Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 10

Zhao Yan memandang setangkai bunga mawar dan memutuskan memasukkan Cheng Ren di WeChat, membuat Cheng Ran semangat berlari di gym. Mereka pulang bersama.

Gu Chuan membuat pengumuman, Cheng Yu kembali menunjuk CDS sebagai firma arsitektur dengan dua ketentuan: mempertahankan dinding dan menjadikan Xiao Ning arsitek utama. Gu Chuan menambahkan, Xiao Ning akan memberikan draft atau arahan desain, tetapi tetap desain total dikerjakan oleh para arsitek di CDS. Semua staff bersedia membantu Xiao Ning.

Zhao Yan – Cheng Ran berbagi cerita. Pernikahan orang tua Cheng Ran telah mati, tapi ibu Cheng Ran memilih tetap bersama agar terus bisa menikmati kemewahan. Cheng Ran merasa harta keluarga seperti sebentuk borgol. Ia memilih kebebasan dan mencari uang sendiri sejak muda. Mobil mewahnya adalah mobil bekas yang dibeli untuk tampilan bisnis.

Orang tua Zhao Yan bercerai, lalu masing-masing menikah itu. Sejak itu, Zhao Yan diping pong dari satu rumah ke rumah lain, tanpa ada yang benar-benar menginginkannya. Begitu bisa mencari uang, Zhao Yan pergi dari rumah.

Xiao Ning kembali lembur, mengerjakan proyek galeri sekalian menunggu Gu Chuan selesai bekerja.

Cheng Ran yang mabuk menunggu supir pengganti. Tapi, yang datang seorang bertopeng yang membawa pemukul baseball dan memaksa Cheng Ran pergi bersamanya. Cheng Ran menyuruh Zhao Yan menyingkir. Tentu saja Cheng Ran babak belur dipukuli pria bermasker itu. Dengan sekali tendang, Zhao Yan mengusir si pria. Cheng Ran kagum, sekaligus kesakitan.

Ide Xiao Ning adalah menjadikan dinding itu keluar dari dimensi nyata, menjadi dimensi memori. Ia menemui jalan buntu karena tak tahu bagaimana melindungi sekaligus memperlihatkan kenangan berharga itu. Gu Chuan memperlihatkan suvenir bola salju. Xiao Ning langsung mengerti: elemen kaca! Elemen yang transparan, tapi juga kuat melindungi lukisan kapur yang rapuh itu. Ia beruntung bertemu Gu Chuan.

Xiao Ning selama ini merasa seperti gagak pembawa ketidak beruntungan, Gu Chuan tidak setuju. Gagak itu burung yang pintar dan setia. Jadi, janganpernah berkecil hati dan tetap memandang rendah diri sendiri. Mereka makan sambil terus bekerja,

Cheng Ran meringis menahan sakit, Zhao Yan mengompres memar-memarnya. Cheng Ran minta Zhao Yan tidak lagi berkelahi. Kalau Zhao Yan ingin memukul orang, ia bersedia menjadi samsak. Zhao Yan mencium Cheng Ran.

Mr. Mu dan Cheng Yu bertemu Gu Chuan dan Xiao Ning di lokasi galeri. Cheng Yu menjelaskan arti gambar-gambar itu. Saat Xiao Ning tidak bisa menjelaskan idenya lebih lanjut, Gu Chuan mengambil alih. CDS akan membuat dinding kaca sebagai bagian dari Virtual Reality dengan bantuan lighting dan hologram, yang bisa memantulkan kenangan atau bentuk seni yang ingin ditampilkan Cheng Yu.

Xiao Ning pernah merasa melihat sebentar saja kebahagiaan terlintas di mata Gu Chuan. Xiao Ning tidak ingin kilatan itu hilang. Karenanya, kalau kita tidak bisa mengubah jalan hidup, setidaknya kita bisa membuat hari ini saja menjadi hari yang membahagiakan. Untuk pertama kalinya Gu Chuan berfoto bersama Xiao Ning, karena kamera kurang digeser ke kanan sedikit (emoji mata berkedip).

Gu Chuan meminta Xiao Ning merapikan dan memasukkan bunga Matahari yang ia beli ke vas. Setelahnya, ia minta Xiao Ning membelikan bunga untuk staff CDS. Ia ingin membuat hari staff nya menjadi lebih indah. Hanya Man Lin yang menolak bunga yang dibeli Xiao Ning.

Dr. P menelpon, ia senang melihat tingkat kestabilan detak jantung Gu Chuan. Kalau itu disebabkan karena Gu Chuan merasa senang, maka lanjutkanlah merasa senang. Kebahagiaan baik untuk kesehatan.

Man Lin membawa khabar buruk, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan di proyek resort. Sehingga penyelesaian akan terlambat, dan proyek tidak bisa dinominasikan di penghargaan Jin An. Harus menunggu dua tahun mendatang. Gu Chuan berusaha menyembunyikan kekecewaannya.

Man Lin kaget melihat perubahan di ruang kerja Gu Chuan, yang sekarang ditambahkan tanaman dan bunga. Gu Chuan juga tidak sadar sejak kapan ia berubah, mungkin karena ia ingin menambahkan efek ringan dan terang di kegelapan hidupnya. Man Lin tidak mengerti arti ucapan Gu Chuan.

Gu Chuan mengumumkan dua hari ke depan staff CDS dihadiahi pergi ke tempat rekreasi. Man Lin melarang Xiao Ning ikut dengan alasan belum menyelesaikan pekerjaannya. Wang Kai membela, kalau Xiao Ling bisa menyelesaikan besok, ia boleh ikut. Wang Kai tidak tahan dengan sikap sok perintah Man Lin.

Tang Xu menjemput Xiao Ning, memberikan suvenir untuk bibi Jiang dan nenek. Ia juga membelikan kalung dan memakaikan pada Xiao Ning. Gu Chian melihat adegan itu. Ia memutuskan kembali ke kantor.

Bersambung

Komentar aku: aaaa, sejauh ini, aku menikmati drama Miss Crow with Mr. Lizard. Allen Ren ternyata yang main di Under the Power. Perannya mirip, menjadi pejabat polisi rahasia yang berhati dingin. Kalau Fair Xing, ini pertama kali aku menonton drama di mana ia berperan. Semoga terus bagus sampai tamat.

Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 09

Xiao Ning berkunjung ke rumah Cheng Yu. Cheng Yu menjadi marah luar biasa dan menuduh CDS bertindak di luar batas dengan meminta izin pada suaminya untuk menghancurkan dinding itu. Ia memilih membatalkan kerja sama dengan CDS dan mengusir Xiao Ning.

Man Lin memarahi Xiao Ning, sekarang mereka kehilangan klien yang berharga. Lalu, Xiao Ning sekarang mencoba menyalahkan Man Lin? Kalau memang Xiao Ning ingin bretanggung jawab, bagaimana kalau mengundurkan diri dari CDS?

Man Lin membawa kasus ke rapat kantor, Man Lin meminta Xiao Ning dikeluarkan sesuai aturan perusahaan. Xiao Ning mengakui kalau ia membuat Cheng Yu marah. Gu Chuan setuju Xiao Ning dikeluarkan. Ia lalu memarahi Cheng Ran yang jatuh tertidur, Cheng Ran balik marah, kedudukannya setara dengan Gu Chuan. Cheng Ran mengambil alih rapat dan memutuskan memberi waktu seminggu untuk Xiao Ning.

Xiao Ning menangis di depan Zhao Yan, menceritakan semua yang baru saja terjadi. Ia tak ingin kehilangan pekerjaan, ia tak ingin pergi dari sisi Gu Chuan, dan ia ingin membalas kebesaran hati Cheng Ran yang memberinya kesempatan. Selesai menangis, Xiao Ning tertidur, kecapaian memperbaiki dapur + mengalami krisis di kantor.

Cheng Ran beranggapan Xiao Ning unik. Ia seperti sebuah meteorit yang meluncur masuk ke dalam hati Gu Chuan yang bak danau dalam, tenang, tanpa riak air sedikit pun. Cheng Ran tahu kekhawatiran Gu Chuan akan kelangsungan hidupnya. Tapi, sebagai sahabat terbaik, Cheng Ran berharap Gu Chuan tidak menyesali apa pun keputusan yang ia ambil (tentang Xiao Ning). Malam ini Cheng Ran meninggalkan Gu Chuan, memberi waktu untuk berpikir dalam.

Gu Chuan bertemu Xiao Ning yang ditolak oleh Cheng Yu. Gu Chuan mengingatkan, seorang arsitek harus bisa memberikan solusi pada sebuah masalah dengan desain, bukan sekedar meminta maaf dan memberikan bunga / buah tangan. Tissue yang diberikan Gu Chuan membuat Xiao Ning sadar, Gu Chuan lah yang memberikan tissue berbentuk bintang seusai rapat di kantor. Semangat Xiao Ning menaik kembali.

Staff CDS bergosip. Mereka berpikir Gu Chuan menyukai Xiao Ning. Tapi, kenapa selera Cheng Ran pada wanita berubah? Xiao Ning masuk dengan gembira mentraktir mereka milk fruit tea, bahkan ia memberikan pada Man Lin dan sama sekali tidak menyalahkan Man Lin.

Cheng Ran bersiap menunggu Zhao Yan dengan sepeti mawar merah. Ia ingin bertemu Zhao Yan untuk mengembalikan buku harian Xiao Ning. Zhao Ning mengambil buku harian dan satu tangkai mawar, cukup untuk hari ini.

Gu Chuan memperhatikan Xiao Ning yang datang ke lokasi galeri dan tekun mengambil foto dan catatan. Xiao Ning berniat bertemu dengan suami Cheng Yu untuk mencari tahu latar belakang lukisan itu. Dari semua data, catatan dan gambar, Xiao Ning akan berusaha menyatukannya untuk mendapat solusi proyek ini.

Taksi tidak bisa dipanggil karena tidak ada sinyal di lokasi itu. Xiao Ning membonceng Gu Chuan di sepeda listrik. Tak sengaja ia menjatuhkan Gu Chuan saat melewati polisi tidur. Xiao Ning bersumpah ia tidak membenci Gu Chuan karena dimarahi dan tidak juga memutuskan balas dendam dengan menjatuhkan Gu Chuan. Akhirnya, mereka berdua berjalan kaki.

Mr. Mu, suami Cheng Yu, menerangkan kalau Cheng Yu bersikeras mempertahankan dinding itu untuk menghormati almarhum putra Mr. Mu yang tenggelam saat berusia 5 tahun.

Gu Chuan mengakui kalau ia dan Cheng Ran hanya bersandiwara, Man Lin merasa tersisihkan. Ia tak pernah melihat Gu Chuan memperlakukan staff seperti itu. Gu Chuan membalas, ia juga tak pernah melihat Man Lin memberikan proyek sulit pada pegawai baru. Gu Chuan mengingatkan Man Lin untuk tidak mencampuri urusan pribadinya.

Xiao Ning akhirnya mengerti. Melanjutkan hidup bukan berarti tidak melihat, tidak mendengar atau tidak memikirkan apa yang terjadi. Sebuah proses berdamai dengan diri sendiri. Saat kecelakaan yang menewaskan orang tuanya terjadi, Xiao Ning ada bersama mereka. Mimpi buruk selalu menghantuinya.

Akhirnya, bibi Jiang dan nenek mengambil alih. Bibi Jiang mengeluarkan peranti makan keluarga saat festival musim semi. Nenek menceritakan hal-hal yang ia ingat tentang orang tua Xiao Ning. Membuat seolah orang tua Xiao Ning berada di sekitar mereka.

Setelah galeri di renovasi, tepat itu akan menjadi lokasi yang paling sering Cheng Yu datangi. Gambar-gambar anak-anak yang ada dinding akan menjadi kenangan terindah yang mengobati luka hati Cheng Yu. Orang tua Xiao Ning atau putra Mr. Mu pernah hidup, dan akan selalu dikenang. Tidak berani melihat atau menyentuh peninggalan mereka, akan menjadi hal yang sangat disesalkan.

Cheng Yu mendengar itu semua. Xiao Ning meminta maaf setulusnya pada Mr. Mu dan Cheng Yu telah bersikap kelewatan. Ia akan memastikan bahwa kenangan berharga mereka tidak akan dihancurkan.

Bersambung

Komentar aku: hhuhuhuhuhu… drama ini memang indah. Banyak kalimat yang bisa dikutip. Coba aku tonton ini saat muda, mungkin bisa mengubah hidup ya? Atau justru mengingatkan hidup tidak sekedar bertahan tetapi untuk dijalani. Atau… bisa bertahan dalam kehidupan yang keras ini, juga sebuah keberhasilan… Untung banyak komedi yang mengimbangi.

Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 08

Bibi Jiang belum bisa melepaskan rasa dendamnya pada Zheng Cheng, yang mengajak ayah Xiao Ning menggelapkan uang perusahaan. Akhirnya, Xiao Ning bercerita kalau rumah mereka nyaris terbakar dan biaya perawatan bibi Jiang dibayar dengan berhutang ke perusahaan. Xiao Ning tak sanggup mengambil hutang lain. Bibi Jiang minta maaf, ia luluh, bersedia tinggal sementara.

Xiao Ning menemui Tang Xu di luar, meminta maaf dan berterima kasih. Ia setuju dengan pandangan Tang Xu, generasi muda yang tidak tahu menahu dan terlibat, harus melanjutkan hidup. Hanya saja, perasaanya pada Tang Xu masih bercampur aduk. Tang Xu mengerti.

Cheng Ran kaget waktu elihat Gu Chuan memberi masukkan di buku harian Xiao Ning. Apa Gu Chuan jatuh hati pada Xiao Ning? Gu Chuan sebagai arsitek ingin Xiao Ning belajar lebih baik lagi. Dengan alasan agar Xiao Ning tidak salah sangka, Cheng Ran yang akan mengembalikan buku itu. Sebagai alat agar Zhao Yan melihat ketulusan Cheng Ran. Gu Chuan merasa jalan Cheng Ran akan masih sangat panjang.

Tang Xu memberi rencana kinerja pada Direktur Xu. Direktur Xu memuji dan menyuruh Tang Xu menarik dana yang diaku miliknya di perusahaan Tang Xu. Ia akan memberi tahu detail setelahnya.

Xiao Ning menjemput Gu Chuan. Xiao Ning dengan berat hati menolak permintaan Cheng Ran membuat janji temu dengan Zhao Yan. Cheng Ran tak memaksa, ia pergi. Xiao Ning ingin mengambil buku harian yang tertinggal, Gu Chuan menjawab Cheng Ran sudah membawanya. Xiao Ning tersenyum lemas.

Direktur Xu menemui Zheng Cheng. Direktur Xu menenangkan, ia akan selalu menepati janjinya menjaga dan merawat Tang Xu seperti putranya sendiri.

Xiao Ning meminta izin diperbolehkan menunggu di unit sampai Gu Chuan siap ke kantor. Gu Chuan setuju, malah mengajari Xiao Ning materi ujian yang tidak ia mengerti. Tiba-tiba mereka sadar kaau muka mereka sudah sangat dekat. Dan, listrik pun mati karena korslet akibat listrik yang dikeluarkan mesin jantung Gu Chuan, Dr. P menelpon dan alarm di ponsel Cheng Ran berbunyi.

Xiao Ning memanggil petugas gedung dan naik ke lantai dua mencari Gu Chuan. Karena listrik mati, ia bisa memasuki kabin tidur Gu Chuan. Ia menemukan rahasia Gu Chuan! Gu Chuan adalah online streamer. Gu Chuan meralat ruang itu adalah tempat virtual reality game. Ah, Xiao Ning mengerti, pasti Gu Chuan sedang bereksperimen membuat virtual desain, ia berjanji membantu merahasiakan hal ini dari siapa pun.

Gu Chuan mengajak Xiao Ning membeli susu, dan ia menyelipkan jepit, karena Xiao Ning mengeluh angin kencang mengacak-acak rambutnya. Kasir yang bekerja, Chen Chen, adalah rekan kulian sekaligus pria tertampan di kampus. Ia memberikan snack gratis dan mengajak makan bersama. Xiao Ning setuju. Gu Chuan cemburu tapi tidak menunjukkannya.

Xiao Ning membelikan Gu Chuan milk fruit tea. Gu Chuan menolak, itu minuman wanita, ia tidak terbiasa minum aneh-aneh. Tapi, menolak mengembalikan pada Xiao Ning setelah meminum seteguk. Gu Chuan menyukainya.

Setelah menunggu lama di café yang ditunjuk Xiao Ning, akhirnya Zhao Yan muncul juga. Cheng Ran berjanji mengikuti apa pun yang dilakukan Zhao Yan, meski itu akan menyiksanya. Benar saja. Zhao Yan pergi ke gym dan berolah raga dengan semangat, membuat Cheng Ran kecapaian.

Cheng Ran terkapar di sofa. Gu Chuan heran kenapa Cheng Ran memaksakan diri ke gym? Cheng Ran ingin menjaga Zhao Yan, karena di gym banyak pria tampan. Bicara soal pria tampan, Gu Chuan menunjukkan foto Chen Chen. Cheng Ran berkomentar, Gu Chuan tampan, tapi dibanding Chen Chen ketampanan Gu Chuan terasa sedikit kadaluarsa. Bukankah mereka berdua memang sudah tua? 🙂

Gu Chuan memberikan jepit rambut pada Xiao Ning, ia dapat gratis saat beli susu. Xiao Ning dengan senang memakainya. Gu Chuan langsung menghilangkan senyumnya saat Xiao Ning berterima kasih.

Seorang klien, seniman dan pemilik galeri, Cheng Yu, memarahi Man Lin. Ia tidak menyukai desain CDS yang menghilangkan dinding luar galerinya. Cheng Yu bersikeras untuk mempertahankan dinding itu. Dinding yang Cheng Yu maksud adalah dinding tua yang dipenuhi gambar-gambar anak-anak dari kapur berwarna.

Man Lin melihat jepit yang berada di buku Gu Chuan terpasang dengan manis di kepala Xiao Ning. Ia teringat perkataan ibu Gu Chuan. Man Lin lalu memberikan tugas agar Xiao Ning memastikan kalau Cheng Yu bersedia menghancurkan dinding luar galeri demi kesuksesan proyek CDS.

Bersambung

Komentar aku: whoa… monster bermata hijau, si cemburu, merubah orang yang baik menjadi jahat. Huhuhu,,, kasihan Xiao Ning. Tang Xu, hati-hati, kamu dipergunakan Direktur Xu untuk menggelapkan uang dan setelahnya menjadikanmu kambing hitam. Sama seperti yang dilakukan Direktur Xu pada Zheng Cheng dan ayah Xiao Ning. Memang ketampanan ada kadaluarsanya, ya? Jejeje..

Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 07

Xiao Ning sibuk seharian membuat maket proyek. Gu Chuan bisa langsung melihat kalau proporsi maket melenceng 2mm per sengked. Xiao Ning mendengarkan penjelasan dari Gu Chuan dan berjanji memperbaikinya besok.

Lift tiba-tiba malafungsi, menjebak mereka berdua. Xiao Ning meminta maaf, ini pasti karena nasib buruknya. Gu Chuan mengajari Xiao Ning dua hal: tidak meminta maaf untuk hal yang tidak diperbuat; kedua: teori Fastinger: ‘10% dari apa yang kita alami terjadi apa adanya, tapi 90% lagi bergantung dari mental dan reaksi kita terhadap yang 10% itu’. Xiao Ning mulai mengerti.

Mereka berbincang tentang arti kebahagiaan. Bagi Xiao Ning: bisa mendapat gaji untuk kebutuhan hidup, bagi Gu Chuan: bisa meraih penghargaan prestisius Jin An dan pensiun setelahnya. Xiao Ning protes, ia menolak pensiun menjadi aspri Gu Chuan sebelum bisa belajar banyak. Gu Chuan tersenyum.

Lift dibuka paksa oleh petugas. Xiao Ning keluar terlebih dulu. Uluran tangan Xiao Ning mengingatkan Gu Chuan akan kecelakaan dulu. Gu Chuan merasa aneh, setiap kali Xiao Ning menggenggam tangannya, ia merasa nyaman.

Di perjalanan pulang, Xiao Ning bercerita tentang almarhum ayahnya, yang jarang ia bicarakan, karena Xiao Ning tak ingin dikasihani. Ia ingin berhasil atas usahanya sendiri. Gu Chuan meyakinkan Xiao Ning, Xiao Ning telah cukup berhasil.

Sampai di rumah, Xiao Ning pamit dan berterima kasih. Gu Chuan membaca text, tersenyum tapi juga menggeleng-gelengkan kepala, ejaan nama Fastinger masih salah. Gu Chuan mengernyit, dadanya sakit. Dr, P menggoda kalau Gu Chuan jatuh cinta. Tapi, Dr. P serius, ada perbedaan antara menjalani hidup dan bertahan hidup. Jadi jalanilah hidup, sembari mencintai dan menjaga diri.

Akhirnya, perbaikan dapur selesai. Xiao Ning dan Zhao Yan menikmati dengan makan malam dan minum bir. Xiao Ning berpendapat kalau Cheng Ran pria yang baik, tapi Zhao Yan menganggapnya playboy. Zhao Yan berpedapat kalau Gu Chuan akan jadi kekasih baik, tapi Xiao Ning menganggap kodok dan angsa tak mungkin bersatu. Ha!

Pagi-pagi, Cheng Ran bermuka lusuh sudah duduk menunggu Xiao Ning, Zhao Yan sama sekali mengabaikannya. Akhirnya, Xiao Ning bersedia membantu. Ia mengajak Zhao Yan bertemu nanti malam. Wang Kai yang khawatir menyuruh Xiao Ning memeriksa kondisi Gu Chuan sekaligus membelikan bahan makanan.

Tapi, di unit, Gu Chuan menegur Xiao Ning yang sudah diinfo untuk tidak menjemput ke kantor. Bagaimana dengan maket proyek? Burung gagak kembali terbang melintas…

Man Lin mengantar orang tua Gu Chuan ke airport. Ibu Gu Chuan meminta Man Lin menjaga Gu Chuan. Ibu Gu Chuan senang karena akhirnya Gu Chuan bertemu gadis yang ia senangi, meski Gu Chuan belum menyadari itu. Muka Man Lin mengeras.

Cheng Ran duduk di samping Zhao Yan dan mulai makan karena Xiao Ning tidak akan datang. Cheng Ran bersumpah tidak mengusik, tapi memohon bantuan pada Xiao Ning. Zhao Yan mengurungkan niatnya menusuk Cheng Ran dengan sumpit.

Akhirnya, revisi maket proyek selesai, Xiao Ning mengerjakannya di unit Gu Chuan. Gu Chuan masih kurang puas dengan beberapa bagian.

Zhao Yan mengajak Cheng Ran bicara serius. Ia sudah sering menemukan pria yang menghilang setelah berhasil meniduri si wanita. Cheng Ran mengaku, ia punya masa lalu. Kali ini ia akan menunjukkan seberapa serius dirinya. Ia lebih takut tidak bisa bertemu Zhao Yan dibanding dihajar oleh Zhao Yan.

Zhao Yan kesal, Xiao Ning meminta maaf. Ia melihat Cheng Ran benar-benar menyukai Zhao Yan. Mereka berdebat. Zhao Yan mengaku kalau ia malas memulai mengenal dekat seseorang untuk jatuh cinta. Xiao Ning menganggap itu karena Zhao Yan takut patah hati lagi.

Xiao Ning dan nenek menjemput bibi Jiang, dibantu Tang Xu. Sepertinya, Bibi Jiang tidak menyukai Tang Xu. Xiao Ning membawa mereka ke apartemen lama Tang Xu. Melihat foto Zheng Cheng, bibir bibi Jiang memberengut.

Gu Chuan menidurkan Cheng Ran yang pagi-pagi datang dalam kondisi sangat mabuk dan jatuh tertidur di lantai. Ia menemukan buku harian Xiao Ning yang terjatuh, terselip di belakang kursi ketika datang membuat maket kemarin.

Bersambung

Komentar aku: aaaa… teori Fastinger! Kenapa jadi ingat buku The Secret karya Rhonda Byrne yang juga menulis kalau berpikir positive mengundang terjadinya hal-hal positive dalam hidup?  Aku setuju dengan perkataan Gu Chuan, jangan meminta maaf untuk hal yang tidak kita lakukan, bahkan jangan meminta maaf kalau tidak benar-benar dari hati, alias sekedar basa-basi.

Sell Your Haunted House Ep. 08.2

Ibu Byeol berlutut meminta diizinkan mengantar putrinya. Akhirnya, Ji A setuju, dengan syarat ibu Byeol harus memakai penutup mata dan apa pun yang terjadi, tidak diizinkan keluar dari lingkaran garam.

Dupa dinyalakan dan Byeol datang. Ibu Byeol melanggar aturan dan melangkah keluar begitu mendengar suara Byeol. Ia tertarik ke dunia limbo. Byeol meminta maaf. Saat kecelakaan, ia main bersama temannya, Yoo Ri, bukan pergi les bahasa Inggris.  

Ibu Byeol melarang Byeol bermain dengan Yoo Ri. Ia tak mau Byeol berteman dengan anak yang tinggal di apartemen sewa. Byeol mencuri pergi bermain dan terlambat pulang. Ia mencoba menaiki pagar pembatas apartemen sewa vs apartemen mewah. Tapi terjatuh dan meninggal.

Ibu Byeol berlutut, ia secara tak langsung membunuh putrinya sendiri. Karena ia juga menyetujui didirikannya pagar pembatas itu. Byeol pamit pergi diiringi tangis ibunya.

Ji A terheran melihat binyeo yang memudar menjadi abu di tangannya. Ia tidak menusukkannya ke dada In Beom. Byeol pergi atas keinginannya sendiri. In Beom baru tahu kalau mengantar arwah bisa dilakukan tanpa harus ditusuk binyeo, begitu juga Ji A.

Ji A tidak marah pada Hwa Jung yang memberi tahu waktu exorcism. Hwa Jung yang membunuh anaknya sendiri, mengerti perasaan ibu Byeol. Hwa Jung teringat sesi interogasinya bersama detektif. Detektif memberi masukkan, kalau Hwa Jung kesulitan mengasuh anak, Hwa Jung bisa minta tolong. Anak bisa tinggal di panti asuhan, tanpa harus dibunuh.

Hwa Jung minum ditemani detektif Jung. Detektif Jung menepati janjinya untuk tidak memberikan file Sung Sik pada Ji A. Tapi, ia tak yakin sikap keras Ji A tak kan membuatnya berhenti menyelidiki.

Orang tua Byeol datang ke kantor polisi, melapor kalau Byeol meninggal karena jatuh dari pagar. Ibu Byeol mendengar sendiri, begitu juga Ji A dari Daebak Realty.

In Beom makan pagi bersama Ji A. In Beom kaget melihat banyaknya menu yang dipesan Ji A. Ji A meyanggah, ia sekarang makan sedikit karena sedang stress.  

Hasil otopsi Byeol mendukung apa yang dikatakan ibu Byeol, Byeol meninggal karena jatuh, bukan ditabrak. Detektif menceritakan kejadian 20 tahun lalu: di Daebak Realty, ada kasus meninggalnya Mi Jin. Sung Sik, In Beom, Ji A berada di lokasi. Anehnya, yang menelpon polisi adalah Hwa Jung Lalu, dua hari setelahnya Sung Sik bunuh diri dengan meninggalkan surat kalau ia bertanggung jawab atas pembakaran desa Yongnam.

Detektif merasa ada yang tidak beres. Kalau pun ada yang harus bertanggung jawab, itu Golden Construction. Lalu, Golden Construction sekarang menjadi Dohak Construction. Detektif merasa Mi Jin disewa Golden Construction untuk membunuh Sung Sik, tapi keadaan berbalik dan Mi Jin yang meninggal.

Anak buah detektif tak setuju, kalau begitu ceritanya, kenapa sekarang In Beom bekerja sama dengan Ji A?

Ji A berjalan bersama In Beom. Im Beom tetap pada keputusannya, ia tak mau berhenti menjadi medium. Meski menjadi medium itu berat, tapi In Beom merasa dihargai. Mungkin satu hari In Beom bisa benar-benar menjadi orang baik. Ji A menukas, In Beom orang yang baik.

In Beom kaget melihat Tae Jin bekerja untuk ibu pemilik Changhwa dengan gembira. Berita tentang anak ibu pemilik ternyata bohong, si ibu menjadi kecewa. Waktu pulang, ia melihat Tae Jin lusuh duduk di depan restonya, ia menjadi iba dan mengangkat menjadi pembantu. In Beom merasa ada yang tak beres.

Benar saja, di luar Tae Jin menerima laporan anak buahnya, kalau Hak Sung menggeledah rumah nenek In Beom. Tae Jin menyuruh anak buahnya mencari tahu. Tae Jin bersumpah akan mencari kelemahan In Beom & Ji A agar bisa kembali pada Hak Sung dengan bangga.

Ji A berusaha mencari sendiri keponakan Sung Sik, dari data alamat terakhir nenek In Beom. In Beom membekalinya dengan snack, meski Ji A menolak In Beom ikut. Ji A menemukan nenek In Beom, Jung Geum Ja, terbaring sakit dan membawanya ke RS.

Ternyata Geum Ja menderita kanker tahap akhir. Selesai diinfus, ia menolak dirawat dan diantar Ji A pulang. Anak-anak Geum Ja sudah meninggal semua. Cucunya meninggalkan rumah dan tak pernah menghubunginya.

Ji A makan malam bersama Geum Ja. Geum Ja bertanya kenapa Ji A mencari In Beom? Ji A pergi ke kamar In Beom mencoba mencari apa pun yang bisa dijadikan petunjuk. Buku SMA memperlihatkan foto In Beom.

Hwa Jung melarang In Beom melihat file exorcism. Keduanya bersitegang. Ji A masuk dan tanpa basa basi langsung bertanya apakah In Beom anak yang datang bersama Sung Sik 20 tahun lalu? In Beom mengakui. Ji A langsung memukul In Beom dan bertanya apa yang dilakukan Sung Sik pada Mi Jin?

In Beom membalas, ia bergabung ke Daebak juga ingin tahu, apa yang dilakukan Mi Jin pada Sung Sik sehingga menyebabkan kematiannya? Sambil menangis Ji A mengatakan, kalau penyebab kematian Mi Jin dan Sung Sik adalah In Beom!

Bersambung

Komentar aku: Lha, salah apa ya In Beom? Siapa juga yang mau menjadi titisan telur arwah? Dari arwah-arwah penasaran pula… OOOOOOO… trailer untuk episode selanjutnya sangat menarik… Huhuhu….

Sell Your Haunted House Ep. 08.1

Di bulan Maret tahun Kuda Hitam pekerja di ibukota terpapar epidemic, yang selamat melihat pria tanpa wajah. Di bulan Februari tahun Ayam Hitam saat kebakaran besar di Hanyang, orang melaporkan ada pria tanpa wajah. Di bulan kabisat Februari tahun Naga Putih hujan batu salju seukuran telur menimpa Gyeongsang, petani mengaku melihat wanita tanpa wajah.

Ji A membaca dan membandingkan dokumen penampakan orang tanpa wajah setiap kali ada bencana besar. Banyaknya jiwa yang meninggal melahirkan telur arwah. Ji A berteori anak yang dibawa Sung Sik juga tanpa wajah, bisa jadi titisan telur arwah mereka yang meninggal terbakar. Tapi, arwah tanpa wajah tidak bisa diantar hanya menggunakan binyeo. Itu yang meresahkan Ji A.

Ji A ingin tahu apa kenapa Mi Jin masih menggunakan binyeo? Juga, meski In Beom adalah medium yang cukup kuat, Ji A takkan menggunakan bantuannya. Ji A tidak ingin mengandalkan ingatannya yang tak akurat, dan hanya memiliki titik awal penyelidikan kalau Sung Sik membawa anak titisan telur arwah.

Ji A mencoba mencari dokumen peninggalan leluhur, apa ada yang pernah bisa mengantarkan telur arwah? Ji A malah menemukan kalau dokumen dari tahun 1979 menghilang.

Tim GSC melaporkan ke polisi tentang pencurian 4 laptop + 2 PC dari kamar kost dan van GSC. Polisi merasa akan sulit menemukan pelaku, karena tidak ada CCTV terpasang di area itu. Ji A menghampiri, menuduh In Beom mengambil dokumennya. In Beom bersikeras tak tahu menahu dan mengikuti Ji A ke Daebak.

In Beom terkesima melihat seluruh file exorcism, bahkan ada sejak era Joseon. Pekerjaan turun temurun. Ji A setuju, tapi semua itu akan berakhir di dirinya. Ji A tidak berminat menurunkan pada keturunannya. Pekerjaan yang keji bagi Ji A. Di mana ingatan dan emosi pribadi dan arwah membaur, sampai akhirnya kehilangan jati diri.

Sekretaris Choi melaporkan, anak buahnya telah memeriksa kediaman dan lingkungan sekitar nenek In Beom, tapi tak menemukan apa-apa. Hak Sung tak percaya. Tiba-tiba pintu kaca tempat foto Golden Apartement pecah berantakan.

Seorang pria turun dari mobil yang ia rem mendadak, memastikan tidak menabrak orang. Tidak ada siapa pun di jalan itu, hanya sebuah bola. Pria itu kembali masuk, tapi mobilnya tak bisa di-starter. Ia berbalik dan melihat hantu gadis kecil tertawa, pria itu menjerit sejadi-jadinya (haugh… aku juga mau menjerit, merinding).

Sepasang pasutri datang ke Daebak. Si istri percaya kalau arwah anak kecil itu putri mereka, Byeol. Byeol menghantui karena pembunuhnya masih bebas berkeliaran. Ji A akan memeriksa, tapi kalau itu hanya gosip, Daebak tidak akan membantu menjualkan unit mereka.

Hwa Jung memulai penjelasan tentang kasus apartment Rendevouz Park. Korban kecelakaan adalah Eun Byeol, yang tertabrak oleh tetangga sekitar. Tapi pria penabrak menolak disalahkan. Byeol sudah terbaring di jalan dan saat itu terlalu gelap untuk melihat jalan.

Ada masalah sosial di Rendevouz Park. Penghuni lama dari lokasi itu ditempatkan di apartemen sewa sebagai ganti uang tanah, sementara apartemen mewah dimiliki oleh penghuni kaya.

In Beom tersenyum melihat busana yang Ji A pakai kali ini, menggoda kalau Ji A terlihat lucu mengenakan mantel berlapis hitam tebal. In Beom kagum melihat Ji A melepas mantel dan menaiki pagar pembatas dengan mudah. Ia bingung melihat Ji A berlari kesana-kemari mencoba mengejar hantu si anak.

Sekuriti menegur Ji A yang sedang menggenggam tangan In Beom. Ibu Byeol menjelaskan kalau mereka adalah tamunya. Arwah Byeol mencoba memeluk ibunya dan menatap dengan sedih. Ibu Byeol terduduk sedih mendengar klarifikasi Ji A.

Ji A dengan dingin terpaksa menolak keinginan ibu Byeol untuk hadir saat Ji A mengantarkan Byeol. Suasana hati Ji A memburuk dengan cepat.

In Beom kaget melihat Tae Jin yang kusut berantakan menemuinya. Tae Jin didepak Hak Sung. Tae Jin memohon agar In Beom meminta Ji A mempekerjakan sebagai sekuriti.  In Beom mengingatkan, Ji A lebih kuat dan tangguh dari Tae Jin. Tae Jin setuju, meski sambil menangis. Ibu pemilik Changhwa memberinya makan lengkap, Tae Jin langsung makan dengan lahap.

Ibu-ibu kaya dari Rendevouz Park mendatangi Daebak, menuntut agar Daebak menjual sesuai harga yang mereka mau. Ji A menolak menggoreng harga apartment dan meminta mereka pergi.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Ada ya teori telur arwah? Tapi, mungkin benar. Bencana mengambil banyak korban. Aku takut membayangkannya. Meski, setelah membaca banyak cerita/mitos/urban legends tentang hantu atau tempat berhantu, yang diteorikan drama ini, banyak kesamaannya. Coba kalau sekali-kali Ji A berkunjung ke Tower of London atau jalan Durward di Whitechapel London tempat Jack the Ripper membunuh korban-korbannya. Whoa… tapi tak kan bisa mengusir Jack the Ripper, karena sampai sekarang tidak terungkap identitas asli Jack the Ripper.

Sell Your Haunted House Ep. 07.2

Young Soo bertengkar dengan kakaknya, Young Sik, yang bersikeras menjual rumah setelah ayah mereka, Yoo Chul Gu, terkena stroke lalu menderita demensia. Setelah pertengkaran itu, Chul Gu menghilang. Young Soo percaya Young Sik membunuh Chul Gu. Ibu-ibu manula mengatakan hal serupa pada Hwa Jung.

Young Soo memperlihatkan foto ia bersama ayah. Chul Gu penyuka makanan manis. Setelah mengetahui nama si arwah, Ji A mulai mempersiapkan exorcism.

Ji A menuang sekarung gula kelapa. Arwah Chul Gu datang dan exorcism pun dilakukan. In Beom melihat kehidupan Chul Gu, sepertinya ia sempat sadar dari demensia. Gu Chul melihat pertengkaran anak-anaknya. Malam itu, Young Sik mengurungkan niat membunuh Chul Gu, malah meminta maaf.

Chul Gu memilih pergi meninggalkan rumah, untuk menerjunkan diri ke dalam sumur di tepi hutan. In Beom tersadar dan menangis tersedu-sedu.

In Beom berjalan menuju sumur tempat Chul Gu meninggal. In Beom bersikeras memberi tahu hal itu pada Young Soon, meski Ji A tak setuju. Ia tahu rasanya tidak mengetahui penyebab kematian pamannya. Ia akan memilih mengetahui penyebab kematian, seberapa pun menyakitkan kebenaran itu.

Ji A bercerita, saat pertama ia bekerja sebagai exorcism, ia seperti In Beom. Sampai satu hari seorang bapak membunuh putranya, lalu bunuh diri, setelah Ji A memberi tahu putranya lah yang membunuh istrinya. Niat baik tidak selalu berbuah manis, lebih sering membawa keburukan. In Beom memohon diperbolehkan memberi tahu lokasi saja, agar Young Soo berdamai dengan dirinya dan memberi pemakaman yang layak.

Ji A merasa nasibnya sama seperti Young Soon, menghabiskan 20 tahun tanpa tahu penyebab kematian orang tuanya. Apa ia berhak merahasiakan kebenaran pada Young Soon? In Beom menghadiri pengangkatan tulang Chul Gu, Young Soon meratap, Chul Gu pasti kedinginan selama ini.

In Beom yang terkena residu arwah, memotong pagar pepohonan di samping rumah. Young Soon mengingat semua yang terjadi sebelum ia meninggalkan rumah ini 50 tahun yang lalu. Calon pembeli tertarik dan berjanji akan menghubungi.

Ji A memasuki rumah dan mengatakan kalau Young Sik tidak membunuh Chul Gu. In Beom menerangkan, Young Sik tidak pernah mengincar harta warisan. Chul Gu yang menyadari itu, merasa bunuh diri adalah satu-satunya cara untuk mengurangi beban putra-putrinya.

Sampai saat terakhir, ia sangat mencintai putra-putrinya. Kalau ia tahu apa yang terjadi, Chul Gu tidak akan melakukan itu. Young Soon sangat berterima kasih. Sayang, ia pingsan lalu koma menerima kenyataan itu. Young Sik datang menjenguk Young Soon di RS.

Young Soon terbangun, berterima kasih dan meminta maaf pada Young Sik. Young Sik merasakan hal yang sama. Young Soon berkunjung ke Daebak, untuk berterima kasih secara langsung. Setelah menjadi ibu, Young Soon bisa mengerti keputusan yang Chul Gu ambil.

Ji A mengakui, mungkin sifat ingin mencampuri In Beom menularinya. Ji A mengakui semua akhir yang baik kali ini adalah berkat In Beom. Mereka minum bir berdua, kali ini Ji A tersenyum saat In Beom mendentingkan kaleng bir padanya.

In Beom senang,  kali ini, tidak saja membersihkan rumah, memberi pemakaman pada Chul Gu, bahkan membuat kakak-adik saling memaafkan dan bersatu kembali. Ji A lalu mengutip perkataan Mi Jin. Exorcism adalah penutupan bagi mereka yang telah meninggal dan melanjutkan hidup bagi yang ditinggalkan.

Young Soon memutuskan tinggal di rumah Chul Gu dan meminta Young Sik untuk sering datang berkunjung. Sebuah cap selesai atas sebuah kasus lagi. Hwa Jung mendesah, tapi mereka tak dapat komisi.

Seseorang mengambil file tahun 1979 dari penyimpanan Daebak, mengobrak-abrik ruang sewa Changhwa tempat tinggal GSC dan juga rumah Hwa Jung. Beruntung file 1979 yang Hwa Jung sembunyikan di kotak berkode selamat.

Voice over… ‘Terkadang kebenaran lebih menyakitkan…’ (Hwa Jung)

Bersambung

Komentar aku: Yas! Benar-benar, drama ini tidak berhenti dengan alur yang cepat, jadi terasa seperti menaiki rollercoaster. Perasaan takut – marah – kesal – sedih – haru – senang – gemas – lucu datang bergantian dengan cepat. Hwa Jung pasti mengerahkan segala cara untuk menjaga Ji A, meski mungkin akhirnya malah akan kehilangan kepercayaan Ji A. In Beom mengalami kemajuan karakter, dari seorang penipu-carpediem menjadi pria lembut hati, meski tetap suka uang… kekeke…

Tak salah juga kalau polisi dan banyak orang tak mempercayai mereka. Di era digital, hantu seperti hal yang ada di masa lampau. Polisi dan orang banyak lebih memilih logika atau faktor psikologis daripada bukti nyata. Aku percaya ada hal-hal supranatural. Tapi, berusaha sekuat tenaga agar tidak pernah mengalaminya. Oh, NO! Cukup menonton drama atau film horor saja, terima kasih.  

Sell Your Haunted House Ep. 07.1

Sung Sik berbalik menelikung tangan Hak Sung dan mencekiknya. Ji A berguling dari kursi, mengincar pisau yang tergeletak di dekatnya. Segera setelah bebas, ia langsung berlari mengambil kalung, menarik In Beom dan mengalungkan kalung itu ke leher In Beom. Arwah Sung Sik terlempar keluar dan menghilang.

In Beom terbangun di RS, beruntung tidak terluka parah. Sementara ia bangga karena merasa menyelamatkan hidup Ji A, Ji A menyimpan banyak rahasia. Seperti, Ji A tertangkap justru karena begundal yang Ji A kalahkan memperlihatkan video In Beom yang terikat. Juga, fakta bahwa arwah Sik Sung lah yang merasuki In Beom. Ji A hanya menyuruh In Beom mengundurkan diri, karena cepat atau lambat, In Beom akan terluka lebih parah apabila terus bekerja sama dengan Ji A.

Dengan polos In Beom bertanya tentang Mi Jin. Ji A terkejut, tapi melihat ketulusan In Beom, Ji A menjawab dengan jujur. Rupanya butuh lebih dari seorang medium yang kuat untuk mengantar seorang exorcist. Mi Jin adalah sosok yang baik hati dan kalem. Tapi sifat itu yang membuat Mi Jin terbunuh oleh klien terakhir, seorang pemicu kebakaran yang membunuh 7 orang.

Hak Sung mengamuk dan menyuruh sekretaris Choi mengumpulkan semua data tentang Daebak Realty. Ia tak percaya gosip murahan tentang hantu! Di Daebak, Ji A minta Hwa Jung mengaturkan pertemuan dengan pak Jung, polisi yang selama ini membantu mereka. Mungkin pak Jung tahu tentang Sung Sik. Ji A akan menemuinya seorang diri.

Di kantor polisi, detektif juga membaca file Daebak. Ia melihat Ji A cs punya catatan kriminal. Dulu ia pernah mewawancara Hwa Jung yang mengaku membunuh karena tidak ingin korban menjadi beban. Detektif percaya kalau Hwa Jung adalah wanita dingin yang tidak segan menghabisi anak-anaknya sendiri.

Pak Jung menjelaskan kalau file Mi Jin telah dihancurkan, karena Mi Jin dianggap sebagai korban dan meninggal karena serangan jantung. Sebelumnya, Hwa Jung minta agar pak Jung merahasiakan file itu pada Ji A. Pak Jung memang yang pertama sampai di TKP, tapi tak ada hal yang menonjol, karena mereka hanya menemukan 2 wanita & 2 pria yang tergeletak pingsan di satu ruangan.

Sekretaris Choi memberikan laporan. In Beom dan Ji Cheol adalah penipu berkedok pengusir hantu. In Beom adalah keponakan Do Sung Sik, pembakar Desa Yongnam, dan berkunjung ke Daebak sebelum meninggal.

Hak Sung ingat. Sung Sik mencoba membebaskan diri dari tenaga medis yang membantunya, bersikeras tak menduga ada penghuni di dalam Daebak dan In Beom kerasukan. In Beom yang tak sadar didorong masuk ke dalam RS.

Hak Sung menyuruh Sung Sik meng-copy dan meyegel surat pengakuan yang Hak Sung buat. Hak Sung berjanji akan tetap memberikan apartment sebagai imbalan surat itu. Setelah mendapatkan surat, Hak Sung membunuh Sung Sik. Ia bertanya-tanya bagaimana In Beom tahu janjinya pada Sung Sik?

Ji Cheol memberikan hasil penelitian yang diminta In Beom. Dalam ingatannya Sung Sik adalah sosok paman yang baik. Ia tak percaya pamannya terlibat pada pembakaran desa Yongnam.

Salah seorang saksi mata mengerti pandangan In Beom. Ia pernah berpikir pihak Golden Construction pelakunya. Karena Golden Construction bersikeras membangun daerah itu dan chairman Hak Sung menemui Sung Sik sebelum kebakaran terjadi. Hak Sung?

In Beom pergi ke gedung Dohak Construction. Tak disangka, ia melihat Hwa Jung berjalan didampingi sekretaris Choi. In Beom langsung mengkonfrontasi Hwa Jung. Hwa Jung tak menyangkal, bahkan mengancam In Beom agar segera pergi. Hwa Jung tahu, In Beom adalah kemenakan Sung Sik.

Pasutri datang mengantar ibu si istri, mengaku rumah ibunya dihantui. Satu malam penyewa rumah memergoki putranya, Jun Seo, meraup gula di malam gelap. Dan melihat muka Jun Seo berubah seperti arwah yang merasukinya.

Ji A melihat si ibu, Yoo Young Soon, apa benar Young Soon ingin menjual rumahnya? Setelah didesak anak & menantu, Young Soon baru mengiyakan. Pasangan itu ternyata sudah bercerai dan bertengkar mengenai jadwal titip/asuh ibu/mertua. Young Soon hanya duduk terdiam.

Ji A dan In Beom datang memeriksa rumah Young Soon. Ji A memperhatikan apa yang dilakukan si arwah. Ji A mengaku rumah itu berhantu. Si penyewa lega, Jun Seo menjadi sakit gara-gara tinggal di situ. Sampai rumah terjual, mereka akan tinggal di rumah adik si penyewa.

In Beom memberikan kalungnya pada Jun Seo, ia tahu apa yang Jun Seo lalui. Ji A melempari In Beom dengan garam dan memarahi In Beom. Ji A menerangkan tidak semua yang lahir dengan indra keenam menjadi medium/cenayang. Biasanya setelah mempunyai pacar, keahlian mereka menghilang, karena persatuan energi yang & yin. In Beom protes, apa maksud perkataan Ji A?

Ji A melihat foto bapak-bapak penyewa yang meninggal di sana, hasil penelitian Ji Cheol. Ia menukas tidak ada si arwah di daftar itu. Hwa Jung akan mulai bertanya pada manula di sekitar rumah. Ji A akan menemui Young Soon.

Bersambung

Komentar aku: Aku suka perpaduan Jang Na Ra dan Jung Yong Hwa. Benar, ya. Berperan dengan aktris/aktor yang mumpuni, akan membantu kinerja lawan main. Atau, kalau keduanya sama-sama mumpuni, akan membuat cerita semakin menarik. Tapi, aku pernah melihat di mana sutradara yang tidak handal, membuat aktor yang mumpuni menjadi kehilangan karisma. Oups…

Jadi, terima kasih untuk kombinasi aktor/aktris – sutradara – penulis di drama ini! Aaaa… Sebetulnya, ‘Undercover’ menarik, karena pemeran utama juga handal. Tapi… lagi-lagi sangat kental dengan perseturuan politik, menghilangkan semangat. Politik di dunia nyata sudah cukup membuat pusing kepala.

Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 06

Tang Xu menengok ayah baptis dan sarapan bersama. Ayah baptis mengingatkan kalau ayah kandung Tang Xu, Tang Zheng Cheng, tak lama lagi akan bebas dari penjara. Ayah baptis mengingatkan Tang Xu untuk tetap menjaga ayah kandung, meski ayah kandung seperti menghancurkan hidup Tang Xu. Ia juga akan menyerahkan kepengurusan perusahaan pada Tang Xu, karena ingin melihat Tang Xu sukses membuktikan diri.

Gu Chuan membaca pesan terima kasih dan pamit yang ditinggalkan Xiao Ning. Cheng Ran datang berkunjung dan minta Xiao Ning belanja bahan hot pot di rumah Gu Chuan siang ini. Xiao Ning mengiyakan lalu pamit pada bibi Jiang yang menyantap sarapan yang dibuatkan Xiao Ning.

Cheng Ran melihat baju dan selimut yang terlipat rapi, lalu menggoda Gu Chuan lagi. Cheng Ran malah senang kalau Gu Chuan bisa suka atau jatuh cinta pada Xiao Ning. Jadi, ia takkan selamanya menjadi dingin seperti kadal kesayangannya, bukan?

Tang Xu menjenguk Zheng Cheng di penjara. Tang Xu marah waktu Zheng Cheng mengingatkan kalau Tang Xu tidak tersilap oleh uang ayah baptis. Tang Xu menukas, setidaknya ayah baptisnya bukan kriminal yang membunuh ibu dan menghancurkan hidup Tang Xu.

Cheng Ran mengundang Xiao Ning masuk. Saat ini ia punya satu saja tugas untuk Xiao Ning, menjaga dan melaporkan kondisi Gu Chuan setiap saat, bahkan kalau perlu tidur di rumah Gu Chuan! Xiao Ning heran, Gu Chuan kan bukan anak kecil? Cheng Ran akan membayar lebih dan pergi untuk membeli panci.

Xiao Ning lalu memasak untuk Gu Chuan. Chung Ran ternyata berbohong. Itu adalah taktiknya agar Xiao Ning dekat dengan Gu Chuan. Chung Ran sendiri merasa mendapat jackpot saat melihat foto Zhao Yan bersama Xiao Ning. Kali ini, Dewa mendengarkan doanya.

Xiao Ning mnta tolong Gu Chuan, yang ada Gu Chuan seperti tersihir dan merapikan rambut Xiao Ning. Ia buru-buru menyingkir karena jam detak naik dengan cepat. Xiao Ning memuji selera Gu Chuan memilih binatang peliharaan, kadal. Itu karena meski hidup serumah, kadal tak pernah menggangunya.

Cheng Ran membayar seorang pemuda untuk berpura-pura meminta survey berbayar ¥1,000. Zhao Yan setuju untuk ikut. Pertanyaannya tentang kalau single, pria seperti apa yang Zhao Yan dambakan? Zhao Yan menjawab dengan jujur. Setelah selesai, ia bertemu dengan Cheng Ran yang telah menunggu di café.

Gu Chuan makan bersama Xiao Ning, menyuruh tak perlu menunggu Cheng Ran. Xiao Ning bercerita dulu ia pernah ditolong saat mengalami hal yang lebih buruk, sayang saat itu gelap dan kejadian sudah berlangsung lama, ia tak bisa melihat wajah pria yang menolongnya. Atau, di manakah ia sekarang?

Cheng Ran memperkenalkan diri sebagai bos Xiao Ning dan mengajak Zhao Yan berkencan. Zhao Yan menolak. Ia alergi pada pria terlahir dari keluarga kaya, tapi tak suka berkerja dan hanya luntang lantung seharian. Yang malah makin membuat Cheng Ran terkesan dan tertantang.

Gu Chuan tersandung dan terjatuh sambil menahan Xiao Ning di pelukannya, saat mencoba menahan Xiao Ning membukakan pintu untuk orang tua Gu Chuan yang tiba-tiba datang. Ibunya membuka pintu dan melihat mereka berdua. Ia buru-buru keluar. Ayah Gu Chuan menganggap istrinya berhalusinasi.

Benar saja, saat mereka masuk lagi, Gu Chuan sedang mendiktekan pekerjaan pada Xiao Ning yang tekun mengetik di depan laptop. Ayah Gu Chuan memperhatikan kalau laptop masih mati. Ibu Gu Chuan langsung mengalihkan ke makanan dan mereka mengajak makan bersama. Tapi, Gu Chuan menyuruh Xiao Ning pergi ke kantor.

Meski orang tuanya gembira melihat Gu Chuan bersama Xiao Ning. Gu Chuan tetap bersikeras kalau Xiao Ning hanya asisten pribadi saja. Melihat penerimaan Gu Chuan yang dingin, ayah Gu Chuan mengajak istrinya pulang esok hari. Ayah Gu Chuan menegur, Gu Chuan tak usah memperhatikan perasaan ayahnya, tetapi apakah Gu Chuan harus bersikap kasar pada ibunya?

Dengan mata berkaca-kaca, Gu Chuan menjawab. Kondisinya membuat ia tak bisa hidup dekat orang tuanya, tak bisa menikah dan memberikan cucu, tak bisa menikmati kebahagian hidup. Akan lebih baik kalau sekalian saja mereka menganggap ia bukan anak mereka.

Ayah Gu Chuan menyetujui permintaan Gu Chuan dan pergi. Ibu Gu Chuan memeluk Gu Chuan, tetap berusaha mengerti dan memberi semangat, meski hatinya patah. Detak jantung Gu Chuan naik dengan cepat, meski ia hanya terduduk diam. Pikirannya melayang pada ucapannya dan kemarahan, kepedihan hati orang tuanya.

Di kantor, Man Lin mendengarkan cerita Xiao Ning tentang apa yang terjadi, dan meminta dikirim alamat rumah Gu Chuan. Ia akan berkunjung untuk memastikan Gu Chuan baik-baik saja.

Gu Chuan menunjukkan detak jantung yang mencapai 106. Cheng Ran langsung ketakutan, ia minta Gu Chuan tidak menyetrumnya. Ia lalu memberikan beberapa barang yang ia beli. Gu Chuan ingin tahu, kali ini siapa yang akan jadi korban permainan cinta Cheng Ran? Cheng Ran membantah, kali ini ia benar-benar jatuh cinta. Cinta-cinta yang dulu adalah persiapan untuk cintanya yang sekarang. Ha! Ternyata, Cheng Ran ingin Gu Chan membujuk Xiao Ning agar bisa mendekati Zhao Yan. Gu Chan menolak.

Man Lin datang membawa belanjaan. Gu Chuan merasa ia baik-baik saja tapi sedang tak ingin menerima tamu. Ia minta tolong agar besok Man Lin mengantar orang tuanya pulang. Itu saja.

Bersambung

Komentar aku: huhuhu…  Aku mengerti posisi Gu Chuan. Terengut dari kehidupan yang penuh gairah, lalu hidup hanya dalam cangkang kosong pastinya berat. Satu sisi menyalahkan orang tua karena dibiarkan tetap hidup, di sisi lain menolak dekat dengan orang tua agar mereka tak terlalu patah hati saat ia meninggal, di sisi lain lagi menyalahkan diri sendiri. Pastinya, Gu Chuan juga tidak ingin seperti itu, buktinya meski terlihat duduk santai, detak jantungnya naik tinggi sekali.

Alasan baru kalau ditanya seberapa sering berganti pacar: yang dulu-dulu untuk dijadikan pelajaran bagi hubungan yang sekarang. Ha! Good luck with that, kekeke…

Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 05

Selesai meeting, Gu Chuan mengaku cara pandang Xiao Ning terhadap hidup membawa perubahan terhadap dirinya, termasuk dalam mendesain. Gu Chuan lalu membagi khabar gembira pada staff di CDS, kesatu: mereka mendapatkan proyek Mr. Qin, kedua: Xiao Ning resmi menjadi pegawai tetap CDS. Semua bertepuk tangan gembira, apalagi malam ini mereka akan ditraktir bos untuk merayakannya.

 Atas saran seorang staff, Xiao Ning maju ke ujung meja dan mengajak Gu Chuan minum. Xiao Ning lalu menghabiskan anggurnya dan meminta Gu Chuan berdiri. Tiba-tiba ia memeluk Gu Chuan, tanda seluruh rasa terima kasihnya. Cheng Ran heran, apa ini perayaan cinta? Lalu terkejut saat Xiao Ning juga memeluk Man Lin dengan erat.

Di toilet, Cheng Ran menggoda Gu Chuan, Tapi, ia juga memberi nasihat, kalau Gu Chuan memang memiliki rasa suka pada Xiao Ning, jalani saja. Gu Chuan pulang lebih awal. Cheng Ran memastikan kalau ia akan mengantar Man Lin pulang, menjaga dari He Sheng yang mungkin ingin balas dendam. Gu Chuan lalu menarik jaket Xiao Ning yang mabuk yang ingin mengantar pulang bosnya.

Xiao Ning yang mabuk terus memuji Gu Chuan, lalu jatuh tertidur. Xiao Ning terbangun dan turun di dekat rumah. Ia berusaha memulihkan diri agar tidak ketahuan nenek dengan berjalan dan berlari-lari kecil. Tak disangka, ia bertemu dengan He Sheng yang mabuk berat. He Sheng menyeret Xiao Ning mengikutinya.

Gu Chuan yang mendengar pertengkaran mereka, kembali ke tempat Xiao Ning. Ia berkelahi dengan He Sheng yang kalap kehilangan pekarjaan. Saat Xiao Ning terluka, ia menjadi sangat marah dan melempar He Sheng dengan aliran listriknya. Cheng Ran yang menerima alarm langsung datang membantu.

Cheng Ran membawa He Sheng ke RS bersama petugas polisi. He Sheng yang terbangun langsung menuduh Gu Chuan menyetrumnya. Tapi, bau alkohol tajam dan catatan polisi kalau He Sheng terlibat penipuan keuangan, membuat polisi tak mempercayai ucapan He Sheng.

Polisi lalu mewawancara Xiao Ning dan Gu Chuan yang dirawat untuk luka sayatan botol He Sheng. Xiao Ning menceritakan semua dengan jujur, kecuali bagian Gu Chuan menyetrum He Sheng. Polisi percaya, ia  meminta kesediaan mereka bekerja sama dan siap dipanggil apabila dibutuhkan.

Di depan lift, Cheng Ran bertemu Zhao Yan yang mengantar pak Ouyang yang habis ia hajar karena terus memaksa Zhao Yan menjadi pacarnya. Pak Ouyang mengancam kalau RS menunjukkan luka berat, ia akan memperkarakan Zhao Yan. Cheng Ran memihak Zhao Yan, kalau perlu ia yang akan membayar kompensasi.

Xiao Ning mengantar Gu Chuan sampai rumah dan meminta diperbolehkan menunggu sebentar. Gu Chuan naik ke kamarnya dan masuk kabin tidur. Xiao Ning ketiduran di depan sofa.

Polisi yang sama melihat Cheng Ran terjatuh ditelikung Zhao Yan. Cheng Ran memutuskan tidak memperpanjang masalah. Zhao Yan bertanya pada petugas apa ia boleh melaporkan pelecehan seksual? Mendengar itu, pak Ouyang terburu-buru pergi.

Cheng Ran berhasil mendapatkan kotak merah di wechat dari Zhao Yan. Meski Zhao Yan langsung menghapus kontak selesai mengirim kotak merah. Cheng Ran tersenyum, wanita yang menarik!

Charge jantung Gu Chuan selesai. Ia melihat Xiao Ning yang tertidur, turun membawakan pakaian bersih dan selimut. Dr. P menjelaskan Gu Chuan kehilangan kesadaran selama sepuluh detik setelah mengeluarkan aliran listrik tinggi karena mekanisme alat untuk menjaga diri. Tapi, tak boleh lebih dari 10 detik. Dr. P mengingatkan Gu Chuan untuk tidak jatuh cinta sampai ia berhasil menyempurnakan alat ini.

Gu Chuan tidak percaya, Dr. P telah berjanji selama 10 tahun ini. Tapi, tak ada perubahan berarti. Gu Chuan menutup telpon. Matanya menatap sedih.

Bersambung

Komentar aku: bwahahaha… mabuk dan festival ‘free hug’. Untung tidak semua staff CDS dipeluk oleh Xiao Ning, jadi teletubbies bertemu Iron Man. Kekeke… Kalau di kehidupan nyata, Xiao Ning bisa terkena kasus pelecehan seksual lho, seperti yang dialami Zhao Yan.