Uncanny Counter Ep. 10.2

Choi Yeong Il, berdiri di depan mayat istrinya sambil membawa pisau. Ia berteriak menyuruh selingkuhan istrinya keluar. Pria selingkuhan berlari keluar dikejar oleh Yeong Il. Ia mengangkat pisaunya dan tiba-tiba pria selingkuhan sudah tergantung di pohon, berlumuran darah.

Jung Young menunjukkan foto TKP pada genk Eonnie. Mae Ok memperkirakan roh jahat ini mungkin sudah di level tiga atau empat.

Ha Na merasa ada yang tidak beres. Bagaimana mungkin roh jahat yang membunuh istri seperti perbuatan roh jahat level satu dalam kurun waktu 5 – 10 menit berubah jadi level tiga? Ia membandingkan posisi mayat istri dan selingkuhan. Mo Tak setuju, ada dua roh jahat yang terlibat di kasus ini.

Jung Young menerima telpon dari Han Wool, terkejut dan menyalakan TV. Berita menyebutkan polisi menemukan mayat Chung Sin di dalam sebuah mobil curian. So Moon yang baru pulang sekolah melihat berita itu dan menangis. Kakek Seok Goo bingung. Mo Tak geram, artinya arwah orang tua So Moon menghilang selamanya.

Mo Tak mengantar Jung Young ke forensik dan kaget melihat So Moon ada di depan gedung. Ia menarik So Moon yang dihalangi sekuriti. So Moon mengenalinya. So Moon menangis dalam pelukan Mo Tak.

Soo Ryong menyambut Myeong Hwi, mereka siap untuk briefing. Soo Ryeong memastikan kalau polisi telah menutupi semua insiden yang terjadi, dan Myeong Hwi bisa fokus untuk pemilihan kandidat presiden. Myeong Hwi melakukan konferensi press memastikan kalau walikota dan polisi akan bekerja sama untuk mengamankan kota.

Jung Young membawa Mo Tak dan So Moon ke kamar mayat. Kondisinya tidak memungkinkan untuk dikenali, tapi sidik jari di benda milik dan pecahan gelas adalah sidik jari Chung Sin. Mo Tak bersikeras itu bukan mayat Chung Sin. So Moon ingat ia mematahkan tulang rusuk dan tangan Chung Sin. Mo Tak minta dilakukan X-ray. Dugaan Mo Tak benar.

Jung Young juga sedih dan kesal, karena tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menuntut Myeong Hwi. Popularitas Myeong Hwi kembali naik karena berhasil menangkap Chung Sin, kasus pencemaran limbah menghilang dengan sendirinya.

So Moon mengaku Jang Mool tidak menghapus ingatannya, agar ia bisa melarikan diri kalau bertemu Chung Sin. So Moon merasa semuanya seperti kebohongan besar. Chung Sin bebas, Tae Shin memimpin perusahaan besar, dan walikota tetap mencalonkan diri jadi presiden. So Moon minta Mo Tak merahasiakan hal ini dari counters lainnya.

Hang Gyu menyuruh anak buahnya membuat berita Chung Sin tetap trending, sekaligus mengalihkan berita tentang limbah. Tapi, waktu ia keluar dari kantor Soo Ryong, Jung Young menahannya dan memperlihatkan surat perintah penahanan. Tuduhannya: dalang dibalik percobaan pembunuhan Mo Tak.

Polisi juga menahan Chang Gyu dan Jae Cheol dengan tuduhan menjadi kaki tangan percobaan pembunuhan Mo Tak dan tiga tuduhan lainnya.

Jung Young memeriksa Hang Gyu di ruang interview. Ia menunjukkan rekaman video. Apa Hang Gyu akan membiarkan adiknya menanggung semua kesalahan? Jung Young juga menunjukkan telpon milik Chang Gyu sebagai barang bukti.

Chung Sin, yang telah berganti penampilan, membuka loker. Di dalam loker ada tas berisi uang, kartu identitas dan passport baru atas nama Lee Jae Hoon. Ia pergi berlalu sambil membawa tas itu.

Roh jahat dalam tubuh Chung Sin menuntunnya ke tempat Jang Su. Ia memberi tahu kalau roh jahat dalam tubuh Jang Su belum terbangkitkan. Chung Sin lalu membunuh atasan Jang Su dan membiarkan Jang Su memakan roh atasannya.

Myeong Hwi menikmati penduduk yang mengelu-elukannya dan berita peringkat teratas sebagai kandidat calon presiden. Tae Shin menolak telpon dari Hang Gyu dan memilih makan malam bersama Soo Ryong. Soo Ryong memberi tahu dengan meninggalnya Chung Sin, semua kasus pembunuhan yang melibatkannya dianggap selesai.

Kali ini wartawan dan masyarakat menyambut pengumuman keikut sertaan Myeong Hwi dalam pemilihan calon presiden dengan hangat. So Moon melihat berita itu dengan berat hati, sementara Hyuk Woo tertawa terbahak-bahak melihatnya. So Moon mengajak teman-temannya mengabaikan Hyuk Woo yang menghina mereka.

Hyuk Woo menunggu So Moon dan menghajarnya habis-habisan. So Moon mengingatkan kalau amarah Hyuk Woo akan melukai orang-orang di dekatnya dan menahan pukulan Hyuk Woo. Tapi So Moon tidak membalas, karena tak ingin turun sampai level Hyuk Woo.  Sebelum pergi, So Moon yakin Hyuk Woo bisa berubah dan mendapat kesempatan kedua, seperti So Moon pun ingin mendapatkan kesempatan itu lagi.

So Moon melihat Myeong Hwi turun dan dielu-elukan oleh masyarakat. Ia menghampiri Myeong Hwi dan berkata akan berusaha menghentikan Myeong Hwi. Myeong Hwi menenangkan masyarakat yang menganggap So Moon anak berandalan yang menjelek-jelekkan Myeong Hwi.

Ha Na tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini tidak ada roh jahat masuk dalam radarnya, begitu juga Mae Ok. Hanya Mo Tak yang tidak merasa aneh. Ha Na heran, bagaimana dua roh jahat bisa bekerja sama, bagaimana mereka saling mengenali satu sama lain? Tak lama ia mendengar ada dua roh jahat di dekat mereka, sedang merasakan energi portal.

Ha Na ingat perkataan dan perlakuan Chung Sin. Ia yakin Chung Sin sedang mengumpulkan roh-roh jahat yang ada. Chung Sin tersenyum melihat Hyang Hee yang sedang ditransfer ke penjara. Ia akan membebaskan Hyang Hee.

Jang Su beserta beberapa roh jahat lainnya, menangkap So Moon saat So Moon mencoba menyelamatkan Jang Su dari mobil yang pura-pura hendak menabrak Jang Su.

Bersambung

Komentar aku: Yup, aku benar. Tapi, jangan bilang So Moon koma atau nyaris meninggal saat ditangkap roh jahat. Yang membuat dapat kesempatan kedua. Kan tidak selamanya harus diambang kematian untuk bisa jadi counter? Buktinya, si pemadam kebakaran menolak. Ia lebih memilih meninggal dengan tenang. By the way, it’s 03.26am, kekeke…

Uncanny Counter Ep. 10.1

Wi Gen merasa So Moon tidak memiliki kualifikasi menjadi counter, terutama karena ia kesulitan menjaga emosinya. Wi Gen memperlihatkan klip saat So Moon melawan Chung Sin. Tidak saja So Moon membahayakan jiwanya dan jiwa Wi Gen, ia membuat Chung Sin melarikan diri dan mengetahui rahasia portal.

Saat Mae Ok membelanya, Wi Gen menunjukkan kalau keinginan membalas dendam So Moon adalah masalah besar. Meski So Moon membantah, Wi Gen mengingatkan, ia bisa merasakan apa yang So Moon rasakan. So Moon menjadi emosi didesak seperti itu. Yang membuat inspektor memutuskan mengabulkan permintaan Wi Gen.

So Moon meminta maaf dan minta diberi kesempatan, agar bisa membebaskan jiwa orang tuanya yang dimakan Chung Sin selama tujuh tahun ini. Wi Gen tak bergeming, keinginan terlalu kuat membalas dendam, membuat So Moon tidak beda dari Chung Sin. Wi Gen pun memutuskan hubungan.

 So Moon terjatuh dan didekap oleh Jang Mool. Rambut So Moon kembali menjadi lurus. Saat ia mencoba berdiri, kakinya kembali lumpuh. Jang Mool memarahi yang lainnya, kenapa itu bisa terjadi? Ha Na disuruh menghapus ingatan So Moon. Jang Mool mengajukan diri melakukannya, meski berat bagi semuanya.

Jang Mool mengantar So Moon pulang dan menghapus semua ingatan kakek Seok Goo dan nenek Choon Ok selama So Moon menjadi counter. Jang Mool bisa merasakan kebaikan dan kehangatan hati kakek-nenek So Moon.

Mae Ok merobek papan penyelidikan yang mereka buat. So Moon bisa melanjutkan hidup, tapi kalau para counter melakukan kesalahan lagi, mereka akan mati.

Chung Sin melumpuhkan anggota sekuriti kantor walikota. Ia menawarkan mengurus genk Eonnie dengan imbalan kejahatannya dihapuskan. Myeong Hwi minta diberikan buku ledger milik Sang Pil. Myeong Hwi mengajak Chung Sin membuat keributan besar yang membuat kalau ia tertangkap, rating Myeong Hwi bisa naik lagi. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

Hyuk Woo cs memperhatikan So Moon yang berjalan pincang dan mulai mem-bully nya. Joo Yeon dan Woong Min mengajak So Moon ke atap, menanyakan apa yang terjadi? So Moon bingung, apa yang sahabat karibnya bicarakan?

Soo Hoo memberi tahu Mae Ok, kalau Wi Gen sudah mulai mewawancara calon pengganti So Moon, membuat Mae Ok menjadi kesal. Mae Ok minta Soo Hoo membantunya mencarikan jalan agar So Moon bisa kembali.

Tapi, pencarian pengganti tidak berjalan mulus. Para kandidat banyak yang mengundurkan diri saat tahu pekerjaan itu akan membahayakan jiwa mereka. Hanya satu tersisa, Lee Seon Ho, seorang pemadam kebakaran. Soo Hoo memberi alternative untuk memberi So Moon kesempatan kedua. Tapi, Wi Gen ingin bertemu dengan Seon Ho.

Gi Ran menjanjikan Seon Ho akan langsung bisa sadar kalau menerima tawaran mereka. Tapi, Seon Ho lebih senang duduk menikmati alam. Ia sudah terlalu capai dan ingin bertemu dengan almarhumah istrinya saja. Selesai berkata demikian, Seon Ho menghembuskan nafas terakhir.

Mo Tak menegur Mae Ok yang memata-matai So Moon. So Moon terlihat baik-baik saja, dan lagi, ia tak kan bisa mengenali Mae Ok dan Mo Tak lagi.

Bersambung

Komentar aku: ha! Aku benar. Meski benci setengah mati sama bulliers, aku rasa mereka akan berperan penting dalam perkembangan pengontrolan emosi So Moon. Huhuhu…

Uncanny Counter Ep. 09.2

Kamera CCTV yang dipasang dekat reservoir memperlihatkan ada mobil yang berjalan ke sana. Sopir mobil bak berniat melindas Mo Tak dan So Moon yang menghalangi jalannya. Supir ingin membakar tempat itu, agar penduduk, polisi, siapa pun tahu tempat seperti apa reservoir itu! Limbah B3 telah membunuh kakak si supir.

Kakak si supir ternyata presdir Love Joong Jin, Kwon Jin Seung. Ia membuat penelitian yang menyeluruh tentang pengaruh limbah yang membuat putrinya, So Eun, terkena kanker. Tapi, tak ada yang peduli. Kalau detektif So Kwon juga tidak peduli, ia akan tetap hidup. Pak Kwon memberikan bukti-bukti yang ia kumpulkan saat tahu So Moon adalah putra So Kwon.

Lebih parah lagi, mereka akan menutup tempat pembuangan limbah dan membuat taman di atasnya. Taman ramah lingkungan kota Joong Jin, dan semua bukti pun akan lenyap. So Moon menengok So Eun dan membesarkan hatinya. Ia berjanji mengajak So Eun ke konser BTS saat ia sembuh nanti.

Jung Young memberi tahu Mo Tak, kalau sample darah pembunuh Yeong Nim hilang. Ha Na melarang Mo Tak menghancurkan markas mereka karena kesal. Genk Eonni bingung, mereka berhadapan dengan walikota dan polisi di belakangnya.

Myeong Hwi lari pagi dan berhenti untuk mellihat kota yang ia kuasai di bawah sana.

Genk Eonni menyiapkan kejutan di hari pengumuman pencalonan presiden. Mereka menyamar dan mulai bergerak di gedung pertemuan. Mae Ok dikenali sebagai pemilik warung mie, tapi ia langsung meneriakkan yel-yel mendukung Myeong Hwi, semua pun berseru bersamanya. Genk Eonni bernafas lega.

Hye Kyung memberikan rekap alur wawancara yang akan dilakukan Myeong Hwi di ruang make-up. Myeong Hwi tersenyum senang.

So Moon menidurkan pegawai di ruang kontrol, sementara Mae Ok menidurkan para wanita yang mengenalinya di kamar kecil. Semua agar rencana sabotase mereka berjalan lancar. Wawancara Myeong Hwi pun dimulai.

Pembawa acara mulai dengan menyanjung hasil kerja walikota yang berhasil membangun kota Joon Jin dengan sukses. Mereka beralih untuk melihat footage pembangunan itu, hanya untuk melihat footage tentang reservoir yang disiapkan genk Eonni. Klip itu menyertakan Tae Shin dan Hang Gyu sebagai tangan kanan Myeong Hwi.

Mo Tak masuk ruang wawancara, merebut mike, naik ke atas meja dan berteriak. Itu adalah tanda untuk menuang air limbah ke atas walikota. Genk Onnie mengerahkan semua kemampuan mereka untuk mengobrak-abrik wawancara itu.

Myeong Hwi masuk ke kamar make up dan mengamuk. Sementara, jang Mool dan Mae Ok menyiram Tae Shin, Hang Gyu dan Soo Ryong, yang dikurung So Moon, dengan air limbah. Ditambah semprotan bubuk pemadam kebakaran dari Ha Na. Diperburuk dengan Mo Tak yang memanggil wartawan untuk memotret mereka bertiga.

Myeong Hwi mulai berteriak menyuruh membatalkan seremoni peletakan batu pertama dan meredam berita.

Mo Tak melumpuhkan pak Pyo dan menunjukkan mukanya pada Soo Ryong. Mo Tak lupa semuanya, tapi ia ingat betapa dulu ia menghormati Soo Ryong. Tapi sekarang, kalau Soo Ryong berani menangkapnya, Mo Tak akan mengungkap skandal yang lebih besar, dan Soo Ryong adalah target berikutnya.

Inspektur memperlihatkan even itu pada para partner spiritual di Yung. Artinya, para counters telah menyalah gunakan kemampuan mereka, untuk hal yang tidak berhubungan dengan penangkapan roh jahat. Ada apa dengan para encounters ini? Wi Gen menatap layar dengan gundah.

Genk Eonnie sendiri berdansa merayakan berita tentang Myeong Hwi dan mendapat tepukan meriah dari pengunjung warung.

Soo Ryong mengeluarkan minuman keras yang ia simpan di kantor. Jung Young masuk dan menanyakan sampel darah. Soo Ryong tahu, Jung Young berani bertindak karena dukungan Mo Tak.  Soo Ryong menyuruh Jung Young melakukan apa ia bisa, kalau mau.

Hye Kyung masuk dan memberi tahu kalau dewan kota menekan mereka untuk menghentikan proyek taman ramah lingkungan. Dewan Kota menghentikan kerja sama dengan semua grup Tae Shin dan akan memulai penyelidikan. Tae Shin berteriak dan menanyakan nama anggota dewan yang paling vokal. Myeong Hwi menyuruh Hye Kyung keluar.

Tae Shin menyuruh Hang Gyu memberikan suap lebih banyak atau menyerang kelemahan para anggota dewan. Ia mengambil foto Mo Tak dan menyumpahinya. Myeong Hwi menyuruh Hang Gyu membunuh Mo Tak.

Genk Eonnie sedang makan daging panggang saat Wi Gen memanggil mereka semua, kecuali Jang Mool. So Moon berada di hadapan inspektur dan para partner spiritual, dan menyusul Mo Tak, Mae Ok dan Ha Na berdiri di sampingnya.

Inspektur memperlihatkan cuplikan kejadian saat wawancara. Inspektur mengingatkan mereka akan dipecat sebagai counter, kalau melakukan 5 kali pelanggaran. Inspektur menunjukkan pelanggaran mereka: Mae Ok –  2, Mo Tak – 4, Ha Na – 4, So Moon – 3 kali.

Sebelum inspektur menutup sidang kali ini, Wi Gen berdiri dan minta izin bicara. Ia percaya kalau counter no 1543, So Moon, harus dibebas tugaskan, meski jumlah pelanggarannya hanya tiga. Semua kaget mendengar permohonan Wi Gen.  

Bersambung

Komentar aku: Aku mengerti, Wi Gen khawatir dengan emosi So Moon yang labil. Bagaimana pun, meski kakek-nenek dan teman karibnya memberikan pendidikan dan dukungan terbaik, So Moon masih terlalu muda dan mengalami trauma ditinggal mati orang tuanya. Apalagi, jiwa orang tuanya dimakan roh jahat. Itu, lebih dari traumatis. Aku jadi ingat pesan teman aku yang jauh lebih bijaksana, ‘Terkadang kita bermaksud baik. Tetapi, baik bagi kita belum tentu berarti baik bagi orang yang menerimanya.’ Uh, aku kangen temanku itu!

Uncanny Counter Ep. 09.1

Wi Gen yang sedang merangkai bunga di Yung merasakan keresahan So Moon. So Moon menjelaskan posisinya, dan bersikeras mengejar Chung Sin meski tanpa anggota Eonni lainnya. Wi Gen terus memohon, So Moon tak bergeming, apalagi ia merasa di atas angin telah memanggil portal mengelilinginya.

So Moon dan Chung Sin bergumul. Chung Sin memegang So Moon, dan mengetahui sumber kekuatan So Moon. Ia membanting So Moon keluar portal dengan telekinesisnya. Wi Gen pun terjatuh lemah di Yung. Gi Ran berteriak memanggil counters Eonni.

So Moon mencoba bertahan dan memanggil portal. Chung Sin langsung menarik potongan kaca dan menusuk So Moon. Tusukan kedua berhenti saat Jung Young menembakkan pistolnya. Chung Sin menarik pistol dari tangan Jung Yong, beruntung Mo Tak datang menghalangi. Chung Sin melarikan diri.

Mereka membawa So Moon yang terluka parah ke tempat yang dirujuk Ha Na, yang memiliki portal kuat. Meski harus mengorbankan nyawa, Mae Ok rela demi menyelamatkan So Moon. Penyembuhan berlangsung perlahan dan menyakitkan, bagi keduanya.

Mo Tak bercerita tentang Chung Sin, arwah jahat dan tentang counters. Biasanya, counter akan menghapus ingatan mereka yang mengetahui identitas rahasia. Tapi, kali ini Mo Tak tidak yakin, karena Jung Young dan polisi tak kan bisa menangkap Chung Sin. Jung Young tidak mempercayai cerita Mo Tak.

Mae Ok merawat So Moon, ditemani Ha Na. Kakek Seok Goo menelpon dan diangkat oleh Ha Na. Ha Na bingung harus menjawab apa?

Chung Sin mendengarkan berita kalau walikota Myeong Hwi mungkin akan mencalonkan diri sebagai presiden. Ia ingat dulu Sang Pil kesal gosip itu dan memperlihatkan recorder yang isinya bisa menjatuhkan Myeong Hwi. Roh jahat membujuknya untuk membunuh lebih banyak orang, agar memiliki kekuatan lebih untuk membalas dendam.

So Moon terbangun di kamarnya. Tak disangka, saat ia mencoba berdiri, ia terjatuh, lumpuh di kakinya kembali. Untung semua itu hanya mimpi. Mae Ok mengingatkan agar So Moon tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. So Moon memeluk Mae Ok, ia menyesal membuat rambut Mae Ok jadi penuh uban.

Ha Na berkunjung ke rumah kakek Seok Goo. Ia beralasan bertengkar dengan So Moon, membuat So Moon kesal dan pergi entah ke mana. Kakek Seok Goo mengundang Ha Na makan malam. Ha Na tersedak saat kakek Seok Goo mengingatkan kalau mereka telah pacaran selama dua bulan ini.

So Moon tahu, ia harus bisa membangkitkan portal dalam dirinya, karena Chung Sin yang sudah tahu kekuatannya, tak akan masuk ke lingkaran portal dengan suka rela. Ia mulai mempelajari kekuatan itu.

Wi Gen yang berada di dunia Yung, merasanya dirinya mulai memudar saat So Moon memanggil portal. Portal itu adalah bagian dari Yung yang dibawa ke dunia fana. So Moon memanggil portal dengan membangkitkan kemarahannya. Saat ia berada di puncak emosi, portal menghilang.

Wi Gen kedatangan inspektur dunia Yung, ia menunduk memberi salam. Inspektur tidak terlihat gembira.

Hye Kyung memberikan hasil poll terakhir kandidat presiden di partai mereka. Dari 5 kandidat, Myeong Hwi memimpin dengan 18%. Myeong Hwi menyuruh Hye Kyung menyiapkan draft kampanye segera.

Hang Gyu menelpon kepala polisi Soo Ryong, mengingatkan untuk segera menangkap Chung Sin. Hang Gyu juga menyuruh Soo Ryong meredam berita kalau salah satu anak buahnya meninggal. Tidak boleh ada khabar buruk sampai Myeong Hwi mengumumkan secara resmi pencalonannya di hari peletakan batu pertama proyek kota Joong Jin.

Bersambung

Komentar aku: Oh, jadi portal itu bagian dari dunia Yung, atau kekuatan para partner spiritual yang dibawa ke dunia fana, ya? Baru tahu. Aku tidak berpikir sampai ke sana, karena portal bisa keluar di mana saja? Lalu, adegan So Moon berantam dengan Chung Sin, mirip sekali dengan kejadian Cheol Joong… membuat bergidik.

Mr. Queen Ep. 10.2

Cheol Jong buru-buru menyembunyikan surat dari Hwan Jin saat berpapasan dengan Jwa Geun. Hwan Jin menunggu di tepi bukit, sambil membawa buku inventori.

Saat sidang Cheol Jong ingin mengadakan pesta, merayakan kesembuhan So Yong. Niat itu diprotes oleh klan Kim, tapi didukung oleh klan Jo. Sunwon mendengarkan itu dengan kesal lalu pergi. Selesai sidang, Cheol Jong mengatakan pada Pyeong kalau ia akan memanfaatkan pemilihan istri untuk menjatuhkan klan Kim.

Hati Bong Hwan tergerak saat ia melihat chef Man Bok benar-benar berusaha belajar masakannya. Ia pun mulai mengajari Man Bok.

Sal Soo ada di lantai atas perpustakaan, saat Gaebi datang menemui Cheol Jong. Gaebi menawarkan bantuan mendukung Cheol Jong. Baru setelah Gaebi pergi Cheol Jong membaca surat dari Hwan Jin. Setibanya ia di sana, Hwan Jin sudah pergi.

Hwan Jin kesal saat tahu Cheol Jong menyetujui tawaran So Yong untuk bersama mencari istri baru. Baginya itu adalah taktik So Yong untuk menjauhkannya dari Cheol Jong. Hwan Jin bertanya apa sekarang Cheol Jong jatuh cinta pada So Yong?

Byeong In yang hendak menyelidiki masalah keracunan So Yong kaget saat So Yong memberi tahu kalau ia tahu Cheol Jong adalah yang mencoba membunuhnya di malam itu. Tapi, Bong Hwan marah saat Byeong In menuduhnya jatuh cinta pada Cheol Jong. Ia hanya coba bertahan hidup di era Joseon.

Byeong In meminta menghadap Sunwon malam-malam. Ia tahu Jwa Geun tidak menyampaikan pesan Sunwon untuk dirinya dan punya rahasia yang tak ingin Jwa Geun tahu, tapi harus diinformasikan langsung pada Sunwon.

Mun Geun yang kehilangan buku inventori, pergi ke kediaman Jwa Geun. Ia membawakan gingseng untuk Jwa Geun dan menanyakan keberadaan Byeong In. Jwa Geun bisa menebak kalau Mun Geun kehilangan buku inventorinya. Sementara, Mun Geun curiga Byeong In yang mencuri buku itu.

Dayang mata-mata menceburkan mayat ke dalam sumur. Man Hong memberi tahu Gaebi kalau mereka menemukan mayat pengganti yang tak kan bisa dikenali karena mukanya sudah rusak.

Hwan Jin menangis di kamarnya. Ia teringat pembicaraannya bersama Cheol Jong. Pyeong memberikan batu berharga, dan Hwan Jin memastikan kalau itu benar milik Oh Wol. Ia senang saat mendengar batu itu dijual oleh dayang istana, artinya Oh Wol masih hidup.

Tapi dayang berlari masuk dan memberi tahu mereka menemukan mayat di sumur, yang sepertinya adalah jenazah Oh Wol. Gaebi kembali menancapkan racunnya. Saat mereka melihat jenazah itu, Gaebi mengatakan kalau Oh Wol pasti sangat menderita, mati perlahan-lahan terendam dalam air.

Hwan Jin melampiaskan amarahnya dengan berlatih memanah, meski tangannya menjadi terluka karenanya. Ia meminta Pyeong pergi, ia ingin sendiri.

Sunwon datang menemui Cheol Jong. Ia memperingatkan Cheol Jong untuk menjadi raja boneka yang penurut dan tidak melakukan apa-apa. Agar Cheol Jong dan orang-orang yang ia cintai selamat. Cheol Jong mengerti ancaman Sunwon.

Ancaman Sunwon memicu mimpi buruk Cheol Jong. Ia terbangun dan mulai menulis buku ‘Diari Ratu’. Yang berisi semua ucapan Bong Hwan yang sepertinya tak masuk akal, ‘No Touching’, ‘Anti-fan’, dan sebagainya… Hal itu menenangkan dirinya.

Sementara, Bong Hwan bermimpi indah, mandi bersama ketiga istri baru Cheol Jong. Tapi mimpinya berubah menjadi nightmare, saat Cheol Jong bergabung dan menyuruhnya melupakan ‘No Touching’.

Bersambung

Komentar aku: kekeke… bagus, redemption setelah episode awal di mana Bong Hwan membully Man Bok, di episode ini, Bong Hwan mengajarkan cara membuat saus. Ha! Dan dari drama ini aku juga belajar sesuatu yang baru. By the way, penggambaran raja boneka di menit terakhir bagus sekali sinematografinya! Kudos!

Mr. Queen Ep. 10.1

Cheol Jong melarang So Yong meminta bantuan dan jatuh pingsan. Bong Hwan merawat Cheol Jong yang setengah sadar dan mengigau. Cheol Jong bercerita tentang mimpi buruknya. Di mana ia mati saat saat menyaksikan tragedi berlangsung di depannya, tanpa bisa melakukan apa-apa.

Episode 10: Hidup dalam Mimpi Buruk

Dua malam sebelumnya, Hwan Jin bermimpi diangkat menjadi ratu dengan segala kebesarannya. Ia pergi ke danau bersama Oh Wol. Bayangan yang menatapnya dari permukaan kolam adalah sosok So Yong. Lalu, mereka bertukar, ia yang ada di dalam kolam dan So Yong berdiri sebagai ratu.

Paginya, Hwan Jin pergi ke rumah Mun Geun untuk menceritakan kebenaran. Tapi, mereka semua tidak ada. Ia pun  pergi ke sumur tua dan melihat buku yang tersangkut di dinding sumur. Ia mengambil buku itu. Hwan Jin punya buku yang bisa menjatuhkan So Yong dan membantu Cheol Jong. Apa yang akan dia lakukan?

Pagi hari, Bong Hwan terbangun dalam pelukan Cheol Jong. Cheol Jong ingat, So Yong menolongnya sendirian. Mun Geun datang menghadap, mengingatkan Bong Hwan kalau dulu ia tidak mempedulikan permohonan So Yong menyelamatkan Cheol Jong. Sunwon mengirimkan pasukan menjemput raja & ratu.

Melihat gadis-gadis muda membuat Bong Hwan bersemangat dan ingat, ia harus mencarikan tiga istri baru untuk Cheol Jong. Ia pun berlari ke istana Sunwon.

Cheol Jong cs berkumpul. Buku inventory hilang. Tugas Pyeong dan Hong sekarang adalah mengawasi Jwa Geun yang menyuruh orang menyusup dan Mun Geun yang tidak akan berani mengakui kehilangan buku itu.

Bong Hwan ternyata ingin mencari moyang sekretaris Han dengan menggunakan kedok mencari istri. Ia juga siap ber-cosplay menjadi ratu, dengan kepintaran Bong Hwan plus ingatan So Yong. Dan memenangkan hati Sunwon.

Bong Hwan menghadap Sunwon yang juga ikut gembira. Ia siap melakukan tugas utama… Yaitu memasak untuk Sunwon dan mengajari chef Man Bok. Ia menyuruh inspektur berlari secepatnya bersama pengemudi tandu makanan.

Kali ini, Lady Choi tidak mengeluarkan isi hatinya seorang diri di hutan bambu, ia punya teman baru, chef Man Bok.

Sunwon senang dengan masakan So Yong. Saat ia tahu So Yong tidak rela menurunkan ilmunya pada Man Bok, Sunwon menawarkan bagaimana kalau kepala Man Bok dipenggal saja?

Bong Hwan menemui Cheol Jong di tepi danau, ia ingin tahu tipe perempuan seperti apa yang disukai Cheol Jong. Cheol Jong menarik tangan Bong Hwan. Saat itu, Hwan Jin datang membawa buku inventori. Mereka setuju aturan memilih istri, Bong Hwan berdasarkan rupa, Cheol Jong berdasarkan nama keluarga.

Hwan Jin yang melihat itu, mengurungkan niatnya berbicara dengan Cheol Jong.

Pyeong mengenali batu berharga yang diberikan pemilik toko. Ia menjanjikan imbalan kalau pemilik berhasil menggambarkan pemilik batu itu. Tak lama, Byeong In pun datang. Pemilik memberi tahu kalau identitas palsu itu tidak sembarangan dibuat dan biayanya cukup mahal.

Dayang memberikan surat yang ditulis Hwan Jin pada kaisar ke Gaebi. Gaebi tersenyum membacanya.

Bersambung

Komentar aku: hmm… aku agak tidak suka melihat So Yong membully chef Man Bok. Di sisi lain, saat Bong Hwan mengetahui ayah So Yong menggunakan So Yong demi kepentingan dirinya, gggrrr. Aku pikir Mun Geun benar-benar sayang pada So Yong.

Mr. Queen Ep. 09.2

Mereka makan berdua di warung desa. Para pengunjung membicarakan raja boneka yang tidak berbuat apa-apa saat rakyatnya dikenai pajak yang mencekik leher. Ia mengaku sebagai bangsawan palsu dan mentraktir arak beras. Tapi, pengunjung terus menjelek-jelekkannya.

Bong Hwan tersinggung dan membela si raja boneka. Menjadi raja boneka, artinya siap diracun atau dipenggal. Saat disinggung jati diri Bong Hwan, ia berkata kalau ia anggota fan-club raja. Cheol Jong harus menarik Bong Hwan agar tidak terus mengamuk di warung, meski setelahnya ia tersenyum.

Bong Hwan ingin mencari menu dari warung paling ramai. Cheol Jong mengikutinya. Benar saja, Bong Hwan pergi ke gang yang penuh perampok. Saat Cheol Jong sibuk berceramah, Bong Hwan melarikan diri dengan sukses.

Bong Hwan berlari kembali karena khawatir sejarah akan berubah kalau Cheol Jong celaka. Cheol Jong dengan mudah mengalahkan bandit dan bertukar pakaian.

Sal Soo menggigil kehabisan obat yang dipasok oleh Jwa Geun. Sal Soo yakin ia bisa mengenali lawan di rumah Mun Geun kalau bertemu kembali dan berjanji membayar Jwa Geun.

Cheol Jong menyelamatkan Bong Hwan dari ditipu membeli guci palsu dan judi pasar. Bong Hwan memuji kelurusan sikap Cheol Jong, yang adalah sikap asli seorang raja. Bong Hwan hanya tidak ingin terlibat saat Cheol Jong menanyakan kenapa ia merahasiakan kejadian di malam itu.

Hong menyamar menjadi penjual yang mencari pembuat topeng terbaik di desa. Ia mencari topeng khusus untuk dijual ke pegawai negeri dan membawa sketsa topeng yang diberikan Pyeong.

Sunwon memanggil Gaebi ke kamarnya. Ia menyuruh Gaebi membukakan kaos kaki sembari terus mengingatkan Gaebi akan kedudukannya dan agar Gaebi tidak mencoba menentangnya.

Jwa Geun menegur tindakan Byeong In. Selama ini Jwa Geun pura-pura tidak tahu identitas pengawal raja. Gara-gara ulah Byeong In, sekarang mereka bersembunyi dan sulit ditangkap. Jwa Geun bisa menguasai Cheol Jong, karena ia berhasil menanamkan ketakutan pada diri Cheol Jong.

Cheol Jong kembali ke sumur di halaman. Ia mengatur nafas, berusaha untuk mengatasi trauma. Saat pembantaian, ibunya yang menyuruh Cheol Jong bersembunyi di sumur itu. Akhirnya, ia sampai ke dasar sumur. Tiba-tiba penutup sumur bergerak mengurungnya, persis seperti dulu. Kepanikan mulai menguasai Cheol Jong.

Hwan Jin teringat saat ia kecil, ia sering berpura-pura menjadi So Yong. Ia pernah berkata pada So Yong, kalau ia mati maka ia bisa bertemu dengan ibunya. Saat itulah So Yong masuk ke dalam sumur dan memberikan air pada Cheol Jong yang masih menunggu dijemput ibunya.

Suara tangisan So Yong membuat kakak So Yong bisa menemukan mereka. So Yong memberikan bukunya pada Cheol Jong, dan kalau Cheol Jong berhasil keluar, agar mengembalikan buku itu padanya.

So Yong tidak tenang tidur. Ia bermimpi kembali ke saat itu. Saat Jwa Geun menyuruh pelayan Mun Geun menutup dan menimbunnya dengan batu, sumur tempat Cheol Jong bersembunyi. So Yong menangis, meminta ayahnya menyelamatkan Cheol Jong. Hwan Jin memperhatikan dari balik batu.

So Yong memohon agar kakaknya menyelamatkan Cheol Jong. Karena ia tidak bisa menutup mulut dan bercerita pada pembantunya, Cheol Jong mungkin terbunuh. Kakaknya setuju membuka tutup sumur, tapi mereka berlari saat mendengar suara pintu rumah pembantu terbuka.

Cheol Jong berhasil naik ke atas sumur, bertemu dengan Hwan Jin yang berpura-pura menjadi So Yong.

Hwan Jin menyalakan lilin dan mengambil buku yang selama ini ia sembunyikan. Sementara, di dalam sumur, Cheol Jong yang mulai kehilangan kesadaran memanggil So Yong yang melihat dari atas sumur, ‘Hwan Jin…’

Bersambung

Komentar aku: hmm… jadi karena trauma dan gelap di dalam sumur, Cheol Jong tidak bisa membaca nama di buku itu, ya? Dan Hwan Jin sudah berniat jadi ratu sejak dari kecil? Wah… Cita-cita jadi ratu, ditambah kondisi keluarga & lingkungan yang ingin menguasai negara via istri raja, klop deh.

Tapi, buku yang disimpan Hwan Jin itu buku inventory? Kok?

Mr. Queen Ep. 09.1

Mun Geun bangun melihat mereka dan mengajak Byeong In keluar. Mun Geun menolak memeriksa, meski Byeong In khawatir ada penyusup masuk. Mereka harus memberikan kesempatan pada pasangan pengantin baru ini.

Byeong In berdiri, berjaga. Cheol Jong dan So Yong sibuk berciuman, sampai Bong Hwan sadar dan menampar dirinya sendiri. Cheol Jong bingung, dengan siapa So Yong bertengkar. Tak disangka, ia menenangkan Bong Hwan hanya untuk melumpuhkannya. Cheol Jong menidurkan So Yong.

Episode 9: Terang dan Gelap

Cheol Jong masuk ke kamar Mun Geun dan membuka dinding rahasia. Ia menemukan lemari katu dan mencoba membukanya. Byeong In berjaga di depan kamar, menghunus pedang. Suara tawa So Yong membuatnya patah hati dan ia pun pergi.

Cheol Jong tidak menemukan buku inventori dan teringat perkataan Mun Geun. Ia pergi ke halaman, ke tempat sumur berada. Benar saja, buku itu disembunyikan di dinding sumur kering. Usahanya terganggu saat pembantu rumah tangga mendekati sumur itu.

Byeong In mencoba melupakan kepedihannya dengan minum-minum.

Bong Hwan bangun dan Cheol Jong, yang menunggu di sampingnya, merasa sangat bersemangat pagi ini.

Mereka bebersih diri. Bong Hwan memikirkan bagaimana bisa memenangkan kepercayaan Sunwon. Ia harus kembali ke istana secepatnya. Cheol Jong memikirkan penyusup dan dirinya sama-sama mencari buku inventori. Ia harus tinggal di rumah Mun Geun lebih lama.

Jwa Geun menegur Sunwon yang menolak makan. Bagi Sunwon ‘menjadi jinak’ adalah kesalahan fatal, membuat muka Jwa Geun berubah. Tapi, Jwa Geun cepat-cepat kembali normal dan meyakinkan Sunwon akan menyuruh chef istana mempelajari masakan So Yong. Sunwon menyuruh Jwa Geun mengirim Byeong In menghadap, ia punya tugas khusus untuk Byeong In.

Byeong In pergi ke tempat pengawal raja di bawah komando Pyeong. Ia menyuruh anak buahnya memeriksa identitas seluruh anggota pengawal raja, tapi Pyeong melawan. Meski akhirnya Pyeong mundur. Byeong In menyuruh anak buahnya memeriksa semua sudut.

Man Hong menghadap Gaebi. Gaebi memberi tahu kalau panah racunnya semakin dalam merasuk ke hati Hwan Jin. Artinya, sudah saatnya mereka menggunakan benda kedua. Man Hong berjanji akan segera menyerahkan duplikatnya.

Hwan Jin tersenyum bangga mengenakan tusuk konde jade Phoenix.

Pyeong melapor pada Cheol Jong. Mereka menemukan kalau penyusup adalah anak buah Jwa Geun yang ditempatkan di bawah komando Byeong In. Pyeong ingat bekas luka penculik dayang Hwan Jin.

Byeong In membawa titah, meminta Cheol Jong kembali ke istana bersama So Yong. Cheol Jong menolak dengan alasan kesehatan So Yong dan kalau itu perintah Jwa Geun, bukan Sunwon. Byeong In berjanji akan menyampaikan pesan Cheol Jong pada Jwa Geun.

Saat Hwan Jin mengatakan ia tidak tahu keberaddan Oh Wol, Pyeong beranggapan kalau Oh Wol mungkin pergi ke tempat lain. Pyeong menenangkan Hwan Jin kalau Cheol Jong hanya perlu semalam lagi di rumah Mun Geun.

Saat sarapan mewah, Cheol Jong mengatakan ia akan menyamar, pergi ke desa untuk mengetahui kondisi rakyat. Membuat Bong Hwan mendapat ide bagaimana kalau ia memasak makanan dari luar tembok istana untuk Sunwon? Bong Hwan ikut pergi ke desa.

Bersambung

Komentar aku: hmmm… jadi, Hwan Jin itu cinta pertama Cheol Jong. Kenapa, ya, aku tidak percaya cinta dari TK/SD di K-drama dan C-drama? Memang, cinta TK/SD itu sebegitu dalam ya? Meski teman sekelas SMP aku ada yang benar-benar menikah dan awet sampai sekarang.

Mr. Queen Ep. 08.2

Cheol Jong mencengkeram lengan So Yong dan mulai kesulitan bernafas. Di pikirannya terbayang lagi saat pembantaian keluarganya dan ia terjatuh. Bau lembab dari dalam sumur, memicu kenangan So Yong. Ia melihat sumur ditutup dan ia meminta maaf pada ayahnya atas pembunuhan yang terjadi.

Hwan Jin berlari ke arah mereka. Ingatan So Yong melintas di pikiran Bong Hwan. Bong Hwan meminta ayahnya membawa kaisar ke dalam rumah, ia akan bicara dengan Hwan Jin.

Mun Geun bersyukur Cheol Jong mengaku ia kehilangan ingatan saat kecil. Itu lebih baik untuk Cheol Jong. Mengundang tatapan tajam dari Cheol Jong.

Bong Hwan tidak memberi tahu Cheol Jong apa pun, kalau itu yang Hwan Jin khawatirkan. Bong Hwan menyuruh Hwan Jin memberi tahu Cheol Jong sebelum ia tahu dari orang lain. Hwan Jin menganggap itu sebagai gertakan, ia pun pergi dengan marah.

Hwan Jin bertemu Cheol Jong dan mengajaknya pulang bersama. Cheol Jong menolak, ia masih mencari sesuatu. Hwan Jin melirik ke arah sumur dan bertanya apa yang Cheol Jong cari. Sebelum Cheol Jong sempat menjawab, Mun Geun datang.

Bong Hwan memperhatikan sosok Cheol Jong yang termenung diam. Ia bersimpati atas apa yang menimpa Cheol Jong dan keluarganya. Bagi Cheol Jong, tidak masalah So Yong tidak berpihak padanya, selama So Yong tidak memusuhinya. Meski menggerutu, Bong Hwan menyetujui permintaan Cheol Jong.

Byeong In datang membawa pasukannya dengan alasan ingin melindungi ratu. Ia tak bergeming meski raja menyuruhnya kembali ke istana.

Saat itu, Kim Hwan berlari mendekati gazebo dan ditendang oleh Cheol Jong. Tapi, ia hanya mencari Hong Yeon.

Cheol Jong menggunakan momen itu sebagai kelemahan pengawalan Byeong In. Byeong In menganggap Cheol Jong ingin dia pergi karena ingin melakukan sesuatu. Keduanya berhadapan. Byeong In menyindir kalau banyak gudang dirampok akhir-akhir ini.

Cheol Jong dan Byeong In duduk berhadapan dan mulai bertanding minum arak. Bong Hwan hanya duduk diam memperhatikan mereka berdua saling melempar cawan. Sampai keduanya jatuh tertidur.

Gaebi melempar uang ke hadapan Lady Han. Ia lalu pergi menemui Hwan Jin yang merenung di depan danau dan memberikan kotak berisi tusuk konde jade Phoenix. Hadiah itu membuat Hwan Jin yakin, sekaranglah waktu untuk ia bertindak.

Malam hari, Sal Soo mulai menyisir kediaman Mun Geun, demikian pula Cheol Jong yang menyamar. Keduanya mencari buku inventori milik Mun Geun. Tak disangka mereka berhadapan di depan kamar So Yong.

Bong Hwan yang setengah mabuk dan terbangun melihat bayangan mereka, seolah sedang berlatih tango. Ia baru sadar ada yang tidak beres setelah bilah pisau menembus dinding kertas. Ia keluar sambil mengangkat porselen, menjadi ‘Sailor Moon’ dan memecahkan kendi ke kepala… Cheol Jong.

Byeong In berlari ke arah mereka. Cheol Jong mendengarnya dan menarik So Yong. Tidak ada aturan ‘No Touchy’ malam ini, ia pun mencium So Yong di hadapan Byeong In.

Bersambung

Komentar aku: kenapa ‘Sailor Moon’ ada di Korea/Joseon era… atau Bong Hwan suka nonton / baca ‘Sailor Moon’, kenapa tidak jadi Mamoru Chiba? Kekeke…  Kedua, agak tidak adil pada Byeong In, karena malam itu So Yong membalas ciumannya. Jadi, sebenarnya siapa yang dicintai So Yong? Apa kaisar karena menjadi ratu adalah impiannya / setelah mengenal Cheol Jong saat ia kehilangan ingatan ia bisa menghargai/mencintai Cheol Jong? Atau sepupunya Byeong In, yang selalu ada di dekatnya, mendukung dan memerhatikannya / ciuman itu hanya karena putus asa?

Mr. Queen Ep. 08.1

Cheol Jong menyadari kalau Byeong In mengutit ketat dibelakang. Pyeong mengiyakan, sepertinya, Byeong In melacak mereka lewat pakaian Cheol Jong yang terpotong. Mereka harus maju selangkah di depan.

Episode 8: Hubungan yang Berbahaya

Selesai melatih pasukan, Cheol Jong dan Pyeong menyelinap masuk istana, berpura-pura habis berburu. Jwa Geun menegur Cheol karena tidak mengajak pengawal, dan menegur Pyeong karena mengambil alih tugas Mun Geun sebagai kepala pengawal. Keduanya berjanji mendengarkan petuah Jwa Geun.

Jwa Geun memberi tahu kalau So Yong sudah lebih baik. Kesempatan itu dipakai Cheol Jong untuk mencari buku inventori. Ia melarang Pyeong ikut, karena akan menimbulkan kecurigaan. Diperjalanan, Cheol Jong melihat penduduk menikmati musim semi.

Bong Hwan bingung kenapa ingatan So Yong bisa dengan mudah membaur dalam pikirannya, sambil terus memainkan sitar dengan baik. Yang lebih mengerikan, suara So Yong yang bergema dalam pikirannya, menggantikan suaranya.

Byeong In menitahkan pengawalnya untuk memastikan tidak ada lagi masalah seperti arsenik yang dibeli Lady Han di dapur istana. Jwa Geun menyuruh pengawal Byeong In pergi, ia ingin bicara empat mata.

Jwa Geun menyuruh Byeong In tidak gegabah mendesak Kaisar, tapi tetap siaga. Byeong In enggan bercerita tentang percobaan pembunuhan So Yong, jadi hanya mengangguk saat Jwa Geun memberi tahu kalau Cheol Jong sedang mengunjungi So Yong.

Kim Hwan menerobos masuk dan tidak berhenti berbicara kalau ia jatuh cinta pada So Yong. Tapi, Byeong In menyadarkan kalau Kim Hwan jatuh cinta pada dayang ratu, bukan ratu. Membuat Kim Hwan merana dan Byeong In merestui kisah cinta yang sulit itu.

Pyeong menarik tangan Hwan Jin yang terluka karena mencoba menghapus nama ‘Jo’ dari bukunya. Hwan Jin lalu terburu-buru keluar, hendak pergi ke rumah Mun Geun.

Gaebi pergi mendatangi Man Hong. Ia meminta dua benda dari Man Hong. Yang pertama, tusuk konde jade yang bernama Phoenix yang hanya boleh dipakai oleh ratu. Man Hong menangguk-angguk, sepertinya ia mengerti arah tujuan Gaebi.

Bong Hwan main jungkat-jungkit bersama Hong Yeon. Ia sibuk memikirkan apa akhirnya jiwanya akan menghilang begitu saja? Sebelum itu terjadi, ia akan menghancurkan moyang sekretaris Han, tapi ia tak tahu marga Han apa? Sekarang tujuan Bong Hwan adalah mendapatkan kekuasaan agar bisa menghancurkan sekretaris Han.

Tanpa Bong Hwan kehendaki, jiwa Sol Yong membuatnya terpesona saat Cheol Jong datang. Ia lalu sibuk memukulkan bunga yang diberikan agar mengusir jiwa Sol Yong keluar.

Mun Geun menyambut raja dan menggunakan taktiknya agar Bong Hwan tidak buru-buru pergi ke istana dan menghabiskan waktu bersama So Yong di rumahnya. Bong Hwan tidak sanggup berkata tidak. Cheol Jong bertanya pada Hong Yeon, kenapa So Yong jadi semakin antik?

Jwa Geun menyuruh Sal Soo mengambil buku inventory dari kediaman Mun Geun.

Mun Geun senang melihat perhatian Cheol Jong pada So Yong, dan menjamu mereka. Beralasan ingin mengerti So Yong lebih dalam, Cheol Jong minta izin pada Mun Geun untuk berjalan berkeliling. Mun Geun setuju. Cheol Jong melihat bahwa pelayan Mun Geun terlatih dan tahu seluk beluk kediaman Mun Geun.

Mun Geun mengakui kalau ia mendidik pelayannya menjadi pengawal handal. Dengan alasan keselamatan ratu, Cheol Jong mengetahui jumlah mereka sekitar 27 orang. Ia lalu mencari tahu di mana Mun Geun menyimpan literature kuno. Mun Geun mengajak mereka ke perpustakaan keluarga.

Cheol Jong berjalan bersama So Yong. Ia terhenti saat melihat sebuah sumur. Ingatannya kembali ke saat ia kecil dan berada di dasar sebuah sumur kering.

Bersambung

Komentar aku: Bwahahahaha… rame dunia sageuk kalau dua jiwa bersatu dalam satu badan. Angkat topi untuk Hye Sun yang dengan acuhnya tidak takut terlihat aneh. Adegan Bong Hwan memainkan sitar yang tak pernah dipegangnya seumur hidup itu memuaskan.