Tale of the Nine-Tailed Ep. 13.2

Presdir menyerahkan diri dan mengaku kalau ia yang membunuh ‘mumi’ yang tertanam di dinding beserta empat wanita lainnya. Presdir hanya menginginkan keabadian. Polisi pasti akan memilih hal yang sama, kalau mereka ingin bisa abadi.

Yeon mengantar Ji A pulang. Ji A tahu, selama tidak terancam atau ada darah, Imoogi tidak akan keluar. Tapi, waktunya juga semakin pendek, sebelum ia berubah seluruhnya menjadi Imoogi. Yeon akan mencari Hye Ja,  ia minta Ji A membawa Hwan dan Rom datang bertemu kemudian.

Rang tersadar. Su Oh memberi tahu Yu Ri dibawa pergi pria menakutkan dan takkan pernah kembali.

Hye Ja memberi tahu, kalau ada gosip bahwa salah satu hakim dunia Akhirat, sering pergi mendatangi dunia fana. Yeon merasa gosip itu menarik. Hye Ja diminta terus memperhatikan peramal/hakim itu.

Yu Ri mencium Shin Ju dan memutuskan hubungan mereka. Ia tak mau lagi bersama Shin Ju. Terry memperhatikan itu semua dari dalam mobil yang disupiri Yu Ri.

Rang masuk dan berkata itu karena Imoogi. Yeon melompat dan memeluk Rang.  Rang minta Shin Ju tidak gegabah mencari Imoogi, dia bukan lawan Shin Ju. Dan Su Oh? Su Oh ditinggal sendiri di rumah, sibuk bermain puluhan mainan baru yang dibelikan Rang.

Yeon, Rang, Shin Ju dari sisi siluman Rubah berkumpul dengan Ji A, Hwan dan Rom dari sisi manusia. Yeon & Ji A memberi briefing, Imoogi yang ‘asli’ bersemayam di tubuh Ji A.  Imoogi mengancam akan membunuh mereka lalu menyebarkan virus. Saat ini, pikiran Yeon dan Ji A yang tidak bisa dibaca Imoogi.

Yeon memberi tahu kalau si peramal adalah hakim dunia Akhirat dan mempunyai ‘Sin Slayer’. Belati penebas pendosa yang sekarang dibawa Hye Ja ke resto Snail Bride. Belati itu dibuat oleh Hades menggunakan pohon yang menanggung dosa mereka. Belati kayu itu tidak akan melukai mereka yang tak berdosa.

Yeon dan Rang menghabiskan waktu di café. Rang mendapati kalau Yeon terluka. Rang bertanya, apa yang terjadi pada dirinya kalau Yeon sampai gagal? Itu sebabnya, Yeon membutuhkan Rang.

Di kantor polisi, ruam mulai muncul di tubuh presdir. Begitu juga, di leher detektif yang mewawancarainya. Detektif itu jatuh tak sadarkan diri. Saat diberikan CPR benda berdarah keluar dari mulutnya.  

Yeon cs mulai menjalankan rencana mereka. Ji A akan melukai dirinya. Saat Imoogi keluar, Yeon akan menusuknya dengan ‘Sin Slayer’. Shin Ju berjaga di pintu, tak seorang pun boleh masuk. Yeon tak ingin jiwa Imoogi yang keluar dari tubuh Ji A masuk ke salah satu dari mereka.

Selama Yeon sadar, Imoogi tak bisa masuk ke tubuhnya. Untuk itu, Shin Ju telah menyiapkan ular, wadah untuk jiwa Imoogi. Hye Ja memberikan kotak belati pada Yeon dan menutup pintu.

Rang merasa tidak enak hati. Tapi, Rang, Hye Ja dan Shin Ju hanya bisa berjaga di luar pintu ruangan. Ji A minta dipeluk sebelum Yeon mengikatnya di kursi. Saat tahu kalau belati itu juga bisa membunuh Yeon, Imoogi keluar dan menusukkan belati pada Yeon.

Imoogi tertawa dan mengibas peniti yang sengaja ditaruh di lengan baju Ji A untuk melukai tangan Ji A dan membangkitkan jiwanya. Imoogi membanting kursi ke tubuh Yeon yang tak bergerak dan ia mulai menarik kulit di lehernya. Terry, yang ada di dalam mobil bersama Yu Ri, berteriak kesakitan.

Imoogi menjejalkan sisik ke dalam mulut Yeon.  Yeon tiba-tiba bangun dan mengeluarkan sisik dari mulutnya. Sekarang ia tahu bagaimana Imoogi bisa menguasai beberapa tubuh.

Saat menghibur Shin Ju yang patah hati, Hye Ja menelpon Yeon. Memberi tahu kalau hakim akhirat tidak bisa dilacak, bahkan oleh Ui Ong sekali pun. Yeon menyuruh Hye Ja mencari sembarang belati kayu tumpul.

Juga, siluman Rubah bisa membaui darah saat Imoogi melukai tangan Ji A. Jadi, rencana Imoogi tidak akan berhasil. Imoogi menggertak Ji A pun akan terseret-seret kalau Yeon menanamkan sisiknya pada ular.  Yeon mengurungkan niatnya. Untuk sementara ia lebih senang sisik itu tetap ada di Ji A.

Tapi, Yeon mengingatkan, bagian lain dari Imoogi lebih tertarik pada Ji A daripada bersatu lagi dengan Imoogi. Bagi Imoogi, Terry tak lebih dari pion yang mudah dikorbankan. Imoogi menertawakan Yeon kalau ia bermimpi akan membuat Terry melawannya.

Tiba-tiba Ji A memegang kepalanya dan pingsan. Sementara, Yu Ri memperhatikan dengan heran, Terry berteriak kesakitan dan memaki si bodoh.

Taluipa memperhatikan komputer di depannya, mengetik dan menekan tombol. Bagi Ui Ong, Taluipa adalah simbol bencana yang ia ciptakan sendiri. Ui Ong berjalan menuju pintu. Taluipa mengancam kalau Ui Ong keluar dari pintu itu, Ui Ong akan kehilangan segalanya.

Terry berjalan di pusat kota, setiap ada yang melewatinya akan jatuh.

Ji A tersadar dan minta Yeon segera melakukan rencana mereka. Ia ingin mengakhiri pertempuran ini dan berada di sisi Yeon. Yeon setuju, mari akhiri pertempuran yang melelahkan ini.

Computer Taluipa masih menyala. Tanggal kematian Ji A adalah hari ini.

Bersambung

Komentar aku: yas! Itu, aduh… kenapa Shin Ju bawanya ular, ya? Kan nanti Ji A jadi terseret-seret, arti harafiah. Meski sebetulnya itu hanya ungkapan. Bagaimana kalau Shin Ju bawanya kelinci saja? Kan Ji A paling hanya meloncat-loncat saja.

Drama yang asyik, menghibur, tegang dan membuat gigit kuku. Semua menunjukkan ‘taring’ dan ‘cakar’ mereka. Legenda yang dikaitkan juga membuat aku semangat google, cari tahu ini dari negara mana.  Kalau belati kayu itu sama dengan pancang kayu untuk membunuh drakula ya? Atau virus yang dibawa Imoogi itu SARS-CoV-2? Wkwkwk…

Tale of the Nine-Tailed Ep. 13.1

Imoogi yang menguasai tubuh Ji A, menerangkan kalau jiwa Ji A tersekap, menangis, membenci takdir yang akan terjadi.  Semua salah Yeon. Kalau Yeon membiarkan Ji A dikorbankan saat mereka di pulau, Imoogi tetap akan berada di tubuh Terry. Sampai saat Imoogi menguasai tubuh Yeon, yang sangat berguna karena tidak cepat menua seperti Terry.

Imoogi juga masih menyalahkan Yeon atas kegagalannya menjadi Naga yang bisa menguasai pegunungan. Masalah terbesar kali ini? Ji A akan segera menghilang. Jadi, jiwa Ji A atau tubuh Yeon?

Yeon boleh mengumbar semaunya, tapi, tubuh Ji A adalah milik Imoogi! Saat Yeon melempar tubuh Ji A, Imoogi mengambil pasak besi dan menusukkannya di dada Yeon. Yeon terus berbicara pada Ji A, membujuknya agar keluar, ia akan selalu menunggu Ji A.

Ji A tersadar, ia minta Yeon membunuhnya. Yeon memeluk Ji A, menghibur bahwa semua akan baik-baik saja.

Episode 13: Imoogi yang Lain

Ui Ong muncul di mobil presdir yang membawa pohon ceri lentera. Presdir menembakkan pistolnya beberapa kali. Ui Ong hanya tertawa dan memberikan salam sampai jumpa.

Shin Ju kembali ke klinik setelah menyelamatkan Hwan dan Rom. Ia melihat Ji A berusaha menahan darah yang terus keluar dari luka di dada Yeon.

Yeon sengaja membiarkan dirinya dilukai oleh Imoogi. Imoogi yang bisa berbagi menjadi dua jiwa, Ji A dan Terry, mungkin adalah kekuatan atau justru kelemahannya. Yeon menyuruh Shin Ju mencari tahu tentang si peramal yang mengambil Manik Rubah dari diri Ji A.

Taluipa menyuruh Ui Ong menghidupkan mereka-mereka yang masih punya sisa usia dan terperangkap di pohon ceri lentera. Ui Ong setuju, tapi ia akan pergi beli  Tteokbokki untuk makan siang (padahal, ia berusaha melihat file di computer Taluipa, yang masih pakai system DOS).

Taluipa berusaha mencegah bencana yang akan terjadi, dengan mengubah tanggal kematian Ji A. Tapi, ia ingat perkataan Yeon bahwa Yeon selalu akan mengutamakan Ji A.

Yeon terus berusaha membesarkan hati Ji A. Ji A tidak berani pulang, takut ia berubah dan menyakiti orang tuanya. Bagaimana kalau mereka pergi berdua?

Yeon membawa Ji A ke pantai di depan apartemennya.

Terry menghadang mobil presdir. Presdir keluar dari mobil, berlutut dan mengiba memohon ampun. Imoogi tidak peduli, ia ingin presdir menderita. Ia mengelus dahi presdir dan menyuruhnya menyerahkan diri ke polisi. Status presdir adalah pengkhianat negara sekarang.

Yeon membawa Ji A ke apartemen dan mengajak bermain peran. Sebagai pasangan suami istri. Ji A bekerja dan membawa uang tiap bulan, Yeon bapak rumah tangga pemilik properti. Hari ini, Ji A melanggar aturan jam malam dan Yeon mencoba minum anggur, padahal baru bersih dari ketergantungan alkohol. Ha!

Ji A berharap itu semua bukan peran, Yeon benar-benar menjadi manusia, dan Imoogi tidak pernah ada. Mereka bercinta malam ini.

Yeon akan memperjuangkan Ji A sekuat tenaga. Dan, kalau Ji A bisa bertahan hidup sampai semuanya selesai, itu sudah cukup bagi Yeon. Imoogi pun beriktiar yang sama, karena berapa kali pun ia bereinkarnasi, selalu hidup dalam kegelapan. Ia akan membawa Yeon hidup di dunia yang gelap.

Ji A menerima telpon dari Terry. Terry berjanji akan memulai pesta dan tidak ampun untuk Ji A. Tubuh Ji A adalah bom waktu yang siap meledak. Saat perubahan di diri Ji A sempurna, Ji A akan membunuh Yeon dengan tangannya.

Ui Ong menegur Taluipa saat tahu Taluipa mengubah tanggal kematian Ji A. Tapi, bagi Taluipa itu perlu, karena Imoogi asli bersemayam di tubuh Ji A. Ui Ong mengingatkan apa yang Taluipa lakukan tak lebih mengulang apa yang ia lakukan pada anak mereka sendiri. Ui Ong mengancam akan menceraikan Taluipa.

Yeon membaca surat yang ditinggalkan Ji A. Ji A akan kembali ke Seoul, ia tidak ingin melarikan diri dari kenyataan. Ji A mengajak Yeon berjalan bersama di tepi pantai, sebelum ia pergi.

Yu Ri memohon pada Imoogi untuk menyadarkan Rang. Imoogi minta imbalan. Yu Ri bersedia menyerahkan nyawanya dan pamit pada Rang. Imoogi tidak mengambil nyawa Yu Ri, tapi Yu Ri adalah miliknya. Begitu juga dengan Rang. Ia memberikan satu ceri lentera, dan saat Imoogi memanggil, Rang akan jadi tentaranya. Imoogi tahu Su Oh bersembunyi di dalam lemari, mendengar dan melihat itu semua.

Bersambung

Komentar aku: HA! Oh, siapa saja yang jadi tentara Imoogi? Shin Ju, Hye Ja, Yu Ri, Rang. Apa Hwan dan Rom juga, ya? Di sisi Yeon: Ji A, Ui Ong dan Su Oh (anjing kecil hitam nan lucuuuuuuuuu….). Oh, kalah jumlah. Itu kalau komentar salah satu beanies benar asyik juga… Bagaimana kalau Ji A menguasai Imoogi dan berubah jadi Naga? Terus siluman Naga dan siluman Rubah menikah, mengguncangkan dunia Dewa. Bagus juga. Sesekali, dunia dewa harus dilawan balik. Err.. di mitos Yunani, selain Hercules, siapa yang pernah mengguncang Olympus?

Single & Ready to Mingle Ep. 3

Yoo Ji bergulung di balik selimut dan menangis tersedu-sedu. Yeon Seo menyuruh Seung Bong menghiburnya. Seung Bong minta maaf dan mencoba me-lem kepala figurine yang jatuh lagi ke atas selimut. Tangis Yoo Ji makin keras.

Seung Bong yang merasa bersalah melihat Ma Hoon menari di ruang tengah. Hari ini, Ma Hoon ingin jadi idol. Berganti-ganti cita-cita adalah hak istimewa/keuntungan orang muda. Seung Bong menasehati Ma Hoon, yang berjanji akan punya satu cita-cita yang pasti setelah selesai wamil. Tapi 3 tahun berlalu, dan tak ada perubahan.

Yoo Ji bekerja di café dengan mata sembab, ia menyelamati Seung Bong yang sudah sembuh. Begitu mendengar nama Jung Woo disebut, Yeo Ji langsung terisak-isak, membuat pengunjung café kaget.

Seung Bong baru tahu kalau limited edition figurine Jung Woo sekarang bernilai $100,000, itu pun tidak ada fan yang mau lepas. Seorang pengunjung café datang saat café hampir tutup. Seung Bong melihat kalau dia adalah Jung Woo.

Seung Bong langsung naik dan menarik Yoo Ji turun. Yoo Ji melihat Jung Woo duduk di café, dan… pingsan. Seung Bong menggedong Yoo Ji naik ke atas.

Yeon Seo tidak heran, Yoo Ji super pemalu terhadap pria + seluruh hidupnya nyaris hanya bergaul dengan wanita, dari SD, SMA dan universitas khusus perempuan. Yoo Ji mau tinggal di Sol House karena merasa bersalah pada Seung Bong. Ia berusaha bertahan karena tidak ingin menyusahkan orang, itulah sifat Yoo Ji.

Ma Hoon membela Yeon Seo, saat Joon Woo menyuruhnya mengikat rambut saat menggunakan kamar mandi. Ma Hoon lalu memperagakan keahliannya menari saat ia melihat Yeon Seo menonton mv group band NCT. Yeon Seo lagi-lagi beranggapan Ma Hoon mencoba mempesona dirinya, ia merasa yakin!

Seung Bong mengajak Yoo Ji menemui Jung Woo yang akan datang lagi minggu depan. Yoo Ji menolak, ia tak mau pingsan lagi di depan Jung Woo. Jadi, Yoo Ji cukup puas hanya dengan melihat foto-fotonya.

Seung Bong punya ide, ia membuatkan training menghadapi Jung Woo dalam 7 hari. Untuk itu Yoo Ji harus bisa mengurangi kadar ketidak nyamanannya di sekitar pria. Hari pertama, Yoo Ji berhasil menatap Joon Woo selama 5 detik.

Hari kedua, Yoo Ji berhasil menyapa pria tak dikenal, alias memberikan sajian pada pengunjung café pria. Hari ketiga berhasil berbincang dengan alami dengan Ma Hoon, tepatnya main permainan kata-kata.

H-2 Seung Bong yakin Yoo Ji sudah mulai nyaman dekat pria. Untuk itu, mereka akan berlatih bertemu dan berbincang dengan Jung Woo. Untuk lebih meyakinkan, Ma Hoon menggunakan topeng Jung Woo, dan berhasil membuat Yoo Ji… sakit perut.

H-1 Seung Bong mengajari Yoo Ji untuk mengambil foto selfie bersama.

D-Day. Seung Bong memberi semangat pada Yoo Ji, ia pasti bisa. Jung Woo datang dan Yoo Ji bisa menghadapinya, bahkan minta berfoto bareng. Seung Bong memberinya acungan jempol. Jung Woo menjelaskan kalau shootingnya telah selesai, tapi ia datang karena teman Yoo Ji meminta dan kopi di café ini enak.

Malamnya, Yoo Ji memperlihatkan foto bersama Jung Woo ke Yeon Seo. Yeon Seo mengingatkan kalau Seung Bong berusaha memperbaiki kesalahannya dengan sepenuh hati. Dan, ia menggoda Yeo Ji saat melihat foto-foto Yeo Ji bersama Seung Bong. Mereka cocok berdua. Yoo Ji berkilah, itu hanya foto-foto latihan.

 Bersambung

Komentar aku: astaga, Ma Hoon… Kok bisa selesai wamil malah jadi seajaib itu. Yakin mau jadi idol? Nanti ikut training di entertainment agency, seminggu keluar… ngga kuat. Ide training Seung Bong boleh juga. Tapi, sakit perut saat dekat sama orang yang disukai itu 100% nyata. Aku sakit perut setiap kali telpon sama orang yang aku suka…

Single & Ready to Mingle Ep. 2

Seung Bong, yang terbalut perban di kedua lengannya, tidak keberatan Yoo Ji membatalkan kontrak. Tapi, Yoo Ji harus membayar semua kompensasi biaya RS + gaji pegawai café yang menggantikan Seung Bo sampai sembuh. Yoo Ji tahu ia salah, jadi bisakah mereka bernegosiasi?

Yeon Seo menanda tangan kontrak sewa tinggal di Sol House. Yeon Seo & Yoo Ji tinggal di Sol House + Yoo Ji jadi pegawai café sampai Seung Bong sembuh = kompensasi lunas.

Pemilik Sol House adalah ibu Seung Bong, dan diserahkan ke Seung Bong. Selain mereka, ada dua penghuni lain: Joon Woo, pengurus RT, dan Ma Hoon yang sedang sibuk buat film. Mata Yeon Seo berbinar saat Seung Bong memperkenalkan Joon Woo.

Yeon Seo dan Yoo Ji membereskan kamar baru mereka. Yeon Seo sangat senang, cita-cita tinggal di kost campur terkabul. Yoo Ji sebaliknya, ia merasa terperangkap di kamar itu, karena takut keluar lalu bertemu penghuni lainnya.

Yeon Seo menasehati Yoo Ji untuk berhenti mencintai seleb dan jatuh cinta benaran pada salah satu pria se-kost. Yeon Seo sendiri sudah langsung membayangkan dirinya bersama Joon Woo.

Yeon Seo kaget membuka kulkas yang bersih, rapi dan teratur. Ia menyapa Joon Woo. Saat Joon Woo menyapa tapi tidak jadi berkata, Yeon Seo langsung beranggapan kalau Joon Woo mulai menyukainya.

Padahal, Joon Woo mengeluh pada Seung Bong.Ia tidak suka pada Yeon Seo yang mengacak-acak kulkas dan membuka pintu kulkas terlalu lama. Seung Bong mengingatkan agar Joon Woo tidak terlalu kaku dan galak, ia tidak ingin kehilangan anak kost (lagi).

Joon Woo turun dan melihat Yeon Seo mencuci peralatan makan, busa dan air berceceran di mana-mana. Tapi, ia menahan diri dan mengambil alih. Yeon Seo berpikir itu karena Joon Woo tidak ingin tangan Yeon Seo jadi basah, ia tersenyum senang.

Di café, Seung Boong mengajari Yoo Ji resep-resep minuman. Yoo Ji berusaha sekuat tenaga tidak melihat mata Seung Bong. Seung Bong mencoba membuat suasana menjadi ringan dengan menggodanya.

Di malam hari, Yeon Seo yakin akan bisa pacaran. Yoo Ji tidak antusias mendengarnya, terlalu sering dan tak pernah terjadi. Yeon Seo yakin 99%, dari 1000% menurut Yoo Ji. Sebagai bukti, tadi pagi Joon Woo mengambil alih pekerjaan Yeon Seo.

Di ruang makan, Joon Woo mengobrol sambil menyuapi Seung Bong. Pekerjaan sampingan sebagai asisten Ma Hoon tidak terlalu menguntungkan, ditambah figuran wanita untuk besok mengundurkan diri. Ia juga capai karena Yeon Seo tidak becus membereskan rumah. Seung Bong berjanji akan berbicara pada Yeon Seo.

Yeon Seo mencuri dengar pembicaraan mereka. Tapi, yang ia dengar hanya penggalan percakapan mereka, yang seolah seperti Joon Woo menyukai gadis berambut panjang berkulit pucat yang ada di sebelahnya dan akan diajak meski kalau ditolak Joon Woo tidak akan kecewa.

Hati Yeon Seo makin berbunga-bunga saat Joon Woo mengirim text. Pesan tambahan untuk jadi figuran film, tidak terkirim oleh Joon Woo. Yeon Seo langsung menjawab ia akan pergi bersama Joon Woo. Joon Woo memberi tahu tempat bertemu dan Yeon Seo terbang ke langit ke tujuh dengan fantasinya.

Joon Woo mengatur para crew karena pemeran hantu sudah siap. Yeon Seo manyun, jadi gadis berambut panjang berkulit pucat itu… pemeran hantu? Yup, Yeon Seo menggantikan figuran yang mengundurkan diri.

Ma Hoon, sang sutradara, memperkenalkan diri dan tak lupa memuji akting Yeon Seo. Cita-citanya ingin menjadi sutradara sekelas Bong Joon Ho. Hati Yeon Seo kembali berbunga-bunga, sampai lupa kalau ia belum ganti kostum.

Sampai di ruang ganti, baju dan tas Yeon Seo hilang. Joon Woo berjanji akan mencarikannya. Joon Woo mengingatkan ia akan memotong ongkos bis dari bayaran Yeon Seo. Teman adalah teman, tapi biaya adalah biaya. Lalu, ia berlalu meninggalkan Yeon Seo yang ternganga dibuatnya.

Shooting berakhir, lampu ruangan dimatikan dan seluruh crew pergi. Woon Joo buru-buru pulang, karena ada klien yang minta dikirimi file. Ia baru sadar telah meninggalkan Yeon Seo sendirian saat Ma Hoon mengirimi text.

Yeon Seo ketiduran di ruang tunggu. Saat terbangun, hari sudah malam, semua gelap. Pak satpam yang berjaga ketakutan dan berlari terbirit-birit saat Yeon Seo menghampirinya. Yeon Seo pun berteriak menyumpahi Joon Woo.

Di Sol House, Yoo Ji senang bisa keluar kamar, lebih senang lagi saat memandang figurine  limited edition idola kesukaannya, Jung Woo. Ia pergi untuk mengambil ponsel . Seung Bong masuk dan tanpa sengaja ia menjatuhkan figurine Jung Woo. Kepala figurine mengelinding ke kaki Yoo Ji.

Bersambung

Komentar aku: bwahahahahaha… 15 menit isinya ketawa. 99% dari 1000%, ouch, touché! Meski Yoo Ji dan Yeon Seo bertolak belakang, tapi mereka teman yang sangat dekat. Senang lho punya teman seperti itu. Meski juga kadang-kadang heran sama keantikan teman dekat kita… But, that what friends are for, right? Dan, untung Yeon Seo tidak mudah patah hati ya. Satu hilang, tumbuh seribu.

Sepertinya, Bong Joon Ho jadi panutan terutama setelah film ‘Parasite’ menang Oscar. Great!

You’re My Pet – Babak II

Capai lembur semalaman, Eun Yi terus tertidur saat dibangunkan Momo. Ia bermimpi Woo Sung menikah dengan Young Eun dan Momo menjadi peliharaan mereka, namanya jadi ‘Edward’. Eun Yi berteriak, minta Momo tidak meninggalkannya. Tapi, ia memukuli In Ho saat sadar dan melihat Momo naik ke tempat tidur.

Momo minta diajak jalan-jalan dan main frisbee. Momo mengejar dan berebut frisbee dengan seekor anjing yang berhasil menangkap frisbee yang dilempar Eun Yi.

Saat ketahuan sedang mencari underwear yang pas,  Eun Yi berkilah ia tugas dinas akhir pekan ini. Eun Yi melihat Momo terpincang-pincang. Momo terkilir, tapi ia tak mau pergi ke RS sendiri.

Di pesta, Eun Yi berkilah kalau ia menelpon temannya, minta tolong memberi makan Momo. Woo Sung menyarankan untuk tidak terlalu khawatir, anjing tidak akan mati hanya karena berpuasa satu hari.

Woo Sung berusaha menciptakan suasana romantis, anggur dan cincin pertunangan. Tapi, saat bermesraan, yang ada di pikiran Eun Yi adalah Momo yang tertabrak saat pergi sendiri ke RS. Ia pun mendorong Woo Sung dan buru-buru pergi dengan alasan harus memberi makan Momo.

Di rumah, Momo sedang asyik berendam di bathtub sambil mendengarkan musik. Di pesta, Young Eun mendatangi Woo Sung yang sedang patah hati kalah bersaing dengan seekor anjing.

Eun Yi pergi minum-minum, ia heran apa yang terjadi dengan dirinya? Bukankah lamaran dari Woo Sung sudah ia tunggu selama ini? Eun Yi yang mabuk berat mengajak Momo tidur bersamanya. Ia mulai bercerita tentang Woo Sung. Saat panik waktu sadar dan In Ho mendekatinya, Eun Yi terjatuh.  Ia memilih tidur di kamar lain, waktu In Ho hendak menciumnya.

Woo Sung sudah memaafkan Eun Yi, bahkan membelikan Momo kalung baru dan mengajak bertemu Jumat ini. Eun Yi berusaha menolak, tapi Woo Sung terus mendesak. Momo protes dengan memainkan gitar keras-keras saat Eun Yi berusaha membersihkan rumah menyambut kedatangan Woo Sung.

Eun Yi menyewa anjing dan mengusir In Ho, tapi mereka berpapasan di pintu. Eun Yi berkata In Ho adalah keponakan yang belajar bahasa Inggris padanya.

In Ho kembali masuk saat Woo Sung nyaris mencium Eun Yi dan melihat cincin yang dibawa Woo Sung. Ia menantang Woo Sung bermain digital-game. Tapi, In Ho kalah terus dari Woo Sung.

Saat keduanya lemas kecapaian, teman-teman Eun Yi datang berteriak hendak melihat peliharaan Eun Yi yang ganteng dan ternganga melihat In Ho dan Woo Sung.

Eun Yi tidak akan membawa Momo kalau ia menikah nanti. In Ho menuduhnya mengabaikan peliharaan dan memanfaatkan statusnya sebagai tuan. Eun Yi tidak mengerti kenapa ia merasa bersalah.

In Ho memberi tahu Young Soo kalau ia menolak tawaran belajar di luar negeri. In Ho tahu, hubungannya dengan Eun Yi akan berakhir kalau ia pergi, ataukah ia harus pergi?

Eun Yi berbohong pada Woo Sung, ia menolak ajakan makan malam. Padahal, ia sibuk memasak untuk In Ho. In Ho sendiri belum pulang, ia dan team tari dimarahi koreografer karena dianggap tidak bersungguh-sungguh berlatih. Eun Yi terus menunggu Momo.

Teman Eun Yi menegurnya, kalau Eun Yi sebegitu khawatir karena In Ho tidak juga pulang, kenapa tidak sekalian mencari In Ho?

Eun Yi tidak sengaja menginjak tangan In Ho yang tidur di ruang latihan. Eun Yi tidak mengaku kalau ia khawatir, tapi tersenyum saat In Ho memeluknya. Di depan apartemen, Young Eun telah menunggunya dan memberi proof print untuk diperiksa sebelum dicetak.

Woo Sung memberi tahu kalau ia ditugaskan ke Shanghai selama 3 tahun dan mengajak Eun Yi ikut bersamanya. Woo Sung juga minta Eun Yi merasa nyaman di dekatnya dan tidak senewen.

Teman-teman Eun Yi mengingatkan agar Eun Yi segera menaiki taksi yang kosong dan meninggalkan anjingnya, sebelum taksi direbut penumpang lain dan ia ditinggal terjatuh sendirian.

In Ho buru-buru pergi ke tempat Eun Yi, saat tahu Woo Sung tidak datang sesuai janji. Eun Yi tidak ingin meninggalkan Woo Sung karena bukan wanita tanpa hati seperti yang dituduhkan semua eks nya selama ini. Tapi, kalau ia benar-benar mencintai Woo Sung, kenapa nomor telpon Woo Sung saja tidak ia ingat?

Eun Yi tidak ingin pulang ke rumah dan menangis seorang diri. In Ho menawarkan akan melakukan apa pun yang Eun Yi inginkan malam ini.

Mereka membeli anggur dan minum di tepi kolam. In Ho bercerita kenapa ia takut jatuh cinta dan tidak ingin menari duet lagi. Tapi, malam ini mereka menari di tepi kolam diiringi musik jalanan.

Mereka pulang dalam keadaan mabuk. Tapi, In Ho tidak sebegitu mabuk saat Woo Sung masuk dan memergoki mereka berdua. Woo Sung mengkonfrontir Eun Yi. Ia sakit hati saat tahu ‘pet’ itu adalah In Ho, dan pergi meninggalkan Eun Yi.

Esok harinya, In Ho pergi menemui Woo Sung. Yang paling mengecewakan Woo Sung adalah Eun Yi memilih pecundang dibanding dirinya. In Ho membalas, ia bukan pecundang, jadi kata-kata Woo Sung tidak menyakiti hatinya, tapi Eun Yi. Ia menonjok Woo Sung. Pertengkaaran a la ‘Darcy – Cleaver dari Bridget Jones’ pun dimulai.

Eun Yi memisah mereka. Chief Editor menelpon Eun Yi mengatakan sponsor minta ganti rugi untuk produk mereka sebesar 50,000$. Eun Yi menyuruh In Ho pergi. Apa yang terjadi antara Eun Yi – Woo Sung, bukan urusan In Ho. In Ho merasa Eun Yi meremehkan arti dirinya. Mereka bertengkar, In Ho mencium Eun Yi dan pergi meninggalkannya.

Eun Yi menonton video permintaan maaf In Ho. In Ho menyadari sulit menjadi ‘pet’ Eun Yi, tapi ia menyukai menjadi Momo. Ia bisa merasakan rasa sayang yang tulus dari Eun Yi. In Ho akan berangkat ke Belgium minggu depan, ia berharap Eun Yi bisa datang menonton pertunjukkan terakhirnya di Korea.

Komentar teman-teman Eun Yi… mereka juga ingin punya ‘pet’ yang lucu dan tampan seperti Momo.

Eun Yi mengembalikan cincin dari Woo Sung. Ia juga minta maaf karena menyakiti hati Woo sung. Woo Sung tidak ingin permintaan maaf dan minta Eun Yi tidak pernah menghubunginya lagi.

Eun Yi dan teman-temannya datang menonton pertunjukkan musikal In Ho. Sepanjang pertunjukkan, Eun Yi membayangkan dia adalah pemeran wanita partner In Ho. Saat pertunjukkan berakhir, banyak gadis berlomba memberikan bunga untuk In Ho. Eun Yi melihat itu dan membatalkan memberikan bunganya. Ia pulang.

Eun Yi pulang dan tidak berhenti memikirkan In Ho. Teman Eun Yi datang ke kantor dan menegurnya. Eun Yi seolah menenggelamkan diri dalam pekerjaan dan tidak mau bertemu atau menerima telpon. Teman Eun Yi menyuruh Eun Yi mengutarakan perasaannya pada In Ho, cinta tidak akan jatuh begitu saja dari langit.

SEBULAN KEMUDIAN

Eun Yi memaksa dirinya bangun dan menjalani hari-harinya. Meski terasa membosankan, ada kalanya hari memberi kejutan yang menyenangkan.  Karenanya, ia takkan berhenti berharap…

Eun Yi merenggut baju In Ho dan menuduhnya naik pesawat terlalu cepat. Eun Yi ke airport mencari In Ho? Ya, karena Eun Yi tidak akan pernah menterlantarkan pet, tapi pet nya melarikan diri. In Ho sengaja tidak memberi tahu kalau ia hanya pergi untuk sebulan.

Mereka menikmati matahari senja. Kali ini, Eun Yi membalas ciuman In Ho. Setelahnya, Eun Yi kalah taruhan dari In Ho, dan menjadi ‘Nicole’, pet dari In Ho.

TAMAT

Komentar aku: 3.5/5* … Babak kedua lebay maksimal, cukup membuat bulu alis mata merinding, wkwkwk… Tapi, karena memang sudah tahu jalan cerita dan akhiran, ya diteruskan saja sampai selesai. Ada sedikit yang tidak klop, waktu Eun Yi mencoba menerangkan perasaannya pada In Ho di depan gedung pertunjukkan. Hanya, aku tidak terlalu ambil pusing karena bisa jadi ‘lost in translation’, penterjemahan ke bahasa Inggris tidak menangkap nuansa yang ingin disampaikan dalam bahasa Korea. Tapi, itu juga bisa jadi karena ini menterjemahkan dari bahasa Jepang. Jadi Jepang — Korea — Inggris — Indonesia.

Aku meringis sambil tertawa waktu melihat pertunjukkan musikal. Aku pikir serius mau jadi balet. Tapi, mengingat kalau salah dilakukan balet bisa membuat tulang atau/dan otot terpelintir, lebih bagus memang menjadi modern kontemporer, ya. Well, it is lightly entertaining dan aku cukup terhibur.

You’re My Pet

Tanggal release: November 2011

Tema: Romansa, Komedi

Lama tayang:  110 menit

Rating: R-13+

Ji Eun Yi, senior editor majalah fashion, mempunyai standar tinggi dalam percintaan, sehingga teman-temannya menganjurkan mengadopsi binatang peliharaan saja. In Ho, penari balet terkenal, didepak oleh teman sekamarnya. Adik Eun Yi, Ji Eun Soo, mengambil kesempatan untuk mendapatkan uang dari In Ho, sekaligus menggantikannya mengurus rumah tangga Eun Yi. Eun Yi bersedia menerima In Ho, dengan mengajukan tawaran yang pasti akan ditolak. Tak disangka, In Ho menerima tawaran tersebut, diadopsi menjadi ‘Momo’, guk, guuk, guuuk…

Tak lama, cinta pertama Eun Yi, Cha Woo Sung datang. Ia menjadi pria lajang idaman karena ketampanan dan kesuksesannya dalam berkarir. Lee Young Eun, editor, frenemy (friend & enemy / teman  & rival) Eun Yi di kantor mencoba merebut perhatian Woo Sung.  

Eun Yi sendiri ragu-ragu apakah In Ho yang tanpa disadari membuatnya nyaman dan menerima dirinya apa adanya, atau cinta pertamanya Woo Sung, yang memiliki semua kriteria yang Eun Yi dambakan dari seorang kekasih?

Bagaimana dengan In Ho sendiri, yang terkenal sebagai playboy yang sering berganti pacar? Meski lebih muda dan belum sesukses Woo Sung, akan kah ia mencoba memenangkan hati Eun Yi?

Kekekeke… cheesy ya? Lalu, kenapa film ini, sementara tahu pasti akan kesal karena, mana ada manusia yang mau diadopsi jadi binatang peliharaan? Ada bagusnya aku belum menonton drama versi Jepang, karena review dari penonton adalah versi drama Jepang menjelaskan dengan baik kenapa dan bagaimana interaksi In Ho sebagai pet, bagian yang ‘hilang’ dari versi film ini.

Tapi, setelah setengah film ditonton, meski ada bagian yang tidak masuk akal, sutradara dan penulis cukup berhasil membuat film ini bisa ditonton tanpa membuat kesal. Ha! Aku memang sedang lagi ingin menonton yang ringan, cepat dan menghibur. Tanpa perlu berpikir dalam. Ini adalah kompensasi dari menonton seri ‘The Undoing’, tentang pembunuhan, psikologi, pengkhianatan. Sampai cari buku asal seri itu, ‘You Should Have Known’ karya Jean Hanff Korelitz. Siapa tahu, bisa aku review di blog ini juga (amin).

You’re My Pet – Babak I

Sejak keluar dari kantor lama dan putus dari pacarnya, hari Ji Eun Yi, senior editor fashion, tidak semakin membaik. Ibunya ingin bercerai, tapi ayahnya tidak mau. Mereka terus menelpon Eun Yi yang mencoba konsentrasi bekerja. Lalu, rekan-rekan sekerja bergosip kalau sulit bekerja sama dengan Eun Yi.

Sorenya, bekas teman kantor menyapa hanya untuk memberi tahu ia yang dikirim ke luar negeri untuk mewawancara SekJen PBB menggantikan tugas Eun Yi. Uh, oh… hari yang mengesalkan.

Kang In Ho, penari dan guru di kelas tari, mengundang perhatian murid-murid wanita. Seorang murid menjelaskan, In Ho dulu penari balet kelas atas, sampai ia menjatuhkan partner tarinya. Ia sekarang kehilangan status dan tidak minat berhubungan dekat dengan gadis.

Minggu ini, Eun Yi dan teman-teman berkumpul. Saat mendengar kriteria pria yang ingin Eun Yi pacari, mereka menyarankan agar Eun Yi punya binatang peliharaan saja. Eun Yi mencoba digital-pet. Tapi, saat si digital-pet tidak mau menuruti kemauannya, Eun Yi jadi kesal dan mengabaikan si digital-pet itu.

Satu malam, Ji Eun Soo, adik Eun Yi, memohon agar Eun Yi membolehkan In Ho, yang ditendang dari rumah sewa oleh teman sekamarnya, tinggal di apartemen mereka. Sebagai barter, Eun Soo berjanji mengurus apartemen dan membereskan masalah orang tua mereka. Padahal, tanpa sepengetahuan Eun Yi, Eun Soo minta bayaran dari In Ho.

In Ho bertengkar dengan beberapa pemuda. Untuk menghindari dipukuli, In Ho bersembunyi di kotak di depan apartemen Eun Yi. Saat Eun Yi pulang, In Ho keluar dan terkulai lemas. Selesai diobati, In Ho berkata ia akan tinggal di rumah Eun Yi untuk menggantikan tugas Eun Soo, juga uangnya sudah diberikan semua ke Eun Soo sebagai pembayaran kontrak tinggal 6 bulan.

Eun Soo yang ‘lari’ ke rumah orang tuanya, tidak mengangkat telpon dari Eun Yi.

Eun Yi setuju akan tawaran In Ho untuk tinggal dan jadi ‘pet’ milik Eun Yi. Eun Yi memberi syarat yang tak mungkin disetujui siapa pun: hak manusiawi dihilangkan, selalu menurut, bersedia kerja keras, mau makan apa pun yang diberikan Eun Yi. Tak disangka, In Ho merangkak dan setuju jadi peliharaan, woof! Saat mau diusir, tetangga protes karena kegaduhan mereka.

Jadilah In Ho tinggal seatap dengan Eun Yi.

Keesokan malam, In Ho minta dicucikan rambut, karena kedua tangannya terluka. Meski kesal, Eun Yi mau membantu mengeramas dan memasak makanan untuk In Ho. Melihat sikap In Ho mirip anjing kecilnya dulu, Eun Yi memberinya nama baru, ‘Momo’.

Tak sampai di situ, Eun Yi mulai mendadani Momo seperti boneka anjing di rumah ayahnya. Membuat In Ho membalas dengan mencoba menggoda Eun Yi. Akibatnya, Momo mendapat segulung aturan ‘do & donts’  sebagai pet.

Setiap pagi, mulai jam 6, Momo dengan santai meminum kopi. Ia memperhatikan bagaimana Eun Yi selalu tergopoh-gopoh sibuk pergi ke kantor.

Meski terkesan acuh, saat berlari pagi bersama temannya, Young Soo, In Ho menjelaskan kalau Eun Yi adalah wanita karir yang sukses. Yang telah melalui banyak hal dan sebetulnya memendam luka di hati, tetapi terlalu angkuh untuk mengakuinya.

Di kantor, Chief Editor menegur Eun Yi yang dianggap tidak tahu keinginan pembaca. Sebagai kompensasi, Chief Editor menyetujui saran dari Young Eun untuk memberikan tugas tambahan bagi Eun Yi: mewawancara tokoh & membuat halaman fashion.

Malam itu, Eun Yi melampiaskan kekesalannya dengan mengeramas Momo, dengan air dingin. Ia menyuruh Momo menghargai kerjanya setiap membaca majalah wanita. Esokkan paginya, In Ho curhat pada anjing yang ia temui di taman…

Untuk melupakan kekesalan, In Ho memutar stereo keras-keras dan menari di unit. Saat ketahuan, ia menarik Eun Yi menari. Hasilnya? Punggung Eun Yi kejetit dan Momo harus berlutut sambil menaikkan tangan.

Hari ini Eun Yi dikejutkan oleh kedatangan Woo Sung, teman sekuliah & cinta pertama Eun Yi, yang datang ke kantor. Sekarang Woo Sung telah bekerja sebagai executive di perusahaan consulting. Semua teman Eun Yi mengucap selamat sembari berpesan agar Eun Yi bersikap lebih luwes.

Eun Yi menolak saat diajak minum bareng, karena ‘pet’ telah menunggu di rumah untuk dirawat. Tepatnya, memberi accupressure pada Momo. Membuat Momo telak minta ampun kesakitan. Ia berhenti saat Woo Sung menelpon mengajak kencan Sabtu ini.

Selesai kencan, Woo Sung ikut masuk unit dan mencoba mencium Eun Yi. Momo langsung menyalak. Teman Eun Yi memberi tahu kalau hewan peliharaan biasanya cemburu kalau tuannya memberi perhatian lebih pada orang lain. Jadi, Eun Yi harus sabar dan lebih perhatian.

Melihat Eun Yi yang terus sibuk tanpa istirahat, Momo memutuskan untuk ‘membajak’ Eun Yi dan mengajaknya bersenang-senang. Mereka pergi ke taman bermain. Malam itu, Momo tidur kecapaian di sofa, dan Eun Yi menemaninya. Esok harinya, In Ho mampir ke kantor membawakan makan siang dan obat untuk Eun Yi yang pilek karena tidur di sofa tanpa selimut.

Kedatangan In Ho menjadi gosip, karena mereka mengenalinya sebagai eks pembalet terkenal. Eun Yi mengaku In Ho adalah keponakannya.

Ah Young, sahabat dekat Eun Yi, datang membawa keponakan untuk dijaga. Ia tahu tentang In Ho dan mengingatkan apa pun alasannya, Eun Yi tinggal seatap dengan jejaka lajang. Bagaimana dengan Woo Sung? Eun Yi sadari hal itu. Di satu sisi, In Ho membuatnya nyaman. Sementara, Woo Sung membuatnya senewen karena harus terus menjaga image agar tampak mempesona.

Ah Young mengingatkan Eun Yi agar tidak kehilangan kesempatan berpacaran dengan Woo Sung, atau gadis lain akan merebutnya. Eun Yi hanya terdiam.

Chief Editor minta Eun Yi mengambil alih tugas, karena sebagian rekan tidak masuk kerja dan deadline edisi ulang tahun tinggal 3 hari lagi. Eun Yi meninggalkan pesan untuk Momo kalau ia akan kerja lembur.

In Ho pun pergi bersantai dengan teman-temannya. Mereka mengingatkan In Ho untuk menjaga harga diri, tapi In Ho mengaku tak punya. In Ho tahu ia tidak boleh jatuh cinta pada Eun Yi, tapi ia tidak bisa menolak desakan Eun Yi. Teman-temannya tertawa, tahu kalau In Ho sekedar membual.

Di kantor, keributan terjadi saat Young Eun tidak menyelesaikan tugasnya di H-1. Chief Editor tidak mau tahu dan menyuruh Eun Yi – Young Eun membereskan semuanya. Eun Yi tidak diterima disalahkan, dan mengkonfrontasi Young Eun. Malam ini, tidak ada yang pulang ke rumah.

Woo Sung menahan Eun Yi yang nyaris jatuh, ia membawakan makan malam. Tapi, Eun Yi tidak mau terlihat lemah di hadapan Woo Sung. Kesempatan itu diambil Young Eun dengan meminta tolong Woo Sung mengantarnya. Young Eun takut pergi malam-malam naik taksi.

Woo Sung tidak bisa menolak. Lewat telpon Woo Sung mengungkapkan keinginannya mengajak Eun Yi ikut dan bermalam bersama di akhir pekan ini. Eun Yi belum bisa memberikan kepastian.

Bersambung

Komentar aku:  Meski mengundang tarikan alis karena alasan In Ho mau jadi pet kurang kuat, untung diimbangi dengan akting Jang Geung Suk yang cuek bebeknya memang super meyakinkan (maaf, bahasa Indonesia yang aku pakai akan sangat tidak baku, keke…). Kesan yang terjadi adalah pria muda yang suka hidup enak yang uang simpanan terakhir kebetulan diberikan semuanya ke adik pemilik rumah. Sang kakak harus mau menerima anak kost nyaris gratisan. Mirip prologue drama ‘Full House’ Song Hye Kyo – Rain. Song Hye Kyo juga berperan sebagai anak kost nyaris gratisan di rumah Rain.  

Beruntung kedua, adalah, momen-momen komedi yang cukup membuat tersenyum sampai tertawa kecil. Siapa coba yang makan es krim di bilik toilet? Tapi, kalau dulu lagi sebal karena dimarahin bos + digosipin teman aku memilih makan es krim, mungkin aku lebih sukses ya? Kekeke… as if! Atau adegan Momo dimandikan Eun Yi, malam-malam + pakai air dingin… LOL. Atau disayang = accupressure? Kalau itu aku lakukan ke kucing aku, habis deh di-shredder sama kuku-kuku tajam kucing aku… ROFL.

Tale of the Nine-Tailed Ep. 12.2

Tidak berhenti pada Shin Ju dan Hye Ja, Imoogi juga menghipnotis Yu Ri. Menyuruhnya membunuh Rang.  Yu Ri berulang kali menusukkan pisau tusuk konde pemberian Rang, di titik-titik vital yang dulu diajarkan Rang padanya.

Yeon dan Ji A menghabiskan sisa malam di café. Yeon berharap ia bisa menjadi manusia, maka semuanya akan sempurna. Ji A menghadiahi cincin berpasangan untuk Yeon.

Rang terjatuh. Ia tak mengerti kenapa Yu Ri menusuknya. Yu Ri tersadar dan terus berkata kalau ia tidak melakukan semua itu. Yeon yang berada bersama Shin Ju yang mengobati Rang, mengatakan kalau Imoogi yang membuat Yu Ri melakukannya.

Yeon tahu kalau Imoogi ingin ia mengambil buah ceri lentera dan memberikannya pada Rang. Dan itu akan membuat Yeon dikirim ke Akhirat untuk beberapa waktu. Ia menolak meski Yu Ri terus berteriak. Yeon Yeon tidak terlalu heran saat tahu Su Oh ada di rumah Rang.

Yu Ri meninggalkan Rang untuk dirawat Su Oh yang terbiasa merawat ibunya yang sering dipukuli. Yu Ri sendiri pergi ke apartemen Yeon, mencoba mencuri buah ceri lentera. Ia memetik beberapa buah dan membawanya pulang.

Buah-buah ceri lentera membusuk saat dipatahkan dari pohonnnya. Shin Ju melaporkan itu pada Yeon.

Presdir datang ke apartemen dan menangis memohon diberikan buah ceri lentera. Yeon tidak jatuh pada tipuan Presdir dan mengambil pistol dari baju Presdir. Pistol itu kosong, presdir juga tidak mau menghamba pada tuan yang bodoh. Sekarang kedudukan seri.

Hwan melihat kalau cerita Imoogi mirip dengan yang dikarang oleh Kim Young Suk dari pulau Jeju. Seorang wanita persembahan diselamatkan oleh ksatria yang bertempur dan mengalahkan Imoogi. Tapi, selalu berakhir tragis, ksatria itu mati dibunuh oleh Imoogi yang sudah mati. Hwan dan Rom bingung bagaimana Imoogi yang sudah mati bisa membunuh ksatria?

Presdir memberi tahu kalau Imoogi tidak bisa mati. Yeon sudah tahu itu. Tapi, Imoogi bisa ditidurkan dengan cara seperti saat Yeon membangunkannya: ke tempat yang ada air dan memiliki resep: tubuh-tubuh manusia hidup, darah pengorbanan dan tenaga dari seorang setingkat dewa. Tenaga Yeon lah yang dulu membangkitkan Imoogi.

Hwan menemukan kelemahan Imoogi dan Rom menyuruhnya mengirim ke Yeon. Tapi Terry berdiri di depan mereka. Hwan sempat mengirim artikel itu. Yeon meraih leher baju presdir, ia takkan membiarkan Imoogi menang dan ia butuh tubuh-tubuh manusia hidup. Setelahnya, Yeon memberi tahu Ui Ong untuk mengambil pohon ceri lentera.

Taluipa mengingatkan Ui Ong untuk tidak terlalu terbawa semangat. Justru karena Yeon adalah Yeon yang mereka kenal, ia tidak akan bisa menangkap Imoogi.

Yeon menengok Rang dan mengatakan kalau ia tidak akan pernah menyia-nyiakan Rang. Ia berjanji akan menyelamatkan Rang dan menangkap Imoogi.

Hwan dan Rom berdiri di ujung atap. Imoogi mengambil video mereka dan mengirimnya ke Ji A. Imoogi minta Ji A berkencan dengannya dan ia akan melepaskan Hwan dan Rom. Bu Park membawa beberapa bungkus hadiah dari Imoogi.

Ji A datang ke restoran yang dipesan Imoogi. Sebelumnya, Ji A bertemu dengan Yeon memberi tahu kondisi itu. Ia akan pergi dan mereka akan menangkap Imoogi.

Imoogi menceritakan kisahnya. Seorang putra ke sembilan dari keluarga terpandang di Silla. Bayi yang mempunyai cacat di anggota tubuhnya, sehingga mirip dengan ular.  Ayahnya ingin membunuh si bayi, tapi dilarang bidan. Ia dibesarkan dalam lemari. Akhirnya, bayi itu dilempar ke gua tempat pembuangan penderita wabah penyakit dan dimakan oleh mereka.

HyeJa memberikan darah kuda untuk Yeon.

Waktu berlalu… gua itu menjadi kuburan para penderita wabah. Suatu hari seekor ular putih keluar dari dalamnya. Penduduk menyebutnya Imoogi, yang beralamat buruk. Ji A bisa menebak keinginan Imoogi, dicintai seseorang.

Kalau Ji A tidak mau memberikan cintanya pada Imoogi? Imoogi akan membunuh Yeon, membunuh semua yang dekat dengan Ji A, dan akhirnya membunuh Ji A. Setelahnya ia akan menyebar virus dan kebahagiaan akan musnah.

Imoogi memaksa Ji A memberikan jawaban dan menekan pundaknya dengan kuat. Yeon berkelebat melepaskan tangan dan mendorong Imoogi. Imoogi menekan telpon menyuruh Hwan dan Rom terbang. Shin Ju menarik Hwan dan Rom di detik terakhir, menyelamatkannya.

Yeon mendorong Imoogi sampai di genangan air, memberikan rambut, dan Ji A melukai tangannya, meneteskan darah. Yeon memanggil kekuatannya dan petir menyambar Imoogi.

Taluipa berdiri dan berteriak bahwa Yeon salah mengerti!

Imoogi berkata kalau ia hanyalah cangkang kosong. Bagian terpenting dari Imoogi ada pada orang lain. Saat itu Ji A merunduk kesakitan, badannya terasa terbakar. Yeon memeluk Ji A.

Ji A melepas pelukan Yeon. Ia berdiri tegak dan tersenyum, setengah leher dan mukanya bersisik ular. ‘Lama tidak bertemu, Yeon… Dia adalah milikku’. Yeon berteriak menyuruh Imoogi keluar dari tubuh Ji A.

Bersambung

Komentar aku: menunggu 2 minggu? Oiiii… btw, itu cerita Imoogi tragis sekali ya. Jadi ingat cerita tentang pulau Poveglia di Italy. Sebuah pulau tempat pembuangan orang yang terkena wabah, penyakit tidak tertolong lainnya dan kelainan mental. Setelahnya, pulau itu menjadi terkenal sebagai pulau berhantu dan dibiarkan kosong.

Nah, jadi setiap dekade akan punya cerita legenda dan membuat cerita legenda sendiri ya… hadaw..

Episode yang seru, karena akhirnya adalah ‘twist’. Yeon hanya mengulang sejarah, dengan membangkitkan Imoogi di tubuh Ji A. Juga, baru tahu kalau ada mahluk mistikal yang takut/terpengaruh darah kuda? Er, kalau darah Unicorn itu memang myth sich, tapi kuda?

Tale of the Nine-Tailed Ep. 12.1

Ji A melepaskan pelukan, karena orang tuanya hanya terdiam. Setelah rasa shock mereka berangsur hilang, mereka mengenali Ji A dan keluarga Nam berpelukan erat.

Di sisi keluarga siluman Rubah, Shin Ju menjemput Yeon dan memujinya (tentu Yeon minta pujian lebih). Yu Ri pulang bareng Rang yang tidak berhenti tersenyum sepanjang perjalanan (Rang akan mencoba melupakan perlakuan buruk Yeon selama ini).

5 tahun yang lalu… Rang mengajarkan ke Yu Ri yang baru dibebaskan kalau ia harus melawan saat ada yang menyakitinya. Rang juga benci pada mereka yang menangkap (siluman) dengan paksa, memberi makan tapi hanya untuk disia-siakan di kemudian hari. Karenanya, Rang menyuruh Yu Ri pergi setelah makan.

Yu Ri kembali sehat dan kuat, tapi ia tak mau pergi. Rang mengajarkan banyak hal, termasuk bela diri. Hari ini, setelah bebas dari ikatan hutang budi, Rang akan mentraktir Yu Ri jokbal. Meski Yu Ri agak enggan, karena mengingatkan saat ia baru saja dibebaskan oleh Rang, ia pun ingin merayakan kebebasan Rang.

Ji A memperlihatkan apa yang dikerjakan selama 20 tahun ini. Hee Jung (ibu) dan Young Kyu (ayah) merasa seperti bangun dari tidur lama. Young Kyu ingat ia pernah sekali terbangun dan disuruh menulis kata-kata di bunga buatan Ji A.

Ji A menerangkan yang membantunya selama ini adalah Yeon, kekasihnya. Hee Jung dan Young Kyu sangat bangga dengan putri mereka yang tumbuh dewasa dengan baik.

Ji A video call Yeon untuk mengucapkan terima kasih. Yeon telah menepati janjinya mengembalikan orang tua Ji A.

Episode 12: Menangkap Ekor

Imoogi berterima kasih karena Presdir melepaskan semua tawanannya plus pohon ceri lentera, karenanya Presdir diminta masuk agar Imoogi bisa memberi hadiah. Presdir ketakutan dan melarikan diri.

Dalam tidur, Ji A bermimpi ada di rumah presdir. Si pengasuh yang kehilangan kuku palsu berusaha menarik kaki Ji A. Ji A berlari ke lantai dua dan masuk ke kamar paling ujung. Imoogi mengucapkan selamat datang dan minta Ji A memanggilnya Terry saja, lebih enak didengar.

Imoogi menerangkan Ji A yang memanggilnya lewat mimpi, dan mereka ditakdirkan untuk selalu terhubung. Ji A bisa lihat di cermin kalau tidak percaya. Dan di cermin yang pecah, terlihat sisik ular mulai tumbuh di leher dan muka Ji A. Ji A tersentak, terbangun dari tidurnya.

Tahap pertama untuk bisa menangkap Imoogi tanpa melukai Ji A, Yeon mengajak Presdir bertemu, ia punya pohon ceri lentera di apartemennya.  Presdir menerima tawaran itu, ia tak peduli lagi dengan Imoogi vs Yeon, yang penting ia bisa hidup selamanya.

Ji A memberikan ponsel baru pada Hee Jun dan berpesan untuk tidak terima telp atau membukakan pintu rumah kecuali untuk Ji A.

Imoogi membawa anak kucing yang terluka ke Shin Ju. Anak kucing itu memberi tahu yang melukainya Imoogi.  Anastasia, anjing Yu Ri, juga menjadi tidak tenang.

Yeon memperkerjakan Rom dan Hwan untuk mencari kelemahan Imoogi, bisa dari cerita, legend, cerita anak, bahkan komik. Kalau setuju, Yeon akan membayar mereka gaji UMR + 1 angka ‘nol’ dibelakangnya. Mereka setuju!

Imoogi tidak akan membunuh Shin Ju yang rela mati demi Yeon. Tapi, saat sang wanita dengan Imoogi di tubuhnya memanggil, maka Shin Ju harus… Imoogi menghipnotis Shin Ju. Saat tersadar, Imoogi sudah menghilang dari ruang praktek Shin Ju.

Bp & Ibu Nam mengundang Yeon. Yeon datang dan memberi hadiah kecil, kunci mobil seri terbaru. Yeom menjawab semuanya dengan jujur, sesuai arahan Rom padanya. Membuat pak Nam tidak bisa berkomentar apa-apa.

Kali ini, Imoogi mendatangi Snail Bride. Ia membuat semua pengunjung Snail Bride tertidur dan pesan semua hidangan yang biasa Yeon makan.

Pak dan bu Nam memberi restu pada Yeon dan Ji A. Saat Yeon menjelaskan bersama Ji A membuatnya bisa melewati pengalaman hidup terberat dan merasa hangat di hati. Ji A pun demikian, saat ia kesulitan kala  sendiri, Yeon memberinya harapan.

Imoogi memuji masakan Hye Ja. Imoogi tahu ada banyak variasi tentang legenda ‘Snail Bride’ tapi, semuanya berakhir tragis. Begitu juga cerita tentang dirinya dan Yeon, salah satu harus mati di akhir cerita ini. Kali ini pun Imoogi menghipnotis Hye Ja.

Bersambung

Komentar aku: ha… tenang sebelum badai.  Penulis dengan pintar memberikan banyak myth/legenda. Kali ini, cermin yang pecah. Cermin yang pecah akan membawa kesialan selama 7 tahun, legenda Romawi Kuno. Lalu, judul episode ini adalah permainan ‘Ular Naga Panjangnya’, di mana kepala setiap Naga harus menyentuh ekor lawan untuk bisa mengalahkan Naga lawannya. Permainan ini berasal dari China.

Keren…

Tale of the Nine-Tailed Ep. 11.2

Taluipa pun terkesan akan ketangguhan Ji A. Ji A langsung minta izin meminjam ‘Waskita’ (Clairvoyance) agar bisa melihat di mana orang tuanya, sebagai balasan membawa Imoogi ke Taluipa. Taluipa mendesah.

Ji A keluar bersama Ui Ong, bersyukur ia bisa keluar dengan selamat, badannya gemetar selama berada di hadapan Taluipa. Mereka berdua tertawa. Ji A memuji Ui Ong, orang akan bersyukur ditemani penjaga seperti Ui Ong saat jiwa mereka pergi ke Akhirat. Ui Ong membalas dengan membesarkan hati Ji A, bahwa ia & Yeon akan berhasil.

Yeon tidak mengerti kenapa Taluipa tidak mengubah Imoogi jadi batu seperti kebiasaanya kalau ada dewa/jiwa yang nakal.

Taluipa mengingatkan, sebagian jiwa Ji A dikuasai Imoogi, kalau itu ia lakukan, sama saja dengan mengubah ji A jadi batu. Sayangnya, tidak ada cara memisahkan keduanya, kecuali Ji A mati atau Imoogi melepaskan dengan rela. Semua karena Ji A ditakdirkan untuk menjadi tumbal bagi kebangkitan Imoogi. Roda takdir kembali berputar, dan Yeon akan patah hati.

Yeon berterima kasih pada Taluipa, ia mengerti sekarang kenapa Taluipa tidak ingin Yeon bertemu Ji A lagi. Bagaimana pun Yeon tetap memilih Ji A, meski tahu takdir seperti apa. Taluipa akhirnya memberi tahu kalau orang tua Ji A ada di pohon ceri lentera. Yeon memberi salam cium untuk Taluipa.

Rang memperhatikan dengan sedih saat Yeon dan Ji A yang berlalu dengan mobil mereka mencari pohon ceri lentera.

Imoogi memperingatkan Presdir untuk tidak gegabah. Meski Presdir percaya kalau ia berhasil menekan Rang dengan menggunakan titik lemahnya, kegagalan mereka dulu adalah karena menyepelekan kekuatan lawan. Presdir minta Imoogi memberikan jabatan lebih tinggi, ia bosan jadi presdir sebuah stasiun TV.

Rang senang Yeon menelponnya, hanya untuk sedih saat tahu Yeon hanya menanyakan pohon ceri lentera tempat orang tua Ji A ditawan. Ia menawarkan membantu mencari dan minta bertemu dengan Yeon esok hari.

Waktu Rang tinggal sedikit, ia pergi ke bar dan minum. Ia melihat bunga Azalea yang dibawakan Yeon padanya. Ia ingat perkataan Taluipa kalau hanya rubah yang mati yang bisa membatalkan perjanjian yang dibuat oleh si rubah.

Ji A bercerita pada Rom dan Hwan tentang PresDir, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan, karena polisi tidak akan percaya seorang dari era Goryeo, yang berteman dengan Imoogi, tapi adalah presdir stasiun TV, terlibat perkara mumi.

Rang meninggalkan minuman dan bunga Azelea di bar, pergi dan berkata pada Presdir kalau ia akan menyerahkan Yeon. Ia memilih hidup. Ia akan menjebak Yeon datang dan Presdir bisa mengambil hati Yeon. Presdir memberi botol racun dan mempersilahkan Rang tidur di rumahnya malam itu.

Rom & Hwan memuji-muji Terry yang bisa beberapa bahasa. Ji A menangguk, Terry juga membantunya di lapangan. Pak Choi mengundang mereka semua makan malam bareng menyambut bergabungnnya Terry.

Yeon datang menghampiri Rang. Rang mempersilahkan Yeon memilih tanaman yang ia suka untuk Ji A dan ia meneteskan beberapa cairan racun ke dalam kopi.

Bagi Yeon, Rang adalah keluarga dengan ayah yang sama. Jadi, Rang punya hak untuk berbuat iseng pada Yeon. Meski bagi Rang, Yeon tidak pernah berbuat baik padanya, Rang ingin menjadi seperti Yeon. Presdir tertawa saat melihat Yeon meneguk kopi buatan Rang.

Saat keluar dari Hutan Kelaparan, Rang pernah berpikir untuk mati demi Yeon. Tapi, sekarang ia tak bisa dan memukul kepala Yeon dengan vas bunga. Rang mengeluarkan botol racun, Yeon tersungkur ke lantai. Kalau saja Yeon menunjukkan perhatian sedikit saja seperti Yeon memperhatikan Ji A…

Yeon jatuh tak sadarkan diri.

Presdir masuk dan menelpon Imoogi, mengatakan mereka telah mendapatkan Yeon.  Imoogi menyuruh Presdir menunggu kedatangannya. Ia sedang makan malam bersama team dan akan mencoba menyelinap pergi.

Ji A menghalangi Terry pergi dan menggandengnya masuk kembali ke resto. Waktu terus berlalu, Rang mendesak Presdir menghapus hutangnya, karena ia telah membawakan Yeon. Tapi, Presdir tidak bergeming, karena tahu Rang tidak akan bisa membunuh siapa pun yang punya memberinya hutang budi.

Kali ini giliran Rang yang memprovokasi Presdir, sekali budak selamanya akan menjadi budak. Bagaimana rasanya melihat seluruh keluarga mati dihisap Imoogi? Saat Presdir menjadi marah dan hendak menikam Yeon, Rang menendangnya.

Presdir mengingatkan kalau rubah akan mati apabila melanggar janji. Tapi, rubah yang ini tidak melanggar apa-apa. Rang berubah menjadi Yeon dan Yeon menjadi Rang.

Mereka bertukar wujud sejak malam. Yeon mendatangi Rang di bar dan meminta maaf pada Rang. Selama ini, ia tidak pernah terpikir kalau Imoogi akan membunuh Rang. Bagaimana kalau Rang tetap hidup dan mendampingi Yeon. Yeon tahu cara membatalkan janji rubah.

Yeon membalikkan pisau yang hendak ditusukkan oleh Presdir, dan mencekik lehernya. Jadi, pilih mati atau batalkan perjanjian dengan Rang? Cincin kasat mata di jari Rang mulai bersinar. Presdir merangkak ke pohon ceri lentera, untuk menyambung nyawanya.

Ji A melarang Terry naik taksi, ia akan memanggil pengemudi pengganti dan pakai mobil Ji A. Terry minta Ji A putus dengan pacarnya, karena pacar yang seperti pangeran dari negeri dongeng cenderung punya akhir yang menggenaskan.

Presdir lari terbirit-birit, cincin kasat mata di jari Rang menguap dan mereka berdua memandang pohon ceri lentera yang mereka dapatkan.

Ji A menyuruh Terry melupakan romantisme basi, karena baginya Terry tidak lebih dari mahluk yang menawan orang tuanya. Terry tahu kalau Ji A tanpa perlindungan, ia menarik tangan Ji A dan menciumnya.

Ji A ketakutan dan berlari pulang, ia memeluk Yeon yang telah menunggu di depan rumahnya. Ia melihat kedua orang tuanya ada di rumah mereka. Ji A berlari memeluk mereka. Yeon memperhatikan dan tersenyum.

Bersambung

Komentar aku: Yay! Strategi pintar dari kakak-adik siluman rubah. Meski, Rang akan cocok jadi bintang film, menurut Yeon. Kekeke… meta maksudnya? Kim Bum? Tapi, kenapa orang tua Ji A tidak punya reaksi ya? Mmmm… 12 tahun (atau berapa tahun, ya?) menghilang, terakhir bertemu saat Ji A 8 atau 9 tahun, tidak salah kalau bingung atau kehilangan koneksi. Mudah-mudahan cepat sadar.

Tumben, Presdir mudah sekali ditipu. Itu manusiawi, lho. Karena sudah terbiasa yakin kejahatannya akan berbuah sukses, dia kehilangan buah ceri lentera. Oiii… Dan, Taluipa itu keturunan Medusa? Membuat dewa/spirit/roh jadi batu.