Beyond Evil Ep. 16.2

Ingatan Hae Won kembali pada Desember 2000, saat Jin Mook muda menemuinya dan meminta kunci ke peternakan rusa. Jin Mook melepaskan kedok sebagai pria lemah, penakut dan cacat mental, dan mengancam Hae Won dengan pik gitar yang ia ambil dari tempat tabrakan Jung Je.

Jin Mook ingin tuduhan pembunuhan Ju Seon dikenakan pada Jung Je, herannya, Dong Sik malah yang ditangkap. Pasti Hae Won yang mengatur itu semua. Jin Mook minta kunci itu  dan Hae Won tidak perlu tahu apa yang akan Jin Mook lakukan di peternakan rusa.

Setahun yang lalu, Jin Mook mendatangi Hae Won lagi. Jin Mook mengaku ia membunuh Min Jung yang dianggap menipu, tidak mau mendengarkan dan berkata aneh-aneh tentang Jin Mook. Jin Mook ingin tampil sebagai ayah korban yang berduka saat peresmian peletakan batu pertama proyek kota Munju.

Tapi, saat diinterogasi, Hae Won menganggap tundingan Dong Sik tentang hubungan Hae Won dan Jin Mook hanyalah imajinasi liar. Dong Sik tak setuju, karena Jung Je beranggapan lain.

Jung Je sangat terpukul mengetahui Hae Won menutupi pembunuhan yang dilakukan oleh Jin Mook selama 20 tahun ini, sebagai barter menutupi kesalahannya melindas Yu Yeon. Jung Je mulai menghantamkan kepalanya ke meja, meski sempat ditahan oleh Ji Hwa dan Do Su.

Dong Sik memperhatikan itu semua sembari menggeretakkan gigi. Ia takkan masuk untuk menghibur Jung Je. Kali ini, Jung Je harus menghadapi setannya sendiri.

Jung Je lalu berdiri, menghampiri kaca dan meratap meminta maaf pada Dong Sik. Ia meminta tolong agar Dong Sik menyampaikan pesan pada ibunya. Apakah benar Hae Won membunuh Sang Bae dan Jin Mook? Karena kalau itu benar…

Dong Sik menyampaikan pesan itu pada Hae Won. Kalau benar Hae Won membunuh mereka berdua, Jung Je akan memotong lehernya sendiri sebagai hukuman yang ia pilih. Hae Won menangis, menepis tangan pengacaranya dan mengaku, ia tidak membunuh mereka. Ia hanya menunjukkan teks Sang Bae pada Chang Jin.

Dong Sik minta Hae Won menyebutkan nama. Hae Won menatap lekat Dong Sik, Chang Jin dan Ki Hwan lah pembunuhnya.

Joo Won di ruang interogasi Chang Jin, menerima khabar itu dari Dong Sik dan memanggil Do Su. Memerintahkan untuk segera meminta surat penahanan resmi pada Kwon Hyeok. Chang Jin masih tidak percaya jaksa mau mengeluarkan surat itu.

Ki Hwan menerima info permintaan surat itu dan menyuruh Kwon Hyeok menghadap, segera. Kwon Hyeok menelpon, memberi tahu kalau ia sibuk dan tidak dapat datang. Ia baru saja mengeluarkan dua surat penahanan resmi, salah satunya untuk Hae Won, kenalan dekat Ki Hwan. Akan memberikan pretensi buruk kalau ia bertemu Ki Hwan sekarang.

Tidak sampai di situ, Kwon Hyeok juga memberi tahu kalau ia akan memproses dan menyelidiki kasus penahanan Chang Jin dengan baik, karena ia bertanggung jawab sebagai jaksa yang dipilih dan dibayar oleh uang negara. Ki Hwan memutuskan hubungan mereka.

Chang Jin menyuruh Joo Won menerima telpon dari atasannya, tapi Joo Won malah memutus telpon itu. Chang Jin tahu Joo Won menyadap pembicaraannya dengan Ki Hwan. Joo Won mengaku, dan berterus terang bahwa polisi tidak akan bisa menggunakannya di persidangan. Chang Jin bingung, Joo Won berpihak pada siapa?

Joo Won memberi isyarat potong leher dengan tangannya, ia mengingatkan Chang Jin kalau Chang Jin harus ekstra hati-hati dalam berhubungan dan kepercayaannya pada Ki Hwan. Joo Won menertawakan Chang Jin sebagai orang yang naïve. Menghadapapi seorang ayah yang siap mengorbankan anak, apa Chang Jin bisa percaya kalau Ki Hwan sengaja mengangkat Dong Sik untuk menyingkirkan Chang Jin lalu dikorbankan juga sebagai kambing hitam?

Joo Won meneruskan dengan mengingatkan, selama ini Ki Hwan selalu menanggap Chang Jin sebagai gangster rendahan, bahkan menolak bertemu selama beberapa tahun setelah peristiwa penabrakan terjadi. Ia lalu memperdengarkan rekaman di mana Ki Hwan berkata kalau semua yang menyulitkannya harus mati!

Ji Hwa masuk memberi tahu kalau Do Su dalam perjalanan membawa surat penahanan resmi. Selama 10 hari ini, Chang Jin harus mendekam di sel bekas Jin Mook. Ji Hwa juga dapat telpon dari jaksa Kwon Hyeok, kalau Chang Jin tidak dilepaskan dengan mudah dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Sepertinya, ayah Joo Won hebat dalam hal memutuskan ekor yang sudah tak berguna.

Joo Won tersenyum, perlakuan Ki Hwan yang seperti itu, tidak lagi membuatnya heran.

Chang Jin tidur dengan terus memikirkan ucapan Joo Won – Ji Hwa. Tiba-tiba sambungan listrik di sel padam, petugas menyuruhnya tenang, sementara mencari teknisi untuk memperbaiki. Chang Jin ingat perkataan Jin Mook kalau umur Chang Jin juga takkan bertahan lama. Kalau semua terungkap, Dong Sik akan datang membunuhnya. Saat listrik tersambung, Dong Sik berdiri di hadapannya, lalu berlutut mencekik Chang Jin.

Chang Jin tersedak dan menyebut nama Ki Hwan. Dong Sik melepaskan leher Chang Jin dan pergi.

Anak buah Ki Hwan menjelaskan, ia sudah berusaha menahan laju penyelidikan Chang Jin, tapi Chang Jin sudah mengaku. Tiba-tiba, anak buah itu memutuskan sambungan dengan nada kaget. Ki Hwan lalu menyalakan TV, dan melihat berita tentang dirinya yang menyalah gunakan kekuasaan untuk menutupi kasus tabrak lari yang ia lakukan.

Juga rekaman pembicaranya dengan Chang Jin. Pemberi rekaman minta namanya disebut dengan jelas, inspektur polisi Han Joo Won, putra Han Ki Hwan.

Ki Hwan masuk ruang kerjanya dan mengisi pistol dengan peluru. Joo Won merangsek masuk, melarangnya melakukan bunuh diri. Joo Won lalu menunjuk ayahnya dan berteriak, ia melakukan semuanya agar mereka berdua bisa sama-sama jatuh dalam neraka!

Ki Hwan menyuruh Joo Won menjauh. Tapi, Joo Won malah mendekat dan menempelkan ujung pistol di dahinya. Dong Sik masuk dan menodongkan pistolnya. Joo Won menghalangi Dong Sik, meminta Dong Sik memberikan pistol dan menembakkan pistol itu ke atas.

Joo Won tidak ingin membunuh ayahnya, karenanya ia mengarah ke kaki atau lengan, bukan hati atau kepala. Joo Won tidak ragu menembak kalau ayahnya menolak ditahan. Kali ini Dong Sik yang menaruh dahinya di ujung pistol Ki Hwan. Dong Sik menyingkirkan pistol dan mulai membacakan tuduhan.

Ki Hwan tetap berkilah, Jin Mook bunuh diri dan ia tak terlibat sama sekali pada pembunuhan Sang Bae. Semua adalah perbuatan Hae Won semata. Joo Won menjadi marah dan menembak kaca di samping Ki Hwan. Ki Hwan – Dong Sik terperanjat.

Ji Hwan – Do Su menggiring Ki Hwan masuk mobil polisi. Kerumunan wartawan sibuk mengabadikan peristiwa itu. Dong Sik – Joo Won memperhatikannya dari dalam rumah Ki Hwan.

Joo Won mengungkapkan niatnya untuk mengundurkan diri dan menerima hukuman. Ia membungkuk meminta maaf setulusnya pada Dong Sik. Dong Sik tak terima. Satu-satunya cara untuk meminta maaf adalah menjadi polisi yang baik. Perasaan bersalah hanya layak bagi mereka yang melakukannya.

Karenanya, Dong Sik minta Joo Won menahannya karena semua perbuatan ilegal yang Dong Sik lakukan. Joo Won merasa tak layak. Dong Sik mengingatkan, kalau bukan pada Joo Won, ia takkan menyerahkan diri. Dong Sik mengulurkan tangannya. Joo Won meneteskan air mata dan mulai membacakan tuduhan pada Dong Sik.

Tapi, tangan Joo Won menolak bergerak. Dong Sik meraihnya dengan lembut, dan tersenyum. Akhinya, Joo Won mengeluarkan borgol dan me-mirandized Dong Sik. Joo Won menunduk, menangis tersedu-sedu di atas tangan Dong Sik yang menggenggamnya dalam tautan borgol.

TV menyiarkan berita kalau Ki Hwan dinyatakan bersalah dan dikenai hukuman 20 tahun penjara. Chang Jin dikenai hukuman seumur hidup. Hae Won dikenai 9 tahun penjara, dan Jung Je, putranya dikenai 3 tahun penjara. Dong Sik, terkena 1 tahun penjara dan 2 tahun percobaan. Joo Won dibebaskan dari semua tuduhan diperingan karena tindakkannya membuat pembunuh serial bisa ditangkap.

5 Februari 2022… Joo Won meletakkan bunga di makam sembari berjanji akan berziarah kembali. Ia lalu pergi ke toko daging Manyang atas undangan Ji Hwa.

Jae Yi menyambutnya, ia tahu Joo Won bertugas di divisi Urusan Perempuan dan Remaja kepolisian Gangwon. Kebetulan Jae Yi membawa sekotak telur, apa Joo Won siap dilempari lagi? Tak berapa lama, Dong Sik juga tiba. Mereka tak pernah bertemu sejak hari itu.

Mereka menyambut Dong Sik dan Joo Won dengan hangat. Mereka kaget tapi senang saat Joo Won mau ikut makan bersama tanpa perlu mangkuk & peralatan makan baru.

Selesai makan, mereka berjalan pulang. Dong Sik berjalan bersama Joo Won. Dong Sik tahu, kali ini Joo Won sibuk naik turun gunung, bukit, sawah, peternakan dan lainnya, berusaha memulangkan mereka-mereka yang menderita demensia dan penderita cacat yang lari dari rumah. Joo Won hanya senang ada yang dapat ia bantu, Dong Sik lega mendengarnya.

Tak lama, Joo Won menerima panggilan bantuan. Ia pamit. Dong Sik mengingatkannya untuk makan, tidur dan ke toilet dengan baik. Joo Won menegur agar Dong Sik tidak bersikap sok akrab padanya. Senyum Dong Sik terlihat begitu lebar saat ia menyemangati dan memuji kerja keras Joo Won.

TAMAT

Komentar aku: 6/5 *. Kekeke… baru kali ini aku memberi 6 bintang dari total 5 bintang yang ada. Skenario yang pintar, pengarahan dari sutradara yang tepat dan baik, akting yang menyentuh dan pendalaman karakter yang cukup kuat, editing yang mulus dan pas, tidak membuat bingung menontonnya dan menutupi dengan tepat bagian yang ingin disembunyikan. Tak lupa humor yang diselipkan di sana sini, meski terkadang kering atau jadi sedih karena terlalu ironis.

Drama ini sebetulnya bisa masuk tema thriller-tragedy ya? Bagaimana kehidupan banyak orang bisa hancur berantakan dan domino effects dari sebuah kejahatan yang ditutupi dengan lebih banyak kejahatan. Aku senang, drama ini menyorot efek traumatis terhadap keluarga korban dan/atau korban tidak langsung dari suatu pembunuhan. Kalau Dong Sik jelas-jelas adalah korban, aku tidak begitu yakin dengan Jung Je. Dia dicekoki obat-obatan sampai kehilangan ingatan tetang kejadian dulu. Lalu, berusaha hidup normal meski dalam tekanan ibunya. Dan berantakan saat ingatannya kembali, sampai benar-benar hancur saat tahu untuk menutupi kesalahannya, ibunya berkompromi dengan pembunuh serial.

Salute aku berikan pada pemilihan pemain yang brilyan. Aku tahu Shin Ha Kyun sering memainkan peran-peran ekstrim dan ‘gila’. Cheon Ho Jin yang nyaris selalu berperan sebagai seorang ayah. Tapi, aku terkaget-kaget dengan permainan Choi Dae Hon. Ohmycat! Kemana saja Anda selama ini? Aku ikutan jatuh cinta dengan Jae Yi… diam-diam menghanyutkan. Bahkan pemilihan Son Sang Gyu (Gil Gu) dan Jung Gyoo Soo (Cheol Mun) yang membuat ingin mencekik mereka saat itu juga. Sepertinya, para bintang ini makin bersinar saat mendapat naskah/sutradara/rekan kerja yang kuat. Bravo!

Sekarang lagi mengobati kehilangan ‘Beyond Evil’ dengan menonton behind the scenes… tapi tidak ada terjemahan, huhuhuhu…. I will really miss this superb drama!

Beyond Evil Ep. 16.1

Di malam hari setelah dengar pendapat lanjutan, Chang Jin berkunjung ke rumah Ki Hwan. Ia bingung KomJen sekelas Ki Hwan tidak punya mobil, dan terus mendesak sampai Ki Hwan mengaku kalau Joo Won memasang penyadap di mobilnya dan merekam semua pembicaraan mereka.

Ki Hwan menenangkan Chang Jin, Joo Won sengaja ditempatkan di unit yang sama dengan Dong Sik agar mereka bisa tahu sejauh mana polisi menyelidiki mereka. Ki Hwan setuju untuk menyingkirkan Hae Won dari persekutuan mereka. Chang Jin tahu caranya, dengan menggunakan Cheol Mun.

Cheol Mun kesal karena Chang Jin mencoba membunuhnya, dan semakin kesal karena Chang Jin tidak membalas text darinya. Ia mencoba menghubungi Chang Jin. Tiba-tiba suara dering ponsel terdengar dekat di telinga Cheol Mun. Chang Jin terkesiap melihat Chang Jin keluar dari balik tirai bathtub.

 Chang Jin menangkap dan menggorok leher Cheol Mun lalu menyeka pisau dengan tangan Cheol Mun dan menempatkan dua ponsel. Chang Jin keluar setelah puas dengan pengaturan yang ia buat dan mematikan lampu dalam rumah.

Joo Won yang membaca pesan dari Cheol Mun di ponsel Dong Sik menyapa Ji Hwa dan Do Su lalu masuk ke dalam rumah Cheol Mun, sendiri. Joo Won curiga melihat pintu belakang terbuka dan membuka pintu kamar mandi. Ia berusaha menghentikan darah dari nadi leher Cheol Mun, tapi sia-sia. Cheol Mun meninggal tanpa sempat berkata.

Joo Won menjadi panik dan frustasi. Ia melihat sekeliling dan tahu kalau ia masuk dalam perangkap.

Di ruang interogasi, Dong Sik memarahi Joo Won. Seharusnya, Joo Won memberi tahu text itu. Dong Sik paling tahu rasanya dituduh tanpa dasar. Dong Sik tidak ingin Joo Won tenggelam dalam rasa bersalah, karena rasa bersalah itulah Joo Won merasa harus menggantikan Dong Sik masuk perangkap tuduhan membunuh Cheol Mun. Joo Won menunduk dan terus mengulang permintaan maafnya.

Ji Hwa menghalangi jalan Dong Sik. Ia sudah muak selama ini seolah disisihkan Dong Sik. Ia menutup mata pada perbuatan ilegal Dong Sik demi bisa menangkap Jin Mook. Tapi, kali ini ia tak mau diam melihat Dong Sik menghancurkan karir atau hidupnya lagi demi Joo Won. Apa yang dirahasiakan Dong Sik?

Dong Sik mengakui kalau Ki Hwan lah yang membunuh Yu Yeon. Joo Won merekam pengakuan Ki Hwan dan memberikannya pada Dong Sik. Joo Won juga tahu Dong Sik melakukan perbuatan ilegal, sama seperti Ji Hwa. Tapi, Ji Hwa dan Joo Won tidak melaporkan, karena sadar tidak selamanya hukum bisa berlaku adil. Dan sekarang, Dong Sik tidak bisa membiarkan Joo Won terjatuh sendirian dalam sebuah perangkap yang dibuat untuk Dong Sik.

Joo Won mencuci tangannya berkali-kali, tapi seolah noda darah tak mau hilang. Ia melihat bayangan wajahnya di kaca dan mengacuhkan telpon dari Ki Hwan. Ponsel dibiarkan tenggelam dalam wastafel.

Joo Won keluar dari kamar mandi dan menyuruh Dong Sik pulang, ia berjanji takkan melakukan hal aneh. Dong Sik berdiri dan mengajak Joo Won latihan menangkap kelinci.

 Kwon Hyeok kembali melapor pada Ki Hwan. Bukti di TKP adalah pisau dengan sidik jari Cheol Mun, ponsel milik Sang Bae, dan ponsel burner yang digunakan untuk menghubungi Sang Bae dan Dong Sik. Ki Hwan menyuruh Kwon Hyeok mengubah alur hasil penyelidikan jaksa menjadi Cheol Mun bunuh diri karena merasa bersalah atas kematian Sang Bae, dan mengeluarkan Joo Won dari kecurigaan.

Ki Hwan menghubungi Chang Jin. Chang Jin kesal, ia sudah mengusahakan panggung yang sempurna untuk menjatuhkan Dong Sik, tapi Joo Won merusak segalanya. Ki Hwan menegaskan kalau ia sudah membereskan masalah itu dan menyuruh Chang Jin menghilang beberapa saat. Tapi, tim polisi Munju sudah datang, siap menangkap Chang Jin. Ki Hwan menyuruh Chang Jin mentutup mulut rapat-rapat.

Chang Jin mengalihkan interogasi dengan bernyanyi lalu pura-pura kesal karena diangap penjahat. Ji Hwa menukas dengan dingin. Dulu ia menikahi Chang Jin yang tampak polos dengan keinginan membangun rumah dan apartment. Tapi, lama-kelamaan mimpi itu menjadi obsesi, Ji Hwa tak ingin termakan obsesi hidup-hidup, dan minta berpisah. Jadi, apa Chang Jin membunuh Cheol Mun?

Chang Jin terus membantah. Ji Hwa kehilangan kesabaran dan menyuruh Do Su menahan Chang Jin sambil menunggu surat penahanan resmi. Bukti adalah text yang dikirim Cheol Mun dan video yang merekam adegan di tempat pemancingan.

Giliran Hae Won yang diperlihatkan video yang sama. Dong Sik mengingatkan, target berikutnya bisa Hae Won atau putranya. Hae Won kembali tidak mengakui Jung Je. Dong Sik tertawa terbahak-bahak saat Hae Won menyuruhnya berhenti mengusik kehidupan orang lain dan fokus pada hidupnya sendiri.

Sungguh ironis, karena kehidupan Dong Sik dihancurkan oleh Hae Won. Bahkan, meski tahu Jung Je menabrak Yu Yeon, Hae Won lah yang melabrak Dong Sik dan keluarganya. Kehidupan Dong Sik berubah 180° sejak kejadian itu. Dong Sik memberi tahu kalau ada orang lain yang menabrak Yu Yeon, sebelum Jung Je. Dan orang yang menabrak kemungkinan besar akan melimpahkan kesalahan itu murni pada Jung Je.

Hae Won buru-buru menyuruh sekretaris Oh Bok memindahkan Jung Je ke RS lain.

Joo Won memperkenalkan diri sebagai sekretaris Hae Won yang akan membawa Jung Je keluar. Joo Won mengajak Jung Je masuk mobil ambulan, yang dikemudikan oleh Jae Yi. Jae Yi meninggalkan Joo Won dan Jung Je di satu tempat.

Joo Won mulai membacakan tuduhan kejahatan Jung Je, tapi juga memberi kesempatan agar Jung Je menyerahkan diri secara suka rela. Jung Je tahu, ia telah telat menyerahkan diri selama 21 tahun ini, jadi Jung Je memilih untuk ditahan oleh Joo Won. Jung Je menjulurkan lengannya.

Joo Won meminta surat perintah resmi pada Kwon Hyeok untuk penangkapan Hae Won dan Jung Je. Ketika Kwon Hyeok ingin memberi tahu Ki Hwan, Joo Won mencoba mengembalikan nurani Kwon Hyeok. Ki Hwan tidak akan pernah menganggap Kwon Hyeok sebagai putranya. Dan, apakah Kwon Hyeok akan terus berpegang pada tali yang sebegitu busuk, yang bahkan Joo Won pun akan memutuskan tali itu, atau pergi selagi sempat? Pilihlah yang terbaik.

Dong Sik masuk ke sel Chang Jin sambil membawa bat baseball. Dong Sik tahu, Chang Jin lah yang membawa akte kematian Mi Hye yang mendorong Jin Mook membunuh diri. Tapi, Dong Sik tak punya bukti. Sama tak berbukti pula saat Chang Jin memukul kepala Sang Bae. Chang Jin menolak tuduhan itu dan terus mengejek Dong Sik. Chang Jin menantang Dong Sik untuk membunuhnya.

Joo Won datang dan menyuruh Dong Sik tidak berbuat gila. Mereka telah mendapatkan surat penahanan resmi Hae Won. Joo Won akan memanggil petugas untuk membebaskan Chang Jin. Chang Jin menyeletuk ayah dan anak sama saja, melimpahkan kesalahan pada adalah Hae Won. Joo Won berbalik, mereka akan tahu sebentar lagi hasil interogasi Hae Won.

Dong Sik mulai menginterogasi Hae Won yang didampingi pengacaranya. Ia menyuruh Hae Won berhenti berpura-pura tidak peduli pada Jung Je. Hae Won mengurung Jung Je di RSJ untuk melindunginya.

Di ruang interogasi lain, Chang Jin diinterogasi oleh Joo Won, didampingi Ji Hwa sebagai pengawas. Chang Jin yakin ia akan terbukti tak bersalah, apalagi polisi tidak berhasil mendapatkan surat penahanan resmi. Joo Won tidak begitu yakin akan hal itu.

Dong Sik mulai membacakan kronologis kejadian 21 tahun lalu. Gil Gu telah mengakui pertukaran file forensik dengan imbalan uang. Sang Bae akhirnya berhasil menemukan bukti tersebut. Yang aneh, kenapa pik gitar ditemukan di dekat tubuh Ju Seon, bukan di tempat kecelakaan Yu Yeon?

Sebelumnya, pertanyaan yang sama diajukan pada Jung Je, apa rahasia yang Hae Won simpan erat-erat? Tapi, Jung Je tidak tahu jawabannya karena ibunya tak pernah mau menjawab.

Dong Sik ingin memastikan pada Hae Won, apakah jawaban pertanyaan itu adalah rahasia yang harus dibawa mati? Seperti ucapan Chang Jin pada Hae Won?

Bersambung

Komentar aku: kekeke… Dong Sik perhatian sama Joo Won, luluh juga akhirnya. Joo Won mirip dirinya saat muda: keras kepala, terus menerjang dan terjun bebas tanpa parasut. Dong Sik benar-benar tak ingin Joo Won hidup dalam tundingan dan rasa bersalah seumur hidup. Dan Dong Sik tahu cara menghadapi Joo Won. Aku senang melihat Dong Sik dengan santai mengantar Joo Won sampai apartment, menunggu dan dengan lembut tapi tegas mengajak Joo Won latihan menangkap kelinci. Menangkap kelinci… hihihi…

Oh, yang menyatukan dan mengingatkan mereka berdua, dalam diam tapi bisa bersikeras bila diperlukan, adalah Ji Hwa. Ji Hwa yang tidak rela sahabat dekatnya menanggung beban sendiri, dan Ji Hwa yang berani menghadapi Chang Jin tanpa bergeming. Satu lagi, Jae Yi. Meski selalu ada di latar belakang, tapi keteguhan dan kebaikan hatinya membuat tim selalu datang dan datang lagi menikmati makan dan berbincang di toko dagingnya.

Huhuhu… kota yang super duper unik.

Beyond Evil Ep. 15.2

Chang Jin berlari mendekati Cheol Mun yang sibuk dengan kail pancing. Ia meloncat siap menghantam Cheol Mun dengan tongkatnya. Tiba-tiba terdengar teriakan Dong Sik memuji tangkapan Cheol Mun. Chang Jin beralasan ia datang melihat gudang di daerah ini. Cheol Mun terdiam saat Dong Sik mengaku datang sebagai petugas dan mengajak Chang Jin ke kantor polisi. Chang Jin menolak pergi tanpa surat panggilan resmi.

Dong Sik mengaku ia memeriksa lokasi Cheol Mun dengan ilegal dan mengancam agar berhati-hati, karena belum waktunya bagi Cheol Mun untuk mati, meski baru saja Chang Jin berusaha untuk menghabisi Cheol Mun.

Joo Won turun dari mobilnya dan menahan Chang Jin. Joo Won berbisik kalau ia ingin ayahnya menjadi komjen, karena itu Chang Jin harus menjaga tindakan dan omongannya. Chang Jin terpaksa setuju dibawa ke kantor polisi.

Di ruang interogasi, Chang Jin tahu duo partner ini berpura-pura dekat, menyuruh menghentikan akting mereka, dan menyelesaikan interogasi. Yang terjadi selanjutnya adalah ‘battle of the wits’, silat lidah mengandalkan kartu yang masing-masing miliki.

Dong Sik pura-pura tersipu-sipu saat Chang Jin menyamakan cacatnya dengan kebiasaan Dong Sik mengkomsusi obat-obatan, sakit dan cacat mereka bisa datang dan pergi. Lalu dengan serius, Dong Sik menanyakan alibi Chang Jin. Saat Sang Bae terbunuh, Chang Jin mengaku ada di rumah. Saat Jin Mook bunuh diri, Chang Jin juga mengaku ada di rumah. Tapi, Chang Jin penasaran dengan keberadaan Ki Hwan.

Chang Jin ingin mengungkapkan hal yang menganggu nuraninya selama ini. Joo Won mencoba menghentikan, tapi Dong Sik menyuruh Chang Jin meneruskan. Chang Jin pun bercerita tentang malam 14 Oktober 2000, di mana ia minum-minum dengan Hae Won dan Ki Hwan. Tadinya, ia berpikir Ki Hwan minta disuap dengan memilih perusahaan konstruksi milik ibu Joo Won yang sudah kembang kempis bertahan hidup.

Tapi, ternyata Ki Hwan minta perusahaan itu dikeluarkan dari pilihan. Chang Jin lalu mulai memuji-muji kehebatan Ki Hwan. Chang Jin mengaku hatinya tersentuh mendengar pidato Ki Hwan di dengar pendapat kemarin. Joo Won kembali minta interogasi dihentikan. Chang Jin dan Dong Sik tidak setuju.

Chang Jin lalu bercerita dini hari setelahnya, Chang Jin mengantarkan Ki Hwan pulang. Kalau pun ada yang berkendara di bawah pengaruh alkohol itu adalah Hae Won. Chang Jin tidak ingin berasumsi kalau Hae Won menabrak Yu Yeon. Tapi, adalah aneh kalau Hae Won menjual peternakan rusa pada Chang Jin tanpa memberikan kunci, sementara Jin Mook bisa keluar masuk dan mengubur jenazah para korbannya di situ.

Proyek Chang Jin tidak akan terpengaruh oleh Hae Won, karena ia belum menjadi walikota. Chang Jin hanya ingin Hae Won istirahat, apalagi Jung Je menderita penyakit jiwa dan dibawa ke RSJ. Dong Sik kaget mendengarnya. Joo Won menghentikan interogasi, kali ini Dong Sik setuju. Chang Jin dipersilahkan pergi.

Dong Sik tertawa terbahak-bahak setelah Chang Jin pergi dengan tertatih-tatih. Joo Won mengakui itu adalah sebuah pertunjukan yang hebat. Dong Sik menanggapi kalau sayangnya, bukan mereka berdua pelaku utamanya, tapi duo Chang Jin – Ki Hwan yang telah memutuskan menyingkirkan Hae Won dari persekutuan mereka.

Joo Won menelpon Kwon Hyeok, memintanya mencari Jung Je. Ia tak peduli kalau Kwon Hyeok mau melaporkannya pada Ki Hwan. Dong Sik juga menelpon dan menanyakan apa mereka masih memata-matai Cheol Mun?

Mereka bertemu dengan Ji Hwa dan Do Su di depan kantor Cheol Mun. Cheol Mun keluar membawa barang-barangnya. Ia menerima promosi dari Ki Hwan ke Met Seoul. Do Su memasukkan barang dan membawa mobil pribadi Cheol Mun ke rumahnya. Sebelum pergi, Cheol Mun kembali mengingatkan Joo Won, darah keluarga lebih kental dari air.

Joo Won melarang Dong Sik pergi bersama Ji Hwa. Ia menerima telpon dari Kwon Hyeok kalau Jung Je dibawa ke RSJ di batas daerah Munju. Kwon Hyeok menyuruh Joo Won segera pulang, mereka menunggu keputusan dewan. Tiba-tiba batterai ponsel Joo Won habis, ia meminjam ponsel Dong Sik. Di ponsel terdengar teriakan gembira karena Ki Hwan pasti terpilih, meski pengumuman resmi baru besok.

Joo Won melihat pesan masuk di ponsel Dong Sik dari Cheol Mun, menyuruh bertemu secara diam-diam di rumahnya. Joo Won memasukkan ponsel Dong Sik ke saku bajunya. Ia menolak pergi bersama Dong Sik menjemput Jung Je, karena harus menemui Ki Hwan.

Dong Sik baru sadar kalau ponselnya dibawa Joo Won. Ia buru-buru mengejar mobil Joo Won. Anehnya, Joo Won tidak pergi ke arah Seoul. Dong Sik lihat arah yang dituju adalah daerah kediaman Cheol Mun dan menjadi bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Joo Won sekarang?

Do Su yang membawakan barang-barang Cheol Mun mencoba melihat isi rumah Cheol Mun. Tapi, Cheol Mun menyuruhnya pergi. Do Su sengaja meninggalkan pintu gerbang tidak terkunci dan berpura-pura pergi bersama Ji Hwa.

Joo Won sampai di depan rumah Cheol Mun, mengatakan akan masuk ke dalam rumah dan menolak ditemani. Ia masuk, mengunci gerbang, mengeluarkan tongkat pemukul polisi dan mengunci pintu depan rumah. Perasaan Ji Hwa menjadi was-was dan mengajak Do Su meneliti.

Tak lama, Dong Sik tiba. Mereka sadar ada yang tidak beres waktu menemukan gerbang terkunci dan Joo Won datang bukan atas perintah Dong Sik. Mereka bergegas masuk menaiki pagar. Dong Sik langsung terdiam melihat ke arah tangan Joo Won yang keluar dari rumah Cheol Mun.

Dengan suara pelan, Joo Won memberi tahu kalau Cheol Mun sudah meninggal. Ia menatap kedua tangannya yang berlumuran darah, begitu juga Dong Sik.

Seolah baru sadar dari mimpi, Joo Won mengakui mungkin dialah yang membunuh Cheol Mun. Dong Sik menatap mata Joo Won dalam-dalam, tak percaya dan mencoba mencari jawaban.

Bersambung

Komentar aku: Aaaaaa… Semua pujian sudah aku beri. Kenapa jumlah episode 16, tapi sampai episode 15 cerita belum terurai semua? Gigit-gigit kuku! Aku ikut bangga dengan drama ini. Skenario A, sutradara A, pemain A++ (karena banyak yang bermain bagus), editing A. Musik? Musik tempo dulu di penutup episode, kok malah mengingatkan film ‘No Country for Old Men’ ya? Ditambah, drama di dalam drama, ini waktu Chang Jin dengan mahirnya memainkan peran sebagai pesulap yang memegang banyak kartu, bukan sebagai gangster yang membereskan banyak pekerjaan kotor. Aku sendiri heran, tiba-tiba Chang Jin mau buka mulut. Sekali tepuk dua tiga pulau terlampaui: memuji-muji Ki Hwan, melindungi diri sendiri & Ki Hwan, sekaligus melempar Hae Won ke bawah bis dengan menyeret Jung Je. Kali ini Dong Sik pun tak bisa membantah.

Sebelum akhir & spoiler, aku berpikir Cheol Mun sengaja merekam ancaman Dong Sik di tempat pancingan ikan. Lalu, bekerja sama dengan Chang Jin mengundang Dong Sik ke rumah Cheol Mun untuk menyingkirkan Dong Sik. Tapi, Chang Jin lah yang membunuh Cheol Mun dan akan melimpahkan ke Dong Sik yang datang seorang diri. Siapa sangka yang terkait malah Joo Won, karena dia yang pegang ponsel Dong Sik. Ini hebatnya penulis, alasan mudah dan tidak terlihat terlalu dibuat-buat, batterai ponsel habis. Siapa yang tak pernah kehabisan batterai saat bekerja? Tapi, setelahnya aku tidak yakin lagi, teori aku benar atau salah, keke…

Aaaa… aku menikmati sekali episode ini. Terutama, muka Dong Sik saat mengaku tersipu-sipu. Atau saat ia berteriak memergoki Chang Jin hendak menggebuk Cheol Mun. Oh so good atau nice shot! Ha.

Beyond Evil Ep. 15.1

Suara tawa Chang Jin makin menaikkan amarah Joo Won. Tapi, tiba-tiba ia terdiam mendengar komentar Ki Hwan saat Chang Jin menanyakan tentang dirinya. Ki Hwan berusaha mengelak. Chang Jin menjadi marah dan berteriak, semua kekacauan ini tak kan terjadi kalau saja Ki Hwan tidak menabrak Yu Yeon malam itu!

Bagi Ki Hwan itu hanya kesalahan sepele. Mereka harus belajar dari cerita Aesop: kelinci vs kura-kura. Kekalahan terjadi karena yang kuat membuat kesalahan. Joo Won memang putra Ki Hwan, tetapi ia mirip ibunya, keduanya mahluk lemah. Mereka berdua hanya bisa menunggu salah satu mengulurkan tangannya.

Mereka berdua hanya berpura-pura kuat dan bersikap dingin, padahal hal itu menghancurkan mereka. Manusia-manusia yang menyedihkan. Ki Hwan berjanji takkan membuat kesalahan yang sama, dan kalau Chang Jin tidak percaya, Chang Jin dipersilahkan mengikuti gerak-gerik Joo Won.

Hati Joo Won patah berantakan. Ucapan tentang kecelakaan yang dianggap sepele, tentang ibu dan dirinya. Ia lalu mengingat betapa yakin dirinya, bahwa Dong Sik lah pembunuh Yu Yeon. Sangat ironis. Joo Won mulai tertawa terbahak-bahak.

Ki Hwan tidak takut pada Dong Sik, setelah menjadi KomJen, tidak ada yang bisa melawannya. Chang Jin setuju. Dari Jin Mook, Chang Jin tahu kalau Hae Won mungkin menyimpan rahasia lain, selain menukar dan menghancurkan bukti forensik sidik jadi Jung Je di pik gitar. Hal itu akan jadi masalah. Chang Jin serahkan pada Ki Hwan untuk mengurusnya.

Joo Won menemui Dong Sik di rumahnya. Ia memutar rekaman pembicaraan Chang Jin – Ki Hwan. Joo Won melarang Dong Sik menemui Ki Hwan. Bukti itu tidak bisa digunakan di pengadilan, bahkan jika diekspos ke media, Ki Hwan hanya akan menyalahkan Chang Jin.

Joo Won bersedia menjadi monster untuk menangkap dan melemparkan Ki Hwan ke lembah terdalam. Hanya itu satu-satunya cara untuk mengalahkan Ki Hwan. Kalau Joo Won mangkir, Dong Sik boleh menyiarkan rekaman ini ke media dan Joo Won rela tersiksa jiwanya. Joo Won berlutut di hadapan Dong Sik.

Jung Je tidak percaya Hae Won masih bekerja sebagai anggota dewan kota. Hae Won dengan dingin bertanya apakah Jung Je mendengar suara jeritan rusa? Hae Won selalu mengurung Jung Je kecil di peternakan rusa. Dan selama 21 tahun ini mengkompensasikannya dengan berusaha menjadi ibu yang baik. Kini, ia muak dan ingin hidup untuk dirinya sendiri. Jadi, Hae Won ingin Jung Je terus mendengarkan suara rusa saja.

Jung Je berdiri terpaku mendengar ucapan ibunya. Gelas ditangannya jatuh, pecah berkeping-keping. Sekretaris Oh Bok mengajak Jung Je bersiap pergi.

Jae Yi sarapan bersama Ji Hoon dan Ji Hwa sambil melihat lanjutan dengar pendapat Ki Hwan. Dong Sik pergi menengok ibunya. Jung Je tidak bisa dihubungi, begitu juga Joo Won. Kali ini, bahkan Jae Yi dan Ji Hwa agak mengkhawatirkan kondisi Joo Won. Ji Hoon menenangkan, ia yakin Joo Won baik-baik saja, seperti ucapan Dong Sik.

Dong Sik berharap ibunya tidak menderita lagi. Seolah sejenak tersadar, ibu Dong Sik menyebut namanya dan minta agar Dong Sik tidak melewatkan makan dengan baik. Dong Sik tersenyum.

Dong Sik mengajak Joo Won makan bersama. Kali ini, Joo Won setuju, makanan yang dipesan Dong Sik enak. Dong Sik membahas tentang rekaman. Joo Won berhenti makan dan berkata ia akan menemui ayahnya. Ingat akan nasihat ibunya, Dong Sik menyuruh Joo Won meneruskan makan agar bisa bertahan di ‘lembah terdalam’ yang harus Joo Won lalui.

Joo Won menemui Ki Hwan dan memperdengarkan rekaman itu. Joo Won menyuruh Ki Hwan menyingkirkan tangannya yang berdarah karena menghancurkan ponsel, dari kerah bajunya. Joo Won akan membantu Ki Hwan menjadi KomJen agar rekor kerja Joo Won tidak bernoda. Ki Hwan berterima kasih.

Joo Won minta segera ditempatkan di Unit Investigasi Umum di Met Seoul. Ia ingin segera mendepak Cheol Mun sesuai hukum yang berlaku. Ia tak ingin ayahnya mengulang kesalahan yang sama dengan menyuruh Chang Jin menghabisi Cheol Mun.  

Chang Jin menyaksikan dengar pendapat bersama Hae Won. Hae Won tahu Chang Jin dan Ki Hwan bersekongkol dan ingin menyingkirkannya. Hae Won tidak terlalu peduli, yang paling penting adalah ia terpilih menjadi walikota Munju. Putranya, Jung Je, sudah lagi tidak menjadi masalah.  Hae Won mengancam Chang Jin untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan Munju agar Hae Won mendapat lebih banyak suara.

Chang Jin hanya bisa diam. Ponsel tiba-tiba bergetar, Chang Jin menerima pesan dari JCM, Jung Cheol Mun, mengajak bertemu esok hari.

Bersambung

Komentar aku: Ouch… Kali ini orang-orang tua ingin ‘mengorbankan’ anak mereka sendiri. Ki Hwan mengorbankan Joo Won, demi jabatan KomJen. Hae Won mengorbankan Jung Je, demi jabatan Walikota. Aku tidak tahu Hae Won bahkan sering mengurung Jung Je kecil di peternakan rusa. Jadi seperti ‘Silence of the Lambs’. ‘Well, Clarice… Have the lambs stopped screaming?’  Lalu menyuruh sekretarisnya mengurung Jung Je di RSJ. Sama seperti Ki Hwan mengurung ibu Joo Won. Aku pikir Hae Won benar-benar sayang & protektif. Chang Jin yang biasanya keras juga jadi takut melihat Hae Won seperti itu… ‘Anak? Siapa bilang aku punya anak?’ Ha!

Dan, setelah 15 episode, baru kita lihat Joo Won mau makan makanan yang dipesan Dong Sik. Omona! Juga, jujur melihat ‘kejatuhan’ Joo Won, cukup menyakitkan. Selama ini, dia percaya dialah yang benar dan 100% yakin Dong Sik membunuh saudari kembarnya. Lalu, bam! Ayahnya lah yang membunuh Yu Yeon. Ouch, it’s really a hell to pay. Benar, ya… surga dan neraka sudah dimulai dari bumi, bukan alam baka. Seram!!!

Beyond Evil Ep. 14.2

Joo Won datang ke toko daging Manyang. Jae Yi tahu kalau Joo Won juga punya kisah sedihnya sendiri, tapi kali ini ia tidak ingin mendengarkan. Joo Won ingin tahu kenapa Jae Yi bisa ingat semua perkataannya. Jae Yi mengajarkan bahwa seperti itulah teman. Karena sering bertemu, makan bersama, berbincang, lama-lama apa yang diucapkan dan bagaimana kondisi orang itu menjadi perhatian.

Jo Woon lalu minta Jae Yi membantunya, bisa mengendarai mobil dengan baik?

Seon Nyeo meneliti setiap sudut bagasi mobil Chang Jin yang dibawa Do Su, sementara Dong Sik melihat ke kamera dashboard dan tempat duduk. Seon Nyeo tahu itu ilegal, jadi bukti apa pun yang ditemukan tidak akan diajukan ke pengadilan. Dong Sik menenangkan, Chang Jin telah membersihkan mobilnya dengan seksama.

Joo Won kembali menegur tindakan ilegal Dong Sik dan ingin tahu apa Dong Sik menyesal dulu tidak langsung menangkap Jin Mook? Bagi Dong Sik, penyesalan itu bukan pilihan, ia akan mengulang apa yang harus dilakukan. Tiba-tiba Joo Won beralih ke perumpamaan cara serigala memburu kelinci. Dong Sik bingung siapa kelinci yang akan Joo Won sudutkan?

Dong Sik menyaksikan Chang Jin diinterogasi oleh Do Su dan disaksikan oleh Ji Hwa. Perlakuan Do Su membuat Chang Jin kebingunan. Ucapan Chang Jin tentang Jin Mook, dianggap pengandaian. Pertemuan Chang Jin dengan Ki Hwan, dianggap wajar.

Sr. Det. Kwak masuk dan protes, interogasi Chang Jin tidak mengikuti prosedur yang berlaku, dan ia akan melaporkan pada Cheol Mun. Tapi, saat tahu bahwa Chang Jin mungkin terlibat dengan pembunuhan Sang Bae, Sr. Det. Kwak mengurungkan niatnya, bahkan membantu Dong Sik cs.

Chang Jin akhirnya sadar kalau mereka mencari hubungan antara Ki Hwan dengan dirinya, melalui perusahaan konstruksi mertua Ki Hwan. Do Su memperlihatkan artikel lama menyebutkan hubungan Gwanghyo Foundation – JL Construction dan Oh Il Construction. Dong Sik menerangkan pada Sr. Det. Kwak, masalah bukan pada persekutuan mereka selama 21 tahun ini, tapi apa yang saling dipertukarkan antar mereka?

Chang Jin membantah tuduhan kalau ia mengerjakan pekerjaan kotor untuk para pejabat, dengan alasan proyek pembangunan tertunda karena orang hilang dan terbunuh. Jadi, tidak ada pekerjaan yang ia lakukan. Chang Jin mengucapkan hal itu dengan tegas sembari melihat ke kaca pembatas.

Cheol Mun merangsek masuk dan mulai marah-marah pada bawahannya. Tapi, dengan manisnya ia meminta maaf pada Chang Jin, bahkan mengantarnya keluar. Chang Jin sengaja menyempatkan diri mengejek Dong Sik dari balik kaca.

Joo Won menyilahkan Chang Jin dan Cheol Mun yang berjalan keluar. Cheol Mun menyebut darah lebih kental dari air, pasti Ki Hwan menyuruh Joo Won datang. Joo Won menunduk dan tersenyum. Hal yang tak luput dari pengamatan Chang Jin.

Ji Hwa cs keluar dan kaget saat tahu Joo Won yang memanggil Cheol Mun. Joo Won menegur bahwa tindakan ilegal meski maksudnya baik tetap ilegal, dan bahwa ia bukan bagian dari tim mereka. Dong Sik membenarkan. Ji Hwa cs pergi dengan kesal.

Cheol Mun mengantar Chang Jin karena ia punya alasan sendiri, dia lah yang mengirim video saat Chang Jin berkunjung ke sel Jin Mook. Cheol Mun akan menelpon Chang Jin dan pastikan Chang Jin menjawabnya. Chang Jin tahu kalau Do Su mengutak-atik mobilnya, dan menyuruh anak buah bertukar mobil.

Ki Hwan menghubungi Chang Jin. Dari situ Chang Jin tahu kalau Joo Won datang bukan untuk membebaskan, tapi untuk mengutitnya. Mereka berjanji bertemu di satu tempat 48 menit lagi. Ji Hwa – Dong Sik mengutit Chang Jin, Jae Yi mengutit Ki Hwan, menggunakan mobil Dong Sik.

Chang Jin berhasil mengecoh Ji Hwa – Dong Sik, membuat mobil Ji Hwa mogok. Ki Hwan beruntung ada pemeriksaan kadar alkohol, dan ia menyuruh petugas menahan Jae Yi dengan alasan menggunakan mobil dinas. Petugas lalu menelpon Dong Sik. Ji Hwa menjadi kesal, sekarang apa yang bisa mereka lakukan?

Di kantor polisi Manyang, Joo Won mengungkapkan rencana pada Dong Sik. Ia yakin Ki Hwan akan bertemu dengan Chang Jin. Ia akan menghubungi Dong Sik, kalau sudah sampai di lokasi pertemuan mereka.

Dong Sik menatap langit dan menunggu…

Ki Hwan menyuruh Chang Jin meninggalkan ponsel di mobilnya dan pindah ke mobil Ki Hwan. 21 tahun lalu, setelah menabrak, Ki Hwan menghubungi Chang Jin. Tak berapa lama Hae Won juga menghubungi Chang Jin, untuk hal yang sama.

Chang Jin kesal, ia melakukan semua pekerjaan kotor itu, tapi malah menerima ancaman rekaman CCTV. Yang menyuruh mendatangi dan membunuh Jin Mook adalah Ki Hwan.

Joo Won yang juga telah sampai di lokasi dan menyadap pembicaraan mereka, terpana. Sebelumnya, ia memasang alat penyadap di mobil Ki Hwan.

Chang Jin dan Ki Hwan terus berbincang. Kali ini tentang Cheol Mun, yang memeras mereka berdua dengan rekaman itu. Mereka harus menyingkirkan Cheol Mun. Cheol Mun punya banyak tikus, tidak mudah menyingkirkannya seperti mereka menyingkirkan Sang Bae. Ki Hwan tetap ingin Cheol Mun dilenyapkan.

Chang Jin minta Ki Hwan menyiapkan uang, ia ingin proyeknya terus berjalan. Chang Jin tidak mau pergi sebelum Ki Hwan memberi kepastian. Akhirnya, Ki Hwan menyetujui dan menyuruh Chang Jin pergi.

Chang Jin mengingatkan agar Ki Hwan tidak menghubungi Hae Won yang curiga kalau mereka membunuh Jin Mook. Di penjara, Jin Mook mengenali Chang Jin dan mengaku menyaksikan Ki Hwan menubruk Yu Yeon. Ki Hwan ingin memastikan apa benar Jin Mook melihat dirinya menabrak Lee Yu Yeon, 21 tahun yang lalu? Dada Joo Won berdebar dan bergemuruh, segemuruh suara kereta api yang melintas di dekatnya.

Dong Sik menunggu dan terus menunggu. Sampai lewat tengah malam, telpon dari Joo Won tidak juga terdengar. Hujan mulai turun.

Joo Won keluar dari mobil dan mengambil tongkat golf. Ia mulai berjalan ke arah mobil Ki Hwan. Raut mukanya terlihat sangat berduka. Sementara, di dalam mobil, Chang Jin tertawa terbahak-bahak. Raut muka Joo Won berubah menjadi penuh kemarahan.

Bersambung

Komentar aku: Ahhhh…cliff hanging! Meski sudah tahu dari episode sebelumnya, kalau Ki Hwan adalah penabrak pertama dan ada beberapa pengulangan adegan, tapi, melihat raut muka, emosi yang ditunjukkan, termasuk frustasi (dari para polisi), tetap membuat episode ini kuat. Joo Won terlalu baik menganggap mereka kelinci yang harus ditangkap. Kalau aku, akan aku sebut *bleep*…(tidak disebut karena akan kena sensor).  Itu, Joo Won mau berbuat apa dengan tongkat golf? Kekeke…

Aku hanya berharap, meski penokohan Joo Won sebagai pria yang sangat memegang teguh prinsipnya tetap konsisten sampai episode 14 ini, sekali ini saja, Joo Won mau menghubungi Dong Sik, seperti yang dijanjikan. Aku tidak sanggup patah hati lagi melihat Dong Sik kehilangan kepercayaan atau hal lainnya untuk yang kesekian kali. Dong Sik sudah kehilangan keluarga, karir, partner, mentor, ‘keponakan’ dan Jung Je yang meski teman dekat tapi terkait langsung dan rasa percaya yang selama ini ada, mungkin berubah kalau tidak menghilang. Apa Dong Sik harus kehilangan lagi?

Beyond Evil Ep. 14.1

15 Oktober 2000… Joo Won yang baru berumur 7 tahun, melihat ayah-ibunya bertengkar. Ibu Joo Won berjanji tidak akan minum-minum dan mencoba bunuh diri. Ki Hwan ingin hidup berjalan sempurna, dan tidak akan membiarkan ibu Joo Won menghalanginya. Ia memanggil petugas RSJ untuk membawa paksa ibu Joo Won. Ki Hwan berjanji pada Joo Won, semua akan berjalan sempurna seperti yang Ki Hwan dambakan.

Episode 14: Jawaban

Semalam, Joo Won meminta Dong Sik menangkapnya di acara dengar pendapat calon KomJen. Kalau Ki Hwan diangkat jadi Komjen, mereka tidak akan bisa melawannya. Joo Won merasa perlu melakukan serangan mendadak, agar Ki Hwan kaget dan lengah, sehingga perlindungan diri Ki Hwan melemah.

Dong Sik enggan melakukannya, dia tahu resiko yang akan Joo Won hadapi, kehancuran hidup seperti dirinya. Setelah saling menunjukkan ketidak pedulian satu sama lain, Dong Sik setuju dengan syarat Joo Won tidak mengakui tuduhan itu. Keesokkan harinya, mereka berdua menatap, memperhatikan reaksi Ki Hwan.

Dong Sik mulai melakukan interogasi pada Joo Won. Tak disangka, Joo Won malah mengakui semua yang dituduhkan. Dong Sik terperangah, dan mematikan rekaman. Joo Won terus melanjutkan narasinya, kalau seseorang membatalkan janjinya pada Joo Won, kenapa Joo Won harus menepati janji pada orang itu?

Atasan Dong Sik marah-marah, menyuruh Joo Won pergi. Ia sudah pernah menyelidiki Joo Won dan kasus itu sudah ditutup. Joo Won terus bersikeras minta dihukum. Akhirnya, Dong Sik mengambil keputusan menskors Joo Won sampai komite disiplin dibentuk. Joo Won menerima hukuman itu dan menyerahkan name-tag.

Ki Hwan menampar Kwon Hyeok, yang disalahkan berpihak dan mengajak Joo Won masuk ruang dengar pendapat. Kali ini Kwon Hyeok tidak terima hinaan Ki Hwan dan bertanya sampai kapan Ki Hwan bisa mempercayai Kwon Hyeok?

Joo Won masuk dan menyela kalau ayahnya tidak percaya siapa pun kecuali dirinya sendiri. Joo Won mengakui semua yang dituduhkan karena ia tidak ingin hidup seperti ayahnya. Joo Won memohon pada Ki Hwan untuk jujur, Joo Won berjanji akan mendengarkan dengan baik. Ki Hwan menyuruh Kwon Hyeok menyeret Joo Won pergi.

Sebelum pergi, Joo Won meminta maaf pada Ki Hwan.

Jung Je menunggu Chang Jin di jembatan. Chang Jin mengejek, dulu Jung Je sangat berantakan, apa sekarang sudah membaik? Chang Jin tidak peduli, Jung Je bukan tanggung jawabnya. Ia memukul pintu mobil dan menyuruh Hae Won keluar.

Jung Je menuduh Chang Jin bekerja sama dengan Ki Hwan membunuh Jin Mook. Bagi Chang Jin, kalau pun itu benar, maka Jung Je akan terkena imbas dan Hae Won akan kehilangan proyek impiannya. Orang yang sudah dibantu membereskan masalahnya, seharusnya tahu berterima kasih.

Jung Je tersenyum sinis. Tanggal 15 Oktober 2000 dini hari, saat Chang Jin menyingkirkan mobil yang dikendarai Jung Je, Jin Mok mengambil mayat Yu Yeon yang ditinggal di mobil Chang Jin. Itulah alasan kenapa Chang Jin menyuruh Jin Mook bunuh diri. Jung Je juga tahu, Chang Jin pasti punya pendukung di kepolisian.

Chang Jin tiba-tiba mendesak Jung Je ke mobil dan mengambil ponsel, memperlihatkan pada Hae Won kalau selama ini Jung Je mengaktifkan ponsel sehingga Dong Sik bisa mendengar semua percakapan mereka. Dong Sik menekan klakson mobil di dekat lokasi mereka dan menjawab panggilan Chang Jin.

Dong Sik ingin tahu apa Chang Jin terlibat dengan pembunuhan Sang Bae? Chang Jin mengaku tak kenal Sang Bae dan menantang Dong Sik, siapa yang bisa menentukan kebenaran atau kejahatan? Pastinya bukan Jung Je si kriminal atau Hae Won. Dong Sik menjawab kalau kali ini Ji Hwa lah yang akan memutuskan.

Jung Je menghalangi Chang Jin yang ingin pergi sebelum Ji Hwa sampai. Chang Jin mengancam Hae Won kalau ia masih punya rahasia Hae Won yang seharusnya dibawa sampai kubur. Hae Won terdiam tidak berkata-kata. Chang Jin akhirnya pergi bersama Ji Hwa.

Hae Won menolak memberi tahu rahasia itu dan masuk ke dalam mobil untuk menghapus jejak data telpon di ponselnya.

Bersambung

Komentar aku: Hah! Terkadang aku dibuat bingung oleh Joo Won. Dia benar-benar tidak bisa terima Dong Sik tidak mengakui kalau memalsukan atau mereka bukti-bukti untuk menangkap Jin Mook, atau semua hanya sandiwara antara mereka berdua? Atau, yang tidak menepati janji, lebih ditujukan ke Ki Hwan daripada Dong Sik? Aaawww… Sementara, di satu sisi, terlihat jelas Dong Sik peduli pada Joo Won.

By the way, kondisi kejiwaan ibu Joo Won parah sekali, ya? Apa pun ia lakukan untuk bisa berpisah dengan Ki Hwan, dari berlari ke alkohol, percobaan bunuh diri sampai mau meninggalkan Joo Won agar bisa bebas. Sementara, Ki Hwan tak kan melepaskannya, karena ibu Joo Won tiket untuk menjadi Komjen. Tragis.

Beyond Evil Ep. 13.2

Joo Won menguatkan hati menemui Ki Hwan. Joo Won tidak memberi selamat, karena Ki Hwan baru dinominasi dan ia khawatir dirinya akan menjadi penghalang Ki Hwan benar-benar diangkat menjadi KomJen. Ki Hwan langsung membentak Joo Won. Joo Won mengalihkan dengan memberikan laporan.

File yang hilang adalah file DNA pik gitar yang ditukar oleh Gil Gu atas permintaan Hae Won. Ki Hwan menolak anggapan Joo Won kalau ia kenal baik dengan Hae Won, bahkan ingin menghukum Gil Gu dan Hae Won. Sayangnya, tidak ada bukti yang menguatkan. Joo Won lebih memilih Ki Hwa menghukum Cheol Mun.

Ki Hwan tertarik mendengarkan penjelasan Joo Won. Cheol Mun menggunakan nama Ki Hwan untuk menyakinkan Gil Gu agar menukar file. Cheol Mun juga yang mengatur pertemuan antara Hae Won dan Gil Gu. Bukti bahwa Cheol Mun memeras Hae Won dan gosip kalau Ki Hwan menutupi hal ini, bisa menyulitkan pengangkatan Ki Hwan.

Ki Hwan memanggil Cheol Mun ke kantornya. Ia memasukkan ponsel Cheol Mun ke poci teh dan menyuruhnya berlutut. Cheol Mun berusaha menenangkan amarah Ki Hwan. Ia menukar file karena ada sidik jari Jung Je yang menabrak Yu Yeon saat mabuk. Tapi, petugas forensik yang bertugas sudah meninggal dan mereka bisa melimpahkan kesalahan pada Jin Mook.

Ki Hwan geram, kalau saja Cheol Mun menangkap Jung Je, masalah akan selesai. Tapi, ia malah menerima suap dari Hae Won. Ki Hwan menyuruh Cheol Mun mengundurkan diri dan menghilang.

Cheol Mun balik menyerang. Ia punya bukti CCTV yang diminta Ki Hwan dihentikan saat ingin bertemu Jin Mook. Cheol Mun dulu menawarkan agar Ki Hwan datang ke sel pas sebelum Sang Bae tiba. Kalau bukti CCTV yang dihentikan menjadi masalah, mereka bisa menjadikan Sang Bae sebagai kambing hitam.

Ki Hwan tidak ingat, yang bisa menghentikan kamera CCTV hanya kepala polisi Manyang, Cheol Mun. Jadi, pastinya itu adalah murni kerjasama Cheol Mun dan Sang Bae. Cheol Mun menyadari kemungkinan itu, karenanya, ia tak pernah menghentikan kamera dan merekam Chang Jin yang datang mewakili Ki Hwan.

Cheol Mun tertawa terbahak-bahak dan ponsel Ki Hwan berbunyi, nada panggilan masuk dari Chang Jin.

Tiga hari berlalu… Belum ada kemajuan dari pihak Jung Je mau pun Ki Hwan. Dong Sik – Joo Won berhadapan. Dong Sik tak ingin kehidupan Joo Won menjadi berantakan seperti dirinya. Joo Won bingung kenapa tiba-tiba Dong Sik peduli? Dong Sik ikut bingung, kenapa juga ia peduli?

Partner-duo-saling-peduli-tapi-tak-mau-mengakui dipisahkan oleh reporter Gyu Seok yang ingin mewawancara Joo Won. Dong Sik mengulang perkataan Sang Bae saat ia mengusir Gyu Seok. Gyu Seok membantah kalau kepala polisi sudah tiada. Joo Won menghampiri dan menawarkan gosip internal polisi, tentang penyuapan.

Dong Sik mengingatkan agar Joo Won tidak gegabah. Joo Won menukas, dia polisi handal. Dong Sik tersenyum, tapi menghela nafas saat Joo Won pergi bersama Gyu Seok. Dong Sik menerima telpon, Ki Hwan memintanya datang.

Ki Hwan memanggil Dong Sik, menyuruh Dong Sik bekerja untuknya di unit Penyelidikan Umum Kepolisian Seoul.

Seminggu setelah pertemuan Ki Hwan – Dong Sik… acara dengar pendapat calon Komjen disiarkan langsung di TV. Jung Je datang ke toko daging Manyang, meminta maaf pada Jae Yi. Hati keduanya sangat berat, meski begitu, Jae Yi ingin memastikan kalau Jung Je akan menerima hukuman yang dijatuhkan nantinya. Jung Je mengangguk.

Ki Hwan diambil sumpah sebelum acara tanya jawab dimulai. Majelis Dewan memulai dengan membacakan berita kalau Ki Hwan dituduh menyembunyikan fakta adanya penyuapan teman dekat Ki Hwan, Cheol Mun, yang ditutupi Ki Hwan.

Ki Hwan mengatakan hal itu tidak benar. Para polisi di kantor Manyang heboh dan semua memandang Ji Hwa. Sementara, di toko daging Manyang, Jung Je mengaku kalau Cheol Mun menerima suapan dari ibunya, Hae Won. Jae Yi heran, kenapa Ki Hwan tenang-tenang saja, seperti sudah tahu akan ada tuduhan itu.

Ki Hwan menjelaskan kalau ia memiliki bukti tertulis bahwa tanah itu adalah pembayaran hutang dan diselesaikan dengan obligasi milik bersama yang tidak melanggar hukum, dan tindakan disiplin telah dikenakan pada Cheol Mun dengan didemotasi ke daerah.

Ki Hwan berjanji kalau ia menjadi KomJen, ia akan memastikan hal itu tidak akan terjadi lagi. Ki Hwan melirik tajam pada Joo Won yang duduk di belakangnya. Tiba-tiba, Dong Sik merangsek masuk ruang debat. Dong Sik menolak dipaksa keluar, karena ia menjalankan apa yang diperintahkan Ki Hwan sendiri.

Ki Hwan menyuruh petugas melepas anak buahnya yang sedang berusaha menegakkan keadilan. Dong Sik akan melakukan penahanan tanpa surat perintah resmi. Dong Sik lalu menghampiri Joo Won. Ia menahan Joo Won atas tuduhan penyalah gunaan kekuasaan dan menyebabkan kematian Geum Hwa.

Acara dengar pendapat dihentikan. Joo Won heran ada masalah apa dengan Dong Sik? Dong Sik menjelaskan, setiap kejahatan harus dihukum. Joo Won tersenyum simpul. Keduanya menatap Ki Hwan.

Bersambung

Komentar aku: Hah. Jadi sulit komentar, karena episode ini kuat dan puzzle yang terurai mulai terpasang pada tempatnya dengan baik. Ahahahaha… penulis yang cukup brilyan. Di awal drama, aku berpikir Jin Mook adalah satu-satunya pembunuh serial dan ia berbohong soal pembunuhan Yu Yeon. Tapi, siapa sangka petinggi kepolisian plus pengembang plus anggota dewan kota bersekongkol menyembunyikan tragedi ini dan menyeret banyak orang di dalamnya. Dong Sik selamanya dibenci dan dicap pembunuh. Ayah Dong Sik meninggal menunggu Yu Yeon di tengah salju, ibu Dong Sik kehilangan ingatan dan menjadi vegetatif. Jung Je menjadi penderita depresi berkelanjutan. Sang Bae meninggal, termasuk Jin Mook kalau mau dihitung sebagai korban tidak langsung. Joo Won, saat itu baru berusia 7 tahun dan ingin menegakkan keadilan, itu korban juga, kan? Sementara pelaku dan kaki tangannya: Ki Hwan, Chang Jin, Hae Won, Cheol Mun, Gil Gu / Kang Ja menikmati harta dan/atau kekuasaan tanpa ragu.

Benar ya kata pepatah, sekali berbohong maka perlu seribu kebohongan lagi untuk menutupinya. Sebelum episode ini, aku berpikir Jeong Gyu Su, kurang mendalami perannya sebagai kepala polisi Manyang. Terutama, karena tidak pernah berbuat apa-apa, suka memarahi anak buahnya tetapi ingin nama besar. Tetapi, di episode ini, aku mengaku salah (dan senang). Oh, perubahan raut mukanya saat pertama berusaha menjilat Ki Hwan tapi lalu berbalik menantang Ki Hwan… aaaaaa…. My hat’s off to you, sir! Ingin ikut menjambak kerah baju. Setidaknya, Cheol Mun musti beli ponsel baru… kekekeke…

Beyond Evil Ep. 13.1

14 Oktober 2000… Ki Hwan bertemu dengan Chang Jin dan Hae Won di restoran Manyang. Ki Hwan menolak minum anggur , membuat Chang Jin tersinggung. Chang Jin sudah memilih perusahaan milik mertua Ki Hwan seperti yang diminta. Bujukan dari Hae Won membuat Ki Hwan akhirnya minum beberapa teguk.

Masa kini… Ji Hwa bertemu Do Su di basement kantor polisi pusat, memata-matai mobil milik Chang Jin. Rekan Do Su yang bekerja di bagian sekuriti memberi tahu kalau Chang Jin beberapa kali mendatangi kantor Ki Hwan. Saat itu, Chang Jin marah-marah karena Ki Hwan dianggap gagal membatasi gerak polisi di Manyang.

Do Su tidak ingin Joo Won atau pun Jung Je terlibat dalam kasus ini, begitu pula Ji Hwa. Apalagi, Dong Sik – Jung Je – Ji Hwa sudah berteman sejak kecil, terutama Dong Sik yang selalu membela Jung Je. Ji Hwa tidak akan bisa memutuskan kalau harus memilih antara Dong Sik atau Jung Je.

Mereka berdua melihat kalau Ki Hwan memberi isyarat agar Chang Jin tidak mendekat dan pergi dengan mobil dan supirnya meninggalkan Chang Jin. Melihat Chang Jin yang sangat marah,  Ji Hwa memutuskan kembali ke kantor dan meneiliti daftar telpon Chang Jin.

Episode 13: Mengubur

Dong Sik ingin memastikan kalau anggota keluarga Joo Won terlibat, Joo Won tidak akan patah menghadapi semua itu. Bisakah Dong Sik mempercayai Joo Won? Dan, TV pun menyiarkan berita nominasi Ki Hwan.

Tiba-tiba Dong Sik beralih ke pengakuan Jung Je, Jung Je melindas Yu Yeon yang terbaring di jalan. Jelas-jelas Seon Nyeo memastikan kalau luka di lutut Yu Yeon adalah akibat ia ditabrak saat berdiri. Ada potongan puzzle yang tidak pas di sini. Telpon masuk dari Ji Hwa memberi tahu pertemuan Chang Jin – Ki Hwa, membuat Dong Sik semakin curiga.

Dua orang yang aktif menghubungi Ki Hwan: Chang Jin dan Hae Won, apa hubungan mereka? Dong Sik mencoba merangkaikan dari: Gil Gu yang bersikeras ia diperintah oleh Cheol Mun – Cheol Mun yang dipromosikan ke Seoul Met – Kepala polisi Manyang yang menutup kasus 20 tahun lalu dan orang yang coba dihubungi Chang Jin beberapa hari ini, semua jari menunjuk pada Ki Hwan.  

Joo Won marah, ayahnya terus dihubung-hubungkan tapi Jung Je dibebaskan begitu saja. Dong Sik tidak keberatan dianggap gila, tapi ia ingin Joo Won menjawab pertanyaannya. Joo Won berbalik, ia tak mempercayai Dong Sik, Ki Hwan, bahkan ia tak mempercayai dirinya sendiri. Jadi, kepercayaan Dong Sik tidak penting bagi Joo Won.

Joo Won keluar dari basement Dong Sik, dan telponnya berdering, panggilan masuk dari ayahnya. Ia memandang sekeliling rumah Dong Sik dengan pedih. Ia pulang, mengamati crime-board dan memasang foto Ki Hwan di tengah papan.

Jung Je pulang ke rumah. Jung Je tahu ibunya memanggil Chang Jin untuk membereskan kekacauan malam itu sementara ibunya mengirim Jung Je ke RSJ. Itu sebabnya Hae Won membayar Chang Jin dengan peternakan rusa, properti di Munju dan juga uang. Tapi, kalau Chang Jin menjalankan tugasnya dengan baik, kenapa tubuh Yu Yeon tertanam di basement rumah Dong Sik?

Jung Je mengingat apa yang dikatakan Dong Sik dan menyampaikan pada Hae Won. Kalau Hae Won dipermainkan Chang Jin, selama ini Chang Jin secara rahasia bertemu dengan Ki Hwan. Bagaimana kalau Chang Jin dan Ki Hwan bekerja sama untuk menjatuhkan Hae Won?

Bersambung

Komentar aku: Auuuuugggh… sedih karena tinggal 3 episode lagi. Sementara, semakin dekat dengan akhir, akting para pemain semakin mendalami peran mereka dengan baik. Dong Sik yang ditengah kegilaannya, masih peduli pada Joo Won dan Jung Je. Shin Ha Kyun bisa menyampaikan marah + sedih + prihatin dengan baik, membuat aku ingin menangis. Joo Won, yang meski membenci ayahnya, tetap tak ingin Ki Hwan terlibat. Dan penculik adegan: Choi Dae Hoon, oui… salute, sir! Dari ingatan melindas kekasihnya, kesinisan pada Hae Won yang menggunakan uang dan kekuasaan untuk menutupi kesalahannya, sampai logikanya bangkit lagi saat Dong Sik memberi tahu kalau masih ada pihak lain yang bersalah. Aku yang  hanya menonton saja sudah teraduk-aduk emosi aku, bagaimana dengan para pemain? Episode yang kuat.

Beyond Evil Ep. 12.2

Jung Je yang melarikan diri nyaris ditabrak mobil Joo Won. Joo Won membawanya ke basement rumah Dong Sik. Joo Won memberi tahu alasan Jung Je dirawat di RSJ Hansong. Jung Je mengaku ia benar-benar tidak ingat apa-apa. Joo Won tidak percaya, tapi ia akan berpegang pada nasehat dari Sang Bae, untuk tidak gegabah menggunakan kuasanya selaku polisi.

Joo Won pergi ke toko daging Manyang, dan melihat Dong Sik cs telah berkumpul, ditambah Gwang Young yang masih tersinggung dan istri polisi Do Su, Seon Nyeo. Seon Nyeo lalu melaporkan hasil penelitiannya.

Dari kondisi kerangka Yu Yeon, Seon Nyeo menyimpulkan kalau kematian Yu Yeon disebabkan karena tabrakan mobil sedan. Saat ditabrak, Seon Nyeo yakin Yu Yeon sedang berdiri di depan mobil sedan itu. Joo Won memberi tahu kalau ia menurunkan Jung Je di rumah Dong Sik.

Ji Hwa dan Dong Sik khawatir kalau Jung Je akan kehilangan akal apabila terus dipaksa mengingat. Tapi, Jae Yi setuju dengan pandangan Joo Won. Dong Sik selama ini kehilangan akal mencari-cari saudari kembarnya, dan Jung Je yang selalu mendampingi Dong Sik, pasti juga ingin tahu apakah ia pembunuh Yu Yeon atau bukan.

Ji Hwa memberi masukkan kalau Hae Won menjual murah gedung itu pada Chang Jin tepat sesudah Yu Yeon hilang. Hae Won juga membeli beberapa properti di pusat kota Munju, lalu menjual 70% dari aset properti itu pada Chang Jin, Cheol Mun, dan Kang Ja, istri Gil Gu. Sementara, Cheol Mun sudah terkenal menyukai suap.

Artinya: Cheol Mun dan Gil Gu bekerja sama menghilangkan file forensik untuk kepentingan Hae Won. Mereka juga bertanya-tanya, kenapa Hae Won terus memberikan properti pada Chang Jin selama 20 tahun ini. Mereka memutuskan untuk mulai menyelidiki dari Kang Ja dengan kasus judi dan penggunaan uang gelap.

Polisi Sung Chul berterima kasih pada Ji Hwa, atas petunjuk Ji Hwa, ia yakin akan dapat promosi. Uang yang didapat oleh Kang Ja cs, berasal dari Da Ge Gang yang dicari kepolisian Seoul. Sung Chul lalu memberikan data keuangan Kang Ja selama 20 tahun ini pada Ji Hwa.

Gil Gu berhadapan dengan Dong Sik dan Ji Hwa. Mereka tahu, Hae Won membayar Kang Ja. Gil Gu beralasan itu semua karena gaji polisi kecil, sementara ia ingin membahagiakan putrinya. Dong Sik berjanji akan menyelidiki sampai ke akar-akarnya, dan takkan melepaskan Gil Gu.

Gil Gu mengaku ia memberikan file asli pada Hae Won dan memberikan yang palsu pada Sang Bae. Gil Gu mendengar desahan Hae Won saat membaca file asli, dari situ ia menyangka kalau sidik jari Jung Je ada di pik gitar itu.

Dong Sik mengambil palu gada dan menyuruh Jung Je bangun. Selama ini, Dong Sik tidak pernah bertanya kenapa Jung Je banyak berbohong. Seperti, saat Jung Je mengaku sedang bersama Dong Sik, padahal bertemu Min Jung di malam kematiannya. Atau, mengaku pergi ke US, padahal sedang dirawat di RSJ.

Dong Sik ingin tahu, apakah semua pernyataan Jung Je ada benarnya? Seberapa dekat Jung Je dengan Yu Yeon, apakah Jung Je tahu siapa pacar Yu Yeon? Pria yang sering ditemui secara diam-diam di luar rumah, mengirim dan menerima text dari Yu Yeon? Dong Sik lalu menyebutkan nomor telp dan berteriak!

Semua yang dikatakan Dong Sik tentang Yu Yeon, membuat Jung Je teringat. Malam itu ia mabuk dan mengajak Yu Yeon bertemu untuk mengakui hubungan mereka pada Dong Sik. Yu Yeon menolak karena selama ini Jung Je pun merahasiakannya dari Hae Won dan menggunakan telpon burner untuk menghubunginya.

Jung Je mengambil pik gitar dan ponsel yang tadi ia banting, masuk ke kabin melihat Dong Sik masih tidur. Ia meminum obat menggunakan miras. Dengan kondisi seperti itu, ia mengemudikan mobil dan melindas Yu Yeon yang tergeletak di jalan.

Jung Je mengaku, ia menabrak Yu Yeon yang terbaring di jalan. Jung Je memohon dibunuh saja oleh Dong Sik. Dong Sik mengangkat palu gada dan menghantamkannya.

Joo Won datang dan memarahi Dong Sik. Bagaimana mungkin Dong Sik membiarkan seorang pembunuh pergi? Apa Dong Sik tidak belajar dari pengalaman? Jung Je bisa berbalik dan bergabung dengan Hae Won melawan Dong Sik. Kenapa masih percaya pada Jung Je? Dong Sik balik bertanya, bagaimana kalau keluarga Joo Won melakukan hal yang tak terbayangkan?

Dong Sik tahu, Joo Won tidak pernah menganggap keluarga di atas segalanya. Jadi, bisakah ia mempercayai Joo Won? Ji Hwa mengirim pesan, Ki Hwan secara resmi dinominasikan menjadi komisaris jendral polisi. Pemberitahuan itu ditayangkan di TV. Dong Sik bertepuk tangan, ia memberi selamat pada Joo Won dan menunduk memberi hormat.

Kilas balik... Saat berjalan pulang seorang diri, Yu Yeon tertarik melihat mobil terpakir di jalan sepi. Ia mengintip dan melihat Jin Mook sedang membunuh Ju Seon. Saat sadar, Yu Yeon sudah diikat dan dibekap. Ia berhasil melarikan diri dan melihat cahaya mobil berjalan mendekat. Ia berusaha menghentikan mobil itu untuk dapat bantuan.

Yu Yeon terhantam dengan keras dan tergeletak di jalan. Dari dalam mobil yang menabraknya, keluar seorang pria, Ki Hwan (?).

Bersambung

Komentar aku: Di akhir episode, aku tidak percaya mata aku, Ki Hwan? Benar Ki Hwan, bukan Chang Jin ya? Jadi, saat penelitian menunjukkan kalau Yu Yeon berulang kali dilindas, itu oleh Ki Hwan, lalu oleh Jung Je, lalu siapa lagi? Artinya, semua saling menutupi siapa pembunuh Yu Yeon sebenarnya. Dan, Jin Mook yang mencuri jenazah Yu Yeon lalu menanamnya di basemen? Seperti yang ia bilang, ia mengirim Yu Yeon pulang?

Ditambah Jung Je. Waktu muda, ia pacar Yu Yeon, saudari Dong Sik. Waktu dewasa, ia pacar Min Jung, yang sudah dianggap anak oleh Dong Sik. Oy, seperti pacaran dengan ibu lalu anak. Seperti kata Joo Won, kota Manyang/Munju, kota yang super menarik. Ada pembunuh serial (dan tidak hanya satu), ada polisi korup, ada ibu-ibu suka judi, ada pasangan kriminal Gil Du dan Kang Ja. Kalau tidak ada musuh dari luar, setiap orang di Manyang/Munju saling sibuk menghabisi mereka sendiri. Ha!

Apa Dong Sik menemukan atau curiga berdasarkan perkataan Jung Je bahwa ia melindas Yu Yeon yang tergeletak = sudah ada yang menabrak Yu Yeon terlebih dahulu? Atau, sekedar menjadikan Jung Je umpan untuk menangkap Hae Won yang memalsu dokumen, membuat hidupnya seperti neraka dan secara tidak langsung membunuh Sang Bae? Hmm…

Beyond Evil Ep. 12.1

Chang Jin muda melihat proyek apartemen yang sedang berjalan. Ia akan membangun dan terus membangun sampai menguasai kota yang akan ia namai seperti nama dirinya. Chang Jin lalu menghajar habis-habisan dan menyuruh anak buah ganster menyampaikan pesan, kalau ia tak lagi bekerja membereskan masalah-masalah di nightclub.

Kembali ke masa kini, Chang Jin menyuruh Deol Seouk menawarkan bayaran berlipat bagi penasehat hukum atas tuntutan ganti rugi keterlambatan pembukaan shopping centre. Masalahnya, uang perusahaan telah habis digunakan untuk pembebasan tanah. Opsi lainnya? Mereka musti beremigrasi ke Rusia.

Saat itulah Chang Jin menerima email yang membuatnya mengamuk.

Jung Je tiba-tiba mulai bernafas kembali. Hae Won menenangkan, Jung Je benar-benar tidak ingat apa yang terjadi, air mata menetes dari pipinya.

Hae Won menyuruh Joo Won dan Dong Sik berhenti memaksa Jung Je berbicara. Joo Won lalu memperlihatkan surat perawatan Jung Je yang diminta oleh Hae Won. Jung Je juga ingin tahu apa yang terjadi pada hari Yu Yeon tidak pulang ke rumah? Jung Je lalu pingsan kehabisan nafas.

Episode 12: Melepaskan

Dong Sik – Joo Won memperhatikan ambulan yang membawa Jung Je ke RS. Bagi Dong Sik, kepercayaan adalah hal yang sia-sia. Joo Won berpendapat itu adalah kepercayaan lebih tergantung pada perasaan seseorang. Bukan karena Jung Je tidak bisa dipercaya, tapi lebih pada apakah Dong Sik siap menerima kebenaran?

Dong Sik meledek apa Joo Won mengkhawatirkan dirinya? Joo Won membalas kalau ia belum gila! Mereka berpisah jalan. Satu mobil menarik perhatian Dong Sik. Di belakang kemudi, Chang Jin berusaha menyembunyikan diri.

Pikiran Chang Jin berputar-putar: Hae Won membawa Jung Je ke RS. Si gila Dong Sik bekerja sama dengan putra pejabat, dan si pejabat Ki Hwan tidak bisa dihubungi. Akibatnya Chang Jin tidak fokus dan menabrak tempat sampah di belakangnya. Ia mulai tertawa dengan frustrasi sembari memukul-mukul setir mobil.

Kwon Hyeok melaporkan hasil penyelidikannya pada Ki Hwan. Di dua berkas pembunuhan, terdapat laporan mengenai pik gitar yang ditemukan Sang Bae dan diakui Dong Sik sebagai miliknya. Yang jadi masalah adalah laporan forensik untuk pik gitar tidak menemukan DNA atau sidik jari, dan laporan itu hilang.

Ki Hwan ingin tahu, apa Kwon Hyeok menuduh karena saat itu dia yang bertugas sebagai kepala polisi kota Manyang? Kwon Hyeok yakin bukan Ki Hwan yang menghilangkan berkas itu. Karena, Ki Hwan tidak mencoret hasil test pik gitar dari laporan dan Ki Hwan pula yang menyuruh Kwon Hyeok menyelidiki kematian Sang Bae dengan menyeluruh.

Ki Hwan juga tahu selain Joo Won dan Dong Sik, beberapa anggota polisi di kota Manyang menyelidiki kasus kematian Sang Bae. Ia menyuruh Kwon Hyeok membereskan berkas dan pergi. Kwon Hyeok sempat melihat panggilan masuk dari Chang Jin di ponsel Ki Hwan.

Dong Sik – Joo Won kembali berdiskusi. Pesan bisu Sang Bae berarti ada orang yang sengaja mendorong Jin Mook bunuh diri. Jin Mook tidak menghilangkan atau tahu isi laporan forensik, tapi ia mungkin tahu sesuatu tentang pik gitar itu. Mungkin itu yang ingin Sang Bae tanyakan saat menemukan Jin Mook bunuh diri di sel.

Dari laporan yang Joo Won pelajari, pik gitar dipakai saat Dong Sik berada di café Bonjour. Lalu setelahnya, Dong Sik masukkan ke box gitar dan pergi ke kabin di peternakan rusa Simju. Joo Won curiga apa mungkin Jung Je yang juga berada di kabin dan punya akses mengambil pik gitar menaruhnya di samping jenazah Bang Ju Seon?

Dong Sik membantah, Jung Je ada bersamanya saat pembunuhan Ju Seon. Dong Sik mengalihkan perhatian pada kamera di gedung di depannya. Ji Hwa menghampiri dan memberi tahu kalau gedung itu milik Chang Jin. Dong Sik ingat mobil berplat nomor yang diparkir di gedung sama dengan yang ia lihat kemarin malam.

Staff JL mengatakan ia hanya melakukan seperti yang disuruh, mengambil mobil dari bengkel karena menabrak, dan yakin Chang Jin tidak menabrak orang.

Chang Jin yang mengabaikan panggilan Ji Hwa, duduk di kantor Hae Won. Hae Won memastikan Jung Je tidak ingat apa-apa. Yang masalah justru karena Dong Sik – Joo Won mengenali telpon rahasia milik Hae Won karena panggilan dari Chang Jin.

Pada malam kematian Sang Bae, Hae Won yang sedang bersama Chang Jin, menerima telpon dari Gil Gu. Memberi tahu kalau Sang Bae mengetahui tentang file pik gitar yang hilang dari brankasnya saat polisi menggeledah kantor Sang Bae. Hae Won menjadi panik.

Dulu forensik menemukan sidik jari Jung Je ada di pik gitar. Hae Won memalsukan hasil forensik, dan pada akhirnya menghancurkan file dan pik gitar. Hae Won merasa Chang Jin tidak berhak marah, karena Chang Jin sendiri tidak menepati janji mengurus mayat Yu Yeon dengan baik, malah sekarang ditemukan di basemen rumah Dong Sik. Chang Jin berjanji akan mengurus Sang Bae.

Chang Jin mengancam ia akan membereskan Jung Je juga kalau Hae Won tidak memberi tahu di mana Jung Je dirawat. Sekretaris Oh Bok menemukan kamar di RS telah kosong, Jung Je menghilang.

Bersambung

Komentar aku: ha… kematian dan tulisan darah Jin Mook di sel menjadi pemicu Sang Bae untuk melakukan penyelidikan pribadi dan menemukan keanehan pada file forensik. Sekarang, semua pihak tahu. Ki Hwan – Kwon Hyeok: dari kedatangan Gil Gu dan Sang Bae; Dong Sik – Joo Won dari Ki Hwan; Hae Won – Chang Jin: karena Hae Won yang menghancurkannya. Wao… berputar-putar ya. Kira-kira apa yang dilakukan Ki Hwan kalau tahu partner kerjasamanya melakukan itu semua?