Mystic Pop-Up Bar Ep 1

Wol Joo (muda) berjalan dalam kondisi kotor dan lusuh ke arah pohon (yang di) Suci (kan) dan mengobrak-abrik meja persembahan. Setelahnya, ia berdiri di tepian bukit, menatap desa yang ia tinggalkan.

Beberapa minggu sebelumnya… Wol Joo memegang tangan seorang nenek yang tertidur resah. Wol Joo memberi tahu keluarga si nenek, kalau nenek sakit karena dihantui arwah suaminya. Almarhum suami nenek mengganggu karena dimakamkan di tempat yang salah dan minta agar dipindahkan ke tempat yang mendapat sinar Matahari. Di pasar, Wol Joo bertemu dengan mereka yang pernah dibantunya. Semua berterima kasih, pembacaan mimpi Wol Jo telah membantu menyelesaikan masalah mereka.

Di depan pohon Suci, Ratu berdoa memohon pertolongan untuk Putra Mahkota yang tak kunjung sembuh dari sakit. Dayang yang menemani membisikkan kalau ada yang bisa membantu Ratu.

Setibanya di rumah, ibu Wol Joo menegur Wol Joo, meminta agar Wol Joo tidak lagi membacakan mimpi penduduk desa. Wol Joo menolak berhenti, melakukan hal tersebut membuatnya merasa bahagia karena bisa menolong orang lain. Saat itu prajurit kerajaan datang dan mengawal Wol Joo ke istana.

Wol Joo datang mencoba membaca mimpi Putra Mahkota. Putra Mahkota sakit akibat diganggu arwah-arwah penasaran dari mereka yang meninggal di tangan anggota keluarga kerajaan. Wol Joo minta waktu beberapa hari untuk mendengarkan para arwah. Untuk bisa menenangkan mereka, Ratu diminta untuk memindahkan makam mereka ke tempat yang disinari Matahari dan mengadakan upacara pemakaman yang layak. Setelah beberapa hari, Wol Joo melaporkan kalau Putra Mahkota semakin membaik dan pamit pulang. Ratu memberikan harta sebagai tanda terima kasih.

Putra Mahkota memang sembuh secara fisik. Tetapi, sikapnya menjadi aneh, tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya dan sering tersenyum sendiri. Dayang khawatir si pembaca mimpi mengguna-gunai Putra Mahkota.

Dayang pun pergi ke rumah Wol Joo. Di depan rumah Wol Joo, penduduk desa bergosip tentang harta yang Wol Joo terima. Mereka menganggap Wol Joo hanya penipu yang berkedok sebagai pembaca mimpi. Besar kemungkinan Wol Joo melayani Putra Mahkota dengan baik agar bisa dipilih menjadi selir. Gosip berkembang menjadi semakin parah. Ibu Wol Joo mendapat kilasan akan apa yang akan terjadi. Dia menyuruh Wol Joo untuk pergi ke rumah adiknya dan menyamar sebagai dirinya. Sebelum pergi, ibu Wol Joo memberikan binyeo sambil berpesan apabila Wol Joo membutuhkan kekuatan, peganglah binyeo dengan erat, maka dia akan mempertemukan Wol Joo dengan orang yang sangat dia perlukan. Saat Wol Joo sampai di ujung desa, dia melihat rumahnya terbakar. Wol Joo kembali ke rumahnya, mendapati ibunya sudah tiada. Wol Joo tahu apa yang terjadi.

Saat Wol Joo berada di ujung bukit, dia mengutuk seluruh penduduk desa, dan menggantung diri di pohon Suci. Binyeo Wol Joo jatuh, dan melepaskan api yang meretakkan tanah dan membakar pohon Suci. Api itu membebaskan jiwa-jiwa dan harapan yang ada di dalam pohon Suci. Salah satu jiwa itu terbang melayang tinggi…

Seoul 2020… Binyeo berada di gelung seorang wanita muda, Wol Joo (dewasa), yang meletakkan makanan di depan Mi Ran, dan menawarkan soju, gratis! Dari bahasa tubuh Mi Ran, Wo Joo tahu kalau Mi Ran dalam kesulitan. Wol Joo mulai mendesak agar Mi Ran bercerita, Tetapi, karena ketidak sabaran dan sikap yang terus mendesak, Mi Ran malah urung bercerita. Membuat Wol Joo kehilangan kesabaran dan membatalkan memberi gratis.

Saat Mi Ran pergi, Wol Joo mengeluh kesulitan menemukan orang yang membutuhkan bantuannya. Manager Gwi menyalahkan Wol Joo, kenapa memilih pohon Suci untuk mengakhiri hidupnya. Coba kalau pohon biasa yang dipilih, tentu mereka tidak repot berada di dunia manusia dan mengupas bawang Bombay sepedas itu! Wol Joo menggumam kalau saat itu dia sedang kehilangan akal sehatnya.

Karena tidak ada pengunjung, Wol Joo menyarankan membuat channel sosmed saja, yang bisa mendengarkan keluhan orang secara online. Manager Gwi yakin kalau Wol Joo melakukan itu maka yang terjadi bukan mendapat permintaan tolong, tapi akan banyak tumpukan komentar pedas yang Wol Joo terima. Di zaman ini, karena orang tidak bisa menyakiti orang lain secara langsung, mereka memilih meninggalkan komentar pedas (ow… touché). Jadi, tolong lupakan ide itu.

Manager Gwi khawatir karena sudah enam bulan ini Wol Joo tidak berhasil membuka dunia mimpi. Wol Joo membantah, selama berabad-abad dia sudah berhasil membantu orang. Mulai dari dinasti Joseon sampai Jendral MacArthur di Perang Dunia II. Wol Joo sudah berhasil menyelesaikan 99,990 kasus, tinggal sisa 10 lagi. Bukan salah Wol Joo kalau jaman sudah berubah. Orang sudah tidak berminat mengunjungi kedai pop up, apalagi ditambah persaingan dari jasa delivery (bwahahaha… kesaing sama ojol ya mbak?).

Supermarket Kapeul… Seorang ibu berdiri di depan meja customer service sambil menghitung jumlah telur yang tidak utuh. Petugas customer service, Kang Bae memegang tangan si ibu. Begitu tangan mereka bersentuhan, si ibu langsung secara jujur menceritakan isi hatinya. Hal yang sama terulang lagi saat pembeli kedua tidak sengaja menyentuh jari Kang Bae. Wanita muda itu pun mengaku kalau dia bukan perusak rumah tangga orang, hanya saja rasa cinta itu tidak bisa dihentikan (lmao…).

Mi Ran, yang sebelumnya enggan bercerita tentang masalahnya, ternyata berhasil meraih gelar pekerja terbaik selama 5 bulan berturut-turut. Kang Bae khawatir karena tidak seperti Mi Ran yang telah diangkat menjadi pegawai tetap, dia masih saja menjadi pegawai kontrak. Seung Ho menasihati Kang Bae agar bekerja lebih baik dan tidak terlalu banyak mengobrol dengan pelanggan. Saat Jin Dong hendak memberikan tepukan semangat, Han Kang Bae mengelak, yang membuat Seung Ho meyangka Jin Dong suka memukuli rekan sekerja. Jin Dong menerangkan itu karena Kang Bae tidak suka disentuh orang. Hal itu terbukti saat Kang Bae bertemu bekas teman SMA, Jin Tae. Kang Bae menolak bersalaman, tapi tetap saja tanpa sengaja mereka bersentuhan. Jin Tae langsung berbicara tanpa sensor. Jin Tae menghubungi Kang Bae hanya untuk menawarkan multi level marketing yang Jin Tae bina. Saat Jin Tae sadar, dia menjadi malu dan langsung pergi meninggalkan Kang Bae. Di halte bis, Kang Bae melihat Mi Ran, seorang pegawai teladan, mabuk dan memaki-maki langit.

Keesokan harinya, seorang pria pengunjung merebut jepitan daging dari tangan Mi Ran yang bertugas membagikan sample, dan menggunakannya untuk memasukkan daging langsung ke mulutnya. Saat Mi Ran mencoba mengambil kembali, pria tersebut marah dan memaki Mi Ran. Menghina Mi Ran dengan mengatakan kalau orang kelas bawah memang tidak punya sopan santun. Wol Joo yang sedang belanja di sana mendengar hinaan itu. Dia pun mengangkat, mencekik leher dan melempar pria itu, setelah menyebutnya sebagai pria tidak tahu diri yang hanya ingin makan gratis. Pria tersebut mengadu pada asmen Park. Mi Ran lari sambil menangis saat asmen Park menyuruhnya berlutut meminta maaf pada si pria. Kang Bae yang juga ada di sana, hanya bisa berdiri terdiam.

Saat pulang kerja, Kang Bae menyelamatkan Mi Ran yang menyebrang jalan dengan linglung dan hampir ditabrak mobil. Karena Mi Ran tidak mempunyai teman untuk bercerita, Kang Bae mengajak makan malam bersama. Mereka makan malam di kedai pop up ‘Mystic’. Tanpa sengaja, mereka bersentuhan.

Mi Ran pun bercerita tentang semua kesulitannya.

Mi Ran bersabar meski banyak menerima cacian dari pengunjung, tetapi dia tidak bisa menerima pelecehan seksual yang dilakukan asmen Park terhadapnya terus menerus. Asmen Park memanfaatkan posisinya untuk menekan Mi Ran. Semakin hari semakin sengsara Mi Ran dibuatnya. Mi Ran tidak ingin memperkarakan asmen Park. Dia hanya ingin asmen Park tahu bagaimana rasanya dilecehkan dan merasa tidak berdaya.

Wol Joo menyuruh Kang Bae pergi cuci muka, karena dia ingin bicara empat mata dengan Mi Ran. Saat mereka berdua, Mi Ran disuguhi ramuan special Wol Joo. Selesai minum, Mi Ran langsung mengantuk.

Dunia Mimpi Mi Ran…Mi Ran ada di dunia mimpi, dia berada di ruang CCTV yang menunjukkan semua pelecehan seksual yang dilakukan asmen Park. Mi Ran lumpuh terduduk tidak kuasa menahan malu dan marah. Mi Ran melihat ke salah satu monitor. Asmen Park hendak memeluk pinggangnya. Hanya saja, bukan dia yang ada di sana, tapi Wol Joo. Tangan Wol Joo menggengam telapak asmen Park dan meletakkannya ke pangganan panas, dua kali! Asmen Park melepaskan diri dan berlari. Ke mana pun dia berlari, Wol Joo selalu berada di depannya.

Kang Bae, yang selesai mencuci muka, menemukan Mi Ran tertidur. Saat Kang Bae menepuk Mi Ran, Kang Bae tersedot ke dalam mimpi Mi Ran. Kang Bae dan Wol Joo terkejut saat saling bertemu. Wol Joo heran bagaimana Kang Bae bisa ada di dunia mimpi Mi Ran, apa Kang Bae salah satu utusan Dewi Dunia Akhirat? Kang Bae juga heran, rasanya dia tadi ada di kedai pop-up, bukan di supermarket. Manager Gwi datang dan menjelaskan kalau mereka adalah malaikat, atau seperti itulah, yang bertugas menyelesaikan masalah manusia lewat mimpi. Manager Gwi membuka aura Kang Bae untuk mengetahui bagaimana dia bisa ada di sana. Dari situ terlihat kalau penglihatan spiritual Kang Bae tidak terkunci sejak lahir. Dia memiliki kemampuan yang tidak biasa.

Asmen Park tersadar, berlari ke luar. Wol Joo melemparkan binyeo, dan menjelaskan kesalahan asmen Park yang terkapar. Saat asmen Park berlari lagi, dia ditangkap Manager Gwi dan dilempar jauh-jauh. Mi Ran  yang melihat semua ini merasa panic dan bersalah, dan mengunci ruang CCTV. Mi Ran tidak mengizinkan siapa pun masuk. Di balik pintu, Kang Bae minta agar Mi Ran tidak malu dan merasa bersalah karena dia adalah korban. Wol Joo pun minta Mi Ran berani bangkit, dan Mi Ran tetap bisa menggigit dan mencakar kalau perlu, meski tidak punya taring, untuk membela dirinya sendiri. Dukungan mereka membuat Mi Ran membuka pintu dan mau berusaha bangkit.

Keesokan harinya, Mi Ran melaporan tindak pelecehan itu ke manajemen supermarket. Manager supermarket berterima kasih karena Mi Ran berani melaporkan dan mendukung kalau mau memperkarakan ke pengadilan. Mi Ran bersyukur dimengerti dengan baik. Saat Mi Ran kembali bertugas, pria yang sebelumnya memaki, datang dan meminta maaf. Pria itu semalam bermimpi didatangi Manager Gwi dan dijejalkan daging bakar ke mulutnya. Manager Gwi mengancam, kalau dia membuat keributan lagi, maka manager Gwi akan mengirim wanita yang akan membuat hidup pria itu seperti di neraka.

Mi Ran berterima kasih pada Kang Bae telah mengantarkannya pulang setelah mabuk tadi malam. Mi Ran seperti tidak ingat mimpinya. Kang Bae yang bingung, karena ingat apa yang terjadi di mimpi Mi Ran, pergi ke parkiran dan menemukan binyeo Wol Joo.

Kepala Divisi Yeom datang berkunjung ke kedai pop up ‘Mystic’ untuk menyampaikan pesan dari Dewi Dunia Akhirat. Kalau Wol Joo tidak berhasil memenuhi quota 100ribu sebulan lagi maka Wol Joo akan dikirim ke neraka. Dewi Dunia Akhirat sudah capai mendapat komplain bahwa Wol Joo hanya menghabiskan waktu di dunia manusia dengan minum arak dan makan.

Saat Wol Joo akan pergi ke jembatan untuk mencari manusia-manusia yang bermasalah, ia ingat kalau Kang Bae bisa membuat orang berbicara jujur. Kang Bae pun yakin kalau dia tidak berhalusinasi dan ingat kalau Wol Joo bilang bisa membantu masalahnya. Kedua saling mencari dan bertemu (di jembatan penyebrangan), mereka setuju bekerja sama. Kang Bae membantu Wo Jool dengan kemampuannya dan Wo Jool akan berusaha menghilangkan masalah Kang Bae. Kang Bae mengembalikan binyeo ke Wol Joo. Saat itu, perkataan ibu tergiang di telinga Wol Joo.

Mulailah petualangan Wol Joo & Kang Bae

Bersambung

Komentar aku: Yay!!!! Setelah menunggu sebulan lebih akhirnya ada lagi drama Korea yang sepertinya menarik untuk ditonton. Mudah-mudahan kali ini tidak mengecewakan. Terakhir kali aku menonton K-drama itu ‘Nobody Knows’ karena ada Ryu Deok Hwan (God’s Quiz) dan Kim Seo Hyung (Sky Castle),  ceritanya menarik dan cukup masuk akal. Lagi-lagi aku tertarik dengan drama supranatural dan komedi… Dan lagi-lagi sixth sense/six souls

Yes, untuk pemeran utama, Wol Joo, yang badass, hot temperament, tapi berhati baik. Dua kali yes untuk Choi Won Young yang juga main di Sky Castle. Tiga kali yes untuk Yook Sung Jae, sebagai ex-idol BTOB, permainannya tidak mengecewakan. Empat kali yes untuk ceritanya yang ‘witty’ dan relateable banget sama dunia sekarang.

Kang Bae benar, sixth sense itu mempunyai dua sisi, bisa dianggap sebagai gift/hadiah, tetapi bisa juga menjadi curse/kutukan. Tidak semua orang bahagia mempunyai sixth sense. Ucapan manager Gwi tentang komen pedas netizen juga mengena banget cuy, ouch… tepat sasaran!

#MysticPopUpBar #YookSungJae #HwangJungEum #RecapDrama  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: