Legend of Awakening Ep. 1

Setapak demi setapak, telapak kaki berdarah dari sepasang kaki yang menyeret rantai gelang, tampak berjalan terseok-seok di lembah gunung bersalju. Laki-laki itu Menggendong seorang perempuan muda di punggungnya. Pemuda itu bernama Lu Ping, dan dia menggendong adiknya, Su Tang. Lu Ping terjatuh kelelahan. Lu Ping bertanya pada Su Tang kalau dia baik-baik saja? Su Tang merasa lapar. Lu Ping mengambil bubuk salju dan memberinya pada Su Tang, berharap adiknya membayangkan butiran salju itu permen dingin, agar mudah ditelan.

Setelah beberapa saat berbaring, Lu Ping kembali menggedong Su Tang. Su Tang bertanya ke mana mereka akan pergi? Lu Ping menjawab ke mana saja yang memungkinkan kita bertahan hidup…

Narasi Kerajaan-kerajaan sedang berselisih dan keadaan menjadi kacau balau. Zhai Wei dari kerajaan Dan melakukan pemberontakan dan mendirikan  Kerajaan Shuo. Kerajaan Shuo berada di seberang kerajaan Dan yang mundur ke arah Utara. Dalam keadaan yang tidak pasti ini, para prajurit memperdalam ilmu bela diri yang berdasar pada penguasaan tenaga dalam.   

Dasar tenaga dalam terdiri dari ‘Enam Tenaga Dalam’ utama, yakni: Visi, Suara, Energi, Pivot, Kekuatan dan Mental. Visi, berdasar pada indra penglihatan. Mereka yang menguasai visi bisa melihat obyek dengan tingkat akurasi dan kedalaman yang tinggi. Seperti saat menggulung sutra dari kempompong ulat, tidak ada satu utas sutra pun yang tidak diuraikan. Suara, berdasar pada indra pendengaran. Mereka yang menguasainya mampu mendeteksi asal suara meski berada ribuan meter jauhnya. Energi, berdasar pada keseimbangan energi, mereka yang menguasainya mampu bergerak seringan udara dan secepat anak panah. Pivot, berdasar pada indra penciuman dan indra perasa yang bekerja jauh lebih baik, sehingga bisa mengenali jenis-jenis tanaman obat dan racun. Kekuatan, berkonsentrasi pada kekuatan fisik. Mereka yang memilikinya mampu mengeser gunung, memindahkan daratan dan sungai. Mereka tidak terhentikan.  Mental, berkonsentrasi pada kemampuan menguasai pikiran. Mereka yang menguasainya bisa mengontrol pikiran orang lain. Mental adalah tenaga dalam yang paling misterius dari seluruh tenaga dalam yang ada. Orang yang menjadi korban tenaga dalam mental akan kehilangan akal sehat. Meski sudah berlatih seumur hidup, tetap sulit bagi ahli bela diri untuk menguasai keenam tenaga dalam ini.

Legenda menceritakan bahwa ada yang mereka yang lahir dengan penggabungan keenam tenaga inti. Meski demikian, mereka sangatlah sulit ditemukan. Mereka disebut ‘Sang Pembangkit

Di perguruan Beidou, yang berada di puncak gunung, Jendral Qin Qi berlatih bersama murid-murid Beidou. Jendral Qin didamping pejabat Negara Wen Ge Cheng. Pejabat Ge Cheng memberitahu Jendral tenaga dalam yang dikombinasikan dalam jurus Beidou yang dipakai, agar bisa mencari titik lemah dari jurus tersebut.  Berbekal pengetahuan itu, Jendral Qin mulai mengalahkan satu persatu murid Beidou sampai Master Li Yao Tian mengambil pedang kayu dari tangan Jendral. Latihan pun selesai.

Master Yao Tian mengundang Jendral Qin dan pejabat Ge Cheng beristirahat dan minum teh. Jendral Qin mengagumi jurus yang dimiliki perguruan Beidou yang terkenal. Master Yao Tian memuji jurus Permainan Pedang Pita Matahari yang diperagakan Jendral Qin. Master Yao Tian tidak lupa memuji pejabat Ge Cheng yang menggunakan Pivot untuk menganalisa jurus Beidou untuk mengetahui kombinasi tenaga dalam yang dipakai.

Jendral Qin menyampaikan maksud kedatangannya. Kaisar mengetahui kalau banyak pendekar dunia persilatan berasal dari Beidou. Di masa sulit ini, Kaisar meminta agar Master Yao Tian mau bekerja kembali di Kekaisaran dan melatih para prajurit. Tentunya, Kaisar tidak akan lupa memberikan balasan dan gelar yang setimpal.

Dalam perjalanan kembali ke ibukota, pejabat Ge Cheng meminta maaf pada Jendral Qin, karena usulannya merekrut perguruan Beidou gagal. Pejabat Ge Cheng memberikan saran untuk mencari tenaga-tenaga berbakat di perguruan-perguruan lainnya di Negara Shuo. Jendral Qin menolak, karena dia tidak sekedar mencari lulusan perguruan silat, tetapi dia ingin mencari mereka yang memiliki kemampuan luar biasa.

Jendral Qin mendengar suara dari balik rerumputan dan langsung menembakkan anak panah ke tempat suara berasal. Mata seorang gadis berpakaian prajurit berpendar biru. Dengan menggunakan visi, gadis itu secara presisi membelah dua anak panah yang ditembakkan ke arahnya. Nama gadis itu Qin Sang.

Penasihat Ge Cheng memberi salam kepada Qin Sang dan memuji kemampuan visinya yang berkembang pesat dalam beberapa hari ini. Qin Sang merajuk kepada kakaknya, karena anak panah tersebut bisa saja melukai dayangnya, Zi Yang. Jendral Qin menegur Zi Yang karena dianggap lalai menjalankan pekerjaannya menjaga Qin Sang. Hukumannya adalah penggal kepala. Mendengar itu, Zi Yang berlutut meminta maaf. Qin Sang menarik Zi Yang berdiri sambil berkata kalau itu semua bukan salah Zi Yang.

Qin Sang memeluk lengan kakaknya dan berkata kalau semua ini dia lakukan agar bisa mempelajari gerak-gerik kakaknya. Siapa tahu apa yang dia pelajari bisa untuk membantu kakaknya di kemudian hari, sambil meminta dukungan pejabat Ge Cheng. Pejabat Ge Cheng tidak bisa berkata lain kecuali mengiyakan.

Asisten Jendral Wen Rui meyela percakapan itu karena dia mendapat pesan dari daerah Chan yang diserang secara misterius dan berharap Jendral Qin bisa berkunjung untuk menyelesaikan masalah itu. Jendral Qin bertanya siapa yang berani berbuat ulah? Asisten Jendral Wen Rui menjawab yang menyerang adalah sekte Shanhai. Jendral Qin menyetujui mampir di kota Chenqiao. Qing Sang mendesak ikut serta. Berangkatlah pasukan Long Jie.

Dari ujung jembatan, terdengar yel-yel kegagahan Zhaifeng akan mengalahkan kegagahan Beidou yang diteriakkan oleh murid-murid perguruan Zhaifeng yang berlatih berlari sambil membawa beban keranjang batu. Xi Fan, murid pertama perguruan Zhaifeng tiba-tiba berbalik dan mendatangi Lu Ping yang terduduk dan menolak melanjutkan lari. Lu Ping mengeluh karena bagi Xi Fan yang memiliki Kekuatan, mudah untuk lari sejauh 5 kilometer. Tapi dia yang tidak punya tenaga dalam apa pun, latihan itu berat sekali. Shi Tou membandingkan Lu Ping dengan Su Tang. Su Tang gadis mungil tapi tidak mengeluh. Xi Fan menimpali, kalau semua murid seperti Lu Ping, bagaimana mereka bisa mengalahkan Beidou?

Su Tang berdiri membela kakaknya dan menantang siapa pun yang berani mengganggu Lu Ping. Lu Ping berpura-pura mengeluh kesakitan, pinggangnya keseleo dan minta izin tidak meneruskan berlari. Xi Fan sudah hafal dengan semua alasan Lu Ping, menolak memberi izin dan memarahinya serta menyuruh untuk terus berlari.

Jendral Qin dan pasukannya telah sampai kota Chen Qiao. Pasukan Long Jie memblokir jalan utama dan murid Zhaifeng berhenti berlatih dan berdiri di depan jalan yang ditutup. Saat itu pejabat Gen Cheng mengintip dari balik kereta. Lu Ping melihat wajah Ge Cheng dan teringat saat dia disiksa di penjara istana Shanhai. Sosok berjubah hitam bertopeng perak menolong dirinya. Lu Ping berbisik pada Su Tang kalau itu yang bernama Wen Ge Cheng. Su Tang bertanya seberapa yakin Lu Ping kalau dia yang menyelamatkan mereka? Lu Ping yakin karena dia telah mencari tahu. Lu Ping menyuruh Su Tang mengalihkan perhatian Xi Fan, karena dia akan menemui Ge Cheng.

Melihat jalan diblokir, Xi Fan memutuskan berputar arah agar bisa meneruskan latihan mereka. Saat melihat Su Tang berdiri sendiri, Xi Fan menyadari kalau Lu Ping menghilang. Su Tang berusaha menghalangi, tetapi gagal. Dengan menggunakan Suara, Lu Ping berhasil mengetahui posisi Lu Ping saat itu.

Pejabat Chen dan Gubernur Wei, menyambut Jendral Qin dan pasukannya serta menyilahkan masuk untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Lu Ping melihat Ge Cheng masuk gubernuran dan memutuskan untuk ikut masuk. Asisten Jendra Wen Rui menghalangi Lu Ping.

Gubernur Wei memberikan lencana Shanhai pada Jendral Qin. Siapa pun yang menerima lencana itu maka sekte atau keluarga penerima akan dimusnahkan. Sekte Feng Ling yang berada di dekat Chan mengirim pesan kalau mereka menerima lencana yang sama. Pejabat daerah Chan mengatakan kalau itu bukan ancaman biasa, karenanya mereka memberanikan diri meminta bantuan Jendral Qin. Pejabat Ge Cheng memberikan pendapat kalau serangan ini hanyalah persaingan antar sekte saja. Tidaklah bijaksana apabila Jendral Qin mengurusi insiden ini sementara Konvensi Pertarungan Tenaga Dalam akan segera dimulai. Qin Sang menyela kalau sudahlah menjadi tugas pejabat pemerintahan untuk memberikan bantuan, apalagi kalau sampai ada korban jiwa.

Ge Cheng menerangkan kalau dunia persilatan mempunyai aturannya sendiri. Kalau Jendral Qin mencampuri sengketa antar sekte, maka intervensi itu akan merusak keseimbangan di dunia persilatan. Juga, Gubernur Wei cukup terpandang dan memiliki prajurit yang berkemampuan tinggi. Surat itu ditujukan kepada Gubernur Wei, sudah sepantasnya Gubernur Wei menyelesaikan sengketa ini.


Mendengar teguran dari Ge Cheng, pejabat Chen dan Gubernur Wei langsung berlutut meminta maaf karena bertindak tanpa berpikir panjang. Jendral Qin memutuskan agar sengketa ini diatasi oleh Gubernur Wei dibantu oleh pejabat Chen. Jangan sampai para penjahat melarikan diri. Qin Sang tidak percaya Jendral Qin mengikuti saran Ge Cheng. Jendral Qin menegur Qin Sang untuk bersikap sopan dan ikut kembali ke rumah. Qin Sang berpikir kalau kakaknya tidak mau mengambil alih, maka dia yang akan bertindak.

Lu Ping masih berusaha menemui Ge Cheng dengan mencoba meloncati pagar Gubernuran, tapi ditarik turun oleh Xi Fan. Xi Fan menganggap Lu Ping bertindak keterlaluan hendak membuat onar dengan para tentara.

Xi Fan masuk ke halaman perguruan Zhaifeng disertai rekan-rekannya. Xi Fan bertanya apa Lu Ping ingat apa yang diajarkan Guru Guo You Dao? Lu Ping sembari tertawa menyatakan kalau dia tidak pernah menyimak ajaran Guru You Dao. Xi Fan menghela nafas dan menyuruh Shi Tou melemparkan kendi minuman. Dengan menggunakan visi, Xi Fan mengarahkan anak panah dan menembak kendi tepat pada sasaran. Anak panah kedua dilepaskan dan tepat mengenai lubang mata uang yang ditancapkan di puncak patung kendi.

Setiap orang yang berlatih bela diri wajib menguasai satu tenaga dalam, setelahnya belajar menguasai tenaga dalam kedua. Dan seterusnya, sampai menguasai kelima tenaga dalam. Xi Fan menggunakan visi untuk menembak obyek yang dia tuju. Kalau Lu Ping bisa menunjukkan keahlian setingkat Xi Fan, Xi Fan tidak akan menghukumnya.

Lu Ping melepaskan anak panah, tentu saja tidak kena kendi. Anak panahnya meluncur ke kolam air. Menurut Lu Ping, pecundang seperti dirinya lebih baik bergulingan saja di tanah dan mencari pohon untuk dipeluk. Kalau saja Xi Fan tidak mencampuri urusannya, Lu Ping sudah pergi mengikuti Jendral ke ibukota Kaifeng dan hidup berkelimpahan harta.

Bagi Xi Fan, setiap anggota perguruan Zhaifeng, wajib mengikuti aturan perguruan. Satu, meski tidak rajin, tetap tidak boleh mangkir. Dua, sebagai orang yang berlatih bela diri, meski tidak mahir, tetap tidak boleh berpuas diri. Tiga dan yang paling penting, Lu Ping telah mengganggu pejabat Negara. Negara akan menghukum murid dan rekan-rekan seperguruan apabila dia melanggar aturan Negara. Xi Fan menyuruh murid-murid lainnya memberikan hukuman untuk Lu Ping. Su Tang kembali membela Lu Ping. Xi Fan mengingatkan bahwa dia bertugas menegakkan disiplin. Su Tang memang berbakat, bagaimana nanti dia bisa bertanggung jawab kalau Su Tang berada di posisi Xi Fan? Lu Ping melarikan diri.

Saat Lu Ping melewati gerbang Zhaifeng, sebuah kendi mendarat di keningnya.  Lu Ping pun terjatuh. Pukulan kendi mengingatkan Lu Ping saat dia  dan Su Tang terkapar di salju, tidak sanggup lagi berjalan. Sebuah jari mengetuk keningnya dan menyadarkan Lu Ping yang pingsan. Lu Ping melihat ke atas dan meminta tolong. Si penolong, seorang lelaki setengah baya, menyetujui menolong mereka dengan bayaran 5000 tael perak. Muka yang sama sekarang berada di hadapannya.

Guru You Dao melarang Xi Fan memukul Lu Ping dengan alasan agar tidak kehilangan nama baik. Guru menyuruh Lu Ping berlutut dan meminta maaf pada Xi Fan. Xi Fan tidak boleh memukul Lu Ping, karena Lu Ping masih punya hutang 5000 tael perak pada Guru. Lalu Guru menyuruh Xi Fan mengikutinya. Guru punya tugas untuk Xi Fan. Janda dan pemilik restoran Ru Yu, madam Jin, diculik oleh bandit untuk diperistri. Madam Jin punya banyak harta. Mereka perlu uang untuk memperbaiki gedung Zhaifeng sebelum musim dingin tiba. Itu tugas untuk esok hari.

Guru You Dao menyuruh murid-muridnya melaksanakan tugas yang akan dipimpin Xi Fan dan Su Tang. Lagi-lagi Lu Ping menolak ikut bertugas dengan alasan dia tidak mampu membantu apa pun. Guru tahu hal itu, karenanya Lu Ping ditugaskan berjaga di tepi hutan. Guru juga menghukum Lu Ping dengan melarangnya makan malam dan harus membersihkan kandang kuda. Xi Fan menolak penugasan ini dan pergi ke dalam bangunan. Guru You Dao mengejar Xi Fan dan menanyakan alasan. Bagi Xi Fan menolong orang yang kesusahan itu seharusnya gratis. Guru You Dao memang telah menolong orang selama beberapa tahun ini, tetapi semua yang ditolong dimintai bayaran, hal itu tidak terasa pantas bagi Xi Fan. Guru You Dao berdalih, kalau semua pendekar hanya menolong orang miskin, lalu bagaimana bila orang kaya mendapat kesulitan? Apa mereka dibiarkan begitu saja? Itu sama saja artinya Xi Fan membeda-bedakan perlakukan berdasarkan status seseorang. Bukan itu yang diajarkan Guru selama ini. Guru You Dao meledek Xi Fan kalau sebetulnya bukan itu alasan Xi Fan tidak mau membantu, tetapi lebih kepada Xi Fan takut gagal. Guru membujuk Xi Fan untuk tidak khawatir akan kegagalan, karena pastinya Dewa Bandit akan datang membantu.

Para murid melewati kandang kuda dan menertawakan Lu Ping. Su Tang datang dan memberikan bakpau yang disisihkan untuk Lu Ping. Su Tang menyesal tidak bisa menghalangi Xi Fan dan menyebabkan Lu Ping dihukum. Lu Ping memberikan permen Osmanthus untuk Su Tang dan mengambil bakpau hangat. Mereka makan di depan padepokan.

Su Tang berpikir kalau Lu Ping bercerita tentang masa lalunya, rekan-rekan seperguruan tidak akan menertawakan dan merendahkan Lu Ping. Saat menembakkan anak panah tadi, panah Lu Ping tepat mengenai lubang mata uang dan memang sengaja diarahkan ke kolam, sehingga tidak ada yang tahu itu. Lu Ping sengaja menyembunyikan jati dirinya. Setelah Lu Ping menemukan Ge Cheng, dia berniat membawa Su Tang pergi dari perguruan Zhaifeng. Su Tang khawatir Shanhai akan menemukan mereka di kota Chen Qiao ini, tidak pernah ada orang yang berhasil keluar dari Shanhai hidup-hidup. Lu Ping menenangkan Su Tang, mereka adalah bukti hidup bahwa ada yang berhasil. Mereka menikmati malam bermandikan sinar bulan Purnama.

Rumah Gubernur Wei dijaga ketat. Salah seorang prajurit mendekati Qin Sang dan minta agar mereka mundur saja. Prajurit sudah kecapaian akan sulit bila sekte Shanhai menyerang. Tiba-tiba kembang api meledak di atas gubernuran dan pujian berkumandang, ‘Gangguan yang dialami tiga kerajaan itu layaknya istana yang terbakar. Hanyalah sekte Shanhai yang mampu memadamkanya.’ Qin Sang bersiap menghadapi empat anggota Shanhai menggunakan pedang Kuinyinnya. Satu persatu anggota Shanhai ditaklukkan. Pejabat Zheng memuji keampuhan jurus Permainan Pedang Pita Matahari. Tak disangka serangan belum berakhir. Anak-anak panah bergerak sendiri dan meluncur melukai semua prajurit dan pejabat yang berjaga di sana.

Di atas atap, pembunuh kiriman Shanhai, Si Tu Chong tersenyum sinis. Dari awal pertikaian, Si Tu Chong telah menggunakan Mental untuk menghipnotis seolah segerombolah anggota Shanhai menyerang gubernuran. Si Tu Chong menyerang Qin Sang. Qin Sang berhasil merebut lencana milik Si Tu Chong dan melarikan diri.

Pagi hari berikutnya, Xi Fan membagi tugas: Shi Tou menaburkan obat tidur di jamuan pesta, Su Tang bergabung dengannya dan Lu Ping melipir pergi lalu duduk di bawah pohon. Xi Fan tidak habis pikir dengan kelakuan Lu Ping. Lu Ping berjaga sambil membawa bungkusan besar berisi makanan agar tidak kelaparan saat menunggu.

Qin Sang dan Zi Yang bersembunyi dari kejaran Si Tu Chong yang bergerak semakin mendekat. Zi Yang menawarkan diri mengalihkan perhatian dan pergi ke benteng terdekat, Benteng Chuan Yun. Meski Si Tu Chong bukan tandingan Zi Yang, tapi Zi Yang menguasai Energi, sehingga yakin akan bisa lepas dari kejaran Si Tu Chong. Mereka berganti pakaian agar Si Tu Chong menyangka kalau yang lari adalah Qin Sang. Rencana itu berhasil, Si Tu Chong berlari mengejar Zi Yang.

Di pesta perjamuan para bandit, kepala bandit menggoda Madam Jin, menanyakan kenapa sang pendekar kekasih Madam Jin tidak juga datang membebaskannya. Madam Jin tidak khawatir. Perguruan Zhaifeng memegang teguh sifat kesatria dan pemberani. Begitu Guru You Dao mendengar khabar ini, pasti dia akan datang menyelamatkan Madam Jin. Rupanya, ini adalah sandiwara buatan Madam Jin agar Guru You Dao menyelamatkan dirinya. Madam Jin berjanji akan membayar gerombolan bandit untuk kerjasama mereka. Bandit yang berjaga mengabarkan kalau mereka melihat murid perguruan Zhaifend sudah terlihat. Madam Jin pun bersiap-siap masuk ke hall pernikahan.

Qin Sang yang juga sampai di tempat bandit itu melumpuhkan penjaga dan masuk ke hall bersama Madam Jin. Madam Jin menanyakan apakah Guru You Dao hadir? Dan terus membombardir Qin Sang dengan puluhan pertanyaan, seperti sejak kapan ada murid Zhaifeng yang cantik jelita? Qin Sang tidak menjawab apa pun kecuali minta agar Madam Jin menangggalkan pakaian pengantinnya. Saat Madam Jin menolak, Qin Sang menjawab kalau dia adalah pegawai pemerintah dan melumpuhkan Madam Jin.

Xi Fan dan Su Tang meneliti situasi yang ada. Hanya ada 12 bandit dan menara jaga juga kosong. Akan mudah mengalahkan mereka dan menyelamatkan Madam Jin. Su Tang akan melawan para bandit sementara Xi Fan menemukan dan menyelamatkan Madam Jin. Xi Fan menahan Su Tang untuk menjalankan aksinya. Kalau perkiraan Xi Fan benar, Dewa Bandit akan datang ke acara ini. Xi Fan memang tidak bermaksud untuk menyelamatkan Madam Jin. Ia ingin menangkap Dewa Bandit karena Dewa Bandit sering mengalahkannya di beberapa misi penyelamatan sambil merampok orang kaya dan membagikan harta tersebut ke orang miskin.

Su Tang menuduh Xi Fan tidak tahu berterima kasih, karena beberapa kali Dewa Bandit menolong dan menyelamatkan mereka saat menjalankan misi penyelamatan. Xi Fan menolak tuduhan itu dan mengatakan kalau dia hanya melakukan kewajibannya sebagai murid pertama Zhaifeng dalam menegakkan keadilan.

Kepala bandit memamerkan lencana Shanhai yang dia dapat sebagai hadiah perkawinan. Obat tidur mulai bekerja, para bandit mulai jatuh bergelimpangan. Saat itu satu sosok berbaju hitam meluncur memasuki arena pesta. Angin berhembus membuka kerudung pengantin. Saat Xi Fan hendak membantu, Su Tang menahan karena merasa ada yang tidak beres. Pengantin di balik kerudung itu bukan Madam Jin, melainkan Qin Sang.

Berbekal senjata rahasia dan pedang Kuinyin, Qin Sang menyerang pria bertopeng, Dewa Bandit. Dewa Bandit melihat kalau penyerangnya bukan Madam Jin. Sementara, Qin Sang bertekad mengalahkan pembunuh dari Shanhai yang kasar dan kurang ajar itu.

Su Tang yang menyaksikan dan mendengarkan percakapan mereka membatin, ‘Sekte Shanhai?’

Bersambung…

Komentar Saya: Hahaha…misi buru sergap, tapi ketahuan dari awal… Kalau musuhnya seimbang atau lebih kuat, itu pastinya akan berakhir dengan merekalah yang harus diselamatkan.

Arthur Chen Fei Yu di sini agak belum masuk ke karakter Lu Ping. Sementara Ancy Deng (yang berusia 13 tahun saat berperan di sini) justru cukup piawai memainkan Su Tang. Juga Chloe Zhao sebagai Madam Jin, genit dan ekspresi saat dia mengetahui kalau Qin Sang itu pejabat pemerintahan… ouw, ouw, ouw… busted!

Itu seragam Zhaifeng disebut compang-camping, tapi lebih ke quilt (kerajinan tangan memadu padankan dan menjahit kain berukuran kecil) ya? Huhuhu… Jadi ingat di Indonesia pernah trend baju quilt batik. Ke mana ya kerajinan itu sekarang?

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of the Awakening

One thought on “Legend of Awakening Ep. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: