ditutupi karena merupakan berita hoax, ada seorang yang gagal menjadi pegawai mencoba mencemarkan nama hotel Sangil. Mereka tidak tahu kalau semua itu direkam secara rahasia dan rekaman itu langsung di-email oleh Kang Bae ke media.

TV kembali menyiarkan info terbaru dari insiden penerimaan pegawai. Menjadikan Chairman Choi dan rekan-rekannya diusut dan diperkarakan secara hukum.  Di kamar kostnya, Hyeong Jae yang menyaksikan semua berita secara online,  ditelpon HRD Hotel Sangil. Mereka meminta maaf atas perlakuan yang diterima Hyeong Jae meski hasil test dan wawancara menunjukkan kalau dia ada di peringkat pertama. Untuk itu, Hyeong Jae langsung diterima bekerja di hotel Sangil tanpa perlu mengikuti ujian masuk. Hyeong Jae merayakan penerimaan itu dengan mentraktir Yu Mi makan tumis gurita.

Voice over… ‘Kalau kamu ikut lomba lari, pastinya akan ada juara pertama, kedua dan ketiga. Tapi, sangatlah penting untuk mendapatkan start yang adil. Kamu menderita karena ada yang menggunakan uang dan kekuasaannya untuk mencuri start.  Kini, setelah mendapat kerja, kamu akan berpikir kalau semuanya sudah selesai. Tidak. Mulai bekerja adalah awal. Aku berharap kamu bertahan di kerasnya kehidupan kerja dan kalian berdua saling mendukung … Atau tidak, atau apalah…’gumam Wol Joo sembari melihat Byeong Jae dan Yu Mi dari seberang jalan. Lalu ia berteriak kalau keduanya sudah keterlaluan, kalau mau bermesraan cari hotel saja!

Wol Joo berbalik dan mengejar Manager Gwi yang sedari tadi menggoda Kang Bae untuk menggengam tangannya saja, karena Kang Bae sepertinya sudah ingin sekali bisa menggengam tangan seorang (gadis) tanpa harus mendengarkan seluruh keluh kesahnya.

Mereka sampai di kedai Mystic untuk mulai masak. Saat hendak memakai apron, Kang Bae baru teringat kalau dia masih menyimpan kartu akses milik Yeo Rin. Dia bertanya pada Wol Joo dan Manager Gwi, apa mungkin ada manusia yang tidak merasakan apa-apa saat disentuh Kang Bae? Yeo Rin telah menyentuhnya di sini, di sini… dan di sini, tapi tidak merasa apa-apa. Wol Joo berkata bahwa Yeo Rin mungkin memang tidak punya masalah. Benarkah demikian? Di saat yang sama, Yeo Rin dan Mi Ran minum dan berbagi cerita. Yeo Rin dipecat dari pekerjaannya karena membiarkan Kang Bae lolos dengan flash disk milik Chairman Choi. Yeo Rin mengeluh dan menyalahkan ‘pemuda itu’.  Mi Ran menggoda Yeo Rin, apa Yeo Rin jatuh cinta pada ‘pemuda itu’? Yeo Rin menepis dan mengatakan kalau ‘pemuda itu’ bukan typenya.

Supermarket Kapeul… Kang Bae diancam seorang lelaki berbadan kekar yang ingin mengganti barang tapi tidak bisa menunjukkan bukti pembelian. Lelaki itu mengancam akan lakukan tindakan kekerasan kalau keinginannya tidak dipenuhi. Saat akan memukul Kang Bae, Yeo Rin datang memegang tangan si pria.

Bersambung

Komentar aku: Wkwkwkwkw… drama ini ditujukan untuk 15 tahun++ ya? Karena banyak ‘bleeep’, meski dibuat dengan halus dan tersamar. Melihat perlakuan yang diterima Wol Joo saat ia muda, tidak salah kalau Wol Joo jadi membenci manusia. Semua membuatnya kehilangan kepercayaan pada manusia. Itu yang membuat aku sangat penasaran dengan tulisan yang ada di scroll. Sebegitu kuat isinya sampai Wol Joo menyerah tanpa syarat.

Kasus kali ini mengenai kesetaraan dan hak yang sama dalam mendapatkan pekerjaan. Dalam bahasa Inggris, Wol Joo berkata, ‘I hope you will survive in this jungle…’ Jadi, tidak salah ya kalau aku memberikan ucapan selamat untuk pegawai baru, ‘Welcome to the jungle!’ Oh, boy

#MysticPopUpBar #YookSungJae #HwangJungEum #RecapDrama  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: