Sell Your Haunted House Ep. 16.2

Mereka semua mengkhawatirkan Ji A yang tidak juga keluar dari kamarnya. Ji Cheol menyarankan bagaimana kalau In Beom kerasukan arwah Mi Jin lalu menusuk dirinya sendiri dengan binyeo? Hwa Jung menukas, exorcism yang dilakukan oleh non-exorcist akan membunuh si medium. Oh, okay…

Mereka kaget melihat Ji A turun dengan dandanan lengkap, ia mengajak mereka semua makan.

Ji A mengaku, itu murni kesalahannya menganggap enteng prosedur penyegelan arwah. Tapi, ia tak menyesal. Hak Sung wajib dihukum seberat-beratnya. Ji A juga yakin kemampuannya akan kembali, mereka berjanji akan membantu.

Ji Cheol – In Beom mengadaptasi bebas ilmu silat: Iron Palm, memasukkan tangan ke dalam garam panas. Tidak akan pernah terjadi. Hwa Jung menyiapkan semeja makanan. Ji A menghabiskan, Hwa Jung senang, setidaknya bukan kesehatan Ji A yang bermasalah. Akhirnya, In Beom mencoba menghipnotis Ji A. Tapi, yang terhipnotis malah Ji Cheol.

In Beom menemani Ji A duduk di taman. Dulu, Ji A selalu berharap ia tak punya kemampuan itu. Sekarang, setelah kehilangan Ji A merasa tak utuh. Tapi, Ji A tidak akan depresi, ia percaya ia akan bisa mendapatkan kemampuannya kembali dan mengantar arwah Mi Jin berpulang.

Ibu pemilik resto ChangHwa datang membawakan banyak makanan. Ia benar-benar berterima kasih pada tim Daebak. Perkataan ibu pemilik mengingatkan Ji A kalau arwah Chang Hwa bisa pulang karena ibu pemilik merelakannya. Ji A akan mencobanya, terutama setelah mengantar telur arwah pulang, meski tidak menyetujui keputusan Mi Jin, Ji A benar-benar bisa mengerti.

Hwa Jung memberi dukungan dan semangat, ia yakin, Ji A akan mampu.

Ji A menyiapkan kertas bertulis nama Hong Mi Jin, dupa dan In Beom. Ia menutup matanya dengan kain hitam dan meminta In Beom menarik kalungnya. Arwah Mi Jin merasuki In Beom dan menggenggam tangan Ji A. Ji A memeluk erat ibunya.

Mi Jin tidak marah, ia senang bisa melihat Ji A tumbuh dewasa. Ia titip maaf pada In Beom, In Beom tidak bersalah. Dan, sekarang sudah waktunya Mi Jin pulang. Mi Jin tahu, Ji A tak kan sendirian, Ji A dikelilingi mereka yang menyayangi Ji A. Mi Jin juga bangga akan kemampuan Ji A menolong orang. Ji A tersenyum, ia bahagia Mi Jin tidak akan pernah kedinginan lagi.

In Beom berlutut, ia telah sadar. Binyeo pun terbakar habis. Ia menghampiri Ji A, melepas penutup mata dan memeluk Ji A yang menangis tersedu-sedu. Sebelum pergi, arwah Mi Jin menampakkan diri pada Hwa Jung, minta maaf merepotkan Hwa Jung, dan berterima kasih telah menjaga Ji A dengan sangat baik.

Esok harinya, In Beom mengajak Ji A pergi berdua.

Episode: Ji A kehilangan Kemampuannya

In Beom mengajak Ji A ke Happiness Hall, rumah abu tempat guci abu Mi Jin disimpan. In Beom juga tak lupa membawakan bunga. In Beom menyarankan kalau Ji A kangen pada Mi Jin untuk datang ke sini, meski Ji A tahu arwah Mi Jin sudah berpulang, itulah yang orang biasa lakukan.

Sekarang, setelah Ji A punya kesempatan untuk memilih, Ji A telah memutuskan, ia ingin menjadi exorcist yang handal. In Beom juga punya, tapi rahasia. Ji A mengaku tak ingin tahu. Hwa Jung kesal, kenapa kesempatan berdua tidak digunakan Ji A untuk mengucapkan selamat tinggal? Berkelana untuk bisa mendapatkan kemampuannya kembali, tanpa tahu kapan akan pulang, perlu pamit.

Hwa Jung lalu berdandan, Ji A nyeletuk, sepertinya Hwa Jung akan berkencan, apakah dengan Det. Jung? Mata Hwa Jung melebar dan membantah, ia tak pergi berkencan! Hwa Jung mengunci Daebak Realty, ia mengucap salam pada Ji Cheol dan In Beom. Kali ini, tidak ada satu lampu pun yang tiba-tiba menyala di Daebak Realty, ia diam dengan tenang, menunggu para penghuninya berkumpul kembali.

1 Tahun Berlalu

Ji Cheol menghormat pada seorang ibu, ia telah menghapus semua hal yang berhubungan dengan putri si ibu di internet, termasuk social media dan transaksi keuangan. Ji Cheol berteriak saat Soo Jung memberi tahu ia lulus menjadi polisi dan mengajak berkencan esok hari.  

Sebuah banner bertuliskan pembatalan relokasi wilayah terpampang di depan Daebak Realty. Restoran Changhwa pun beroperasi kembali. Pengunjung memuji Tae Jin sebagai anak yang berbakti membantu orang tuanya, ibu pemilik restoran tersipu dan mengiyakan.

Hwa Jung dan Det. Han Suk merayakan kenaikan jabatan Det. Jung menjadi direktur polisi. Ji A akhirnya pulang ke Daebak Realty. Ia mendengar suara, rupanya In Beom. Ji A hanya menunjukkan telapak tangan, saat In Beom menanyakan kemampuan psikisnya.

Seorang pria turun dari mobil mewah, masuk ke Daebak Realty. Ji Cheol menawarkan kopi atau teh; Hwa Jung menenangkan pertanyaan-pertanyaan mereka adalah formalitas untuk bisa menggunakan jasa Daebak Realty; In Beom berbalik dari kursinya ingin tahu, apa bangunan si bapak mengalami malfungsi listrik-elektronik?; Ji A tanpa basa-basi menutupnya dengan gong: apakah ada kematian di bangunan itu?

Ji A dan In Beom berdiri di depan bangunan tua. Hwa Jung mengingatkan mereka agar tidak memecahkan atau merusak barang-barang antik bersejarah yang ada di bangunan itu. Terakhir kali mereka melakukan exorcism, biaya penggantian barang melambung tinggi, terasa menyakitkan membayarnya.

TAMAT

Komentar aku: 4.8*/5*. Cerita: OK dan penokohan kuat & konsisten, pengembangan diri pun ada, bahkan begundal seperti Tae Jin. Tragedi-tragedi yang menyebabkan properti berhantu, meski bukan cerita baru, bisa diolah dengan baik, karena benar-benar bisa terjadi. Misal: Dream Officetel: menarik bahwa tokoh Young Do digambarkan berbeda 180° dari Woo Jin, termasuk akhir hidup mereka. Meski Woo Jin marah karena ia ditarik jatuh, itu lebih karena ia tidak bisa memberi paket untuk ayahnya. Sementara, Young Do tetap menyalahkan kondisi/orang lain untuk kejahatannya.

Sutradara: OK. SFX: untung begitu, kalau lebih bagus, aku bisa tidak tidur selama series diputar. Tapi, SFX untuk binyeo yang meretak terbakar saat exorcism, itu keren.

Pemain: Jang Na Ra top notch (Jang Na Ra mengusung nilai 5*), Jung Yong Hwa herannya bisa masuk dengan baik dan luwes memerankan Oh In Beom!, surprise! Aku juga suka pada Baek Hyun Joo, ibu pemilik restoran! Ibu pemilik yang eksentrik, jadi mata-mata Daebak, tanpa basa-basi, tapi hatinya baik. Juga, cameo Kim Mi Kyung,  CEO Yeom dan Park Sung Il, hiiii… berhasil menjadi pemilik resto cepat saji yang berubah menjadi psikopat saat meneror Soo Jung dan Hyun Ju. Aku tidak berhenti gemetar saat ingat dia keluar dari kantor polisi dengan muka datar dan benar-benar tidak merasa bersalah, malah yakin bisa membuat Soo Jung bahagia. Whoa… psikopat tingkat tinggi.

Komedi: bisa membuat aku senyum simpul dan tertawa. Dan, yang juga menambah nilai: romansa yang tidak dipaksakan. Yup, baik Ji A – In Beom, atau Hwa Jung – Det Jung atau Det Han Suk? (kekeke…), berjalan mengalir saja dan bukan menjadi prioritas utama drama ini. SUKA! Yang paling jelas hubungannya malah Ji Cheol – Soo Jung. Itu juga aku suka, karena Ji Cheol tidak langsung memaksakan menjadi pacar Soo Jung, meski secara teknis mereka berpacaran di dunia maya, tapi waktu pertama kali bertemu dan waktu Soo Jung butuh teman / tempat untuk tinggal, Ji Cheol tidak memaksakan diri.  Thank you all for the good times I have with Sell Your Haunted House!

Sell Your Haunted House Ep. 16.1

In Beom yang setengah sadar, berusaha menahan kaki Hak Sung, tapi ditendang oleh Hak Sung. Sela waktu itu, digunakan Ji A untuk mengambil pistol mantra dan menghantamkannya ke kepala Hak Sung. Hak Sung melarikan diri saat melihat Hwa Jung dan Ji Cheol memasuki gedung.

Hak Sung turun ke jembatan bawah tanah dekat Sky Building. Ia menubruk dan memukul kepala gelandangan yang mabuk. Lalu, memukul dan menendang lagi beberapa gelandangan yang mulai marah. Akhirnya, semua gelandangan yang tidur di situ mengejarnya.

Mereka berhasil menyusul Hak Sung di tangga, menarik dan membuat Hak Sung jatuh terpeleset. Kepala Hak Sung menghantam beton dan tas yang dibawanya terlepas. Sampai mati pun Hak Sung masih berusaha mengumpulkan uang yang bertebaran di sekelilingnya.

Dua ambulan melarikan Ji A dan In Beom ke RS. Mata In Beom tiba-tiba membelalak. Listrik dan kendali mobil ambulan lepas kontrol, menyebabkan mobil menubruk dan terhenti. In Beom berjalan keluar, meninggalkan mobil yang mulai mengeluarkan asap. Arwah Hak Sung merasuki In Beom.

Det. Han Suk menjelaskan kecelakaan mobil ambulan dan kematian Hak Sung. Det. Han Suk merasa kali ini, karma berhasil menyusul Hak Sung. Ji Cheol melaporkan hasil pelacakan, sepertinya, arwah Hak Sung masih terus mencoba membunuh Ji A. Ia membawa In Beom ke Daebak Realty.

Ji A memaksa pulang, meski kondisinya belum pulih. Ia ingat pernah berjanji pada In Beom saat pertama menjadi medium, untuk tidak lagi membiarkan tangan In Beom ternoda darah. Ji A ingin menepati janjinya.

Seorang pengemudi yang nyaris menabrak In Beom, menghentikan mobil, keluar dan mendorong In Beom. Sebelum In Beom membunuh si pengemudi, Ji Cheol memeluknya. Tapi In Beom mematahkan tangan, mencekik dan melempar Ji Cheol. Si pengemudi bergegas ngebut meninggalkan mereka.

Hak Sung berhasil membuka luka dan mencekik Ji A ke atas meja. Ji A memanggil In Beom, berusaha menyadarkannya. Ji A berhasil melepaskan diri dan berlari ke ruang bersegel garam. Ia melempar binyeo dan garam pun mengucur, menutup sela yang ada. Arwah Hak Sung terperangkap.

Mereka berkelahi. Ji A berhasil menundukkan Hak Sung dan menekan alat penyegel ke dada In Beom. Kertas bertuliskan nama Do Hak Sung yang ditempel di guci tanah, mulai terbakar.  Alat di tangan Ji A menyala, anehnya, meski tidak membakar baju In Beom ia membakar tangan Ji A. Roh Hak Sung menguap terserap ke dalam guci. Guci mulai bergemeretak, Ji A memasangkan penutup di atasnya dan lunglai, terjatuh.

Episode: Luka Mulia

In Beom terbangun, ia menggenggam tangan Ji A, lalu ikut pingsan. Ji A kembali sadar di RS dan In Beom kembali tidur di sisi Ji A. In Beom minta maaf, saat dirasuki, ia mencoba membunuh Ji A. Ji A membantah, justru In Beom menyelamatkannya. Kekuatan spiritual In Beom memberi waktu bagi Ji A untuk menyelesaikan penyegelan arwah.

Ji A berterima kasih pada In Beom. In Beom juga berterima kasih untuk Ji A tetap hidup. Hwa Jung yang melihat mereka berdua, mengurungkan niat memasuki kamar dan mengajak Ji Cheol makan lagi.

In Beom heran melihat telapak tangan Ji A yang terbakar. Itu adalah resiko melakukan penyegelan arwah. Ji A tidak mau arwah Hak Sung menghilang tanpa rasa sakit.  Arwah Hak Sung yang tersegel akan merasakan jiwanya terbakar selama masih tersegel di guci tanah itu. Hwa Jung menyimpan guci itu safe deposit box.

In Beom berterima kasih pada Ji Cheol, yang terluka tangannya gegara mencegah In Beom membunuh orang. Ji Cheol membalas ucapan rasa terima kasih dan rasa sayang In Beom, dengan memberikan celana dalam…

In Beom menjenguk Ji A, mereka duduk di taman RS. Ji A ingin mencoba sekali lagi mengantarkan arwah Mi Jin. In Beom langsung bersedia membantu. Arwah Mi Jin pasti marah pada Ji A, ia tak lagi menampakkan diri sejak Ji A membuatnya merasuki Ji A berulang kali.

Ji A keluar dari rumah sakit, ia bingung karena tidak bisa merasakan kehadiran satu arwah pun. Ia bergegas naik ke lantai atas dan menyalakan dupa. Suasana kamar sunyi senyap. Meski arwah Mi Jin ada di situ, Ji A tidak bisa merasakannya. Ji A tidak lagi bisa melakukan exorcism.

Bersambung

Komentar aku: ahahaha… too many information + product placement untuk celana dalam pria. Omona… Oh, kalau segel arwah, karena tidak berpulang, maka kenangan Hak Sung tidak merasuki In Beom ya? Tapi, tangan Ji A terbakar dan kemampuan cenayangnya hilang.  

Sell Your Haunted House Ep. 15.2

In Beom mengumpulkan data korban dan kondisi ledakan di Sky Building. Pasien, petugas pemadam kebakaran, bahkan keluarga korban memberi info yang sama: sprinkler tidak berfungsi dan banyak asap  akibat penggunaan bahan murahan.

Ji Cheol jadi khawatir. Hwa Jung membelikan banyak makanan, tapi Ji A hanya menyuap sedikit, pasti Ji A sakit parah!

Det. Han Suk mendesah melihat Ji A dan sekuriti Sky Building. Sekuriti melaporkan Ji A yang melempar kunci gedung jauh-jauh. Tapi, Ji A dibebaskan dari tuduhan, setelah muncul berita kalau terjadi lagi kecelakaan fatal di Sky Building.

In Beom memberikan daftar nama-nama korban, mereka memerlukannya kalau Ji A akan melakukan exorcism untuk arwah-arwah kecelakaan Sky Building yang menolak pergi. In Beom ingin tahu, ia akan ditusuk 8 kali dengan binyeo atau 1 kali dengan jarum tajam? Ji A kesal, apa In Beom tidak mempedulikan nyawanya sendiri?

Anggota dewan Han tidak mengerti, bagian mana yang tidak jelas bagi Hak Sung? Hak Sung sudah tamat, dan ia tak mau terlibat dengan Hak Sung sama sekali. Nasib buruk Hak Sung berlanjut, pengacara memberi tahu, aset rahasia Hak Sung telah dibekukan. Dan, semua itu atas jasa Ji A, yang memberikan info dari sekretaris Choi kepada polisi.

Pengacara memberi ticket kapal dan paspor palsu agar Hak Sung bisa melarikan diri ke Vladivostok. Itu adalah hadiah perpisahan dari si pengacara, selama ini ia telah menerima bayaran mahal dari Hak Sung.

Hwa Jung tidak mengerti bagaimana mungkin pemerintah mengeluarkan surat sertifikasi aman bangunan Sky Building? Det. Jung membujuknya agar tidak terlalu khawatir. Di Deabak, Ji A mengeluarkan guci istimewa dan kertas bertuliskan kedelapan nama korban.

Hwa Jung tidak setuju Ji A melakukan exorcism telur arwah, lebih tidak setuju lagi kalau Ji A mengorbankan nyawanya. Ji A menenangkan, ia akan menyegel telur arwah, jadi tidak perlu ada yang terbunuh. Dan, begitu ada yang tidak beres, Ji A akan mundur.

Ji A menerangkan rencana penyegelan arwah kali ini. Meski resiko segel arwah lebih parah dari residu exorcism, setidaknya nyawa mereka selamat. Ji A – In Beom pamit pada Ji Cheol dan Hwa Jung. Ji A berjanji akan mengembalikan pacar Ji Cheol, utuh dan selamat.  Hwa Jung hanya berdiri terdiam dan menatap Ji A dengan prihatin.

Episode: Do Hak Sung memburu Ji A

Berbeda dari pengusiran arwah, kertas bertuliskan nama dililitkan pada guci tanah. Ji A mulai menembakkan pistol mantra ke sekeliling dinding garam yang mereka buat. Guci mulai mengeluarkan suara-suara aneh lalu pecah berantakan. Ji A berteriak menyuruh In Beom pergi.

Ji A masuk ke dunia, di mana Mi Jin menyiapkan dan mengajak Ji A sarapan bersama Hwa Jung, in Beom dan Ji Cheol. Dunia di mana Ji A bukan exorcist, In Beom bukan medium, dan Mi Jin bukan arwah penasaran. Hwa Jung tertarik melihat kalung yang dipakai Ji A, dan Mi Jin meminta Ji A melepasnya.

Saat semua tersenyum dan memaksa Ji A melepas kalung pelindung. Ji A sadar ia masuk perangkap telur arwah. Ia terbangun, sosok Mi Jin berubah menjadi hantu tanpa wajah dan Ji A tersedot kembali ke dunia nyata, di mana In Beom lah hantu tanpa wajah itu. In Beom menghancurkan kalung yang ia pakai.

In Beom berlari mencekik dan melempar Ji A. Ji A melawan dan menembak pistol mantra, mencegah telur arwah melarikan diri. Ji A sadar, seperti itulah dulu perasaan Mi Jin, tidak bisa membiarkan korban-korban berjatuhan.

Dengan tangis pilu, Ji A menarik binyeo yang sudah ia siapkan. Ia berlari ke arah pecahan guci, membalut kertas nama, melepas kalung dan memeluk In Beom. Ji A siap mengorbankan dirinya sendiri, saat arwah-arwah itu berpindah dari tubuh In Beom merasuki dirinya.

In Beom terkulai lemas, wajah Ji A mulai berubah. Ji A bergetar menahan serbuan arwah-arwah itu, ia mulai mengangkat pisaunya. In Beom tersadar, berusaha merebut pisau itu, sebagian arwah mulai merasuki In Beom. Mata mereka berdua berubah menjadi emas dan binyeo terbakar habis.

Ji A menelpon Hwa Jung, mereka berhasil. Saat ia berbalik, Hak Sung menusuknya dengan penuh dendam. Ji A seharusnya tahu apa yang akan terjadi kalau ia menjadikan Hak Sung sebagai musuhnya.

Bersambung

Komentar aku: hmm… jadi perlu persatuan dua wadah: medium yang kuat plus exorcist yang handal untuk bisa menampung para arwah sebelum mengantar mereka ke alam baka. Itu, atau, kerelaan Ji A dan In Beom untuk saling mau menjaga sekaligus mengorbankan diri bagi yang lain, atau perpaduan keduanya yang membuat exorcism telur arwah yang selama ini gagal diwujudkan, berhasil. Trik yang dulu tidak diketahui oleh Mi Jin dan buyut-buyut mereka. Siapa yang sangka? Tapi, masih bisa diterima akal.

Sell Your Haunted House Ep. 15.1

In Beom menelpon Ji A, mereka hanya bisa keputusan sekretaris Choi. In Beom menawarkan membelikan macaroons. Ji A menolak, tapi mengirim pesan kalau minta dibelikan mandu. In Beom tersenyum.

Tiba-tiba ponsel Ji A berbunyi, sekretaris Choi bersedia bersaksi dan ia menyimpan buku kas induk berisikan semua korupsi Hak Sung. Ji A berterima kasih. Tak lama berselang, TV menyiarkan berita ledakan di Sky Building. Ji A bergegas pergi ke sana.

Ji A melihat In Beom menjadi hantu tanpa wajah, ia berlari ke mobil, mengambil kalung pelindung baru. Mereka berkelahi, dan Ji A berhasil mendesak In Beom, lalu mengalungkan pelindung baru. Batu pelindung berpendar dan mulai meretak. Ketika batu meretak habis, arwah-arwah yang merasuki In Beom terlempar keluar.

Tim Daebak/GSC berkumpul. Berdasarkan video dan info dari In Beom, polisi akan segera mencari Scruffy. Ji A minta mereka mendata semua properti milik sekretaris Choi, untuk mencari di mana ia menyembunyikan buku kas induk Do Hak Construction.

Hak Sung berlenggang keluar penjara. Dengan pongah ia mengejek dan mengancam akan memastikan karir Det. Han Suk tamat. Pengacara memberi tahu kalau Scruffy siap diselundupkan ke luar negeri.

Ji Cheol berhasil melacak Scruffy yang berada di pelabuhan Haesung. In Beom dan Ji A pergi untuk menangkapnya. Hwa Jung akan minta bantuan polisi. Tapi, Ji A tidak ingin menyerahkan Scruffy ke polisi. Ji A ingin memastikan Scruffy membeberkan semua rahasia Hak Sung.

Sayang, mereka terlambat. Mereka menemukan Scruffy telah menjadi mayat. Hak Sung dan begundal-begundalnya  telah selangkah di depan, membungkam Scruffy. Nafas Ji A berembun.

Ji A menemukan KTP Scruffy, dan mulai menyiapkan binyeo. Ji A langsung menusuk dada In Beom begitu ia melepas kalung. Kenangan Scruffy saat ia menyiapkan ledakan, mengambil harta, kunci dan detik-detik kematiannya masuk ke dalam benak In Beom.

Episode: Telur Arwah Kembali

Hwa Jung memberi tahu, kemungkinan besar sekretaris Choi menyimpan buku kas induk di Happy Townhouse. Ji A memberikan kunci dan info itu pada Det. Han Suk. Det. Han Suk berhasil mengamankan buku kas induk. Tapi, Hak Sung sudah keburu melarikan diri dari kantornya.

Di sebuah resto, kepala polisi menyuruh anggota dewan segera menyelesaikan masalah Sky Building dan mengabaikan kekhawatiran anggota dewan akan efek ledakan pada bangunan. Det. Jung masuk, mengeluarkan surat perintah dan menyuruh anak buahnya menangkap mereka.

Hwa Jung mengabarkan buku kas induk Do Hak Construction cukup memberi banyak bukti bagi semua kejahatan Hak Sung. Hak Sung resmi menjadi buronan dengan larangan terbang. Mereka geram, Hak Sung telah merenggut banyak nyawa, ditambah korban-korban baru dari ledakan Sky Building.

Ji Cheol memberi tahu, di internet beredar gosip viral tentang hantu tanpa wajah di Sky Building. Siapa yang melihatnya akan berada di ambang kematian. Ji Cheol takut saat semua tiba-tiba terdiam.

Ji A dan In Beom menengok salah satu korban yang melihat hantu tanpa wajah, selamat tapi menderita sakit mental. Korban di kamar lain, tidak seberuntung itu, ia meninggal. Ji A membenarkan anggapan In Beom, hantu tanpa wajah adalah titisan telur arwah yang kembali lagi.

Satu-satunya cara untuk mengantar telur arwah adalah dengan membunuh medium/exorcist menggunakan jarum tanpa nama. Ji Cheol kaget, artinya, salah satu: In Beom atau Ji A harus meninggal? Mereka berdebat. In Beom memilih melakukan exorcism. Ji Cheol, Hwa Jung tidak setuju. Ji A bertanya, apakah 1000 nyawa yang diselamatkan sepandan dengan 1 nyawa yang hilang?

Seperti mengulang sejarah: Mi Jin memilih mengorbankan In Beom vs Sung Sik memilih menyelamatkan In Beom, berakhir dengan hilangnya nyawa Mi Jin. In Beom bersikeras, dan Hwa Jung mendebat, apa In Beom siap mengorbankan nyawanya? Ji A menyuruh mereka berhenti berdebat, ia takkan mengambil bagian dalam exorcism kali ini.

Hwa Jung akan berusaha mencari cara untuk membatalkan sertifikat aman bangunan Sky Building yang seharusnya tidak dikeluarkan. Ia berharap pembatalan itu bisa mencegah lebih banyak korban. Ji Cheol melarang keras In Beom melakukan exorcism seorang diri. Ji A berada di kamar atas, tapi tak bisa tidur.

Setelah duduk termanggu beberapa lama, In Beom bangun dan membuka tutup meja tempat peralatan exorcism disimpan.

Bersambung

Komentar aku: hua… Bagaimana kalau anggota dewan/politisi dan kepala polisi kita sebut sebagai begundal-begundal Hak Sung juga? Hehehe… kan sama, dua-duanya melakukan kegiatan kotor untuk Hak Sung. Tapi, sulit ya… apalagi sekarang pemerintah mau menaikkan PPN jadi 12%.. hiks. Padahal ekonomi belum stabil atau naik lagi gegara pandemi. Lho, apa hubungannya? Hubungannya: ujung-ujungnya duit. Kedua jenis begundal itu kan mencari duit yang buanyaaaaakkk… Wao, baru kali ini menonton K-drama yang membahas keamanan bangunan setelah bangunan mengalami ledakan, meski hanya di satu sisi. Bravo!

Doom at Your Service Ep. 10.2

Episode 10: Jawaban yang Tak Disangka

Kali ini, Dong Kyung menemui Ye Ji. Ye Ji mengubah harapannya dari mendapatkan uang banyak, menjadi doa untuk kesehatan Dong Kyung. Jung Min dan Da In datang bergabung. Jung Min hampir saja memeluk Dong Kyung, untuk ditahan Da In. Da In bercanda, ia menyelamatkan nyawa Jung Min dari terkaman Myeol Mang yang duduk memperhatikan mereka dengan muka serius.

Saat di mobil, Dong Kyung protes. Kalau Myeol Mang mengikutinya hanya untuk menakut-nakuti orang, lebih baik Dong Kyung pergi sendiri. Myeong Mang membantah, ia sekedar menjaga Dong Kyung. Tapi, Myeol Mang kembali menatap dengan tatapan setajam pisau waktu Dong Kyung bertemu Young Prince.

Dong Kyung minta Young Prince memberinya pesan dan tanda tangan untuk menyenangkan hati Dalgona yang terkena kanker. Young Prince tahu Dong Kyung juga sakit. Ia meminta tangan Dong Kyung. Myeol Mang sudah bersiap melempar cup soft drink yang ia pegang. Young Prince hanya ingin memberikan tanda tangan sebagai talisman, agar Dong Kyung cepat sembuh.

Dong Kyung meminta pendapat Young Prince. Kalau tema novel adalah memilih antara orang yang dicintai atau kiamat, bagaimana Young Prince mengubah cerita itu menjadi akhir yang membahagiakan? Young Prince akan membuat tokoh utama tidak mencintai siapa-siapa, itu adalah beban yang harus tokoh utama tanggung. Harga yang dibayar agar orang di dunia bisa melanjutkan hidupnya dengan bahagia. Young Prince ingin tahu, itu novel siapa?

Young Prince ingin tahu, apa Dong Kyung pacaran dengan pemilik warung teokkbokki yang terus memandanginya dengan tajam. Young Prince tidak sadar kalau Dong Kyung memilih pria yang tampan untuk jadi pacarnya.

Dong Kyung melarang Myeol Mang bertengkar dengan anak kecil.

Dalgona sangat menyenangi hadiah yang Dong Kyung berikan. Dalgona mengaku, saat terakhir mereka bertemu, Dalgona sengaja menyemangati Dong Kyung agar berani menjalani hidup sepenuhnya. Dong Kyung mengaku, hidupnya jadi menyenangkan. Dalgona tersenyum dan menggenggam tangan Dong Kyung.

Dong Kyung menarik rokok yang hendak dihisap Myeol Mang dan membuangnya, apa Myeol Mang tidak tahu rokok buruk untuk kesehatan? Kalau begitu, apa Dong Kyung mau menikah? Dong Kyung protes, meski sudah pacaran dan berciuman, mereka tidak bisa langsung menikah. Harus ada tahap-tahap yang musti dilalui. Seperti? Masuk ke dalam mobil.

Dong Kyung membawa Myeol Mang ke rumah abu, ke lemari tempat abu orang tuanya disimpan. Berkenalan dengan orang tua adalah salah satu tahap sebelum menikah. Myeol Mang lalu memperkenalkan diri dan meminta restu untuk menikahi Dong Kyung.

Dong Kyung lalu pergi membeli kue dan menyuruh Myeol Mang meniup lilin ulang tahun. Ia ingin merayakan ulang tahun yang selalu dilewatkan Myeol Mang. Myeol Mang meniup lilin dan berharap kalau Dong Kyung akan terus hidup. Harapan Myeol Mang sudah terkabul, karena sekarang Dong Kyung menjalani hidup sepenuhnya.

Dong Kyung pulang dan mencoret semua hal yang sudah ia lakukan dari bucket list yang ia buat.

Joo Ik kembali berkunjung ke unit Ji Na. Ji Na berjanji akan menggantikan laptop Joo Ik. Joo Ik menolak, ia mengatakah hal itu hanya untuk mengendurkan ketegangan antara Jijo King dan Ji Na. Joo Ik melarang Ji Na menjawab telpon dari Hyun Kyu. Joo Ik mengaku ia tinggal bersama Hyun Kyu, pun saat ia mencium Ji Na.

Sejak awal, Joo Ik tidak ingin Ji Na berpacaran dengan Hyun Kyu. Ia tahu kepribadian Hyun Kyu dan ia ingin Ji Na menjadi pribadi yang mandiri, bebas berkembang tanpa pengaruh Hyun Kyu. Ji Na sebetulnya menyadari Hyun Kyu akan melarikan diri dari hubungan saat tidak ingin menghadapi kenyataan. Meski begitu Ji Na tetap menyayangi Hyun Kyu. Apakah hal itu benar membahagiakan Ji Na?

Sebelumnya, Jook Ik tidak merasa bersalah, sampai detik ini Joo Ik mengungkapkan semua karena ia mulai tidak menyukai perasaan tidak enak yang muncul di hatinya.

Satu hal yang belum Dong Kyung lakukan dari bucket list: putus dari kekasih. Ia membereskan notebook dan mengendap keluar membawa koper. Dong Kyung memandang muka bibi dan adiknya. Ia harus menekan perasannya, agar bisa menyelamatkan mereka.

Myeol Mang sudah menunggu di jalan depan rumah. Ia bisa membaca dari gerak-gerik dan raut muka Dong Kyung yang seolah mengucapkan selamat tinggal pada semua orang. Dong Kyung mengiyakan. Itu juga sebabnya ia akan putus dari Myeol Mang. Mereka akan bertemu lagi kalau Dong Kyung sudah selamat, menikah dan mencintai selamanya.

Dong Kyung akan berusaha melupakan semua yang ia cintai. Dong Kyung juga minta maaf telah mencintai Myeol Mang. Dong Kyung melepas genggaman tangan Myeol Mang, berterima kasih dan pergi. Di telapak tangan Myeol Mang terlihat gelang tali merah yang dilepas dan sisipkan oleh Dong Kyung.

Dong Kyung pergi ke Jeju. Ia seolah mengulang kembali bagian hidupnya dan pergi ke tempat yang biasa ia datangi. Saat malam tiba, ia duduk di tepi pantai dan mencoret list terakhir. Myeol Mang menemukan Dong Kyung dan menawarkan tangan, tapi ditepis oleh Dong Kyung. Myeol Mang tidak bergeming, ia tak kan pergi, ia akan tinggal untuk tahu semua perasaan Dong Kyung.

Dong Kyung menangis tersedu-sedu, ia sangat ingin hidup bersama Myeol Mang dan semuanya. Myeol Mang memeluknya, itu adalah harapan Myeol Mang juga. Myeol Mang ingin terus hidup agar bisa mati bersama Dong Kyung.

Bersambung

Komentar aku: whoa, seriously? Dong Kyung pergi hanya karena Young Prince menyarankan hal itu? Ahahaha… bagaimana dengan komitmen dan keyakinan atas ujian yang sebelumnya diberikan SoNyeoShin? Kenapa penulis memilih melakukan u-turn dan kembali ke titik awal? Sementara, jauh lebih menyenangkan melihat bagaimana Dong Kyung berusaha mengajarkan Myeol Mang untuk merasakan sepercik sisi kehidupan manusia, Young Prince yang tidak kalah iseng dari Myeol Mang, atau usaha Dong Kyung untuk pamit pada setiap orang dengan tetap memberikan semangat dan harapan.

Sebagai penyeimbang dari u-turn si penulis (bagi aku), sebetulnya aku ingin menulis sedikit bagian dari Dark Dreams: Sexual Violence, Homicide And The Criminal Mind (Mimpi-Mimpi Gelap: Kejahatan Seksual, Pembunuhan Dan Pikiran Kriminal) karya Roy Hazelwood, pensiunan profiler FBI. Tapi, berhubung ini drama romansa komedi, bukan thriller, aku urungkan. Tidak adil bagi yang ingin menikmati romansa sepenuhnya (hehehe, ingat nasihat SoNyeoShin: cintai sepenuh hati, hidup sepenuh jiwa).

Doom at Your Service Ep. 10.1

Dong Kyung menerima perasaan cinta Myeol Mang dan mengajak Myeol Mang berpacaran, mulai hari ini. Bibi Soo Ja memanggilnya. Dong Kyung menyuruh Myeol Mang pulang, ia akan menghubungi esok hari.

Ji Na melempari Hyun Kyu dengan pakaiannya. Ia kesal pada Hyun Kyu, perbuatan dan perkataannya membuat Ji Na marah.

Ji Na dan Dong Kyung bertemu, keduanya sama-sama menghela nafas. Ji Na kaget Dong Kyung tinggal bersama dengan pria yang tidak ia cintai. Baru sekarang mereka sama-sama jatuh cinta. Sayang, mereka tak lagi bisa tinggal bersama, karena kedatangan bibi Soo Ja. Sementara, Ji Na kesal pada dirinya. Senyum Hyun Kyu meluluhkan hatinya, membuatnya kembali menjadi gadis yang menyedihkan saat berusia 18 tahun.

Dong Kyung menolak dirawat di RS. Ji Na hanya tidak ingin melihat Dong Kyung pingsan tak berdaya seperti beberapa waktu lalu. Dong Kyung meyakinkan Ji Na, ia hanya ingin bertemu beberapa orang dan melakukan beberapa hal. Ji Na lalu pamit setelah menerima telpon.

Dong Kyung mengetuk pintu rumah Myeol Mang. Dong Kyung menjadi malu, ia sengaja menghindar waktu Myeol Mang mencoba duduk di sebelahnya dan mengangkat sebuah guci. Seperti yang Myeol Mang katakan, posisi itu membuat Dong Kyung tersudut. Kedua tangannya sibuk memegang guci dan di belakang Dong Kyung ada tembok. Myeol Mang semakin mendekat dan… mengambil guci dari tangan Dong Kyung.

Ji Na menemui Jijo King yang beralasan fans nya menganggap Ji Na meniru tulisan Jijo King. Itu hanyalah alasan belaka untuk berusaha menjadi pahlawan kesiangan dan merayu Ji Na.  Staff Life Story mencoba melerai Ji Na yang baru saja melempar laptop dan naik meja untuk meninju Jijo King. Joo Ik menyuruh Ji Na turun dari meja.

Joo Ik membela Ji Na, menyebut web-novel Jijo King mencerminkan watak penulisnya, sangat jelek. Ji Na tersenyum. Tapi senyumnya hilang waktu tahu kalau laptop yang ia lempar adalah milik Joo Ik.

Dong Kyung jalan berdua bersama Myeol Mang. Kebun Myeol Mang tidak lagi terasa kosong dan sepi. Sepertinya, semua berubah saat bersama Dong Kyung. Dong Kyung mengakui hal yang sama, hatinya bisa merasakan kepedihan Myeol Mang dan tidak bisa berhenti memikirkan Myeol Mang.

Di atap halaman rumah Dong Kyung, bibi Soo Ja telah menyiapkan barbeque bersama Kevin dan Sun Kyung. Mau tak mau Dong Kyung dan Myeol Mang bergabung. Myeol Mang mengenalkan diri sebagai Kim Saram. Bibi Soo Ja masuk untuk mengambil bir yang habis dan menemukan foto yang disiapkan Dong Kyung untuk pemakamannya. Bibi Soo Ja memeluk foto itu dan menangis tersedu-sedu.

Saat mereka berduaan, Myeol Mang ingin Dong Kyung mulai bisa terbuka, dengan jujur mengatakan apa yang ia rasakan, entah kesedihan, keinginan untuk tetap hidup, bahkan ketakutan Dong Kyung. Dong Kyung memilih untuk mengakhiri malam ini dan pulang.

Joo Ik menunggu sampai Hyun Kyu pulang. Joo Ik mengakui ia tidak ingin Ji Na bertemu Hyun Kyu lagi, ia telah melewati batas. Untuk itu, ia meminta maaf. Hyun Kyu pun mengaku kalau sudah memberi tahu Ji Na.

Selesai sarapan, Dong Kyung pamit pada bibi Soo Ja. Ia pergi menemui SoNyeoShin untuk memberikan botol spray penyiram tanaman. Setelah tahu tugas SoNyeoShin, Dong Kyung menyesal membencinya. Kalau saja dulu ia tahu bahu kecil itu menahan beban seluruh dunia. Itu saja yang ingin Dong Kyung sampaikan, sebelum ia pergi.

SoNyeoShin mengingatkan Dong Kyung, nasib Dong Kyung tergantung pada dirinya sendiri. Cintailah Myeol Mang setulusnya dan hiduplah sepenuhnya. Karena Myeol Mang diciptakan untuk Dong Kyung, untuk kemanusiaan. SoNyeoShin berterima kasih untuk hadiah yang diberikan Dong Kyung.

Dr. Dang Myun tersenyum simpul.Kali ini ia tak kan menguliahi Dong Kyung, tapi memberikan undangan pernikahan. Dr. Dang Myun ingin Dong Kyung datang menghadiri pernikahannya. Myeol Mang sudah menunggu di depan RS. Dong Kyung menyuruhnya pergi, Myeol Mang berkilah ia tidak mengikuti Dong Kyung. Ia pergi bersama Dong Kyung, karena ia menyukainya. Dong Kyung membantah, tapi bibirnya tersenyum.

Bersambung

Komentar aku: ahahaha… kehabisan komentar. Oh, aku senang SoNyeoShin menjadi baik. Huhuhu… coba Myeol Mang bisa makan dan minum ya? Daging panggang berbungkus selada a la Korea itu enak lho!

Doom at Your Service Ep. 09.2

Episode 9: Bibi Soo Ja menemukan Kebenaran

Ternyata, sedetik saat Dong Kyung tidak bergerak dihadapan Myeol Mang, Myeol Mang juga berhenti melakukan apa pun sebagai malaikat maut/bencana di dunia.

Bibi Soo Ja berkunjung ke rumah abu, berdoa di depan lemari abu saudari kembarnya, Soo Ah. Soo Ja berharap Soo Ah memberi waktu lebih banyak bagi Dong Kyung untuk tetap bisa tinggal di dunia. Voice over… Manusia tidak bisa menggunakan kata ‘selamanya’ saat hidup di dunia yang selalu berubah. Mencintai seseorang selamanya, seperti tak mungkin. Sebaliknya, kehilangan seseorang selamanya, itu terjadi. Tapi, manusia hidup untuk hal-hal yang tidak abadi, seperti mimpi, atau kenangan, atau penyesalan… [Dong Kyung]

Terlihat Sun Kyung yang melepas mimpinya, apa pun mimpinya itu, dan menjadi barista yang bangga saat pembeli memuji kenikmatan kopi buatannya. Ji Na pun mulai mengganti nama samaran Lee Hyun Kyu yang biasanya ia gunakan.

Dong Kyung menelpon Myeol Mang, mengajak menemaninya berbelanja. Pertama, beberapa pasang sepatu untuk Sun Kyung. Kedua, pulpen mahal untuk Ji Na, sebagai cermin dari kepribadian Ji Na yang lebih memilih menggenggam erat kenangan lama yang menyakitkan daripada memulai hal baru yang menyenangkan.  Jadi, pasti pulpen itu akan terus disimpan Ji Na. Ketiga, tas mahal untuk bibi Soo Ja.

Tapi, Dong Kyung belum selesai. Ia mengajak Myeol Mang berfoto berdua. Meski Myeol Mang tidak mengerti kegunaan foto itu, ia tidak menolak. Dong Kyung senang melihat hasil foto mereka dan menjadikan foto itu screen ponsel Myeol Mang.

Di depan rumah, Myeol Mang pamit dan mengajak Dong Kyung bertemu lagi, malam ini.

Malam ini, dalam mimpi, Myeol Mang mengajak Dong Kyung makan malam berdua. Tidak berhenti sampai di situ, Myeol Mang membawa masuk bibi Soo Ja, Ji Na dan Sun Kyung ke dalam mimpi mereka. Bibi Soo Ja dan Ji Na datang memakai hadiah yang dibelikan Dong Kyung. Dong Kyung tidak bisa berhenti tersenyum.

Dong Kyung terbangun, kaget melihat semuanya, kecuali Myeol Mang, berkumpul. Seolah mimpi menjadi nyata. Rupanya, bibi Soo Ja mengundang Ji Na dan Sun Kyung untuk sarapan bersama.

Myeol Mang menjenguk SoNyeoShin. Myeol Mang menjelaskan kalau ia menyesal menjadi pemberontak dan tak pernah menuruti perkataan SoNyeoShin, ia akan berubah. Juga, Myeol Mang menyesali apa yang harus dijalani SoNyeoShin, melebihi rasa bencinya. Untuk pertama kali, Myeol Mang berterima kasih dan bersyukur karena SoNyeShin menghadirkannya ke dunia. Myeol Mang tidak tahu sakit SoNyeoShin semakin parah.

Staff Life Story memberi tahu CEO Park kalau beberapa penulis mengancam mengundurkan diri kalau Dong Kyung tidak lagi menjadi editor mereka. Saat CEO Park marah-marah, Joo Ik menyuruhnya bertanggung jawab atas kekacauan itu dan meninggalkan rapat karena pekerjaan staff masih banyak, staff lainnya mengikuti contoh Joo Ik.

Joo Ik turun ke café, mengajak Hyun Kyu bicara. Ayah Joo Ik masuk dan berteriak memanggil Joo Ik. Untuk menghindari kecurigaan CEO Park yang juga ada di café, Hyun Kyu berpura-pura memeluk ayah Joo Ik dan menyuruh Joo Ik pergi. Tindakannya mengingatkan Hyun Kyu akan apa yang ia lihat saat Joo Ik melakukan hal yang sama pada Ji Na, mencegah Ji Na mengenali Hyun Kyu.

Akhirnya, Joo Ik bertemu Hyun Kyu di lift. Joo Ik minta bicara saat mereka sudah sampai di penthouse. Joo Ik mengakui kalau ia mengenal Ji Na. Sesampainya di penthouse, Kyun Hyu menolak keluar dari lift dan memilih turun, ia perlu menemui seseorang.

Kyun Hyu pergi menghampiri Ji Na yang sedang mencuci baju di laundromat. Ia menuntut Ji Na menjadikannya pacar, karena ia yang pertama bertemu dan menyukai Ji Na. Kyun Hyu tidak peduli kalau Ji Na menyukai orang lain.

Dong Kyung berjongkok di pinggir jalan menunggu waktu charge gelang merahnya. Kondisi agak merepotkan karena mereka tidak lagi tinggal bersama. Selesai charge, Dong Kyung menolak melepas genggaman tangannya. Myeol Mang tidak bisa mengizinkan Dong Kyung tetap hidup, karena ia harus terus ada untuk menjalankan tugasnya sebagai malakaikat maut/bencana.

Dong Kyung mengerti. Ia hanya memikirkan orang-orang di sekelilingnya, yang menunjukkan muka gembira, meski hati mereka sama atau bahkan lebih sakit daripada Dong Kyung. Myeol Mang tahu itu. Dong Kyung selalu bertanya-tanya kenapa Myeol Mang selalu berharap Dong Kyung tetap hidup padahal Dong Kyung melihat kematian setiap kali menatap mata Myeol Mang.

Seorang bapak melihat pohon yang tidak lagi berbunga, Myeol Mang berkomentar kalau pohon itu akan mati. Si bapak dengan santai tertawa, kalau begitu sama dengan mereka, mereka juga akan mati. Selama ini si bapak beranggapan bunga akan selalu bersemi lagi selamanya, tapi rupanya bunga pun bisa menghilang dari taman.

Perkataan si bapak menyadarkan Myeol Mang. Bersama dengan Dong Kyung, membuat Myeol Mang bisa merasakan apa yang dulu ia ingin rasakan, menjadi manusia. Menghilang tidak lah menakutkan Myeol mang, tapi tidak lagi bisa melihat Dong Kyung lebih menakutkannya. Juga, waktu kebersamaan mereka semakin pendek, satu hal yang tidak Myeol Mang sadari selama ini.

Myeol Mang berlari ke rumah Dong Kyung, menaiki tangga dan menyatakan perasaan cintanya pada Dong Kyung, di H-50.

Bersambung

Komentar aku: wao, K-drama dan C-drama nyaris selalu meletakkan cinta pertama di atas batu pedestal, seolah memuja bahwa cinta pertama tak kan pernah mati, yang paling murni, dsb… Kontradiksi dengan voice over Dong Kyung, bahwa cinta abadi itu nyaris tidak mungkin, adalah sikap Ji Na yang langsung luluh di hadapan Hyun Kyu atau sikap Hyun Kyu yang memaksakan cinta pada Ji Na.

Beruntung aku menemukan 2 buku tentang profiling serial killers yang ditulis Robert K. Ressler dan 1 buku yang ditulis Roy Hazelwood, ditambah menemukan series bertema kriminal produksi UK dan Hollywood. Mereka menjadi penyeimbang kalau K-drama mulai dirasa berputar-putar dan mengulang, dan berlaku sebaliknya. Karena series non-Korean juga bisa berputar-putar menyelesaikan konflik yang ada.

Satu hal lagi, beruntung aku tak punya teman untuk nobar drama ini sambil bertaruh minum Coca Cola (soju di Indonesia mahal, kekeke) setiap kali Dong Kyung atau Myeol Mang menyatakan suka/cinta lalu berbalik sikap. Bisa kembung… Jadi, cinta yang berputar-putar tidak baik untuk kesehatan. Lho?

Doom at Your Service Ep. 09.1

Pada satu titik, Myeol Mang pernah mendambakan menjadi manusia. Tapi, manusia selalu pergi atau pulang (permainan kata untuk meninggal). Saat itu Myeol Mang sadar, ia mahluk abadi, yang tak pernah mati dan tak punya rumah untuk pulang. Jadi, ia ingin Dong Kyung memilih dirinya dan dunianya sendiri. Yang bisa Myeol Mang lakukan hanya mengamati.

Dong Kyung tersadar dan lari sekencang mungkin. Bibi Soo Ja langsung mengejarnya. Myeol Mang hanya bisa melongo ditinggal mereka berdua.

Ji Na menyuruh Hyun Kyu menunggu di lobi, ia akan menyusul. Ji Na meminta maaf pada Joo Ik, dan meminta Joo Ik memberi waktu sebentar untuk menemui Hyun Kyu. Joo Ik mengerti.

Hyun Kyu mencoba menerangkan ia rindu pada Ji Na, itu juga alasan kenapa Hyun Kyu pulang ke Korea. Ji Na menuduh Hyun Kyu tak pernah berubah, selalu berbuat semaunya sendiri tanpa memikirkan perasaan Ji Na. Bagi Ji Na, Hyun Kyu terlambat 9 tahun. Tapi, Hyun Kyu masih menyukai segalanya tentang Ji Na.

Bibi Soo Ja berhasil menangkap Dong Kyung dan mereka pulang bersama. Dong Kyung memperkenalkan Myeol Mang pada bibi Soo Ja. Bibi Soo Ja penasaran, Myeol Mang tinggal di mana, karena malam-malam masih berduaan dengan Dong Kyung. Dong Kyung langsung mendorong Myeol Mang keluar sambil memberikan ponselnya. Myeol Mang tersenyum, tindakan Dong Kyung selalu tak terduga.

Bibi Soo Ja tidak marah, malah memberikan banyak hadiah untuk Dong Kyung. Ia mengerti, Dong Kyung tidak ingin membebani bibinya, tapi ia bukan orang asing untuk Dong Kyung. Bagi bibi Soo Ja, ia tak pernah merasa kehilangan kehidupannya, sebaliknya, ia ingin berbagi kehidupan dengan Dong Kyung.

Hyun Kyu membaca pesan dari Ji Na di ponsel Joo Ik. Ia berpura-pura tak melihat saat Joo Ik keluar dari kamar mandi dan mengambil ponselnya.

Myeol Mang duduk sambil minum, menunggu telpon dari Dong Kyung. Mereka berbincang seperti sepasang kekasih. Dong Kyung berterima kasih untuk bisa melihat kembali orang tuanya. Ia ingin tahu, karena Myeol Mang mengaku akan melakukan apa pun untuk Dong Kyung, bisakah Dong Kyung meminta tolong?

Keesokan harinya, Dong Kyung mengajak bibi Soo Ja bertemu ‘dokter’ Myeol Mang. Dokter menjelaskan kalau Dong Kyung bersedia mencoba obat baru yang aman tapi masih dalam uji klinis. Perawatan akan dilakukan setelah hasil uji darah Dong Kyung keluar dua minggu lagi.

Bibi Soo Ja meninggalkan Dong Kyung untuk menjemput suaminya, Kevin dan mengantar ke hotel. Myeol Mang menghampiri Dong Kyung. Dong Kyung mengajak Myeol Mang pergi berdua, untuk dibelikan ponsel. Hal pertama yang dilakukan Myeol Mang setelah mendapat nomor Dong Kyung adalah mengajaknya berkencan, seperti yang biasa dilakukan manusia. Dong Kyung tertawa.

Myeol Mang mengajak Dong Kyung ke pulau terpencil lalu memberinya kamera. Itu adalah untuk pekerjaan Dong Kyung sekarang. Di dalam kelas, seorang murid kesal. Ia ingin merayakan kelulusan bersama gurunya. Nenek murid menghibur, hari ini tidak ada perahu yang bisa berlabuh. Tak disangka, ‘pak guru’ bisa datang.

Dong Kyung masuk, ‘pak guru’ memperkenalkannya sebagai fotografer yang datang dari Seoul. Dong Kyung pun mulai mengabadikan mereka. Dong Kyung sadar, sekolah ini pun akan menghilang. Myeol Mang membenarkan. Sudah tidak ada anak yang akan bersekolah di situ dan tidak ada seorang guru baru yang mau datang ke pulau itu. Pak guru sepertinya sudah tiba di taman (meninggal).  

Dong Kyung ingat, ia pernah melihat SoNyeoShin di RS mengenakan gaun pasien. Myeol Mang menjelaskan tugas SoNyeoShin adalah untuk menanggung dosa-dosa dunia dan meninggal, lalu terlahir kembali dan mengulang semuanya. Dong Kyung merasa SoNyeoShin lebih menderita dibanding dirinya. Ia jadi bertanya-tanya, kalau tidak terjadi apa-apa di dunia, mungkinkah dunia menjadi lebih damai?

Myeol Mang menarik Dong Kyung ke arahnya, menyuruh Dong Kyung diam dan menunggu.

Bersambung

Komentar aku: ha! Setelah rasa/hati/keyakinan apa pun itu namanya, mulai tumbuh di hati Dong Kyung dan Myeol Mang, plus SoNyeoShin juga mulai yakin setelah mereka lulus dari ujiannya, episode ini menjadi lebih menyenangkan dan mudah dinikmati. Termasuk humor yang diselipkan di antara cerita ini. Ekspresi Myeol Mang waktu adegan sedih-romantis berganti jadi keheranan-tak percaya melihat kelakuan Dong Kyung – bibi Soo Ja, atau ekspresi waktu mendapat ponsel… sejak kapan dewa yang bisa telepati perlu ponsel?

Tidak disangka, meski cerita cinta Hyun Kyu – Ji Na – Joo Ik adalah cerita klise cinta bersegi-segi (hahaha…), aku cukup menikmatinya. Karena, dasar cerita Dong Kyung – Myeol Mang cukup berat untuk dicerna.

Sell Your Haunted House Ep. 14.2

Tae Jin menghubungi Hak Sung. Ia berjanji akan tutup mulut kalau dibayar mahal. Hak Sung menyuruh sekretaris Choi bertindak. Di lantai basement, begundal-begundal Hak Sung telah bersiap. Tae Jin sempat dihajar habis-habisan sebelum akhirnya melarikan diri dan naik ke van GSC yang melacak lokasi Tae Jin di gedung Do Hak Construction.

Di jalan sepi, In Beom mendorong Tae Jin keluar. Tae Jin marah-marah karena GSC menipunya dan mengatakan kalau dokumen Sung Sik sudah diambil Hak Sung. In Beom melepaskan renggutannya, sementara Ji Cheol menggeleng-geleng, seolah tak mau percaya pada sikap Tae Jin yang tak tahu berterima kasih.

Ji A khawatir karena tiba-tiba GSC tidak bersuara. Ji Cheol mengaku tak tahu harus bagaimana lagi, dokumen Sung Sik telah hilang selamanya. Ji A menghampiri In Beom, menyuruhnya bangkit. In Beom yang ia kenal, tidak mudah menyerah. Mereka akan menghadapi Hak Sung bersama.

Hwa Jung kembali bergabung, membawa dokumen tentang kepemilikan Hak Sung atas perusahaan pencucian uang, berkedok pabrik kertas di Manila.  Ji A menyuruh Ji Cheol mencari data sekretaris Choi.

Tae Jin pulang ke resto Chang Hwa. Tae Jin mengaku memberi Chang Hwa nomor telpon resto. Ibu pemilik resto berterima kasih, nomor itu memudahkan polisi menghubungi mereka. Tae Jin kaget waktu tahu Chang Hwa sudah meninggal.

Ibu pemiik resto memberikan makanan dan pakaian ganti untuk Tae Jin. Ia menasehati Tae Jin untuk berhenti menjadi begundal. Perut yang kenyang dan rumah untuk pulang sudah cukup untuk satu kehidupan yang baik. Tae Jin makan sambil menangis.

Tae Jin minum soju sambil memikirkan nasehat ibu pemilik resto. Ia lalu pergi ke Daebak Realty, berteriak memanggil In Beom untuk memberikan dokumen Sung Sik yang ia simpan di dasar sepatu. Ia ingin In Beom menggunakannya untuk menangkap Hak Sung.

Episode: In Beom Menangkap Hak Sung

Polisi mengadakan jumpa press yang memberitakan akan membuka kembali penyelidikan pembakaran desa Yongnam dan kemungkinan pembunuhan pada si pelaku pembakaran.

Kali ini, Det. Han Suk datang ke Do Hak Construction membawa surat perintah resmi. Hak Sung tertawa mengejek. Polisi bisa membawa dokumen apa pun, tapi mereka tak kan bisa menangkap Hak Sung.

Hak Sung mencoba menghubungi anggota dewan, tapi tak satu pun mau membantunya. Hak Sung mulai memaki, mereka mau uang tapi cuci tangan begitu polisi mulai bergerak.

Daebak & GSC merayakan berita tentang Hak Sung. In Beom mengundang Tae Jin untuk bergabung. Ji A mengingatkan In Beom, akan banyak orang berusaha membela Hak Sung. Perjalanan mereka masih panjang.

Didampingi pengacara, Hak Sung mengaku kalau ia memprovokasi Sung Sik untuk membakar desa. Tetapi, ia melemparkan tuduhan pembunuhan dan keterlibatan atas pabrik kertas pada sekretaris Choi.

Ji A menemui sekretaris Choi. Ji A tidak ingin sekretaris Choi menanggung kejahatan Hak Sung. Sekretaris Choi tidak peduli, ia yakin Hak Sung akan membelanya. Pengacara Hak Sung mengawasi mereka dan melaporkannya pada Hak Sung.

Pengacara membebaskan sekretaris Choi dan memanggilkan taksi. Taksi gadungan itu dikemudikan In Beom yang memutar rekaman Hak Sung dan menawarkan keringan hukuman apabila sekretaris Choi mau bersaksi memberatkan Hak Sung.

Sekretaris Choi mulai berubah pikiran dan menelpon Ji A. Seorang pria mengenakan helm keluar dari lift yang dinaiki sekretaris Choi. In Beom mengenalinya sebagai Scruffy, ia sadar bahaya menanti sekretaris Choi.

Benar saja, di unit sekretaris Choi, selang gas dipotong dan microwave yang dinyalakan meletikkan api. Begitu sekretaris Choi membuka pintu, unit meledak. Ji A mendengar berita ledakan dan langsung pergi ke lokasi.

Di depan Sky Building, Ji A terus mencari In Beom. Ia melihat kalung pelindung In Beom terjatuh dan sesosok pria berdiri membelakanginya. Pria itu berbalik, menunjukkan muka tanpa wajah. Telur arwah kembali merasuki In Beom.

Bersambung

Komentar aku: huahaa… Episode yang kuat. Akhirnya, yang bisa meluluhkan kekerasan Tae Jin adalah ibu pemilik resto, yang menerimanya meski tahu dia adalah begundal.

Sell Your Haunted House Ep. 14.1

Ji A berdiri di depan ibu pemilik resto, meminta agar ibu pemilik mengikhlaskan Chang Hwa pergi. Ibu pemilik terus teringat pertengkaran yang membuat Chang Hwa pergi dari rumah. Ibu pemilik sangat menyesali perbuatannya dan terus menyalahkan diri sendiri.

Ji A berlutut, memberi tahu kalau bukan ibu pemilik yang menyebabkan kematian Chang Hwa, tetapi karena kecelakaan, yang bisa terjadi pada siapa saja. Ji A bisa mengerti kepedihan ibu pemilik. Ji A menolak memberi penjelasan pada In Beom dan masuk ke dalam rumah.

Ji A naik ke kamar lantai atas, menyalakan dupa dan terus menerus memanggil Mi Jin. Ji A mulai memukuli dadanya, tidak saja ia membunuh ibunya, ia juga yang menyebabkan arwah Mi Jin tidak berpulang dengan damai. Ji A semakin yakin kalau ia menghilang, semuanya akan berakhir.

In Beom mendengarkan itu dari balik pintu kamar. Ia membatalkan niatnya memasuki kamar Ji A.

Ji A terbangun mendengarkan suara berdebam di lantai bawah. Ji A turun dan melihat In Beom & Ji Cheol sibuk memindahkan barang-barang mereka. In Beom beralasan resto ChangHwa ditutup. Jadi, ia minta waktu tinggal di Daebak Realty sampai menemukan tempat kost baru. Ji A akhirnya setuju memberi waktu seminggu.

In Beom terus mengganggu Ji A dengan menanyakan letak barang-barang atau kopi, atau menawarkan snack,  yang dijawab dengan tutupan pintu oleh Ji A. Sampai akhirnya, ia berusaha ikut saat Ji A akan pergi. In Beom menolak meninggalkan Ji A, ia tahu kondisi mental Ji A tidak stabil.

In Beom tidak ingin apa yang dirasakan nenek Geum Ja terulang pada Ji A. Memang akan lebih mudah menyalahkan orang atas tragedi yang terjadi daripada menghadapi tragedi itu sendiri. In Beom berharap Ji A tidak menyalahkan pihak yang tak bersalah, meski yang tak bersalah itu diri Ji A sendiri.

Episode: Jackpot

Ibu pemilik resto memasakkan menu lengkap untuk Chang Hwa dan membakar dupa. Ia ingin Chang Hwa  untuk terakhir kalinya memakan menu yang ia siapkan. Ji A meyakinkan kalau Chang Hwa menikmati semua makanan itu. Ibu pemilik meminta maaf pada putranya dan mulai merelakannya. Binyeo di rambut Ji A terbakar, arwah Chang Hwa telah berpulang.

In Beom tidak mengerti kenapa Chang Hwa bisa berpulang tanpa harus dilakukan exorcism. Ji A berpendapat, menyiapkan makanan terakhir membantu ibu pemilik melepaskan penyesalan yang membelenggu arwah Chang Hwa. In Beom tidak setuju, mungkin mereka berdua saling mengkhawatirkan satu sama lain. Ia berharap Ji A memberi dirinya waktu yang cukup untuk melepaskan arwah Mi Jin.

Ji Cheol menetapkan hati. Ia membawa semua uang tabungannya dan pergi menemui Sun Nyu. Begitu bertemu, Sun Nyu memukul Ji Cheol dan membawa lari kotak uang itu. Tim GSC tersenyum senang, mereka berhasil mengelabuhi Sun Nyu – Jin Tae. Tumpukan uang hanya asli bagian atas saja dan telah disisipi pelacak. Jin Tae memutuskan memeras Hak Sung begitu tahu mereka kena tipu GSC.

Ji A mengajak Hwa Jung bertemu. Ia mengulang nasehat yang diberikan CEO Yeom. Ji A berterima kasih pada Hwa Jung yang sejak sepuluh tahun lalu menemaninya tanpa ragu. Hwa Jung lalu bercerita tentang putrinya, Bom, yang lahir saat ia masih sangat muda. Saat ditinggal sendiri, Bom meninggal. Meski tidak tahu penyebabnya, semua orang menuduh Hwa Jung membunuh Bom dan dipenjara.

Waktu Hwa Jung keluar penjara dan ingin bunuh diri, Mi Jin datang. Mi Jin tahu Hwa Jung tidak membunuh Bom. Mi Jin melakukan exorcism untuk mengantar arwah Bom pulang, sekaligus menyelamatkan hidup Hwa Jung. Sejak itulah Hwa Jung bersumpah melindungi Ji A.

Ji A baru sadar kalau niat Hwa Jung memang tulus melindunginya. Ia bersyukur Hwa Jung terus mendampinginya meski tahu sifat Ji A yang mudah terbakar emosi. Hwa Jung tersenyum saat Ji A menggenggam tangannya.

Bersambung

Komentar aku: Huhuhu… akhirnya tahu juga sejarah Hwa Jung. Aku tadinya berpikir sama seperti Det. Han Suk, karena Hwa Jung sama sekali tidak menyangkal tuduhan atas pembunuhan Bom. Tapi, aku salah. Dan, inilah salah satu dari sekian alasan yang membuat drama Sell Your Haunted House aku senangi. Selalu ada lebih dari satu sisi untuk satu cerita. Ngomong-ngomong, CEO Yeom juga suka tinggal sendiri ya, seperti kata Hwa Jung, hahaha…