Tale of the Nine-Tailed Ep. 06.2

Branding di dahi menandakan orang itu ada sebelum era Joseon berdiri. Beruang Bulan berkata orang itu mungkin berada dekat Ji A. Karena target kecelakaan bukan orang tua, tapi Ji A sendiri.

Beruang Bulan memperingatkan Lee Yeon untuk tidak berdekatan dengan Ji A. Seseorang memberi tahu Beruang Bulan kalau Ji A memiliki tanda sisik ular, jiwa si ‘Raja’ masih ada dalam tubuh Ji A. Peringatan itu membuat Lee Yeon teringat insiden di hutan di pulau EoHwa.

Imoogi kecil sedang duduk di taman saat seekor burung menabrakkan diri ke jendela dan mati. Ia mengerahkan tenaga dalamnya, dan burung itu hidup lagi. Imoogi kecil tersenyum.

Lee Yeon mengambil kuas dan menuliskan kata ‘Cari’ di sneakers yang ia pakai. Kalau sneakers ini dipakai Lee Rang, ia akan menunjukkan jalan ke pria berbranding ‘Seogyeong’.

Kedua siluman rubah dan Ji A bertemu di tempat peramal. Lee Rang menyuruh peramal meneliti Lee Yeon, ‘sesuatu’ yang paling berharga untuknya. Intinya, Lee Rang menjual Lee Yeon untuk membayar ‘Alis sang Harimau’ milik si peramal.

Si peramal mengetuk lengan Lee Yeon, merubahnya menjadi asap dan dimasukkan ke kantong Doraemonnya.

Ji A terbelalak. Lee Rang sudah pergi dengan mengenakan sepatu yang diberi jimat.

Ji A menahan si peramal, ia berkata ia akan memberikan yang paling berharga bagi dirinya untuk membeli Lee Yeon.

Si peramal memberi Ji A waktu sampai jam 9 malam. Kalau Ji A tidak kembali, perjanjian mereka batal. Pintu desa budaya tertutup rapat saat waktu mendekati jam 9 malam. Tiba-tiba Beruang Bulan membukakannya untuk Ji A. Ji A sangat berterima kasih.

Ji A memberikan mainan anak yang patah, hadiah ulang tahun terakhir dari orang tuanya. 21 tahun yang lalu, mereka meninggalkannya dan mainan itu yang membuat Ji A bertahan, mengetahui orang tuanya mungkin masih ada.

Lee Rang heran kenapa malam-malam ia pergi ke rumah penjaga. Dan dari sepatunya, kata ‘Cari’ menguap.

Peramal mengatakan mainan itu tidak cukup dan minta Ji A memberikan ‘Manik sang Rubah’, yang melindungi Ji A meski takdir hidupnya gelap. Manik itu adalah bulan yang menerangi Ji A.

Garis tangan Ji A berubah. Imoogi, yang memainkan catur di kamarnya tersenyum. Manik sang Rubah telah hilang dari tubuh Ji A.

Ji A memilih tidak mengikuti Lee Rang, meski tahu Lee Rang akan menunjukkan jalan pada pria ‘Seogyeong’. Ia memilih Lee Yeon, karena yakin Lee Yeon bisa dipercaya, dan akan memberi Ji A akhir yang bahagia.

Dulu Ji A sebal karena orang tuanya meninggalkannya. Tapi, sekarang saat ia tahu, dialah yang menyebabkan kecelakaan itu, ia ingin makan kaki ayam pedas. Jadi, saat ia menangis, ia tidak tahu itu menangisi hidupnya atau kaki ayam pedas?

Detik berikutnya, Lee Yeon menangis tersedu-sedu. Ada debu di matanya.

Imoogi berdiri di depan jendela kamarnya. Taluipa bisa merasakan keberadaannya.

Lee Yeon menghapus airmata dari muka Ji A. Ji A tidak ingin mempunyai pelindung, karena itu akan membuatnya lemah dan ingin bergantung. Kalau demikian, Lee Yeon lah yang berjanji Ji A akan bertemu dengan orang tuanya. Dan saat itu, Ji A akan melupakan keberadaan Lee Yeon dan dunianya.

Taluipa kaget saat Lee Yeon tiba-tiba muncul di belakangnya. Lee Yeon tahu kalau Imoogi masih hidup, begitu pula Taluipa.

Ji A dipanggil oleh Imoogi. Lee Yeon berteriak minta diberi tahu di mana Imoogi. Apa yang dibangkitkan dari sumur pergi bersembunyi. Tetapi, bagian dari dirinya telah menunjukkan diri.

Sisik-sisik ular menyembul dari leher Ji A.

Bersambung

Komentar aku: untung lihat drama ini pagi. Kalau malam pasti nightmare, aku takut sekali pada ular. Desisan lidah bercabang, gerakan merayap tanpa suara, haigh… Meski tidak beracun, dan mereka juga sama takutnya terhadap aku. Padahal pernah dikalungkan ular piton di leher, syukur tidak pingsan.

Ketawa ngakak saat lihat muka Lee Yeon menangisi ceker ayam pedas dengan seriusnya. Muka Ji A juga mendukung, muka heran. Itu waktu shooting berapa kali take ya? Ketawa melulu soalnya…

Tale of the Nine-Tailed Ep. 06.1

Ji A melepas ciuman Lee Yeon. Ia ingin Lee Yeon menerimanya sebagai Ji A, bukan sekedar boneka A Eum.

Episode 6: Empat Pilar Takdir

Lee Yeon menerangkan, si pejabat adalah satu dari empat spirit yang dulu menguasai Korea. Lee Yeon juga satu dari empat spirit itu, tapi tiga lainnya tidak ada apa-apa dibanding dirinya, OK? Dan mereka tidak perlu mencari, si pejabat lah yang akan menemukan Lee Yeon dan Ji A.

Mereka pergi menemui si peramal, yang menggunakan app untuk melihat masa lalu. Ia berkata Ji A adalah titisan putri raja dan Lee Yeon pekerja yang meninggal saat membuat jembatan. Ia mengingatkan mereka tidak boleh bersama atau salah satu dari mereka akan mati.

Lee Rang memilih naik ‘taksi’ untuk menemui si peramal.

Seseorang mencoba memanah Ji A, si pejabat. Sementara, Lee Rang menyuruh si peramal menghentikan basa-basi, ia tahu siapa si peramal sebenarnya. Si peramal menurunkan kaca mata hitamnya, melihat Lee Rang dengan matanya yang buta.

Lee Rang minta ‘Alis sang Harimau’, dan si peramal mengeluarkan barang-barang dari kantong Doraemon nya. Ia tertawa dan menyebut Lee Rang bodoh, saat Lee Rang ingin menukar ‘Alis sang Harimau’ dengan sekoper uang.

Si pejabat keluar, ia ternyata kakak pengantin/siluman rubah yang dibunuh Lee Yeon. Si pejabat menyuruh anak buahnya menutup gerbang dan menyerang Lee Yeon.

Si peramal menantang Lee Rang kalau mau coba ambil paksa, ia akan tersedot dalam kantong Doraemon nya. Ia minta pembayaran dengan hal yang paling berharga dari Lee Rang.

Si pejabat menahan tombak yang melesat ke arah salah satu prajurit yang mencoba menyerang Ji A. Ia setuju, tidak ada darah dari yang tidak bersalah akan tumpah hari ini. Ia mempersilahkan Ji A duduk dekatnya dan memperingatkan si prajurit.

Ji A berkata pada si pejabat, dialah yang mempergunakan Lee Yeon untuk mendapatkan keinginannya. Dan kalau hidupnya berbau busuk, ia tinggal menanam bunga di tepian jalan yang harus ia lalui. Si Pejabat tersenyum, reputasi Ji A persis sama seperti yang ia dengar.

Lee Yeon bertanya apa si pejabat menggunakan ‘Cermin sang Bulan’, satu dari empat mustika yang masing-masing dimiliki empat spirit untuk melukai semua ciptaan? Si pejabat balik bertanya, bagaimana dengan ‘Manik sang Rubah, bukankan untuk melindungi semua ciptaan, tidak hanya seorang saja?

Mereka setuju untuk bertengkar tanpa senjata atau mustika. Lee Yeon mengalahkan si pejabat dan mengajaknya minum es americano. Ia memperkenalkan si pejabat sebagai teman karibnya, ‘Beruang Bulan’.

Lee Rang berjalan dan terus memikirkan apa yang berharga baginya, memang dia punya?

Lee Yeon memperlihatkan foto orang tua Ji A. Beruang Bulan ingat ada pria mengenakan jas biru tua yang menyebabkan kecelakaan di Yeou Gogae. Dia manusia, bukan siluman, dan di dahinya ada tanda ‘branding’ (cap yang diberikan untuk penjahat) bertuliskan ‘Seogyeong’.

Bersambung

Komentar aku: asyik, bahan untuk googling: ‘Beruang Bulan’, branding: yup, biasanya untuk menandai ternak yang dilepas di padang rumput seperti kuda atau sapi. Tapi, juga menjadi penanda kriminal yang dihukum atau budak.  Yang ini tak mau googling, terlalu berat, gara-gara baca ‘Uncle Tom’s Cabin’. Kantong Doraemon si peramal.

Dugaan aku si pria berjas biru tua itu president kantor Ji A / penjaga Imoogi. Dia manusia yang menukarkan umur panjang dengan jiwanya, seperti pendeta wanita di pulau EoHwa.  Tapi, bisa juga tokoh baru. Sukkaaaaaaa… By the way, di hutan dan di Bulan memang tidak ada es americano, kan?

Tale of the Nine-Tailed Ep. 05.2

Salah seorang dari mereka memilih kartu ‘Talent Donation’. Lee Rang menyuruh Yu Ri mematahkan tangan mereka, kartu itu artinya mereka menyumbang keahlian mereka.

Ji A mendatangi ayah kakak-adik Seo. Adik si ayah menganiaya kedua saudari saat ayah mereka tugas dinas. Ayah kedua saudari meratap, meminta maaf pada anak-anaknya. Kedua saudari Seo memeluk ayah mereka.

Anjing yang diselamatkan membuat Lee Rang teringat, saat ia terpaksa membunuh anjing pemberian Lee Yeon yang terluka parah saat hutan terbakar dan Lee Yeon menghilang. Hatinya hancur.

JI A dan Lee Yeon mengucapkan selamat jalan pada kedua saudari Seo. Lee Yeon menyuruh arwah anak-anak lainnya pulang saja, karena sudah terlalu terlambat menolong mereka. Kebiasaan jaman dulu adalah mengubur anak-anak tanpa nisan, sehingga orang tua mereka tidak bisa menemukannya.

Sebagai rasa terima kasih, Ji A memilih mentraktir Lee Yeon minum bir. Ia sengaja meninggalkan payungnya, agar bisa berjalan berdekatan dengan Lee Yeon kala hujan turun.

Yu Ri membawa anjing itu ke Shin Ju. Ia mengembalikan kalung Shin Ju dan terus memperhatikannya.

Ji A  dan Lee Yeon menikmati saat minum bir. Mereka punya banyak kesamaan dan perbedaan antara mereka. Kalau Lee Yeon boleh punya mimpi, ia ingin menjadi manusia. Ji A protes, kalau mau jadi manusia naik saja KRL saat jam sibuk atau dengarkan amukan boss saat rating TV turun. Lee Yeon tanya, apa perlu stasiun TV dihapus saja? Ha?

Mimpi Ji A adalah bergabung kembali bersama orang tuanya. Lee Yeon lalu minta foto orang tua Ji A.

Kedua kunang-kunang kembali menyambut Ji A setibanya ia di rumah. Ji A sadar, Lee Yeon lah yang menyuruh mereka menemaninya, begitu juga dulu. Lee Yeon tersenyum dari jauh.

Lee Yeon pergi ke kantor imigrasi jiwa. Ia membujuk Taluipa mencari orang tua Ji A yang tidak mati tapi tidak ada selama 20 tahun. Taluipa tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka, tapi ia akan cari tahu.

Si penjaga Imoogi adalah presiden stasiun TV tempat Ji A bekerja. Ia memuji kerja team Ji A.

Jiwa tua Totem Yeou Gogae, yang pernah menyelamatkan Ji A, berkata pada Lee Yeon kalau yang tahu keberadaan orang tua Ji A adalah si pejabat pemerintah.

Rekan se-team bingung, saat Ji A ditarik Lee Yeon masuk mobil mewah dan pergi meninggalkan mereka. Lee Yeon akan mewujudkan mimpi Ji A.

Lee Rang mengancam melemparkan jiwa tua totem Yeou Gogae kalau ia tidak mengatakan di mana ‘Alis si Harimau’ berada. Jiwa tua totem Yeou Gogae berlari sambil menyumpahi para siluman rubah.

Lee Yeon dan ji A pergi ke sebuah desa budaya.  Ji A menyewa baju tradisional. Lee Yeon seolah melihat A Eum berada di hadapannya dan menciumnya.

Bersambung

Komentar aku: aiii… sinematografi nya bagus. Aku juga pernah ke desa budaya, kok tidak seromantis itu, ya? Belajar kalau penduduk menggunakan campuran kotoran kerbau untuk membersihkan lantai. Itu, rumah adat suku Sasak di Lombok… Juga, berenang di kolam renang tradisional yang terhubung dengan kolam rumah dari belut laut raksasa. Hanya masuk 10 menit, terus keluar lagi. Bagaimana kalau tiba-tiba belut itu keluar lalu ingin ikut berenang? Meski katanya kalau bertemu justru beruntung. Errrrr…

Tale of the Nine-Tailed Ep. 05.1

Episode 5: Aku pun Menunggu Mu

JI A mengobati luka-luka Lee Yeon. Sambil mengobati, ia terus bercerita. Saat berusia 9 tahun, ia dimasukkan ke RSJ. Ia melihat si dokter mencuri obat. Fakta itu digunakan Ji A untuk mendapatkan izin pulang.

Sesampainya di rumah, ada dua kunang-kunang yang menemaninya, membuatnya tidak kesepian. Ji A tidak tahu, kalau waktu itu Lee Yeon menjaganya. Sekarang, giliran Ji A yang menemani Lee Yeon.

Imoogi, sekarang berusia sekitar 5-6 tahun, belajar abstract algebra di ruangan yang penuh ditempeli jimat.

Shin Ju merangsek masuk, berteriak dan memeluk Lee Yeon. Shin Ju memperkenalkan diri sebagai pengikut sejati Lee Yeon. Sekarang, ia adalah dokter, bodyguard, dan pengurus rumah tangga Lee Yeon.

Lee Rang belanja jam mewah. Ia bertaruh dengan karyawan toko, mana yang akan karyawan itu pilih? Jam murah peninggalan ayah si karyawan atau jam mewah milik Lee Rang?  Keluarga, atau…

Shin Ju minta Ji A merawat Lee Yeon dengan baik, tidak memberikan es krim sebelum dia menghabiskan bubur dan memberinya tiga bebek kalau Lee Yeon mau mandi.

Lee Rang melempar arloji dari mobil, sekarang si karyawan tidak punya yang berharga baginya, sama seperti Lee Rang.

Lee Yeon berbagi es krim dengan Ji A. Ia bercerita tentang cinta pertamanya, A Eum, yang memperlakukannya seperti seekor anjing. A Eum keras kepala dan tahu apa yang ia mau. A Eum memilih belajar memanah, karena ia ingin membunuh ayahnya, raja negeri ini.

Ayah A Eum adalah ‘ayah’, tapi bukan ‘ayah’. Ia adalah Imoogi yang turun ke dunia dan menyengsarakan rakyat negeri.

Seorang wanita datang untuk menjadi pengasuh. Penjaga berkata kalau sekarang waktu makan si anak dan menyuruh wanita itu pergi ke kamar di lantai dua.  Imoogi memegang tangan wanita itu yang dengan cepat menyusut menjadi tulang.

Tiga orang pemain baseball menyiksa seekor anjing. Membuat Lee Rang mengamuk.

Lee Yeon sudah sembuh, ia diajak Ji A pergi ke rumah pemakaman. Lee Yeon memanggil arwah kedua bersaudari yang meneror Ji A. Kakak-adik Seo adalah korban yang jatuh dari apartemen, ayah mereka tidak pulang selama tiga hari berturut-turut.

Lee Rang membawa ketiga penyiksa binatang ke tempat penghancuran mobil. Ia memberi kesempatan mereka memilih kartu, dengan kemungkinan 50%-50%.

Bersambung

Komentar aku: Oooo… putri raja yang hendak membunuh monster yang mengambil badan ayahnya, tapi ia sendiri dimasuki oleh monster itu. Haa… terakhir kali aku menonton, itu adalah cerita drama Tiongkok. Tidak berakhir bagus… Oey! Jangan di-jinx.

Kudos untuk Lee Rang. Penyiksa binatang tidak pernah memperlakukan binatang, dan termasuk manusia juga, – apalagi kalau dianggap tidak setara kedudukan/status dengan mereka -, dengan baik. Hmm… dijadikan sampah ya, literary & figuratively.

Record of Youth Ep. 14.2

Min Jae bertemu Hye Jun dan membaca text dari Charlie. Hye Jun menolak mempublikasi, karena tidak mau mencemarkan nama Charlie. Min Jae akan bertahan, kalau Hye Jun juga bertahan. Masalah lainnya adalah Gyeong Jun dan Jeong Ha.

Hye Jun minta Chi Yeong menurunkannya dekat rumah Jeong Ha, meski Min Jae mengingatkan kalau reporter yang sama akan menulis gosip tentang Hye Jun dan Jeong Ha.

Hye Jun bermaksud mencium kening Jeong Ha, tapi yang beruntung ujung topinya. Jeong Ha tahu tentang gosip mereka. Tapi, ia tidak ingin berpacaran kalau hanya untuk marah dan kesal setiap kali bertemu.

Di jalan dekat rumah, Hye Jun ingat Ae Suk pernah menasehatinya tidak untuk berkecil hati meski mereka miskin. Lalu, Hae Hyo datang bergabung. Hye Jun mengingatkan Hae Hyo, mereka tidak perlu malu akan satu sama lain.

Hae Hyo mengakui ibunya terlalu mengontrol, termasuk account sosmed yang ia punya. Hye Jun mengangguk, ia pun masih bertengkar dengan ayahnya.

Hye Jun masuk kamarnya, dan memperhatikan sekeliling, terutama foto keluarga. Hye Jun senang punya kamar pribadi, tempat ia bisa mencurahkan isi hatinya. Hye Jun mulai menangis dan tertawa.

Pagi-pagi Hye Jun pergi ke salon Ahn. Ia merasa nyaman, senang bisa bertemu dan dirawat oleh Jeong Ha.

Sutradara menyapa Hye Jun. Ia berharap semua baik-baik saja dan rating drama mereka naik minggu ini.

Min Jae khawatir sutradara protes, karena netizen mulai membuat petisi untuk menyingkirkan Hye Jun dari drama ini. Tetap saja Hye Jun tidak mau mempublikasi text Charlie. Min Jae akan mengosongkan jadwal Hye Jun seminggu ini.

Hye Jun menemui Jin Wu. Hye Jun tahu ia mengabaikan Hae Hyo – Jin Wu beberapa saat ini, tapi ia juga tahu mereka akan selalu ada bersamanya. Jin Wu memberi tahu Hye Jun tentang kondisi Yeong Nam.

Hye Jun bicara empat mata dengan Gyeong Jun. Akhirnya, Gyeong Jun mau juga menulis surat permintaan maaf berdua dengan Hye Jun. Mereka berdua tertawa dan mulai saling jujur dengan perasaan mereka.

Polisi menelpon Su Man, memberi tahu ia dituntut pencemaran nama baik. Atasannya langsung cuci tangan dan pergi, sambil menyuruh Su Man mengekspos hubungan Hye Jun – Jeong Ha.

Keluarga Won makan bersama. Tapi membuat Yi Yeong makin marah, karena seolah Tae Kyeong merendahkan Hae Hyo dan selalu memuji Hae Na.

Berita Hye Jun – Jeong Ha dipublikasi oleh Su Man. Su Man datang ke Studio Ahn dan mengajak Jeong Ha bicara, atau Jeong Ha menunggu seseorang?

Jeong Ha menemui Hye Jun di kantor Jjampong Ent. Jeong Ha berkata ia mencintai Hye Jun, karenanya, mari kita berpisah.

Bersambung

Komentar aku: Hmm… Mempunyai hubungan asmara itu saja, perlu usaha. Kalau ditambah hubungan asmara dengan kiloan bagasi, berat pastinya. Padahal bagasinya adalah komentar netizen dan wartawan yang mencari duit via gossip. Ouch…

Record of Youth Ep. 14.1

Dengan segala kesibukannya, Hye Jun telah berusaha yang terbaik. Begitu juga Jeong Ha, dengan sedikit waktu berusaha agar Hye Jun bisa nyaman, bahagia, begitu juga Jeong Ha. Kalau benar Hye Jun bahagia, kenapa ia terlihat letih tidak punya kehidupan pribadi? Seperti ayah yang sibuk menafkahi keluarga.

Hye Jun menyesali sikapnya dan merasa ia mengungkung kebebasan Jeong Ha. Jeong Ha mengerti dan baginya mendapatkan cinta Hye Jun adalah cukup. Hye Jun minta diantar ke van, 5 menit pun berarti.

Yeong Nam membanggakan uang yang ia dapat dari kakek Min Ki pada Ae Suk. Itu uang pertama yang ia dapatkan dari ayahnya seumur hidupnya. Jadi, ia akan bersenang-senang. Ae Suk tertawa.

Gyeong Jun bersikeras, ia tidak akan meminta maaf pada orang yang menghina Hye Jun!

Hye Jun menerima telpon dari Tae Su. Hye Jun berkata apa pun yang terjadi, ia tidak akan meminta bantuan Tae Su, yang pastinya akan minta banyak imbalan/balas jasa.

Yi Yeong masak khusus untuk Hae Hyo. Hae Hyo bukan membenci ibunya, tapi ia sendiri sedang membenci dirinya sendiri. Dan, dari hari ke hari perasaan itu tidak hilang malah membuatnya semakin marah.

Hae Hyo kena marah sutradara, karena berulang kali lupa kalimat yang harus ia katakan. Hye Jun minta waktu luang sejenak.

Hae Hyo tidak bisa mengatakan ada apa, ia malu, terutama pada Hye Jun. Hye jun ingat, dulu ia demikian, apalagi saat ibunya mengaku bekerja untuk keluarga Won. Dulu, ia pun menolak berteman dengan Hae Hyo.

Hae Na datang membawa Jin Wu, ia ingin menghabiskan waktu di rumah saja. Yi Yeong berkata kalau Jin Wu adalah tamu, bagaimana pun Jin Wu tidak diterima sebagai keluarga. Yi Yeong menarik credit card Hae Na.

Yeong Nam – Ae Suk melihat billboard tentang Charlie Jung – Hye Jun, dan mendengar orang-orang membicarakannya. Begitu juga Hye Jun dan team, yang baru selesai shooting.

Min Jae pusing, ia akhirnya melepas kabel telpon. Ia minta Ji A segera memberinya surat pernyataan, mereka perlu rencana baru. Hye Jun memberi tahu Min Jae, kalau ia sebenarnya menerima text dari Charlie Jung. Min Ja heran, kenapa Hye Jun menutupi fakta sepenting itu.

Jeong Ha mampir ke Jjampong Ent., dan diperkenalkan pada Ji A. Mereka saling bertukar kartu nama, dan Ji A pamit. Jia menyemangati Min Jae. Min Jae ganti berkata kalau Hye Jun sangat memperhatikan Jeong Ha.

Hye Jun sedang di ruang make up, dan dia hanya mau menerima telp dari Ji A. Hye Jun berterima kasih padanya. Ji A berharap Hye Jun tidak sedingin itu padanya.

Hae Hyo mampir ke salon Jeong Ha. Hae Hyo tidak tahu Hye Jun lagi punya masalah, karena ia juga sedang dilanda masalah. Jeong Ha minta maaf karena merasa tidak sensitif akan perasaan Hae Hyo.

Min Jae menemani Gyeong Jun ke kantor polisi, polisi pikir ia istri Gyeong Jun. Mereka berdua diinterogasi bersama orang yang menulis komentar negatif tentang Hye Jun. Gyeong Jun menolak berkompromi.

Bersambung

Komentar aku: YAS! Ini sebabnya aku senang nonton’Record of Youth’. Karakter muda-mudi yang ditulis disini, benar-benar menyenangkan. Contohnya, Jeong Ha, seberapa dewasa dia sampai bisa mencoba mengerti Hye Jun sedemikian dalam?

Dengan waktu tersisa yang semakin singkat, aku mencoba membuat mu nyaman dan bahagia, tapi juga membuat diriku sendiri bahagia’. Oh my gosh! (*sementara aku 5 menit kekasih telat: WA, misscall, calls, googling cuaca dan kondisi jalan, siapa tahu banjir…).

18 Again Ep. 10.2

Hari ini Ji Hoon membawa Seo Yeon ke studio karena Nanny berhalangan. Seo Yeon tidak menyukai apa pun yang Ji Hoon coba lakukan untuknya, bahkan terus memanggil Ji Hoon dengan sebutan, ‘Paman’. Seo Yeon berlari mengejar karakter kartun yang pergi ke studio, tapi ia tersesat.

Ji Hoon menemukan Seo Yeon yang sedang bersama Da Jung. Da Jung menawarkan menjaga Seo Yeon selama dia diinterview, mereka akan menunggunya di café.

Hye In memutuskan Woo Young bisa bergabung dengan Shi Ah dan Bo Bae untuk pertunjukkan musik. Mereka terkesima saat tahu Woo Young jago main gitar. Lagu kedua yang ia mainkan, membuat Shi Ah teringat akan ayahnya yang sering memainkan lagu itu saat ia kecil.

Hye In kembali menolak ajakan Deok Jin. Kali ini dengan alasan Deok Jin adalah penggemar anime. Ia memberikan bunganya pada Ae Rin. Tentu saja Ae Rin jadi kesal, dan mengembalikannya sambil dilempar…

Da Jung membantu seorang kakek yang menjatuhkan belanjaannya di penyeberangan. Kakek itu berkata apa yang Da Jung inginkan sebagai balasan. Da Jung tidak menginginkan apa-apa. Kakek itu tersenyum menatapnya.

Ja Sung – Ji Ho kembali memperebutkan perhatian Shi Ah. Dan lagi-lagi, Woo Young yang berhasil mengambil gambar-gambar mereka. Woo Young mengirimkan foto-foto itu pada Da Jung.

Ji Hoon meniru apa yang ia lihat Seo Yeon sukai dari Da Jung. Ia membacakan cerita dan mengubah suara, membuat Seo Yeon tertawa dan tidak lagi bosan. Ji Hoon berterima kasih via text ke Da Jung.

Alumni yang sama, menyanyikan lagu yang sama setelah sekian tahun lamanya, tapi kali ini Dae Young berdiri sendiri. Tidak ada Da Jung di sampingnya. Ia berlari pulang. Sesampainya di rumah Deok Jin, ia menerima foto-foto si kembar yang dikirim oleh Da Jung.

Dae Young berlari ke kantor JBC, ia ingin bertemu Da Jung. Da Jung tidak berkeberatan bertemu, ia akan menunggu Dae Yeong. Setiba di halaman JBC, TV raksasa sedang menayangkan interview Ji Hoon. Da Jung berkata, tidak ada wanita yang akan sesuai dengan standar Ji Hoon.

Ji Hoon datang dan berkata, wanita itu ada. Dae Young melihat mereka berdua dan terdiam.

Epilogue… Seorang murid wanita memberikan air mineral pada Shi Woo. Shi Woo bertanya pada Woo Young apa ia pernah jatuh cinta? Wanita seperti apa yang Dae Young suka?

Dae Young membayangkan Da Jung, dan berkata seperti itulah wanita yang ia cintai, yang membuat ia menjadi pria yang lebih baik. Shi Woo berkata kalau tidak ada wanita seperti itu.

Bersambung

Komentar aku: aaah… setelah ‘filler-stalker’ sekarang ‘noble-idiocy’? Tolong, jangan! Haugh… itu sulitnya menterjemahkan film jadi drama 16 episodes. Perlu tarik ulur yang panjaaaaannngggg…. Jadi pengen pencet tombol ‘forward’, sampai episode 13 – 14… *ketuk meja 10x biar tidak kejadian*. Don’t jinx it!

18 Again Ep. 10.1

Prologue… Dae Young menunggu sampai Da Jung datang, dan mereka dihukum guru berlari keliling lapangan karena telat. Dae Young berkata, ia akan memastikan Da Jung tidak telat lagi. Pagi harinya, Da Jung baru mau bangun, kalau Dae Young menyanyikan lagu untuknya.

Dae Young juga yang mengambil tas yang dilempar Da Jung ke genk murid pem-bully, saat ia menyelamatkan Ae Rin.

Di acara Festival Seni ke-13, Dae Young melewatkannya bersama Da Jung. Dae Young lalu mengembalikan tas Da Jung. Juga, kalau bola basket yang ia lempar masuk, Da Jung harus mengabulkan keinginannya, menjadi kekasihnya.

Malamnya, alumni menyanyikan lagu cinta tapi patah hati. Dae Young menerangkan kalau ia tulus menyukai Da Jung, bukan karena taruhan bola basket. Da Jung menggengam tangan Dae Young.

Episode 10: Kalau Aku Jatuh Cinta Lagi

Saat Dae Young tersadar, ia telah kembali ke badannya yang dulu, dan Da Jung memanggilnya, ‘Sayang’ dan memeluknya dengan erat. Si kembar juga datang dan memeluknya. Tahun itu tahun 2017.

Kali ini, Woo Young tersadar, Ia selamat tidak kurang apa, begitu juga anak yang ia selamatkan. Ia masih berada di tubuhnya yang berusia 18 tahun.

Shi Ah pulang dari kerja dan memilih lewat gang gelap. Di tengah gang, seorang pria telah menunggu dan menyerangnya. Beruntung, Shi Ah sempat belajar bela diri bersama Da Jung. Tapi, pria itu mengeluarkan pisau dan pesan dari guru bela diri, kalau ada pisau… lari…

Shi Ah ingat dan lari sambil membunyikan alarm yang diberikan Woo Young. Woo Young langsung mengamuk saat tahu yang bakal jadi korban adalah Shi Ah.

Ternyata, pria itu adalah yang mengutit, mengambil foto dan menulis agenda. Tapi bukan Dae Young, semuanya adalah tentang Shi Ah. Pria itu penjahat kambuhan yang suka menyiksa perempuan. Jadi, detektif menutup CCTV dengan sapu, membiarkan In Ja – Da Jung – Dae Young menyarungkan kepalan dan tarikan rambut pada penjahat itu.

Dae Young tidak sengaja memanggil In Ja, ‘Ibu’. In Ja dan Da Jung saling berkata kalau kemiripan mereka sangat menakjubkan. In Ja berkata, bukan muka saja yang membuatnya mirip.

Saat sarapan, Da Jung memberi tahu tentang program berikutnya. In Ja dan si kembar memberi restu. In Ja menambahkan, jangan jadikan itu hal yang rumit, berusaha saja sekuat tenaga. Da Jung berterima kasih.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Ada apa dengan si stalker/penguntit itu? Kenapa harus ada filler? Grrrr… aku pikir orang yang tahu mengenai perjalanan waktu/perubahan wujud Dae Young/Woo Young. Ah… ngga seru!

18 Again Ep. 09.2

Ja Sung meminta maaf secara tulus ke Shi Woo atas bullying yang ia lakukan. Mengetahui Shi Woo melihat dia dipukul ayahnya, membuat harga diri Ja Sung terluka. Bullying itu bukan kesalahan Shi Woo.

Da Jung bertemu dengan Jin Cheol, bekas teman kerja Dae Young. Dari Jin Cheol, Da Jung tahu kalau Dae Young dipecat dari perusahaan dan alasannya. Jin Cheol membela Dae Young, bagaimana mungkin pria bisa diam saja apabila ada orang yang menghina keluarganya.

Woo Young makan bersama Joo Man. Para ibu/istri selalu menganggap suami mereka adalah anak kesekian. Dae Young setuju, Da Jung sering bilang ia membesarkan 3 anak. Joo Man sedih mendengar nama Da Jung disebut. Selama ini Da Jung selalu merawat dirinya dengan baik.

Dae Young mengikuti Da Jung yang baru pulang, ia mengantar sampai rumah. Shi Ah baru pulang, dan mengaku lagi malas ke sekolah, karena hanya untuk acara festival Musim Panas. Dae Young ingat festival musim panas itu.

Ji Ho melarang Woo Young menyentuh muka Shi Ah. Tapi, Ji Ho tidak mau bilang kalau ia naksir Shi Ah. Tak lama Ja Sung juga mencari Shi Ah dan berkata kalau ia menyukai Shi Ah. Woo Young serasa ingin menembakkan pistol, kalau ia punya.

Ji Ho datang mini market, lalu Ja Sung bergabung. Ja Sung membeli dua kaleng minuman, satu ia berikan ke Shi Ah, dan diminum Ji Ho. Tak lama, Woo Young juga datang. Woo Young menyuruh Ji Ho – Ja Sung pulang, ia yang akan mengantar Shi Ah pulang.

Woo Young memberikan alarm minta bantuan pada Shi Ah, dari Dae Young. Ia juga memperingatkan Shi Ah untuk lewat jalan pulang yang lebih terang, jangan pilih gang gelap. Da Jung menggoda kalau Shi Ah menyukai Woo Young.

Seseorang dengan hoodie hitam kembali mengambil foto dan menulis kegiatan harian.

Gi Tae memberi tahu ketiga temannya kalau di akhir kontrak, hanya ada 3 yang akan terus bekerja. Yu Mi menolak ikut rencana Da Jung untuk minta perlakuan lebih adil. Dari mereka, hanya Da Jung yang tidak punya acara tetap.

Produser dan penulis reality show ‘Couples in Crisis’ datang dan minta Da Jung membawakan acara mereka, karena status Da Jung yang juga bercerai. Yu Mi mencibir melihat print out program itu.

Ji Hoon mencuri dengar percakapan Ae Rin – Da Jung. Kalau Da Jung menolak atau acara itu gagal, ia akan dipecat. Ji Hoon lalu mengajak Da Jung makan makanan pedas kesukaan Da Jung kalau lagi stress. Mereka makan di restauran kesukaan Ji Hoon, meski dia sebetulnya tidak bisa makan makanan pedas.

Selesai makan, pemilik resto minta tanda tangan Da Jung. Ji Hoon juga minta Da Jung menanda tangani sarung baseball nya. Meski perutnya sakit, ia bahagia melihat tanda tangan dan pesan Da Jung di sarung tangannya.

Ae Rin memberi tahu khabar Da Jung ke Dae Young. Dae Young percaya, kalau Da Jung setuju akan acara itu, pasti ia sudah memikirkan masak-masak dan tidak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia lalu pergi menemui Da Jung melihat kembang api, hal yang suka Da Jung lakukan dulu bersama anak-anak dan dirinya.

Saat itu Dae Young sadar, ia kehilangan banyak hal saat semuanya pupus: senyuman orang yang ia cintai, waktu bersama keluarga. Betapa berharganya itu semua.

Waktu hendak menyeberang, Woo Young menyelamatkan seorang gadis yang tiba-tiba berlari ke arah ibunya. Ia dilarikan ke RS. Anehnya, dokter menyebut namanya Hong Dae Young, kelahiran 1983.

Epilogue… 8 tahun yang lalu, Dae Young – Da Jung membawa anak-anak bermain. Dae Young bersiap, kalau Shi Ah membawa pria pulang ke rumahnya. Ia akan mematahkan kaki si pria. Kalau pria itu baik, kakinya akan diobati. Kalau jahat, kaki sebelahnya akan Dae Young patahkan juga.


Da Jung berkata, ia mengasuh 3 anak, bukan 2. Lalu mereka tertawa dan berpelukan.

Bersambung

Komentar aku: panjang episode ini bow… Ceritanya padat untuk ditangkapnya Il Kwon, masalah bullying/self esteem (harga diri) dan perlakuan orang tua/guru yang menurun atau menyebabkan hal itu. Huh… agak berat ya? Yang ringannya adalah Shi Ah yang diperebutkan 2 pria, haha… Well… Shi Ah mungkin menganggap tiga, sama ayahnya.

18 Again Ep. 09.1

Da Jung seolah melihat Dae Young bermain, saat ia melihat Woo Young. Setelahnya, Woo Young membetulkan ikatan tali sepatunya, sama seperti yang dilakukan Dae Young saat SMA dulu.

Episode 9: Hal-hal yang Kamu Perhatikan Setelah Kamu Kehilangannya

Il Kwon mencegat Da Jung, berkata kalau Shi Woo hanya akan bermain sekali saja, kecuali kalau Da Jung mau ikut pertemuan orang tua – guru lagi.

Rekan sekerja Da Jung, Gi Tae, yang membawakan acara ’On the Site, 25 Hours’ menyatakan acara mereka bisa menyiarkan tentang suap beasiswa pemain basket selama ada saksi mata dan bukti-bukti.

Ae Rin bergerak ke bar ‘Underground’ untuk memastikan kalau Il Kwon benar pemilik bar, seperti yang dia ingat saat terakhir mabuk di sana dan bartender kelepasan bicara memanggil Il Kwon, ‘Boss’.

Pelatih Jung memberi tahu Il Kwon posisi pelatih basket di universitas Hankuk sudah terisi. Pak Bang, ayah Gi Yong datang ke bar. Ia diperkenalkan pada para pelatih yang langsung pulang. Il Kwon menyuruh pak Bang membayar tagihan mereka.

Woo Young berkerja sama dengan Ae Rin. Ia menggunakan nama Deok Jin untuk mengumpulkan para orang tua pelajar anggota team basket. Kalau mereka menolak datang, Deok Jin akan menuntut mereka sebagai kaki tangan kejahatan suap Il Kwon.

Deok Jin tidak mau membantu, sampai Woo Young mengatakan ia mengundang Hye In dan Ae Rin memastikan kalau Hye In akan terkesan atas usaha Deok Jin.

Deok Jin menjelaskan, Il Kwon tidak selamanya buruk. Ia berubah sejak melihat ayahnya membayar pelatih agar ia bisa terus bermain basket. Sejak itu ia mengambil uang dari Deok Jin, dan sekarang orang tua murid. Tapi, para orang tua tidak setuju, mereka takut kena hukuman dan nasib anak mereka memburuk.

Da Jung memberikan data keuangan Il Kwon pada Gi Tae. Gi Tae berkata itu cukup untuk memulai penyelidikan. Gi Tae mulai dengan mewawancara pelatih Jung. Pelatih Jung menelpon Il Kwon memberi tahu khabar itu.

Bartender minta Il Kwon segera datang. Saat ia mau turun masuk ke bar, ia melihat Ae Rin datang bersama polisi. Da Jung mengirimkan pesan minta bertemu, ini kesempatan terakhir yang ia berikan untuk Il Kwon.

Il Kwon datang ke arena basket SMA. Il Kwon berkata, bar itu punya kakaknya, juga ia telah berbuat kebaikan, membiarkan anak-anak yang orang tua tidak mempercayai mereka, bermain basket selama ini. Tidak ada yang salah.

Saat Il Kwon memukuli Deok Jin yang membela Da Jung, para orang tua keluar dari balik tirai, mengatakan mereka akan bersaksi melawan Il Kwon. Sebelumnya, kepada orang tua yang tidak setuju, Da Jung berjanji akan memperlihatkan pria seperti apa Il Kwon itu, asalkan mereka mau bersatu.

Polisi datang bersama Ae Rin dan membawa Il Kwon ke kantor polisi. Di luar arena, Il Kwon melihat Woo Young. Ia ingat, dulu Joo Man menolak membayar pelatih, Joo Man mempercayai kemampuan anaknya, Dae Young.

JBC menyiarkan reportase suap ini. Staff JBC dan guru-guru SMA Serim menonton, termasuk Hye In. Pelatih Lim dan Jung dari Universitas Hankuk dan pelatih Il Kwon dari SMA Serim dijatuhi hukuman penjara. Para orang tua yang membayar, terkena hukuman percobaan.

Ayah Il Kwon menengok, hanya untuk menyalahkan Il Kwon. Il Kwon bertanya, pernahkah ayahnya menghargai dirinya sekali saja?

Kepala sekolah Serim mengumpulkan team basket dan para orang tua murid. Ia menunjuk pelatih baru dan Deok Jin, sebagai perwakilan orang tua, untuk memastikan team basket dan pelatihnya tidak keluar jalur. Kesempatan itu juga dipergunakan Ja Sung untuk berbaikan dengan ayahnya.

Bersambung

Komentar aku: Guru kencing berdiri, murid kencing berlari (baunya itu ke mana-mana, dong ah). Ahahaha… Dae Young dan Ae Rin jadi teman dekat demi Da Jung dan si kembar, ouw… so sweet.