Legend of Awakening Ep. 2

Si Tu Chong tiba di pesta bandit dan melihat Qin Sang bertarung melawan Dewa Bandit. Dia mengambil lencana di badan kepala bandit. Qin Sang melihat kedatangan Si Tu Chong dan meloncat melawan Si Tu Chong. Xi Fan mengenali jurus yang dipakai Qin Sang, dan membantu Qin Sang melawan Si Tu Chong. Su Tang pun bergegas hendak membantu.

Dewa Bandit/Lu Ping berlari menjauhi arena. Dia bingung bagaimana pesta bandit ini bisa mengundang kehadiran sekte Shanhai. Tangannya gemetar saat mengingat betapa kejamnya siksaan yang diberikan saat Lu Ping ada di penjara istana Shanhai. Dan tahu kalau Xi Fan dan Su Tang tidak akan mampu melawan Si Tu Chong. Lu Ping kembali ke arena, merebut lencana Shanhai dan pedang Kuinyin. Pedang Kuinyin Lu Ping lemparkan kembali ke Qin Sang, lalu ia berlari dan dikejar oleh Si Tu Chong dan Qin Sang. Xi Fan hendak mengejar mereka juga, tapi dilarang oleh Su Tang. Tugas mereka adalah menyelamatkan Madam Jin.

Lu Ping duduk di atas pohon sambil memutar-mutar lencana Shanhai. Ia berkata pada Si Tu Chong, meski teknik silatnya bagus, tapi Si Tu Chong tidak terlalu pintar, karena seharusnya Si Tu Chong tahu apa konsekwensi anggota sekte Shanhai kalau mereka kehilanganan lencananya. Lu Ping dan Si Tu Chong bertempur. Lu Ping mengaktifkan keenam tenaga dalamnya. Si Tu Chong menyebutnya monster, Karena tidak pernah ada orang yang berhasil mengaktifkan enam tenaga dalam. Lu Ping membatin, monster ini diciptakan oleh sekte Shanhai. Dia kembali teringat saat darahnya diambil secara paksa di penjara istana Shanhai.

Si Tu Chong melepas topeng perak Lu Ping, dan mengenali Lu Ping sebagai pelarian yang selama tiga tahun ini dicari Master Shanhai. Sang Pembangkit yang mampu membangkitkan enam tenaga dalam. Lu Ping memukul Si Tu dengan keras dan berkata meski dia dicari oleh Master, dia tidak akan pernah bersedia kembali ke Shanhai.

Qin Sang berhasil menyusul mereka dan bertarung dengan Lu Ping, serta melukai lengannya. Di saat seperti itu, rantai segel jiwa mulai menguasai Lu Ping. Dia mulai melemah. Kondisi Lu Ping dimanfaatkan Qin Sang untuk menyerang dan mengakibatkan bekas luka bakar berbentuk segel di tangan Lu Ping terlihat oleh Qin Sang. Menyadari hal itu, Lu Ping menotok Qin Sang dan mengikat Qin Sang yang pingsan di pohon. Segel Jiwa Lu Ping bertambah kuat.

Xi Fan berhasil menemukan Madam Jin. Madan Jin mengira yang datang Guru You Dao dan memeluk Xi Fan. Madam Jin mengeluh karena bukan Guru You Dao yang menyelamatkannya. Shi Tou dan teman-teman masuk, menyatakan kalau keadaan sudah aman. Bandit sudah ditaklukan, tapi bagaimana dengan harta yang mereka rampas? Xi Fan yakin harta itu pasti akan diambil Dewa Bandit. Dia pun bergegas masuk ke ruang harta.

Benar saja, di ruang harta Dewa Bandit sedang membuka peti harta. Saat dia mau bertarung dengan Xi Fan, rantai segel jiwa menguasai dirinya. Untung Su Tang datang dan memukul Xi Fan dari belakang, rahasia jati diri Dewa Bandit pun aman. Lu Ping mengingatkan agar Su Tang bersikap lebih lembut pada Xi Fan, kalau dia sampai kenapa-kenapa yang repot mereka juga.

Di malam hari, Xi Fan dibangunkan untuk makan malam. Rekan-rekan seperguruan menggoda dan menertawakan Xi Fan. Xi Fan dipermainkan oleh Dewa Bandit, mukanya digambari kura-kura. Xi Fan merasa malu, kesal dan marah, dan melampiaskan kekesalannya pada Lu Ping. Lu Ping yang sedang asyik menghabiskan ayam panggang dengan muka polosnya menawari ayam panggang ke Xi Fan. Xi Fan menegur Lu Ping yang dianggap tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Lu Ping malah semakin menggoda Xi Fan. Xi Fan tersinggung dan meninggalkan mereka.

Di dalam hutan, Qin Sang yang masih tergantung di pohon memaki-maki Dewa Bandit dan memanggil Zi Yang. Dia terus berteriak minta tolong dan ditemukan oleh para bandit. Kepala Bandit hendak membalas dendam dengan mempermalukan Qin Sang. Tidak jauh dari sana, Wei Tiang Qi, putra gubernur Wei Zhong, mencari kepala prajurit Wei Ming, orang kepercayaan gubernur Wei, dan mendengar teriakan Qin Sang. Ia pun berlari ke arah Qin Sang. Wei Tian Qi memukul para bandit yang mengitari Qin Sang, tetapi para bandit tidak kalah licik dan memasukkan Wei Tian Qi ke dalam karung dan memukulinya. Sebuah panah bersarang di dada kepala bandit. Zi Yang datang dan menurunkan Qin Sang, sementara Wei Ming dan beberapa prajurit mengalahkan bandit dan membebaskan Wei Tian Qi. Merasa malu, Wei Tian Qi memarahi prajurit-prajuritnya. Wei Tian Qi menawarkan Qin Sang untuk menenangkan diri di rumahnya di Negara bagian Chan. Begitu menyadari kalau Wei Tian Qi adalah putra gubernur Wei Zhong, Qin Sang menerima tawaran itu. Qin Sang menolak pulang ke ibukota sebelum dia berhasil menangkap Dewa Bandit yang masih juga disangka sebagai anggota sekte Shanhai.

Su Tang menegur Lu Ping yang dianggap terlalu kasar pada Xi Fan. Lu Ping malah menggoda Su Tang sedang jatuh cinta pada Xi Fan. Lu Ping senang kalau memang begitu adanya, artinya kalau dia sudah tidak ada, Su Tang ada yang menjaga. Su Tang bersikeras kalau sampai kapan pun, dia akan mengikuti Lu Ping. Lu Ping pamit ke kamarnya. Dari kejauhan, Xi Fan bertanya-tanya apakah mungkin Dewa Bandit itu Lu Ping. Tapi, dengan tabiat seperti itu, pastinya Lu Ping bukan Dewa Bandit. Semua tingkah laku Lu Ping hanyalah kedok untuk menyembunyikan lukanya. Begitu berada di kamar, Lu Ping terjatuh. Lu Ping mengeluarkan lencana Shanhai yang dia rebut dari Si Tu Chong.

Kilas balik… Lu Ping berusaha membangunkan ibu pengasuh yang terkapar di pinggiran desa yang sedang dihancurkan. Api membara di sana sini. Si Tu Xing dan Si Tu Luo datang menghampiri dan mengajak Lu Ping pergi bersama mereka. Meski Lu Ping menolak, dia diambil paksa oleh Si Tu Luo. Lu Ping bergetar kesakitan. Saat terbangun, dilihatnya Su Tang sedang mengobati lengannya yang terluka. Lu Ping menyadari kalau sekarang makin sulit mengelabui Su Tang. Su Tang menawarkan permen Osmanthus. Saat Su Tang masuk, Lu Ping bermimpi buruk dan seluruh badannya gemetar.

Lu Ping menyesalkan kenapa Su Tang mengikutinya saat mereka keluar dari penjara. Kalau saja Su Tang memisahkan diri, hidup Su Tang tidak akan seruwet sekarang. Su Tang menolak tanggapan itu. Selama ini orang menganggap Su Tang selalu membela dan menjaga Lu Ping. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Sejak di penjara, Lu Ping selalu membela dan menjaga Su Tang. Saat Dewa Bandit datang menyelamatkan Lu Ping, Lu Ping memohon agar adiknya, Su Tang juga ikut dibebaskan. Kalau waktu itu Lu Ping tidak minta, Su Tang masih ada di penjara sampai sekarang. Lu Ping bukan monster seperti yang dikatakan Si Tu Chong, Lu Ping adalah kakaknya.

Guru You Dao mencuri dengar perkataan mereka dan tertangkap basah. Guru You Dao menuduh mereka mencari masalah dengan sekte Shanhai. Kalau tahu Lu Ping dan Su Tang ada hubungannya dengan sekte Shanhai, Guru You Dao tidak akan menyelamatkan mereka, bisa hancur perguruan Zhaifeng nantinya. Guru You Dao pun mengusir Lu Ping dan Su Tang. Su Tang melempar Guru You Dao dengan tael emas. Wah, benar uang, berat lagi… Guru You Dao langsung memaafkan mereka. Mereka disuruh cepat-cepat membayar sisa hutang dan berhenti membuat keributan.

Su Tang mengeluhkan sikap Guru You Dao yang selalu meributkan masalah hutang mereka. Lu Ping mengingatkan kalau mereka hanya akan berada di Zhaifeng sampai mereka menemukan penyelamat mereka, Dewa Bandit. Dewa Bandit bahkan memberikan tenaga dalamnya agar segel jiwa Lu Ping sedikit terbuka dan bisa melarikan diri. Sayangnya, Dewa Bandit dilukai oleh Si Tu Xing, sementara mereka berhasil melarikan diri. Tiga tahun ini, Lu Ping berpura-pura menjadi Dewa Bandit untuk memancing Dewa Bandit yang asli keluar dari persembunyiannya. Dari penyelidikan Lu Ping ada seseorang yang selalu dipuji karena pengetahuan mengenai bela diri sangat tinggi, tetapi kehilangan kemampuan silatnya, berada di Utara dan satu-satunya orang yang cocok dengan deskripsi itu adalah Ge Cheng. Lu Ping percaya Ge Cheng tahu bagaimana cara membuka segel jiwa. Sekali segel terbuka, Lu Ping akan terbebas.

Mereka kehilangan kesempatan bertemu Ge Cheng di kota Chen Qiao. Satu-satunya cara adalah menemukan gadis yang bertarung dengannya. Lu Ping ingat logo di pedang si gadis serupa dengan logo di kereta Ge Cheng. Lalu, gadis itu di mana sekarang? Lu Ping meninggalkannya di hutan, mungkin juga masih tergantung di sana. Mereka pun berlari ke dalam hutan tempat Qin Sang diikat. Talinya masih ada, tetapi gadisnya sudah menghilang. Si gadis pasti tidak pergi terlalu jauh, dia perlu waktu untuk menenangkan diri. Mungkin juga lencana Shanhai bisa dipakai untuk memancing gadis itu muncul lagi. Xi Fan sepertinya tahu siapa gadis itu. Su Tang diminta Lu Ping mendekati Xi Fan dan mencari tahu sebisa mungkin. Di pagi hari Su Tang mengagetkan Xi Fan dengan menawarkan jadi rekan berlatih. Ha?

Wei Tian Qi sampai di gubernuran dan disambut dengan (terlalu) hangat oleh ayahnya, gubernur Wei. Gubernur Wei kaget saat melihat Qin Sang.

Xi Fan berlatih pedang bersama Su Tang. Gerakan Xi Fan terlihat gamang, Xi Fan mengelak dan mengatakan kalau dia tidak ahli menggunakan pedang, juga kenapa tiba-tiba Su Tang rajin latihan pedang? Su Tang menerangkan kalau dia sedang mencoba gerakan Ru Yu berdasarkan ingatannya. Lalu mengalihkan pembicaraan ke Qin Sang. Gadis yang berpura-pura menjadi Madam Jin. Lalu sekarang menghilang. Apa Xi Fan tidak ingin tahu siapa gadis itu sebenarnya? Xi Fan mengenali jurus yang dipakai adalah jurus milik keluarga Qin, Permainan Pedang Pita Matahari. Meski gadis itu masih muda, tapi permainannya cukup baik, pastinya gadis muda itu putri keluarga Qin, Qin Sang. Su Tang tahu mereka akan kesulitan kalau harus bersinggungan dengan keluarga Qin.

Qin Sang menceritakan insiden yang dia alami. Qin Sang menuduh gubernur Wei tidak menyembunyikan informasi kalau masih ada pembunuh dari Shanhai yang berkeliaran di Negara bagian Chan. Pembunuh itu bertopeng dan jago silat. Dia pasti dikirim oleh sekte Shanhai untuk memata-matai sekte Feng Lin. Sebelum Qin Sang menemukan pembunuh itu, dia akan tinggal di gubernuran.

Kilas balik ke tiga tahun yang lalu… Lu Ping mengikatkan rantai di tangannya dan menenggelamkan diri. Itu dilakukan agar sebagian tenaga dalamnya bisa lepas dari segel jiwa. Semakin Lu Ping kesulitan bernafas dan kesakitan, semakin banyak tenaga dalam yang keluar dari segel jiwa. Untuk itu Lu Ping akan mencoba menyelam lebih lama setiap harinya. Su Tang khawatir bukan tenaga dalam yang keluar, tetapi jiwa Lu Ping yang akan hilang. Lu Ping memang mendapatkan sebagian tenaga dalamnya, di saat yang sama, dia juga kehilangan kesadarannya. Xi Fan yang berada di sana, terjun ke danau dan menyelamatkan Lu Ping.

Xi Fan marah karena Lu Ping nyaris kehilangan nyawanya. Bagi Xi Fan tindakan Lu Ping sudah sangat keterlaluan. Xi Fan melihat bayangannya di tepi kolam, tangannya bergetar. Dia pun teringat saat Si Tu Xing dan Si Tu Luo membantai keluarga dan teman-temannya. Saat nyawa Xi Fan terancam, teman dekatnya mengorbankan diri agar Xi Fan bisa selamat. Sejak saat itu Xi Fan bersumpah untuk tidak pernah membiarkan ada lagi temannya yang kehilangan nyawa.

Guru You Dao menanyakan kenapa Xi Fan menakut-nakuti ikan yang ada di danaunya? Xi Fan menanyakan latar belakang Lu Ping. Guru You Dao menjelaskan dia pun tidak tahu latar belakang Lu Ping. Lu Ping dan Su Tang hanyalah anak-anak jalanan yang tersesat. Karena kasihan, Guru You Dao menyelamatkan mereka. Siapa sangka Guru Gao harus menghabiskan banyak uang untuk membesarkan mereka? Saat Xi Fan menyalahkan diri sendiri karena ulah Lu Ping yang tidak bisa diatur, Guru You Dao menjadi marah.

Xi Fan ditarik dan dinasehati untuk bertindak lebih luwes, jangan terlalu kaku. Xi Fan sudah beberapa lama dididik di perguruan Zhaifeng, dan ilmunya berkembang pesat. Bahkan mempelajari tenaga dalam Suara yang bukan merupakan tenaga dalam pertama/bawaan Xi Fan. Tapi tetap saja kepribadian Xi Fan tidak berubah, semua masalah dia tanggung di pundaknya. Xi Fan menjelaskan kalau dia tidak bisa santai sampai dia bisa membayar hutang nyawa itu. Guru You Dao merebut badge yang ada di pinggang Xi Fan dan mengingatkan kalau Xi Fan, pemilik badge Zhaifeng adalah tempat bersandar seluruh perguruan, termasuk dirinya di masa depan nanti.

Guru You Dao perlu pergi ke ibukota Kaifeng. Seluruh perguruan Zhaifeng ada di tangan Xi Fan. Usahakan agar teman-teman, terutama Lu Ping, menjaga nama baik perguruan. Xi Fan menggoda gurunya karena akan bertemu dengan teman wanita istimewa. Teman wanita itu punya temperamen tinggi, karena setiap kali pulang dari rumah teman wanita ini, Guru You Dao pasti dalam keadaan babak belur… Lalu, kenapa Guru You Dao masih juga datang berkunjung? Guru You Dao menjawab, ia pun punya dosa yang musti ditebus.

Qin Sang dan Zi Yang sudah beberapa kali mengelilingi kota Chan Qiao, tetapi tidak juga menemukan Dewa Bandit. Zi Yang menyarankan untuk pulang saja. Wei Tian Qi yang mendengarkan pembicaraan itu menyarankan untuk meminta bantuan pembunuh bayaran yang ahli menemukan orang. Untuk itu Wei Tian Qi telah memasang poster di seluruh ibukota, dari Timur sampai Barat, menawarkan imbalan bagi mereka yang bisa menemukan Dewa Bandit.

Qin Sang menganggap ide itu ide bodoh. Dari kamarnya, Qin Sang mendengar seorang mencoba menyelinap masuk. Qin Sang meniup semua lilin yang ada di kamarnya, dan menangkap si penyusup.

Bersambung…

Komentar aku: Huah! Aku sempat kesal juga melihat kelakuan Lu Ping. Xi Fan itu suabaar sekali, ya. Dua-duanya menutupi trauma mereka dengan sikap yang bertolak belakang. Lu Ping jadi bersikap berandalan (tapi masih perhatian, kalau tidak, saat Xi Fan dan Su Tang terdesak oleh Si Tu Chong, pastinya ditinggal lari saja). Xi Fan jadi bersikap over protective. Huhuhu…

Yang agak normal tinggal Su Tang (masih takjub kalau ingat ini gadis baru berusia 13 tahun).

Legend of Awakening

Episode 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: